The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 317. Acara Ulang Tahun Permaisuri Shiena I


Permaisuri Shiena yang sangat bahagia dapat berkumpul bersama Duke Carrole, Duchess Carrole dan Raja Terdahulu Kai setelah beberapa bulan harus hidup beradaptasi di dalam Istana Kekaisaran.


Permaisuri Shiena yang sebenarnya sangat ingin tinggal lebih lama lagi di Kediaman Carrole terpaksa harus kembali ke Istana. Permaisuri Shiena tidak bisa mengabaikan tanggungjawabnya sebagai Permaisuri Kekaisaran Pearl dan bagi Permaisuri Shiena, Kebahagiaan dan tawa dari Rakyatnya adalah yang paling utama daripada kebahagiaannya sendiri.


Sebelum kembali, Duke Carrole memanggil Permaisuri Shiena untuk datang dan mengikutinya. Permaisuri Shiena yang tau jika Duke Carrole sangat menyayangi dirinya lebih dari nyawanya sendiri merasa semakin terharu karena Duke Carrole telah menyiapkan hadiah spesial untuknya padahal dirinya telah menikah.


Duke Carrole yang tidak perduli dengan status Permaisuri Shiena yang telah atau belum menikah karena bagi Duke Carrole, Permaisuri Shiena tetap gadis kecilnya.


Duke Carrole memberikan sebuah liontin berwarna merah hati yang sangat terang kepada Permaisuri Shiena. Liontin itu ternyata berisikan Kekuatan Sihir terbesar milik Duke Carrole. Duke Carrole sengaja menghilangkan kekuatan sihirnya sementara waktu demi memberikan jumlah Kekuatan Sihir yang tepat pada liontin itu.


Duke Carrole memberikan Kekuatan Sihirnya pada liontin itu dengan tujuan agar Liontin itu dapat selalu menemani, menjaga dan melindungi Permaisuri Shiena kapanpun.


Permaisuri Shiena pun menjadi sangat terharu dan berharap dapat segera membalas semua kebaikan yang telah dilakukan oleh Duke Carrole dan Duchess Carrole tapi Permaisuri Shiena sadar jika semua yang dilakukannya tidak akan cukup membalas semuanya. Permaisuri Shiena hanya bisa berdoa pada Dewa agar keduanya selalu diberikan kebahagiaan.


Permaisuri Shiena pun kembali ke Istana Kekaisaran dan disambut bahagia oleh Marry dan Ana karena khawatir jika Permaisuri Shiena memilih untuk tinggal di Kediaman Carrole meski hanya satu malam. Marry dan Ana takut jika hal ini ketahui oleh banyak orang karena Permaisuri Shiena dilarang keluar Istana.


Sesuai janji Permaisuri Shiena melakukan semua yang dikatakan oleh Marry dan Ana tanpa mengeluh sedikit pun hingga hari yang ditunggu telah tiba. Permaisuri Shiena yang masih tertidur lelap bersama Kaisar Franz terpaksa harus bangun lebih awal untuk bersiap-siap.


Setelah beberapa jam berlalu dan hanya tinggal 1 jam lagi untuk Acara segera dimulai, Kaisar Franz yang telah rapi dengan Jubah dan Mahkotanya terlihat sangat tampan dan juga gagah sehingga membuat semua Pelayan dan Dayang yang membantu Permaisuri Shiena berdandan menjadi salah fokus.


Kaisar Franz pun mengusir semua orang yang ada di ruangan itu keluar sebentar dan hanya menyisakan dirinya dan Permaisuri Shiena berdua saja. Kaisar Franz pun berjalan mendekati Permaisuri Shiena yang sedang duduk di meja riasnya.


Kaisar Franz yang sangat romantis pun berlutut di hadapan Permaisuri Shiena dan memberikan sebuah kado ulang tahun untuknya yaitu sebuah gelang yang dibuat sendiri dengan tangan oleh Kaisar Franz selama beberapa minggu terakhir menggantikan gelang sebelumnya yang hancur karena sesuatu hal.


"Selamat ulang tahun Permaisuriku yang cantik. Semoga kau panjang umur dan selalu bahagia. Aku berjanji akan menjadi sumber kebahagiaanmu itu dulu, sekarang dan nanti." ucap Kaisar Franz.


Permaisuri Shiena yang merasa terharus ingin sekali menangis tapi tidak bisa karena takut Marry dan Ana marah karena dirinya menghancurkan riasan yang telah dipoleskan padanya selama berjam-jam kebelakang.


Sebagai gantinya Permaisuri Shiena pun memeluk Kaisar Franz dan disambut hangat oleh Kaisar Franz lalu Kaisar Franz pun memakaikan gelang itu ke tangan Permaisuri Shiena.


"Terima kasih." ucap Permaisuri Shiena senang.


"Cepatlah. Aku akan menunggumu." ucap Kaisar Franz sambil mencium punggung tangan Permaisuri Shiena.


Marry, Ana serta pelayan lainnya pun masuk kembali keruangan itu setelah kepergian Kaisar Franz. Permaisuri Shiena yang melihat ekspresi dan isi fikiran pelayan-pelayannya tentang Kaisar Franz hanya visa geleng-geleng kepala.


'Apa aku kantongi saja wajah tampan suamiku itu? Ternyata memiliki wajah yang tampan itu juga sebuah dosa.' ucap Permaisuri Shiena dalam hati.


Marry dan Ana yang tau jika waktu tidak lama lagi segera menyelesaikan tugasnya dan mengantar Permaisuri Shiena menuju ruangan yangmana Kaisar Franz telah menunggunya.


"Apa kau siap?" tanya Kaisar Franz.


"Tentu saja." ucap Permaisuri Shiena.


Terompet pun berbunyi dengan sangat keras dan pengumuman kedatangan Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena memasuki ruangan terdengar sampai keluar Istana. Semua orang yang ada di dalam ruangan itu menghentikan kegiatan mereka sebentar lalu menunggu kedatangan Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena.


Permaisuri Shiena yang merupakan tokoh utama pada Acara itu menjadi pusat perhatian dan tak jarang banyak Pria Bangsawan yang sudah menikah atau belum berdecak kagum akan kecantikan yang dimiliki Permaisuri Shiena.


Permaisuri Shiena yang melihat ke arah para tamu undangan membuat perasaan Permaisuri Shiena tiba-tiba menajdi hancur karena pada saat yang sama Permaisuri Shiena dapat membaca dengan jelas isi fikiran kotor yang dimiliki oleh Pria-pria Bangsawan itu.


Namun Permaisuri Shiena menarik nafas dalam-dalam seolah-olah tidak mengetahui apapun. Kaisar yang berada di samping Permaisuri Shiena pun menjadi khawatir karena Kaisar Franz mendapatkan laporan jika kesehatan Permaisuri Shiena sering menurun beberapa minggu terakhir.


"Apa kau baik-baik saja? Kita bisa beristirahat dulu jika kau mau dan kita bisa tunda Acara ini satu atau dua jam?" tanya Kaisar Franz khawatir.


"Tidak! Aku baik-baik saja." ucap Permaisuri Shiena.


Permaisuri Shiena pun menggandeng Kaisar Franz menuju singgahsana mereka dan memulai Acara Perayaan Ulang Tahun Permaisuri Shiena.


Perayaan itu dimulai dengan dansa pertama yanh dilakukan oleh Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena.


Permaisuri Shiena yang telah sering berdansa dengan Kaisar Franz telah merasa terbiasa dan tidak melakukan kesalahan apapun hingga dansa selesai dan semua orang pun bertepuk tangan dengan sangat kuat lalu keduanya pun membungkukkan tubuhnya bersamaan saling berhadapan.


Berakhirnya dansa pertama Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena menandakan Acara Perayaan Ulang Tahun Permaisuri Shiena dimulai. Lalu di lanjutkan dengan dansa kedua.


Kaisar Franz yang terpaksa harus pergi sebentar menemui Raja Michael pun meninggalkan Permaisuri Shiena sendiri. Duke Laurence yang melihat Permaisuri Shiena sendiri segera menghampirinya dan mengajaknya berdansa.


Permaisuri Shiena yang melihat Duke Laurence segera mengulurkan tangannya untuk menerima ajakan itu dikarenakan Permaisuri Shiena tidak ingin berdansa dengan orang lain yang tidak dikenal.


Setelah selesai berdansa Duke Laurence memberikan kado yang telah disiapkannya kepada Permaisuri Shiena. Permaisuri Shiena yang mendapatkan kado itu menjadi sangat senang. Lalu tiba-tiba Kaisar Franz pun datang dan mengajak Permaisuri Shiena pergi bersamanya. Kaisar Franz yang takut jika Permaisuri Shiena akan kelelahan pun mengajak Permaisuri Shiena duduk kembali ke singgahsana mereka.


Setelah selesai, banyak sekali Bangsawan yang memberikan kado yang sangat berharga, mahal dan juga mewah untuk Permaisuri Shiena tapi Permaisuri Shiena hanya memberikan senyum hangat sebagai balasan dan ucapan terima kasih.


Duke Watson dan Duchess Watson yang datang ke Acara Perayaan Ulang Tahun Permaisuri Shiena pun menghadap Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena lalu mengucapkan selamat dan memberikan kado.


Permaisuri Shiena merasa sangat senang ketika melihat kedatangan Duke Watson dan Duchess Watson. Permaisuri Shiena tidak menyangka jika saat ini Duke Watson telah menerima Duchess Watson sepenuh hatinya.


#**Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


🥰😊😍😘


Terima kasih**