The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 27. Mimpi Buruk


Putra Mahkota dan Shiena sepakat untuk makan malam di tenda-tenda yang tersedia selama Acara Festival Bunga.


Mereka memilih untuk makan makanan yang di jual di tenda-tenda rakyat, merasakan makanan yang dimakan oleh rakyatnya.


Ketika sedang menikmati makan malam mereka yang sederhana, terdengar bunyi kembang api.


Jeedaarrrr..... Jedaaarrrr.... Jedaaaarrrr


(Bunyi kembang api)


"Wah, kembang api nya sangat indah." ucap Shiena senang.


"Ya, sangat indah." ucap Putra Mahkota.


Shiena yang melihat pemandangan malam yang sangat indah, dimana langit malam yang indah tanpa bintang sekarang telah berubah menjadi warna-warni yang indah dengan berbagai bentuk karna kembang api.


Tapi di lain sisi. Putra Mahkota justru tidak memandang langit tapi memandang wajah Shiena yang sedang tersenyum bahagia.


*Aku ingin sekali melihat pemandangan ini setiap pagi.* fikir Putra Mahkota.


Shiena yang tidak fokus pada Putra Mahkota, tidak bisa membaca apa yang ada di fikiran Putra Mahkota sekarang tentangnya.


Setelah bunyi kembang api berakhir, maka berakhir juga acara Festival Bunga pada hari itu dan akan di lanjutkan keesokan harinya.


Waktupun berjalan cepat, Putra Mahkota dan Shiena pun telah menyelesaikan makan malam mereka dan berencana kembali ke penginapan.


"Sebaiknya kau mandi dan beristirahat karna ini sudah malam. Bsok kita lanjutkan lagi jalan-jalan kita." ucap Ian.


"Agh, tentu saja. Selamat malam Ian." ucap Shiena dengan senyum cantik.


"Selamat malam." ucap Ian.


Akhirnya Shiena dan Putra Mahkota berpisah. Shiena pun kembali ke kamarnya dengan di temani Marry.


"Marry, panggilkan Zee tapi jangan sampai Putra Mahkota mengetahuinya!" perintah Shiena.


"Baik, nona." ucap Marry menyanggupi.


Tak lama kemudian Zee datang ke dalam kamar Shiena.


"Saya menghadap, nona." ucap Zee sopan.


"Kita langsung ke intinya saja. Kau lihat putra angkat Nyonya Maria Von Laurence?" tanya Shiena.


"Iya, nona." ucap Marry singkat.


"Aku ingin kau menyelidikinya. Apa yang sedang ia rencanakan lalu segera laporkan semuamya." perintah Shiena.


"Baik, nona. Apa ada lagi yang perlu saya lakukan, nona?" tanya Zee.


"Tolong kau kirim kabar ke ayahku, bilang padanya bahwa nyawa Nyonya Maria Von Laurence sedang terancam. Aku tidak bisa menjelaskan detail nya tapi aku ingin ayah segera mengirim beberapa kesatria terbaik untuk menjaga Nyonya Maria tapi jangan sampai siapa pun yang tau. Katakan padanya aku curiga Tuan Alexander Van Laurence merencanakan kudeta untuk mendapatkan gelar Marquess. Apa kau bisa aku andalkan?" ucap Shiena menjelaskan dengan wajah serius.


"Ya, nona." kata Shiena meyakinkan.


Setelah membersihkan seluruh tubuhnya, Shiena pun memutuskan untuk tidur, mengistirahatkan tubuhnya.


Alam Mimpi


"Agh, dimana aku? Kenapa tidak ada orang sama sekali." ucap Shiena.


Tidak ada siapapun, tidak ada jawaban. Sampai akhirnya Shiena memutuskan untuk duduk dan beristirahat di bawah pohon yang rindang. tiba-tiba ada enam cahaya muncul di depan Shiena secara bersamaan.


Disaat yang sama, tubuh Shiena yang sedang tertidur menjadi terkejut.


"Nona, Nona, Nona ayo bangun lah nona. Jangan membuatku cemas." ucap marry.


Tak lama kemudian Putra Mahkota datang dan masuk ke dalam kamar shiena.


"Ada apa sebenarnya ini Marry?" tanga Putra Mahkota.


"Maaf Yang Mulia, hamba juga tidak tau." jawab Marry.


"Baiklah. Kamu tunggu di luar saja." perintah Putra Mahkota


"Baik, Yang Mulia" ucap Marry cepat.


Marry pun meninggalkan Putra Mahkota bedua saja bersama nonanya.


"Shiena, bangunlah. Kenapa wajahmu pucat sekali? Apa yang kau mimpikan? Kenapa susah sekali kau bangun?" kata Ian.


Lalu di alam mimpi, ketika Shiena melihat ada enam cahaya di depannya yaitu Merah, Biru, Putih, Coklat, Emas dan Hitam. Tiba-tiba ada sesosok pria yang tidak dapat dilihat karna dikelilingi aura berwarna hitam pekat.


Pria itu mengeluarkan sebuah bola cahaya gelap yang sangat kuat yang di arahkan ke tubuh Shiena.


Seketika itu juga keenam cahaya itu itu datang dan mengelilingi tubuh Shiena untuk melindunginya tapi sayang kekuatan itu terlalu kuat hingga perlindungan itu hancur dan Shiena pun terbangun.


Shiena terbangun dalam kedalam pelukan Putra Mahkota dan tubuhnya gemetar dan mengeluarkan air mata yang terus mengalir.


Putra Mahkota yang melihat hal itu langsung panik dan mengeratkan pelukannya dan mencoba menenangkan Shiena.


"Tenanglah. Kau aman sekarang, tidak akan ada yang menyakitimu." upan Ian menenangkan.


Tidak ada jawaban dari Shiena tapi seluruh tubuhnya yang bergetar perlahan tenang, tapi di sisi lain terlihat kekhawatiran di benak Putra Mahkota.


Setelah Shiena tenang, perlahan tapi pasti perasaan kantuk melandanya dan akhirnya ia tertidur di dalam pelukan Putra Mahkota.


Putra Mahkota yang tidak tega dan khawatir dengan Shiena akhirnya memutuskan untuk tetap memeluk Shiena semalaman dan mereka pun tidur berdua dalam kondisi berpelukan.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite


Terima Kasih..


❤🥰😘