The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 165. Pembunuhan Kaisar III


Shiena yang telah menyadari bahwa hanya dirinya yang bisa menyelamatkan semua orang di Keluarganya menjadi semakin semangat dan mengerahkan semua kekuatan yang selama ini di sembunyikannya.


Shiena menulis surat kepada Tuan Valkrim dan Tuan Grogolia tentang kondisi yang sebenarnya terjadi karena Shiena yakin mereka pasti ingin tau yang sebenarnya. Shiena tak hanya memberi tau keadaannya tapi juga menyampaikan bahwa Shiena ingin ada pertemuan.


Shiena tidak sudi menjadi Ratu dari Putra Mahkota karena Shiena telah merasa sangat jijik dengan tingkah laku dan sikap Putra Mahkota. Shiena merasa dirinya saat ini sangat membenci Putra Mahkota dan Shiena benar-benar ingin Putra Mahkota menderita dan menyesal.


Shiena yang sedang beristirahat di kamar sebelah mendengar ketukan pintu dan Shiena pun bergegas membukanya dan melihat ternyata Ana yang datang. Ana menyampaikan bahwa Baron Fromboo dan Marry telah kembali.


Shiena pun tersenyum dan memberikan dua buah surat kepada Ana untuk dikirim ke Toko Pelelangan dan Toko Pertambangan. Ana yang merasa bingung tetap mengambil surat dan mengirimnya.


Shiena pun turun dan menerima laporan dari Baron Fromboo bahwa dirinya telah menemukan Rumah yang bisa dibeli Shiena dengan harga murah padahal rumah itu cukup besar karena pemilik rumah sedang terlilit hutang sehingga membutuhkan uang dengan cepat.


Shiena pun mengangguk dan memberikan persetujuannya dan memerintahkan Baron Fromboo menyelesaikan pembayaran dan akta jual belinya.


Sementara itu, Marry yang telah kembali bersama pengacara yang hebat yang pernah membantu Baron Fromboo. Baron Fromboo mengingat pengacara itu dan memberikan salam hormatnya. Shiena yang tak punya banyak waktu mengajak Pengacara untuk pindah ruangan.


Sebelumnya, Shiena telah memerintahkan Kesatria Bayangan miliknya untuk mencari tau rencana Putra Mahkota selanjutnya dan mendapatkan kabar yang sangat bagus bahwa Putra Mahkota sekarang sedang malakukan Rapat Darurat mencari Kaisar Baru.


Shiena yang mendengar berita itu hanya tersenyum sinis.


'Ternyata Putra Mahkota bergerak dengan sangat cepat. Aku akan pastikan dirimu segera menderita, Ian!' ucap Shiena dalam hati.


Shiena sebenarnya memiliki bukti tentang niat Putra Mahkota yang ingin menjebak keluarganya tapi Shiena tak ingin memberikan bukti itu secara percuma kepada Pengacara itu karena menurut Shiena Pengacara itu harus punya cara sendiri membebaskan keluarga dan orangnya karena telah dibayar sangat mahal.


Sementara bukti yang dimiliki Shiena akan digunakan untuk menghancurkan Putra Mahkota sampai di titik tak bisa bangkit lagi. Shiena ingin melihat Putra Mahkota yang jahat itu hancur.


Shiena yang telah membangun kekuatan yang hebat dengan nama Gadis Penyelamat membuat namanya sangat dikenal baik dikalangan Bangsawan, Rakyat biasa ataupun Menara Sihir. Semua orang menyanjungnya dan memujinya karena kebaikan hatinya.


Dimulai dari menyelamatkan semua peserta yang hampir kehilangan masa depannya hingga membantu korban Kekeringan dan Kebanjiran di beberapa Wilayah di Kekaisaran serta memberikan sejumlah bantuan obat-obatan dan makanan kepada rakyat yang mengalami kesulitan karena wabah penyakit.


Sebenarnya Shiena ingin langsung menolong rakyat yang terkena wabah karena dirinya sendiri tau cara menanganinya tapi karena masalah yang dihadapi Shiena tidak bisa dikesampingkan Shiena hanya bisa membantu seadanya meski begitu semuanya merasa sangat senang karena merasa masih ada yang peduli pada mereka.


Shiena yakin jika dirinya menunjukkan kepada semua orang siapa dirinya sesungguhnya maka semuanya pasti akan sangat terkejut dan pastinya akan sangat menghormati Shiena.


Shiena ingin menggunakan kekuatan itu untuk menghancurkan Putra Mahkota dan Shiena telah memiliki caranya sendiri.


Sementara itu, Baron Fromboo yang telah menyelesaikan tugasnya menyerahkan dokumen berharga serta kunci rumah kepada Shiena. Shiena menerimanya dengan senang hati lalu pergi ke rumah baru bersama Marry dan Ana.


Shiena berlatih selama berjam-jam di dalam Cincin ruang merasa sangat keras berhasil menguasai beberapa Sihir pada Sihir Penggabungan.


Hari berjalan sangat cepat dan ternyata waktu telah menjadi malam. Shiena makan seperti biasa meski porsinya tidak sebanyak biasanya karena Shiena memikirkan kedua orang tuanya serta orang-orangnya. Shiena tidak bisa tenang dan menjadi cuek untuk masalah ini.


Shiena telah memutuskan bahwa besok dirinya akan pergi menemui kedua orang tuanya karena Pengcara telah mengatakan bahwa Shiena bisa menemui kedua orang tuanya dengan bantuan Pengacara.


Shiena yang terburu-buru telah bangun pagi sekali dan bersiap-siap menuju ke penjara ditemani Marry. Disepanjang jalan, semua orang menatap Shiena dengan tatapan marah dan jijik. Shiena tidak menyukai tatapan itu karena mengingatkannya dengan kehidupan masa lalunya tapi Shiena tak bisa mengontrol ekspresi wajah masing-masing orang hingga Shiena lebih memilih berlalu dan pergi.


Tak butuh waktu lama, Shiena bahkan telah sampai di penjara dan menunggu gilirannya. Penjaga yang melihat Shiena penuh dengan ekspersi aneh yang membuat Shiena risih dan jijik.


Shieka yang memiliki kemampuan membaca fikiran orang lain memilih menundukkan kepada daripada harus melihat wajah penjaga tahanan dengan isi fikiran yang kotor dan jorok.


'Sayang sekali! Cantik sih kayaknya juga masih perawan. Sayang sekali menjadi anak pembunuh. Kalau dia mau jadi simapananku pasti akan aku pelihara dengan baik kulit yang indah itu.' fikir salah seorang penjaga tahanan.


Shiena yang ingin segera bertemu keluarganya malah tiba-tiba mendapatkan hadangan dari penjaga yang berfikir kotor tengang dirinya. Shiena yang tak ingin membuat masalah masih diam dan bersikap sopan tapi saat salah seorang penjaga mencoba menyentuh tangan Shiena. Shiena menjadi marah dan diam-diam mengeluarkan Sihir Penggabungan yang diciptakan oleh Duke Carrole.


Sihir debu yang tak terlihat itu masuk melalui hidung dan perlahan masuk ke paru-paru dan memperbanyak diri dan membuat penjaga itu susah bernafas. Shiena tak ingin menyakiti orang lain tapi jika ada orang yang mencoba mengganggunya, Shien dengan senang hati membalasnya.


Shiena tak berhenti membuat penjaga itu kesakitan ketika Duke Carrole dan Duchess Carrole. Shiena bahkan memberikan Sihir Debu kepada semua penjaga tahanan untuk membuat mereka merasa sakit tapi tidak berdarah.


Shiena ingin menyiksa penjaga tahanan itu seperti mereka menyiksa kedua orang taunya. Shiena tak bisa menahan air matanya melihat Duke Carrole dan Duchess Carrole yang berada pada keadaan yang memperihatinkan.


Sheina berjanji akan melepaskan Duke Carrole dan Duchess Carrole secepatnya. Duke Carrole dan Duchess Carrole sudah menduga hal itu pun hanya mengangguk dan memeluk Shiena seolah pelukan itu adalah obat untuk semua penderitaan mereka.


Duke Carrole menceritakan semua yang terjadi sebenarnya kepada Shiena dan begitu juga Shiena menceritakan apa yang telah terjadi setelah Duke Carrole di tangkap. Duke Carrole sangat marah dan mengutuk Putra Mahkota dan Duke Carrole meminta Shiena untuk tidak menerima tawaran Putra Mahkota. Shiena yang dari awal tak memiliki niat mewujudkan keinginan Putra Mahkota langsung mengiyakan permintaan Duke Carrole.


Setelah melepas rindu beberapa saat, Duke Carrole dan Duchess Carrole kembali ke ruang tahanan mereka sementara Shiena tidak mencabut Sihir Debu yang telah di sisipkan ke tubuh semua orang yang menjadi penjaga tahanan tanpa ada yang mengetahuinya.


Shiena pun keluar dari penjara bersama Marry dan kembali ke rumah yang baru Shiena beli. Ketika sampai di kamarnya, Shiena meminta Marry untuk tidak mengganggunya. Marry pun setuju dan segera keluar. Shiena menggunakan Sihir Gelapnya dan pergi ke Kediaman seseorang.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘