The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 149. Mencari Pembunuh Bayaran


Shiena yang sedang santai menikmati cemilannya mendapatkan kabar dari Marry bahwa Baron Fromboo mengirimkan surat dan juga laporan keuangan. Selain Marry, Baron Fromboo juga mengetahui tentang siapa sebenarnya gadis muda dibalik identitas Gadis Penyelamat.


Shiena tak ingin menyembunyikan identitasnya kepada orang yang akan bekerja langsung padanya karena itu akan memudahkannya berkomunikasi. Shiena pun membaca hasil laporan dan isi surat. Raut wajah Shiena yang biasa saja perlahan menjadi berubah senang.


Shiena memang memerintahkan Baron Fromboo membeli rempah-rempah dengan harga murah dan tak tak disangka ternyata Baron Fromboo bisa mendapatkan rempah-rempah dengan harga seperemlat lebih murah dari harga pasar karena membeli langsung dari petani.


Baron Fromboo juga memberitaukan bahwa Toko Pertukaran sekarang telah berubah nama menjadi Toko Pelelangan dan peresmian nama baru itu akan dilakukan besok dan Pemilik Toko meminta Shiena datang sebagai investor besar.


Shiena yang melihat keuntungan pun meminta Marry untuk membawakan kertas dan juga pena karena ingin membalas surat baron Fromboo.


Sampaikan kepada Pemilik bahwa aku akan datang. Beli lah lagi rempah-rempah itu sebanyak mungkin dan simpan lah sampai aku memberikan instruksi lain.


Shiena yang merasa semua telah berjalan sesuai rencana tak menyadari bahwa hal besar akan segera terjadi padanya dan keluarganya.


Marry pun mengirim surat itu kepada Baron Fromboo dan Baron Fromboo langsung pergi ke Toko Pelelangan untuk memberitaukan pesan dari Shiena tapi ketika ingin pulang Baron Fromboo melihat seseorang yang sangat mencurigakan dan melihat kesana kemari seperti pencuri sehingga Baron Fromboo mengikuti orang itu.


Baron Fromboo sangat terkejut mengetahui identitas orang itu adalah Putra Mahkota. Baron Fromboo yang baru bebas dari penjara tak mengetahui banyak hal yang terjadi Baron Fromboo tak tau bahwa Pertunangan Shiena dan Putra Mahkota dibatalkan.


Baron Fromboo pun mengirimkan surat kembali kepada Shiena untuk memberitau hal ini. Shiena yang mendapatkan surat lagi setelah baru saja menerimanya menjadi aneh. Shiena yang berfikir terjadi hal buruk langsung membukanya.


Shiena yang awalnya cemas takut hal buruk terjadi pada bisnisnya tiba-tiba menjadi bingung dengan tindakan Putra Mahkota yang terang-terangan datang sendiri ke Toko Pelelangan dan ternyata mencari seorang Pembunuh Bayaran.


Shiena yang tak tau apa niat Putra Mahkota karena tak bisa membaca fikirannya pun memutuskan untuk meminta bantuan Tuan X. Tuan X yang mendapatkan sinyal permintaan langsung menemui Shiena. Shiena yang khawatir akan tindakan Putra Mahkota langsung keintinya.


"Aku ingin kau mencari tau apa yang dilakukan Putra Mahkota di Toko Pelelangan." ucap Shiena.


"Bagaimana bayarannya?" tanya Tuan X.


"Berapa pun yang kau minta akan aku bayar!" tegas Shiena.


Tuan X yang merasa bahwa permintaan ini sangat spesial karena Shiena berani membayar mahal untuk informasi tersebut. Tuan X yang tak peduli apapun kecuali koin emas pun menyetujuinya. Tuan X pun langsung pergi ke Toko Pelelangan.


Shiena yang merasakan firasat buruk berdoa agar semua baik-baik saja nantinya dan mengalihkan perhatiannya pada bisnis yang akan dilakukannya.


Tuan X yang telah sampai di Toko Pelelangan mendapatkan hormat dari pelangga maupun pelayan disana karena memiliki kemampuan yang hebat sebagai Pembunuh Bayaran nomor 1 dan jika disandingkan dengan Gadis Penyelamat maka kekuatan mereka sejajar.


Tuan X mencari keberadaan Putra Mahkota sambil berpura-pura berjalan. Putra Mahkota yang melihat keberadaan Tuan X, orang yang telah dicarinya berjam-jam lamanya pun langsung bergegas memberi salam dan mengajaknya mengobrol.


'Pucuk dicinta ulam tiba!' fikir Tuan X.


Tuan X yang melihat Putra Mahkota berjalan kearahnya berpura-pura tak melihat dan pura-pura fokus pada apa yang dilakukan. Ketika sampai, Putra Mahkota yang awalnya bersikap angkuh berubah menjadi penurut mungkin takut jika nyawanya diambil.


"Salam, Tuan." ucap Putra Mahkota.


"Apa yang membawa Putra Mahkota begitu sopan padaku dan datang kemari?" tanya Tuan X langsung.


"Aku ingin melakukan transaksi kecil dengan Tuan." ucap Putra Mahkota.


"Transaksi kecil! Maaf saja, saya tak menerima transaksi kecil Yang Mulia!" ucap Tuan X.


"Baiklah. Mari kita dengar transaksi kecil itu dan ikuti aku!" perintah Tuan X.


Putra Mahkota mengerutkan keningnya ketika Tuan X tak pernah bersikap sopan padanya tapi meskipun begitu Putra Mahkota tak mau terlalu memperdulikannya karena itu akan membuatnya dalam masalah nanti karena Putra Mahkota datang sendiri tanpa pengawal dan bermodalkan satu buah pedang yang tentu saja tidak cukup kuat menghadapi Tuan X.


Tuan X membawa Putra Mahkota keluar dan berjalan santai tak lama hanya sepuluh menit, Putra Mahkota telah berada di suatu ruangan yang kosong dan tenang padahal di luar sangat ramai karena banyak sekali orang yang sedang melakukan aktivitas.


Putra Mahkota merasa aneh tapi buru-buru mengalihkan fikirannya pada tujuan kepergiannya ke Toko Pelelangan. Putra Mahkota pun duduk bersama Tuan X dan Putra Mahkota langsung membuka penawarannya.


"Aku ingin kau membunuh Kaisar!" ucap Putra Mahkota serius.


"Apa kau bercanda?" tanya Putra Mahkota.


"Aku tidak bercanda. Aku ingin kau menghabisi Kaisar. Aku akan membayarmu sangat mahal dan aku akan memberikanmu tak hanya koin emas tapi juga jabatan, status dan wilayah sebagai imbalannya." ucap Putra Mahkota.


"Bagaimana aku bisa percaya dengan perkataan seorang anak yang bahkan tega ingin membunuh ayahnya sendiri?" tanya Tuan X.


"Aku adalah Putra Mahkota di Kekaisaran ini. Bagaimana kau bisa meragukan perkataanku?" ucap Putra Mahkota.


"Lalu bagaimana aku bisa percaya dengan perkataan Putra Mahkota yang ingin membunuh Kaisar?" ucap Tuan X.


Putra Mahkota yang tak tau harus berkata apa karena memang yang ingin dilakukannya adalah tindakan yang salah tapi tak ada cara lain agar Putra Mahkota bisa menyelamatkan Robert dan mempertahankan statusnya.


'Apa dia tidak tau siapa aku? Bagaimana dia bisa memintaku membunuh Kaisar?' fikir Tuan X.


"Apa yang kau inginkan? Bagaimana aku bisa membuatmu percaya bahwa aku tak akan melanggar janji?" tanya Putra Mahkota.


"Letakkan tangan Yang Mulia di atas tanganku dan ucapkan sumpah Yang Mulia." ucap Tuan X.


"Apa hanya seperti itu? Itu sangat mudah." ucap Putra Mahkota.


"Tentu saja tapi resikonya tidak lah semudah yang Yang Mulia fikirkan." ucap Tuan X.


Putra Mahkota menelan ludahnya setelah mendengar perkataan Tuan X. Putra Mahkota pun menuruti perkataan Tuaxn X dan mengulanginya.


Saya, Putra Mahkota Kekaisaran Pearl, Brian Shura De Pearl, bersumpah: Saya akan melakukan apapun yang diminta Tuan X yang telah melakukan tugasnya dan jika saya melanggar maka saya akan meninggal dengan cara mengenaskan.


Putra Mahkota yang senang karena telah melalukan satu dari beberapa hal yang harus dilakukan. Tuan X mengantar kembali Putra Mahkota ke Toko Pelelanga dan Putra Mahkota pun kembali ke Istana sendiri.


Tuan X yang merasa bingung dengan apa yang akan dilakukannya pun kembali ke Hutan Kesepian untuk memikirkan semuanya.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘