The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 201. Sakit Kaisar


Putra Mahkota Franz yang sangat yakin jika para Bangsawan dan juga Pemimpin dari beberapa bisnis besar itu pasti akan sulit diatur dan tidak akan mudah diminta menuruti perkataan Tuan Eit dan tidak akan mau melanjutkan rapat itu jika dirinya pergi tapi Putra Mahkota Franz tak ingin membuang waktu untuk mengadakan rapat lagi nantinya karena menurut Putra Mahkota Franz jika akan diadakan rapat beberapa hari lagi maka Bangsawan dan orang-orang ini mungkin akan berubah fikiran.


Sehingga Putra Mahkota Franz pun mengancam semua orang yang ada di ruang rapat tersebut meskipun di dalam hati Putra Mahkota Franz tak ingin melakukannya.


"Aku memiliki sesuatu yang harus segera aku selesaikan tapi rapat ini harus mendapatkan akhirnya hari ini juga jadi aku memutuskan untuk memerintahkan Tuan Eit yang merupakan ajudanku untuk memimpin rapat ini menggantikan diriku. Apa ada yang keberatan?" tanya Putra Mahkota Franz.


"Maafkan kelancangan hamba Yang Mulia tapi apa status dari Tuan Eit. Dia bukanlah bangsawan dan bahkan hanya rakyat jelata. Bukankah itu sangatlah tidak etis Yang Mulia.?" ucap Salah satu Bangsawan.


"Benar Yang Mulia. Tolong pertimbangkan kembali." ucap Bangsawan lainnya.


Putra Mahkota yang melihat tanggapan Bangsawan-bangsawan itu hanya tersenyum menyeringai yang sedikit membuat Bangsawan-bangsawan itu sedikit takut sementara Tuan Eit yang mendengar perkataan Bangsawan-bangsawan itu menjadi rendah diri.


"Apa kejadian beberapa minggu lalu sudah kalian lupakan?" tanya Putra Mahkota Franz santai.


Semua yang ada di dalam ruangan itu terdiam sesaat dan menjadikan ruangan yang tadinya sangat berisik menjadi sangat sunyi seperti berada di kuburan. Putra Mahkota yang melihat ekspresi semua orang menjadi sangat senang karena satu kalimat darinya telah berhasil menarik perhatian semuanya.


"Saya rasa Kepala Penghianat Kekaisaran masih belum diturunkan dari alun-alun ibukota dan saya rasa itu bisa menjadi contoh untuk semua orang yang menjadi Penghianat Kekaisaran. Satu hal lagi, bukankah orang yang melanggar perintah Kaisar ataupun Putra Mahkota Kekaisaran Pearl ini dapat dianggap sebagai PENGHIANAT!" ucap Putra Mahkota Franz dengan penekanan di satu kata terakhirnya.


Semua orang yang mendengar perkataan Putra Mahkota Franz menjad pucat pasi karena mereka semua masih mengingat dengan jelas kejadian yang dipertontonka kepada semua Bangsawan baik tingkat rendah, tengah ataupun atas serta kepada semua Rakyat Jelata yang bahkan pada hari itu ditetapkan sebagai hari libur nasional agar semua pedagang dan semua orang tidak melakukan aktifitas apapun hingga Acara Hukuman itu berakhir.


Putra Mahkota Franz pun meninggalkan ruangan rapat dengan wajah puas tapi sebelum bear-benar keluar Putra Mahkota Franz menepuk pundak Tuan Eit dan menghentikan waktu sesaat.


"Aku percaya padamu. Lakukanlah dengan sebaik-baiknya." ucap Putra Mahkota Franz tersenyum.


"....." Tuan Eit diam.


Tuan Eit yang mendengar perkataan Putra Mahkota Franz merasakan ada yang hangat di hatinya. Tuan Eit yang awalnya sangat tidak percaya diri mendapatkan kepercayaannya kembali.


"Saya akan melakukan yang terbaik Yang Mulia. Percayakan semuanya padaku." ucap Tuan Eit penuh percaya diri.


Lalu Putra Mahkota Franz pun menepuk kembali pundak Tuan Eit dan membuat waktu berjalan kembali seperti semula dan Putra Mahkota Franz pun pergi dari ruanga tersebut menuju kamar Kaisar.


Tak butuh waktu lama, Putra Mahkota Franz pun telah berada di depan pintu kamar Kaisar. Putra Mahkota Franz yang baru masuk melihat Kaisar yang sedang terbaring lemah dengan wajah yang pucat dan disamping kanannya terdapat Dokter Kekaisaran dan Pemilik Sihir Cahaya terkuat yang merupakan Perwakilan dari Menara Sihir. Tak hanya itu, Putra Mahkota Franz juga melihat Penasehat Kekaisaran yang juga berdiri di samping kiri Kaisar.


"Ya-Yang Mulia anda telah tiba rupanya." ucap Penasehat Kekaisaran.


"Benar paman. Bagaimana keadaan ayah sekarang?" tanya Putra Mahkota Franz langsung.


"Kita akan mendengarnya sebentar lagi Yang Mulia. Dokter sedang memeriksanya." ucap Penasehat Kekaisaran.


Dokter Kekaisaran yang telah memeriksa keadaan Kaisar pun bergantian dengan Perwakilan Menara Sihir yang mencoba menyembuhkan Kaisar dengan Sihir Cahayanya. Setelah beberapa saat Dokter Kekaisaran dan Perwakilan Menara Sihir pergi ke ujung ruangan berbincang dan tak lama kemudian mereka datang menemui Putra Mahkota Franz dan Penasehat Kekaisaran yang telah menunggu dari tadi.


"Maafkan hamba Yang Mulia yang telah lama memeriksa." ucap Dokter Kekaisaran takut.


"Katakan saja. Apa ayahku sakit? Sakit apa dia sebenarnya?" tanya Putra Mahkota Franz.


"Tenanglah Yang Mulia." ucap Penasehat Kekaisaran.


"Maafkan hamba Yang Mulia. Saya tidak bisa mendiagnosa penyakit Kaisar." ucap Dokter Kekaisaran.


"Apa?" teriak Putra Mahkota Franz marah.


Dokter Kekaisaran tersebut telah sangat takut semenjak awal dirinya tak bisa mendiagnosa penyakit Kaisar dan tak bisa memberika obat apapun untuk membuat Kaisar sembut. Dokter Kekaisaran itu pun bersujud memohon ampun untuk nyawanya agar tidak dipenggal karena Dokter Kekaisara tersebut masih mengingat kejadian beberapa minggu lalu.


"Apa kau juga tidak tau bagaimana cara menyembuhkan ayahku?" tanya Putra Mahkota Franz sinis.


"Ma-maafkan hamba Yang Mulia. Hamba sungguh tidak tau. Hamba telah menggunakan semua Sihir Cahaya hamba tapi Yang Mulia Kaisar tetap dalam keadaanya yang seperti ini." ucap Perwakilan Menara Sihir takut.


Putra Mahkota Franz yang marah dan tak bisa mengontrol dirinya mengeluarkan Sihir Api dan melemparkan sebuah bola api kearah kanannya yang membuat perabotan yang terkena api dari Sihir Api milik Putra Mahkota Franz menjadi hangus terbakar.


Penasehat Kekaisaran yang melihatnya mencoba menenangkan Putra Mahkota Franz sebelum Putra Mahkota Franz kehilangan kesadaran dan kesabarannya dan membakar Dokter serta Perwakilan Menara Sihir itu hidup-hidup. Tak hanya itu, Penasehat Kekaisaran juga memerintahkan Pelayan yang berjaga diluar untuk masuk dan memadamkan api yang berkorbar dan menghentikan api tersebut agar tidak merambat lebih jauh lagi.


"Tenanglah Yang Mulia. Saya yakin pasti akan ada solusinya." ucap Penasehat Kekaisaran menenagkan.


"....." Putra Mahkota Franz diam.


"Pelayan!" teriak Penasehat Kekaisaran.


Tokk.. Tokkk.. Tokkk...


(Pelayan masuk)


"Cepat padamkan api itu!" perintah Penasehat Kekaisaran.


"Ba-baik Tuan" ucap Pelayan bergegas.


Semua pelayan bertindak cepat dan memadamkan api dalam waktu singkat sementara Kaisar dipindahkan ke Ruang Pribadi dengan Penjagaan yang sangat ketat serta dengan fasilitas kesehatan yang sangat lengkap untuk mengantisipasi kemungkinan yang ada.


Sementara Putra Mahkota Franz, Penasehat Kekaisaran, Dokter Kekaisaran dan Perwakilan Menara Sihir telah pindah ke ruang kerja pribadi Putra Mahkota Franz.


"Aku harap kalian berdua memiliki solusi untuk kesehatan Kaisar. Aku tak ingin mendengar jika kalian tak memiliki apapun untuk dikatakan karena jika begitu maka jangan salahkan aku jika aku tak bisa memaafkan kalian." uca Putra Mahkota Franz sinis.


"Sebenarnya kami telah memikirkannya Yang Mulia. Saat ini kami mungkin tak bisa menyembuhkan Kaisar tapi kami yakin ada satu orang yang bisa." ucap Dokter Kekaisaran.


"Siapa?" tanya Putra Mahkota Franz penasaran.


"Gadis Suci." ucap Perwakilan Menara Sihir.


"Gadis Suci?" tanya Putra Mahkota Franz bingung.


Putra Mahkota Franz yang bingung pun dimengerti jelas oleh Perwakilan Menara Sihir akhirnya Perwakilan Menara Sihir pun menjelaskan bahwa saat terjadinya Ujian Menara Sihir dimana banyak sekali Murid Menara Sihir yang terluka dan cedera bahkan sampai didiagnosa tak akan bisa menggunakan Sihir lagi dan dinyatakan akan menjadi cacat selamanya. Disaat itu lah Gadis Suci datang dan menyembuhkan semua orang bahkan semua orang yang disembuhkan oleh Gadis Suci meningkat kekuatannya.


Mendengar perkataan Perwakilan Menara Sihir Putra Mahkota Fraz menjadi senang dan seolah memiliki semangat hidup kembali. Putra Mahkota Franz pun meminta Perwakilan Menara Sihir untuk meminta Gadis Suci datang ke Istana dan segera menyembuhkan Kaisar.


Perwakilan Menara Sihir yang mendengar permintaan Putra Mahkota Franz pun kehilangan ekspresi karena tak tau harus mengatakan apa. Putra Mahkota Franz yang melihat menjadi bingung.


"Apa ada masalah Perwakilan Menara Sihir?" tanya Putra Mahkota Franz dengan mata menyelidik.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Votenya ya..


🥰😍😘😚 Terima Kasih