The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 223. Persidangan III


Hakim yang menunda hasil persidangan telah berada di posisinya semula dan begitu juga dengan Pemohon dan terdakwa. Shiena yang tau jika Hakim telah berada di sisinya sejak awal Persidangan yang ditunda ini di mulai menjadi lega karena dapat melewati satu lagi masalah yang dibuat Anastasya.


Hakim pun memulai persidangan dengan membacakan permintaan Pemohon serta menyampaikan semua bukti yang dimiliki pemohon dan menyampaikan penjelasan terdaksa serta menyampaikan bukti yang dimiliki Shiena.


Setelah memakan waktu hampir dua puluh menit, Hakim mengambil palunya dan mengetuknya tiga kali dan menyatakan Shiena Ve Carrole tidak bersalah dan terbebas dari semua tuduhan sementara Countess Larsca yang membuat permintaan persidangan akan dihukum dengan hukuman cambuk sebanyak 20 kali.


Lalu, Countess Larsca, Amy serta Kestria Keluarga Laurence yang ikut terlibat dalam memberikan saksi palsu akan segera dipenggal tiga hari lagi dan saat ini harus dibawa ke penjara untuk bersiap mendapatkan hukumannya.


Anastasya yang terguncang dengan hasil persidangan berteriak histeris memanggil Countess Larsca dan tak memperdulikan pandangan orang-orang yang sedang memandang rendah dirinya.


"Ibu! Tidak, Ibu! Ibuku tidak bersalah!" teriak Anastasya berkali-kali.


Lalu ketika Anastasya mencoba menolak Kesatria Kekaisaran yang ingin membawa Countess Larsca tiba-tiba Count Larsca terjatuh dan pingsan karena shock. Anastasya yang melihat Count tak sadarkan diri segera berteriak meminta tolong.


Duke Simons yang berada di samping Anastasya segera memanggil Kesatria Keluarga Simons dan memerintahkan merek mengangkat dan membawanya ke kereta kuda lalu membawanya kembali ke Kediaman Simons.


Anastasya yang tak tahan dengan semua tekanan itu pun mulai pusing lalu pingsan yang dengan segera ditangkap oleh Duke Simons. Duke Simons pun membawa Anastasya ke kereta kuda dan membawanya langsung kembali ke Kediaman Simons. Duke Simons juga memerintahkan Kesatrianya untuk membawa Dokter agar segera dapat memeriksa keadaan Anastasya ketika sampai nanti.


Setelah Keputusan Sidang ditetapkan Shiena menjadi sangat senang lalu tak diduga Nyonya Maria langsung berlari ke arah Shiena dan memeluknya. Shiena yang tau jika itu adalah pelukan hangat yang tulus pun membalasnya. Mereka pun berpelukan untuk waktu yang cukup lama. Nyonya Maria juga mengeluarkan air mata syukurnya karena bisa melihat Shiena berhasil lolos dari tuduhan palsu itu.


Marquess Laurence yang melihat Putra Mahkota Franz yang berada didekatnya langsung membungkuk dan menyatakan perasaan terima kasihnya. Putra Mahkota Franz pun mengangguk tanda setuju.


Sekarang Marquess Laurence yakin jika Putra Mahkota Franz tulus pada Shiena. Marquess Laurence percaya jika Putra Mahkota Franz dapat melindungi dan menjaga Shiena dengan kekuatan dan kekuasaan yang dimilikinya dan Marquess Laurence percaya jika Shiena akan bahagia bersama orang yang dicintai dan mencintainya.


Shiena yang melihat Marquess Laurence pun mengucapkan terima kasih dengan gerakan bibir dari balik pelukan Nyonya Maria. Marquess Laurence yanf senang Shiena baik-baik saja pun mengangguk dan berjanji pada dirinya bahwa dia akan selalu mendukung Shiena.


Setelah Nyonya Maria melepaskan pelukannya pada Shiena. Putra Mahkota pun mulai mendekat yang menghentikan semua Bangsawan yang mencoba mendekati Shiena. Putra Mahkota Franz pun mengajak Shiena untuk pergi dari ruang sidang itu, Shiena yang tak punya pilihan pun mengangguk lalu memberikan isyarat kepada Marry dan Ana untuk kembali dan menunggunya di Kediamannya serta tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Baron Fromboo, Tuan Grogolia dan Tuan Valkrim untuk dukungan mereka.


Ketika ingin menaiki kereta kuda ada dua orang Bangsawan yang mencoba menghentikan Shiena dan meminta waktunya untuk bicara. Putra Mahkota Franz yang tau Shiena merasa tidak nyaman pun bertindak mewakili Shiena.


"Apakah seorang wanita Putra Mahkota harus tunduk pada dua anjing yang tak tau malu? Anjing yang awalnya ingin menggigit sekarang berubah menjadi anjing yang jinak dan meminta dipelihara!" ucap Putra Mahkota Franz dengan tatapan menusuk.


Di dalam kereta kuda, Shiena pun mengucapkan terima kasih dengan tulus untuk bantuan yang diberikan oleh Putra Mahkota Franz. Putra Mahkota Franz tak hanya membuatnya lepas dari tuduhan dan membersihkan nama baiknya sekarang Anastasya telah hancur karena kehilangan Countess Larsca dan Amy pelayan setianya yang telah dianggapnya sebagai ibunya.


Shiena tak menyangka kehilangan bayi dalam kandungannya tak berarti apapun bagi Anastasya tapi saat kehilangan seorang ibu dan sosok seorang ibu dapat membuat Anastasta sangat terguncang hingga berteriak histeris lalu pingsan.


'Jika aku tau dari awal jika Countess Larsca dan Amy adalah titik kelemahannya aku sudah menghancurkannya dari awal tapi karena sekarang mereka berdua telah dihukum, aku yakin Anastasya pasti akan sangat shock dan terguncang.' ucap Shiena dalam hati.


Meskipun Shiena merasa Anastasya akan tetap diam sementara waktu ini untuk memulihkan kondisinya dan mencoba memperbaiki citra dan reputasinya yang hancur tak sebanding dengan perasaan waspada yang dimiliki Shiena pada Duke Simons.


Shiena curiga jika Duke Simons pasti akan membalasnya cepat atau lambat dan sasaran utamanya pasti adalah Keluarganya. Shiena yang ingat jika saat ini Duke Carrole dan Duchess Carrole tak berada di dekatnya mulai membuat Shiena khawatir dan berharap tak terjadi sesuatu pada mereka.


Semua firasat Shiena ada benarnya saat ini, Anastasya sedang dalam masa kritis kepercayaan dan kritis semangat, Duke Simons yang selalu di samping Anastasya pun tak tinggal diam. Duke Simons mengirim mata-matanya untuk mencari tau keberadaan Duke Carrole dan Duchess Carrole yang tak terlihat sejak Acara Pertunangannya.


Shiena yang telah sampai di Kediamannya segera turun dan disambut oleh Kepala Pelayan Rumah Tangga Keluarga Carrole. Shiena menawarkan Putra Mahkota Franz untuk beristirahat sebentar di Kedimannya tapi Putra Mahkota Franz menolak karena masih memiliki pekerjaan lain.


Shiena pun masuk ke kamarnya dan mengganti pakainnya dibantu oleh pelayan lainnya. Ketika Shiena sedang bersandar di sofanya sambil membaca buku, Marry dan Ana datang menghadap dan meminta maaf karena pulang terlambat karena diperjalanan ban kereta bocor. Shiena yang tak ingin mempermasalahkan hal kecil meminta Marry dan Ana menyiapkan teh serta buah sebagai cemilan.


Shiena pun menghabiskan waktunya seharian di dalam kamar membaca buku sambil memakan cemilan buah. Shiena tak berniat keluar kamar karena tak ingin menghadapi tatapan wajah dari pelayan dan kesatria Kediaman Carrole yang seolah meminta penjelasan tentang hubungannya dengan Putra Mahkota Franz. Shiena juga berencana untuk tidak keluar rumah dalam beberapa hari untuk menghindari tatapan rakyat atau sikap pura-pura baik Bangsawan yang memiliki niat tersembunyi.


Ketika malam tiba, Shiena memerintahkan Marry dan Ana membawakan makan malamnya ke kamar dan setelah selesai makan, Shiena pun tidur lebih awal karena merasa sangat lelah dengan semua yang terjadi pada hari ini.


Keesokan paginya ketika matahari belum terbit, Shiena yang sedang tertidur lelap terbangun karena suara Marry dan Ana yang teriak dan mengganggu tidurnya. Wajah Marry dan Ana terlihat sangat sedih dan menangis tersedu-sedu. Shiena yang penasaran mencoba membaca fikiran mereka tapi tak ada apapun yang ada difikiran mereka. Shiena pun bergegas mengenakam jaketnya lalu turun ke lantai bawah.


Di lantai bawah semua pelayan menjadi sangat sibuk dan bahkan Kepala Pelayan Rumah Tangga membawa seorang Dokter ke Kediaman Carrole. Shiena yang penasaran siapa yang sakit bergegas mengikuti arah perginya sang Dokter dan ternyata sudah terjadi hal yang sangat gawat.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..


🥰😍😘😚 Terima Kasih