The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 24. Marry dan Zee


"Apa yang sedang kau fikirkan? Kenapa tidak menjawab ketika aku memanggilmu?" tanya Putra Mahkota.


Ketika bingung harus jawab Shiena melihat kedatangan pelayan dan pengawal pribadinya


'Ah, mereka bisa aku jadikan alasan karna aku belum bisa mengatakan yanb sejujurnya. aku belum memutuskan meminta bantuan atau tidak.' ucap Shiena dalam hati.


"Ian, bukankah itu Marry dan Zee. Apa yang mereka lakukan disini?" tanya shiena pura-pura bingung.


Lalu Putra Mahkota pun menoleh dan benar dia mendapati bahwa orang yang duduk cukup jauh dari mejanya adalah pelayan dan pengawal pribadi Shiena yang setia.


"Aku tidak tau. Aku akan buat mereka mengahadap kita." ucap Putra Mahkota sambil memberi kode kepada pengawal yang telah bersembunyi membawa mereka berdua tanpa ada luka.


"Ah, baiklah tapi tolong jangan lukai mereka." pinta Shiena lembut.


"Tentu." ucap Ian santai.


Tidak lama kemudian, Marry dan zee telah berdiri di hadapan mereka dan Shiena berpura-pura memarahi mereka.


Sebenarnya Shiena tidak tega dan tau maksud mereka tapi sebagai bangsawan Shiena tidak bisa membiarkan mereka yang tidak patuh pada ucapannya.


Shiena juga bersyukur karna mereka ada disini dan melanggar perkataannya sekarang. Shiena ingin meminta bantuan mereka terutama Zee.


"Apa kalian ada pembelaan?" ucap Shiena tanpa melirik dan masih memakan kuenya.


"Maafkan kami nona. Maaf Maaf Maaf." ucap mereka bersamaan.


"Marry, bisa jelaskan semua ini?" tanya Shiena santai.


"Maafkan saya, nona. Saya memang bersalah karna melanggar perkataan nona tapi sungguh saya tidak punya niat jahat." ucap marry menyesal dengan bersujud di lantai


"Saya pantas di hukum, nona. Saya mengaku bersalah. Saya melakukannya karna mengkhawatirkan nona." ucap Zee sambil bersujud dan tentu dengan perasaan sangan menyesal.


Saat Shiena ingin bereaksi ternyata Putra Mahkota sudah bereaksi terlebih dahulu.


"Apa maksudmu dengan mengkhawatirkan nona mu? Apa kau tidak percaya padaku Putra Mahkota Kekaisaran ini?" ucap Ian kesal.


"Ampun, Yang Mulia. Hamba tidak bermaksud seperti itu." ucap Zee gemetar ketakutan.


'Hei, hei mereka itu pelayanku dan yang pantas marah itu aku. Kenapa Putra Mahkota yang sombong ini yang marah? Ayo lah apa kau sedang mencari pelampiasan kemarahan? Hah' ucap Shiena dalam hati sedikit kesal.


"Jangan berlutut, bedirilah. Apa kalian tidak lihat? Kita sedang menjadi pusat perhatian sekarang." kata Shiena mencoba memperbaiki suasana.


Akhirnya Marry dan Zee berdiri tapi dengan wajah menunduk dengan perasaan yang sangat campur aduk. Shiena yang bisa membaca fikiran mereka menjadi sangat tidak tega.


*Nona pasti sangat marah padaku sekarang. Saya mohon nona maafkan saya. Saya hanya ingin bersama nona. Perasaan saya tidak akan tenang jika tidak memastikan nona baik-baik saja dengan mata dan kepala saya sendiri.* fikir Marry.


Shiena pun menghela nafas sedikit panjang untuk menjernihkan fikiran.


"Baiklah, aku maafkan kalian. Tapi jangan pernah melanggar perintahku lagi." ucap Shiena santai.


Putra Mahkota yang mendengar perkataanku menjadi tidak senang.


"Kalian, boleh kembali ke tempat kalian." ucap Shiena santai.


"Baik nona." ucap mereka bersamaan dengan wajah senang dan senyuman lebar mengembang di bibir mereka masing-masing.


Marry dan Zee pun pergi dari pandangan Shiena dan Putra Mahkota tapi Putra Mahkota yang bingung dengan sikap Shiena pun bertanya.


"Kenapa kau memaafkan mereka? Bukankah mereka melakukan kesalahan dengan melanggar perintah." ucap Ian.


"Ian, aku tentu saja marah tapi perasaan marah ku tidak lebih besar dari perasaan mereka untukku. Aku tau mereka melakukan semua itu demi aku." ucap Shiena dengan senyum.


"Jika begitu, sama saja mereka meragukan kekuatanku sebagai Putra Mahkota dan Kekuata semua Pengawal Kekaisaran yang berjaga." ucap ian sedikit kesal.


"Hahaha" Shiena tertawa.


"Aku berani bersumpah, mereka tidak ada fikiran apapun sampai kesana. Mereka hanya ingin memastikan sendiri dengan kepala dan mata mereka jika aku baik-baik saja. Sedikit memberi peerasaan lega." ucap Shiena sambil memakan kue.


"Hah, terserah kau saja." ucap Putra Mahkota mengalah.


Akhirnya Putra Mahkota mengalah karna dia tidak ingin bertengkar saat ini karna fokusnya adalah membuat wanita yang ada di depannya ini bahagia dan bisa melihat Pertunjukan Festival Bunga dengan perasaan senang.


"Lihatlah Orang-orang yang megikuti Festival ini telah datang." ucap Ian gembira.


"Benarkah? Wah, benar. Tarian mereka sungguh indah dan Pakaian yang mereka pakai sekarang sangat indah." ucap Shiena antusias.


#Bersambung#


Jangan lupa tekan LIKE, KOMEN, VOTE & FAVORIT


Terima Kasih


❤😘🥰