The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 208. Berita Kematian Kaisar II


Putra Mahkota Franz yang telah merasa lebih baik setelah berbicara dengan Penasehat Kekaisaran pun mengambil alih pekerjaan Penasehat Kekaisaran dengan mengumumkan kepada seluruh Rakyat dan Bangsawan bahwa Kaisar telah Mangkat (Meninggal). Semua orang yang sudah memperkirakan pun tak bisa menahan keterkejutannya karena baru beberapa minggu berlalu Mantan Putra Mahkota Brian juga telah meninggal karena dihukum.


Duke Simons yang mengetahui kebenarannya terlebih dahulu langsung menghubungi dan mengirimkan pesan ke beberapa Bangsawan dari Fraksi Oposisi dan Fraksi Kekaisaran yang tidak menyukai Putra Mahkota Franz menjadi Kaisar. Tak hanya itu, Duke Simons juga segera menghubungi Pamannya dari Kerajaan Zambrud untuk membantu rencananya melakukan kudeta.


Duke Simons sebenarnya masih memiliki hubungan dengan Kerajaan Zambrud karena Ayah dari Duke Simons adalah Kakak dari Raja Zambrud sehingga Raja Zambrud memiliki kemungkinan yang besar dapat membantu Duke Simons melakukan kudeta. Duke Simons sangat berharap bahwa Pamannya dapat mengirimkan bantuan berupa Kesatria-kesatria terbaiknya untuk membantu dalam pertempuran mendapatkan posisi Kaisar yang baru dan menepati janjinya kepada Anastasya.


Namun ada satu hal yang tak diketahui Duke Simons bahwa Kerajaan Zambrud saat ini sedang mengalami masalah internal sehingga ketika Duke Simons mengirimkan pesan Raja Kerajaan Zambrud tak segera mengirimkan surat balasan seperti Bangsawan-bangsawan lain yang segera membalas surat surat Duke Simons dengan persetujuan untuk membantu dalam rencana melakukan kudeta itu pun setelah Duke Simons menjanjikan keuntungan kepada Bangsawan-bangsawan itu..


Duke Simons juga mengirimkan surat kembali kepada pengikutnya untuk melakukan pertemuan rahasia setelah Acara Pemakaman Kaisar karena untuk Pengangkatan Kaisar yang baru masih membutuhkan waktu hingga hari Kedewasaan Putra Mahkota Franz tiba sehingga Duke Simons masih memiliki waktu untuk menyusun rencana kudeta.


Anastasya yang mendengar kabar bahwa Kaisar telah meninggal dan rencana Duke Simons yang ingin melakukan kudeta menjadi sangat senang karena keinginannya untuk menjadi Permaisuri akan segera terlaksana. Namun Anastasya tetap dengan rencananya untuk menggugurkan kandungannya karena Anastasya bukan hanya ingin mendekati Putra Mahkota Franz tapi juga tak ingin ada orang lain yang tau bahwa dirinya sedang mengandung. Anatasya tak ingin menjadi bahan gosip para Nona dan Nyonya Bangsawan.


Anastasya yang merasa sangat senang menjadi semakin senang setelah mendengar kabar jika ayahnya, Count Larsca telah tiba. Anastasya yang ingin beranjak dari tempat duduknya dan berencana menemui Count Larsca dikejutkan dengan kedatangan Count Larsca sendiri menemuinya bersama Countess Larsca.


"Ayah!" teriak Anastasya gembira.


"Gadis kecilku yang cantik!" ucap Count Larsca yang langsung memeluk Anastasya.


Sementara itu, di Kediaman Duke Watson dan Duke Carrole yang memang memiliki hubungan keluarga dan kesetiaan dengan Keluarga Kekaisaran segera bersiap-siap menuju Istana untuk menunjukkan dukungan mereka karena pada masa seperti ini Kekuasaan Kaisar selanjutnya bisa saja terancam.


Duke Carrole datang ke Istana bersama Duchess Carrole dan Shiena. Shiena yang sebenarnya tak ingin pergi terpaksa harus ikut karena permintaan Duchess Carrole.


Shiena pergi ke Istana membawa kedua pelayan pribadinya yaitu Marry dan Ana. Shiena berencana untuk menghilang pergi ke luar saat sampai di Istana dan menjadikan kedua pelayannya sebagai tameng jika ditanya dimana keberadaa Shiena.


Namun, rencana Shiena gagal saat tiba di Istana. Shiena yang melihat Putra Mahkota Franz yang duduk dengan senyum yang dipaksakan dan fikiran yang kalut dan bercamlur aduk.


Shiena pun akhirnya merasa bersalah karena Shiena tau jika dirinya masih memiliki kesempatan untuk menyembuhkan Kaisar saat itu tapi Shiena malah memilih untuk tak membantu sehingga Kaisar harus kehilangan nyawanya.


Shiena pun memutuskan untuk menemui Putra Mahkota Franz dan menghiburnya sekaligus menghilangkan sedikit perasaan bersalahnya.


'Maafkan aku Yang Mulia tapi aku sungguh tak bisa membantu Kaisar saat itu, perasaan benci dan amarahku sudah terlalu besar.' ucap Shiena dalam hati.


"Hamba menghadap Yang Mulia Putra Mahkota, Sang Cahaya Rembulan Kekaisaran. Semoga Yang Mulia sehat selalu." ucap Shiena sopan.


Putra Mahkota Franz yang tak menyadari kedatangan Shiena menjadi terkejut dan langsung tersenyum melihat kedatangan Shiena.


"Kenapa kau kemari?" tanya Putra Mahkota Franz.


"Apa saya tak diizinkan kemari Yang Mulia?" tanya Shiena polos.


"Te-tentu saja boleh." ucap Putra Mahkota Franz gagap.


'Tentu saja kau diizinkan kemari Shiena bahkan aku ingin kau tetap disini bersamaku.' fikir Putra Mahkota Franz.


"Yang Mulia, saya sudah sangat lama tidak ke Istana. Apakah Yang Mulia keberatan untuk mengajak saya berkeliling?" tanya Shiena.


"Tentu saja tidak. Ayo aku akan mengantarmu berkeliling melihat taman-taman yang indah." ucap Putra Mahkota Franz senang.


"Terima kasih Yang Mulia." ucap Shiena sopan.


Shiena dan Putra Mahkota Franz pun pergi berkeliling di Taman Istana berdua saja dan meninggalkan pelayan mereka.


Shiena yang berhenti di sebuah taman yang sangat cantik dan penuh kenangan. Taman itu menjadi saksi pertemuan pertama Shiena dengan Mantan Putra Mahkota Brian baik dikehidupan yang lalu ataupun setelah bereinkarnasi.


Shiena ingat dengan pertemuan itu lah Shiena menentukan tujuan dan fokusnya untuk menolak Pertunangan mereka sementara Putra mahkota Franz yang melihat Shiena berdiri agak lama dengan ekspresi sedih menjadi bingung dan penasaran alasan perubahan ekspresi Shiena itu.


"Apa kau memiliki kenangan khusus dengan taman ini Shiena?" tanya Putra Mahkota Franz.


"Ya, Yang Mulia. Taman ini adalah taman pertama yang saya lihat ketika datang ke Istana pertama kali sekaligus sebagai tempat dimana saya bertemu Mantan Putra Mahkota Brian." ucap Shiena.


Putra Mahkota Franz yang mendengar perkataan Shiena menjadi tidak senang dan cemburu sehingga timbullah niat untuk menghancurkan taman itu dan menggantinya dengan bentuk lain segera.


"Apa kau masih memiliki perasaan lebih padanya?" tanya Putra Mahkota Franz menahan amarah.


"....." Shiena menggeleng.


"....." Putra Mahkota Franz diam karena bingung.


"Tidak! Tidak sama sekali Yang Mulia. Justru Taman ini dalah saksi dimana saya membuat keputusan untuk menolak Petunangan saya dengan Mantan Putra Mahkota Brian tapi karena saya hanyalah rakyat dari Kaisar. Saya dan Keluarga saya tak bisa menolak titah Kaisar yang ingin memperkuat hubungan antara Keluarga Carrole dan Keluarga Kaisar." ucap Shiena.


"Bukankah Pertunangan kalian telah dibatalkan?" tanya Putra Mahkota Franz.


"Benar Yang Mulia. Untunglah Pertunangan saya dan Mantan Putra Mahkota Brian telah dibatalkan. Itu pun karena ayah saya dan kakek saya yang memaksa." ucap Shiena menjelaskan.


Putra Mahkota Franz yang mendengar penjelasan Shiena menjadi ingat ketika Tuan Eit menjelaskan alasan batalnya pertunangan Shiena dan Mantan Putra Mahkota Bria karena Shiena sudah tiga kali mengalami hal buruk hingga jatuh sakit Putra Mahkota Franz juga ingat bahwa jika dirinya ingin mendapatkan Shiena maka Putra Mahkota Franz harus mengalahkan Tuan Muda Alphonso sepupunya yang sebentar lagi akan menjadi Kepala Keluarga Duke Watson dan Marquess Laurence yang juga merupakan salah satu Tetua Menara Sihir.


'Untuk mendapatkanmu disisiku, aku harus berusaha memenangkan hatimu.' fikir Putra Mahkota Franz.


'Kau tak perlu berusaha keras untuk mendapatkan hatiku Yang Mulia karena sebenarnya hatiku memang telah menjadi milikmu tapi aku tak bisa terang-terangan menunjukkannya karena aku masih harus menguji kesungguhan cintamu Yang Mulia.'  ucap Shiena dalam hati.


Bersambung


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..


🥰😍😘😚 Terima Kasih