The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 177. Jebakan II


Putra Mahkota Franz dan Penasehat Kekaisaran pergi ke lorong rahasia menuju tempat persembunyian Kaisar yang ada di dalam kamar Kaisar.


Putra Mahkota Franz menceritakan apa yang didapatkannya selama penyelidikan dan Penasehat Kekaisaran diam menyimak semuanya.


Kaisar yang telah memutuskan tindakan apa yang akan diambilnya hanya bisa menunggu sampai hari itu tiba.


Beberapa hari kemudian, Putra Mahkota Franz yang mendapatkan surat dari Putra Mahkota Brian segera menghubungi Kaisar dan Penasehat Kekaisaran dan mereka bertemu lagi secara rahasia malam itu.


Putra Mahkota Franz telah setuju untuk melanjutkan apa yang akan dilakukannya pada Kaisar seperti yang diminta Putra Mahkota Brian tapi Putra Mahkota Franz mengganti racun yang seharusnya untuk Kaisar dengan racun lain yang hanya akan membuat Kaisar lemah seolah sekarat dalam beberapa hari lalu akan sehat kembali tanpa ada luka sedikit pun.


Sementara, Penasehat Kekaisaran akan bersembunyi di lorong rahasia bersama Kesatria Elit karena setelah Putra Mahkota Franz memberikan racun kepada Kaisar. Putra Mahkota Franz akan kabur sementara Putra Mahkota Brian yang masuk ke ruang Kaisar akan di tangkap dan di adili.


Namun semua rencana itu gagal karena keesokan paginya sebelum Putra Mahkota Franz akan meracuni Kaisar, Duke Carrole datang menemui Kaisar dan menyatakan kedatangannya karena di panggil Kaisar.


Kaisar yang bingung karena dirinya tak pernah memanggi Duke Carrole akhirnya mengerti jika itu semua adalah rencana Putra Mahkota Brian yang ternyata ingin menjebak Duke Carrole.


Kaisar pun mengubah rencananya dengan melibatkan Duke Carrole karena Putra Mahkota Briam berencana mencelakai Duke Carrole. Duke Carrole yang tidak mengerti pun meminta penjelasan kepada Kaisar.


Kaisar yang bingung cara untuk menjelaskan memanggil Penasehat Kekaisaran dan Putra Mahkota Franz yang memang telah bersembunyi.


Kaisar pun memerintahkan Penasehat Kekaisaran untuk menjelaskan dan saat Duke Carrole mengerti tiba-tiba Shiena datang dengan tiba-tiba.


Semua yang ada di dalam ruangan itu sangat terkejut dengan kedatangan Shiena. Shiena yang tau telah melakukan kesalahan di hadapan Kaisar segera meminta maaf tapi Shiena tidak terlalu peduli karena baginya keselamatan Duke Carrole adalah yang utama.


"Maafkan kelancangan hamba, Yang Mulia." ucap Shiena.


"Shiena kenapa kau kemari?" tanya Duke Carrole bingung.


"Ayah, kita harus pergi dari sini sekarang. Aku tak mau kehilangan ayah. Aku mohon ikutlah denganku." ucap Shiena tiba-tiba.


Semua orang yang mendengar perkataan Shiena mulai memikirkan satu hal yang sama yaitu Shiena telah mengetahui rencana Putra Mahkota yang ingin membunuh Kaisar dan mencoba membuat Duke Carrole sebagai tersangka.


Shiena yang awalnya bersikeras membawa Duke Carrole menjadi bingung karena susana yang berubah menjadi diam tanpa suara. Shiena akhirnya melihat dimana dirinya berada. Shiena sangat tekejut melihat keberadaan Kaisar dan Penasehat Kekaisaran sehingga Shiena langsung memberi salam dan meminta maaf untuk kelancangannya.


Kaisar yang tau tujuan Shiena tak ingin mempersalahkan atau memperpanjang masalah itu sementara Penasehat Kekaisaran hanya diam menunggu perintah Kaisar tapi tiba-tiba Shiena berteriak dan marah membuat semua orang bingung.


"Kau!" teriak Shiena.


Shiena yang melihat keberadaan Tuan X langsung berteriak marah karena Tuan X ada di dalam kamar Kaisar tapi tak melaporkan apapun padanya padahal dirinya sudah memerintahkannya mencari tau semua yang terjadi.


"La-lady! Saya bisa jelaskan semua ini." ucap Tuan X.


Tuan X sudah menduganya jika Shiena pasti mengetahui apa yang akan terjadi pada keluarganya tanpa harus menunggu kabar darinya sehingga ketika melihat kedatangan Shiena secara mendadak, Tuan X telah menyiapkan alasannya.


Shiena yang melihat Tuan X ingin menjelaskan pun melihatnya dengan tatapan marah dan dingin. Shiena pun menggunakan kemampuannya untuk mendeteksi kebohongan pada Tuan X.


"Baiklah tapi sebaiknya anda jujur karena saya bisa mengetahui orang yang jujur dan bohong. Percayalah!" ucap Shiena.


Tuan X yang mendengar penekanan pada perkataan Shiena menjadi tak karuan akhirnya Tuan X memilih untuk jujur.


Tuan X pun membuka penutup wajahnya dihadapan Shiena dan Shiena sangat terkejut.


"Benar Lady. Saya adalah Franz. Putra Mahkota Franz seperti yang pernah saya katakan pada anda beberapa hari yang lalu. Saya tau anda pasti tak percaya tapi itu kenyataannya." ucap Putra Mahkota Franz.


"Ti-tidak! Aku percaya." ucap Shiena buru-buru.


Putra Mahkota Franz, Kaisar dan Penasehat kekaisaran sangat terkejut dengan perkataan Shiena tapi mereka mengerti bahwa tak ada nada ketidakjujuran disana.


"Lady Shiena, apa kau telah mengetahui semua rencana putraku, Putra Mahkota Brian?" tanya Kaisar.


"Hamba menjawab Kaisar. Ya, Yang Mulia. Saya telah mengetahui semuanya dan karena itu lah hamba kemari untuk mencegahnya." ucap Shiena sopan.


Akhirnya terjawab sudah apa yang difikirkan semuanya. Kaisar pun memutuskan untuk memberitau Shiena rencana mereka karena Shiena sendjrj telah membuat dirinya terlibat hingga sejauh ini. Duke Carrole yang ingin menolak tak memiliki pilihan lain selain setuju.


"Baiklah aku mengerti. Kami semua disini untuk menjebak Putra Mahkota Brian dan Duke Carrole pun telah setuju." ucap Kaisar.


Shiena yang tau apa yang ada di dalam fikiran Kaisar menolak keras rencana itu karena sama saja dengan mengorbankan Keluarganya sementara Shiena ingin semuanya baik-baik saja.


"Maafkan kelancangan hamba Yang Mulia. Maksud Yang Mulia menjebak Putra Mahkota Brian itu apa?" tanya Shiena pura-pura polos.


"Kita semua akan berpura-pura masuk jebakan Putra Mahkota Brian lalu pada saat yang tepat kita bongkar semua kejahatan Putra Mahkota Brian lalu menghukumnya." ucap Penasehat Kekaisaran.


"Saya setuju untuk membongkar semua kejahatan Putra Mahkota dan menghukum Putra Mahkota Brian tapi saya tak ingin jika ayah saya dan semua orang yang ada di keluarga hamba menderita." ucap Shiena.


"Apa kau mencoba menentang keputusan Kaisar." teriak Penasehat Kekaisaran.


Shiena yang ingin melawan dan menentang keputusan itu dicegah oleh Duke Carrole. Duke Carrole meminta waktu kepada Kaisar, Putra Mahkota Franz dan Penasehat Kekaisaran untuk berbicara kepada Shiena untuk menjelaskan rencana yang telah disusun oleh Kaisar dan Putra Mahkota Franz.


"Shiena, dengarkan ayah. Ayah tau kau tak ingin hal buruk terjadi pada ayah, ibu ataupun semua orang yang bekerja pada kita tapi kita hanya rakyat Kekaisaran. Sudah menjadi tugas kita untuk royal dan setia pada Kekaisaran. Kita harus menjalankan tugas dan perintah dari Kaisar suka ataupun tidak suka." ucap Duke Carrole.


"Tapi ayah... A-aku..." ucap Shiena terbata-bata.


"Ayah mohon percayalah, semua akan baik-baik sajam" ucap Duke Carrole.


"Baiklah tapi jika selama ayah di penjara jika para tahanan itu menyiksa ayah terlalu kejam jangan salahkan aku bertindak sesukaku dan itu berlaku untuk semuanya." ancam Shiena.


"Baiklah, ayah setuju." ucap Duke Carrole.


Shiena yang masih tak terima jika Duke Carrole, Duchess Carrole, dan orang-orangnya harus berkorban untuk Kekaisaran tapi Shiena tak bisa membantah perkataan Duke Carrole lagi jadi dengan terpaksa Shiena setuju dengan syarat pengorbanan itu tak akan terlalu menyakitkan.


Lalu, dimulai rencana penjebakan Putra Mahkota Brian dengan kerja sama antara Keluarga Carrole, Kaisar, Putra Mahkota Franz dan Penasehat Kekaisaran.


Putra Mahkota Brian yang tak memiliki kewaspadaan apapun sangat mudah masuk ke dalam jebakan yang telah dibuat.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘