The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 194. Rapat Rahasia I


Marry dan Ana yang telah kembali dari tugasnya kembali dengan wajah berseri-seri. Shiena yang membaca fikiran kedua pelayannya hanya bisa diam saja.


'Orang yang sedang jatuh cinta semuanya akan terlihat indah. Aku akan membantu kalian tapi jika kalian setia padaku!' fikir Shiena.


Lalu, malam hari pun tiba, Marry datang menyampaikan pesan dari Duke Carrole untuk datang makan malam bersama. Shiena yang mengerti pun meminta Marry dan Ana membantunya bersiap-siap.


Di meja makan, semua pelayan telah bekerja dengan keras menyiapkan makanan yang enak dan lezat serta bergizi. Shiena dan kedua orang tuanya pun makan malam bersama. Setelah selesai makan, Duchess Carrole kembali ke kamar lebih dulu karena merasa sangat lelah sementara Shiena diminta untuk datang ke ruang kerja Duke Carrole.


Shiena dan Duke Carrole pun pergi menuju ruang kerja. Pelayan yang telah datang lebih dulu telah menyiapkan peralatan minum teh dan juga satu toples kue kering.


Di dalam, Duke Carrole menanyakan Shiena tentang hubungannya dengan Putra Mahkota Franz. Duke Carrole yang pernah melihat Shiena sakit disebabkan Mantan Putra Mahkota Brian menjadi trauma saat Shiena akan menjalin hubungan dengan Anggota Kekaisaran lagi apalagi Duke Carrole sangat tau sifat Kaisar yang tak peduli akan orang lain kecuali dirinya sendiri.


"Shiena, ayah dengar kau mendapatkan hadiah dari Putra Mahklta Franz?" tanya Duke Carrole langsung.


"Benar, ayah." ucap Shiena jujur.


"Apa kau menyukai Putra Mahkota Franz?" tanya Duke Carrole.


"Kenapa ayah bertanya seperti itu padaku?" tanya Shiena.


"Ayah trauma melihatmu memiliki hubungan dengan Anggota Kekaisaran. Sejujurnya ayah dan ibu lebih menyetujui jika kau berhubungan dengan Marquess Laurence." ucap Duke Simons.


Shiena yang mendengar perkataan Duke Carrole menjadi bingung dengan perasaannya sendiri.


"Aku tak tau ayah. Aku sepertinya menyukai Putra Mahkota Franz tapi aku juga tak bisa membuka hatiku sepenuhnya padanya." ucap Shiena.


"...." Duke Carrole diam


"Hmmm, Kak Roan sudah aku anggap seperti kakak kandungku sendiri. Sulit bagiku jika memiliki hubungan lebih dengannya." ucap Shiena.


Duke Carrole yang mengerti perasaan Shiena tak bisa memaksanya dan hanya bisa menghela nafas.


"Ayah tak akan memaksamu karena semua tergantung pada dirimu sendiri. Ayah dan Ibu akan selalu mendukung pilihanmu. Ayah hanya berharap kau akan bahagia, putriku. Kau tau kan jika ayahmu ini sangat menyayangimu. Ayah dapat melakukan apapun untukmu meskipun harus menentang Kaisar sekalipun." ucap Duke Carrole.


"Ya, ayah. aku juga menyayangimu." ucap Shiena lalu memeluk ayahnya.


Setelah itu, Shiena dan Duke Carrole berbicara antara ayah dan anak. Setelah hari semakin larut, Duke Carrole meminta Shiena kembali ke kamarnya dan beristirahat. Shiena pun menuruti dan kembali ke kamarnya.


Shiena yang kembali ke kamar melihat Marry dan Ana. Shiena pun meminta Marry dan Ana keluar karena dirinya ingin beristirhat. Setelah yakin tak ada seorang pun didekatnya. Shiena pun bangun dari ranjangnya dan membuka Cincin Ruang lalu mengganti pakaiannya menjadi Gadis Suci.


Shiena pun menggunakan Sihir Gelap dan Sihir Angin secara bersamaan untuk dapat segera sampai di Toko Pelelangan.


Setelah sampai di Toko Pelelangan, Shiena masuk ke dalam dan berjalan menuju ruang pertemuan Rahasia. Di dalam Toko masih terdapat penjaga dan juga pelayan yang memang diperuntukkan untuk tinggal disana agar dapat selalu bekerja dengan gaji dua kali lipat. Semua penjaga dan pelayan telah mengenali Shiena sehingga selalu memberi hormat dan melayaninya dengan baik saat Shiena datang.


Ketika sampai, Tuan Vlkrim, Tuan Grogolia dan Baron Fromboo telah berada di dalam terlebih dulu. Shiena melihat ketiga wajah bawahannya ini dengan seksama sambil membaca fikiran mereka.


Shiena yakin mereka tidak akan berkhianat padanya soal bisnis karena telah melakukan Perjanjian Sihir dengannya tapi Shiena tidak yakin untuk hal lain. Shiena akhirnya memulai pembicaraan setelah tau banyak sekali fikiran aneh-aneh dari ketiganya.


"Aku datang kemari karena berita dari Kaisar. Aku rasa kalian juga sudah mengetahuinya tapi tak tau pastinya." ucap Shiena.


"Benar, Nona. Pengumpul informasi dari Toko Pelelangan tau bahwa saat ini Kekaisaran mengalami defisit keuangan." ucap Tuan Valkrim.


"Kalian benar tapi kurang lengkap!" ucap shiena.


"Maksud Nona Kaisar punya rencana lain?" tanya Tuan Grogolia.


"Benar dan Kaisar berencana mengambil kalian berada di pihaknya. Kaisar tak berencana hanya meminta bantuan kalian saja." ucap Shiena.


"Aku tau semua Penguasa ini hanya memikirkan diri mereka sendiri tak disangka Kaisar juga sama." ucap Tuan Grogolia marah karena teringat perbuatan Duke Simons padanya.


"Tenanglah Tuan Grogolia." ucap Shiena.


Shiena yang merasa suasa telah mulai memanas memanggil pelayan untuk menyiapkan makanan serta minuman enak untuk membuat suasana menjadi lebih nyaman.


Setelah selesai tak butuh waktu lama, semua makanan dan minuman telah tersedia di meja kemudian pelayan itu pergi dan keluar lalu menutup pintunya kembali.


"Kita bicarakan ini dengan santai, jadi makan dan minum saja. Meskipun aku tau masalah ini tidak sesederhana itu tapi aku tak ingin semua terlalu memikirkannya." ucap Shiena.


"Baik, Nona." ucap Tuan Grogolia, Tuan Valkrim dan Baron Fromboo bersamaan.


Mereka pun menikmati makanan dan minuman itu hingga suasana menjadi lebih santai. Lalu, Shiena memulai rencananya.


"Aku rasa kalian juga mendengar gosip tentangku dengan Putra Mahkota Franz." ucap Shiena.


"Benar, Nona. Banyak Bangsawan yang berfikir jika Nona nantinya akan menjadi Permaisuri selanjutnya disebabkan karena kedekatan anda dengan Yang Mulia Putra Mahkota dan kedudukan Nona sebagai Putri Tunggal orang terkuat kedua setelah Anggota Keluarga Kekaisaran. Sehingga anda menjadi kandidat terkuat untuk menjadi Permaisuri, Nona." ucap Baron Fromboo.


"Begitu rupanya. Sebentar lagi Kaisar akan meminta kalian untuk datang keistana ketika tak bisa menggapai kesepakatan denganku. Kaisar mungkin akan menawarkan Gelar Bangsawan pada kalian berdua dan kenaikan Status Bangsasan Tuan Fromboo." ucap Shiena.


"Bukankah itu bertentangan, Nona." ucap Tuan Valkrim.


"Benar, tapi jika imbalannya sesuai maka hal itu bisa diabaikan." ucap Shiena.


"Imbalan? Apa itu?" tanya Tuan Valkrim.


"Keuntungan Persentase dari Toko Pelelangan, Toko Perhiasan dan Tambang Kekaisaran selain dari Pajak Kekaisaran." ucap Shiena.


"Bukankah keuntungan yang didapat dari Toko saja sudah cukup banyak dan jika Kaisar menginginkan keuntungan ketiganya itu berarti Kaisar sangatlah serakah." ucap Tuan Grogolia.


"Kau benar, padahal dirinya tak ikut campur dalam bisnis ini tapi menginginlan keuntungannya dengan tawaran Gelar Bangsawan. Aku merasa itu tidak adil." ucap Tuan Valkrim.


"Kalian benar. Namun kalian hanya bisa merasa tidak senang sekarang tapi jika nanti dihadapan Kaisar kalian akan sulit menolaknya karena Kaisar masih memiliki Kekuatan Mutlak sebagai Pemimpin Kekaisaran." ucap Shiena.


Setelah mendengar ucapan Shiena suasana berubah menjadi kelam. Shien tau jika membicarakan hal ini akan membuat keadaan menjadi tidak nyaman tapi tak ada pilihan lain karena lawannya adalah Kaisar.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Votenya ya..


🥰😍😘😚 Terima Kasih