
Shiena yang ditinggal sendiri oleh Duke Carrole dan Duchess Carrole masih menjalani harinya dengan biasa meskipun memiliki tanggungjawab yang besar sebagai Putri Tunggal Keluarga Carrole.
Shiena yang belum memasuki usia dewasa telah diharuskan untuk mengikuti perjamuan Bangsawan. Diperjamuan itu, semua orang memuji dan menyanjung Shiena tapi Shiena tau fffflik Keluarga Carrole.
Semua orang tak berani membicarakan gosip Shiena yang baru saja tersebar luas secara terang-terangan tapi dibelakangnya mereka semua membicarakannya. Shiena yang tak ingin mengambil hati atau memikirkan ucapan orang lain hanya bersikap acuh dan tak peduli.
Shiena yang telah memerintahkan Ana untuk mencari tau siapa penyebar berita bohong tentangnya masih belum menemukan titik terang. Shiena yang tak sabar menunggu memanggil Zee yang sedang menjalankan tugas sebelumnya dengan mengganti tugasnya mencari info orang yang menyebar gosip tentangnya meskipun di hati kecilnya Shiena sudah bisa menebak orang yang menjadi dalangnya.
'Aku tak akan melepaskan orang yang telah mencoba menggangguku. Aku pasti akan membalasnya!' fikir Shiena.
Namun, tanpa sepengaetahuan Shiena ada orang lain yang juga telah mengetahui gosip tentang Shiena yaitu Marquess Laurence dan Tuan Muda Alphonso. Mereka berdua yang selalu mendukung dan melindungi Shiena dari jauh segera memberikan perintah kepada orang kepercayaannya untuk mencari tau dalang dari penyebaran gosip Shiena yang berakibat pada hancurnya reputasi Shiena.
Marquess Laurence yang mengandalkan Murid Menara Sihir dan Kesatria Keluarga Laurence mencari informasi dapat dengan cepat menemukan dalang dari semuanya yang ternyata adalah Amy, pelayan pribadi dari Lady Anastasya shera Larsca, calon tunangan Duke Simons.
Marquess Laurence yang penasaran alasana Anastasya melakukan hal ceroboh itu segera menggali informasi lebih jauh dan ternyata Anastasya melakukannya karena sifat iri dan tak bersyukurnya.
Marquess Laurence yang tau jika Anastasya juga menginginkan Putra Mahkota Franz tak menyukai Shiena yang mendapatkan perhatian dari Putra Mahkota Franz padahal dirinya sebentar lagi akan menjadi Duchess Simons.
Marquess Laurence yang tak mengerti tentang cara berfikir wanita hanya bisa menggelengkan kepala tapi Marquess Laurence akhrinya memikirkan rencana yang sangat bagus untuk memulihkan kembali reputasi Shiena dan menghancurkan Anastasya.
Sementara Tuan Muda Alphonso yang juga telah mengumpulkan informasi baru mendapatkan dalang dari gosip yang beredar dan ternyata berasal dari Lady Anastasya Shera Larsca, calom tunangan Duke Simons berencana ingin menjebak Anastasya dan membuka topeng aslinya.
Shiena yang telah menunggu selama satu hari akhirnya mendapatkan bukti bahwa berita tersebut berasal dari Anastasya. Shiena pun segera mencari ide untuk membalas Anastasya.
Shiena yang tau bahwa besok adalah hari pertunangan Anastasya dan Duke Simons pun akhirnya memutuskan membuat permainan peran yang cantik untuk menjebak Anastasya.
Keesokan harinya, Shiena yang telah berdandan dengan sangat cantik berencana akan pergi ke Pertunangan Anastasya dan Duke Simons sendiri tapi tiba-tiba Marry datang ke kamar Shiena dengan berlari dan tergesa-gesa mengatakan bahwa Marquess Laurence ada di bawah. Sheina yang mendengarnya terkejut dan menyegerakan dandannannya dan turun menemui Marquess Laurence.
"Kakak!" teriak Shiena.
"Shiena.. Ka-kau canti sekali." seru Marquess Laurence.
"Terima kasih." jawab Shiena tersipu malu.
Marquess Laurence yang datang tanpa pemberitahuan segera meminta maaf karena ketidaksopanannya dan meminta Shiena menjadi pasangannya di Acara Pertunangan itu.
Shiena yang tak punya alasan untuk menolak pun setuju untuk berangkat bersama. Shiena pun naik ke kereta kuda milik Marquess Laurence dengan lambang Keluarga Laurence.
Marquess Laurence sengaja datang lebih awal menjemput Shiena dan mengajaknya menjadi partnernya karena tak ingin meladeni Nona-nona muda Bangsawan yang mencoba mendekatinya dan mencoba mengambil perhatiannya. Marquess Laurence juga tak ingin berbicara dengan Nyonya Bangsawan tentang perjodohannya dengan putri mereka.
Shiena yang tau isi fikiran Marquess Laurence hanya tersenyum dan tertawa kecil yang membuat Marquess Laurence bingung.
"Apakah ada yang lucu dengan pakaianku?" tanya Marquess Laurence.
"Ah, tidak kakak. Aku hanya berfikir alasan yang memungkinkan kenapa kakak mengajakku pergi bersama." ucap Shiena jujur.
"Menurutmu memangnya apa alasanku?" tanya Marquess Laurence.
"Hmmmm...... Aku yakin kakak pasti ingin menjadikan aku tameng supaya Para Nona dan Nyonya Bangsawan itu tidak mencoba mendekati dan menjodohkan putri mereka dengan kakak." ucap Shiena.
Marquess Laurence yang merasa telah kalah telak karena Shiena telah mengetahui alasannya membuat suasana menjadi aneh. Marquess Laurence yang khawatir dengan Shiena segera menanyakan masalah gosip tentangnya untuk mengalihkan pembicaraan tentangnya.
"Shiena apa kau sudah tau gosip terbaru tentangmu?" tanya Marquess Laurence ragu-ragu.
"Benar." ucap Marquess Laurence.
"Apa kakak juga berfikir yang sama tentangku dari gosip itu?" tanya Shiena.
"Apa? Tentu saja tidak. Justru kakak sangat marah setelah menengar gosip itu. Bagaimana mungkin ada orang yang menyebarkan gosip bohong itu?" ucap Marquess Laurence.
Shiena yang tau jika Marquess Laurence tidak berbohong sama sekali dengannya bahkan merasa sangat mencemaskannya. Shiena menjadi sangat senang. Shiena pun berencana meminta bantuan Marquess Laurence untuk menjalankan aksinya membalas Anastasya.
Marquess Laurence yang tau jika Shiena sudah mempersiapkan segalanya menjadi senang. Marquess Laurence pun siap membantu apapun yang Shiena butuhkan.
"Apa kakak mau membantuku membalas pelakunya?" tanya Shiena.
"Tentu saja. Katakan saja pada kakak. Kakak janji akan melakukannya." ucap Marquess Laurence.
"Bagus sekali. Begini rencananya kak." ucap Shiena menjelaskan.
Shiena pun menjelaskan semua rencananya secara rinci kepada Marquess Laurence dan Marquess Laurence pun setuju melakukan perannya.
Sementara itu, Anastasya yang telah pindah ke Kediaman Duke Simons menjalani pendidikan sebagai Duchess Carrole. Meskipun begitu, tak banyak pelajaran yang diberatkan kepadanya karena Duke Simons memerintahkan Kepala Pelayan Rumah Tangganya untuk membuat semuanya mudah bagi Anastasya.
Anastasya bahkan selalu mendapatkan perlakuan yang istimewa dan sangat dimanja oleh Duke Simons. Semua yang diinginkan oleh Anastasya selalu dipenuhi oleh Duke Simons bahkan uang belanja Anastasya sangatlah besar yang membuatnya menjadi sangat senang.
Tak hanya itu, Anastasya juga sangat senabg karena semua rencana Amy sekarang semua pelayan dan Bangsawan membicarakan hal buruk tentang Shiena dan membuat Shiena memiliki citra yang buruk.
Anastasya yakin bahwa dengan rencananya ini Marquess Laurence, Tuan Muda Alphonso dan Putra Mahkota Franz pasti akan menjauhi Shiena dan akan dengan mudah digoda oleh dirinya. Anastasya pun sangat bersemangat menantikan hari petunangannya untuk menebar semakin banyak gosip buruk tentang Shiena.
Anastasya juga sangat tidak sabar untuk melihat wajah Shiena yang malu karena semua orang mencibirnya dan menghinanya. Anastasya yang tau jika besok adalah hari yang sangat ditunggunya menjalani perawatan sebelum pertunangan dengan hati gembira.
Keesokan harinya, Anastasya yang telah siap dengan gaun yang berasal dari Perancang Gaun terbaik dengan bahan terbaik di Kekaisaran Pearl membuat Anastasya sangat puas karena Gaun tersebut sesuai dengan keinginannya menonjolkan bagian atasnya yang sangat berisi.
Anastasya juga menambahkan riasan wajah yang sangat tebal dan menawan yang menggambarkan aura dewasa dan sexy darinya. Anastasya juga memakai perhiasan yang telah diberikan oleh Duke Simons padanya. Satu Set Perhiasan langka yang hanya ada satu di Kekaisaran Pearl menambah kesan mewah pada penampilan Anastasya hari itu.
Duke Simons yang datang melihat Anastasya dikamarnya menjadi sangat terpukau dan tak berkedip karena melihat Anastasya sangatlah cantik saat itu.
"Sayang kau datang kemari?" tanya Anastasya sambil tersenyum cantik.
"Tentu saja. Aku ingin sekali melihat wanitaku." ucap Duke Simons.
"Bagaimana penampilanku?" tanya Anastasya.
"Sangat cantik. Kau sangat cantik sayang." ucap Duke Simons.
"Benarkah? Terima kasih." ucap Anastasya malu-malu.
Anastasya pun maju ke arah Duke Simons. Duke Simons menawarkan tangannya dan disambut hangat oleh Anastasya. Duke Simons pun meletakkan tangan Anastasya di lengannya dan berjalan bersama ke ruang acara pertunangan itu dilaksanakan. Anastasya yang tampak gugup ditenangkan oleh Duke Simons sehingga Anastasya pun menjadi percaya diri lagi dan semakin bersemangat memingingat akan ada pertunjukan yang besar sebentar lagi.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih