
Zero yang mendengar perkataan Kaisar Franz menjadi marah dan mengajak Kaisar berduel. Kaisar Franz yang penasaran dengan kemampuan seorang pria yang mencoba mendekati istrinya pun menerima dengan senang hati ajakan itu.
Permaisuri Shiena mendengarnya menjadi tidak senang apalagi jika sampai terjadi perkelahian sehingga Permaisuri Shiena mencoba untuk menghentikan mereka berdua tapi tidak berhasil hingga akhirnya Permaisuri Shiena memilih untuk pergi meninggalkan keduanya.
Permaisuri Shiena tidak menyangka Kaisar Franz memiliki sifat seperti anak kecil padahal dirinya adalah seorang Kaisar. Permaisuri Shiena juga tidak habis fikir jika ada pria yang sangat tidak tahu malu terus-terusan mengajaknya bicara padahal telah diabaikan berkali-kali.
Setelah Permaisuri Shiena pergi selama beberapa menit, Kaisar Franz yang merasa ada yang aneh menoleh kebelakang dan tak menemukan keberadaan Permaisuri Shiena. Kaisar Franz pun ikut pergi dan menyusul Permaisuri Shiena dan meninggalkan Zero yang berbicara sendiri.
Zero yang saat itu belum menyadari kepergian Permaisuri Shiena menganggap jika Kaisar Franz takut terhadapnya.
"Kau ini benar-benar telah membuatku marah. Ayo sini kita bertarung. Aku akan tunjukkan kekuatanku yang sebenarnya." ucap Zero sombong.
"Aku tidak punya waktu meladeni anak ingusan sepertimu." Kaisar Franz diam.
"Apa anak ingusan? Kau pasti belum tau jika aku adalah Murid Jenius dari Menara Sihir yang sebentar lagi akan menjadi salah satu Tetua Muda di Menara Sihir" ucap Zero kesal.
"...." Kaisar Franz mengabaikan lalu pergi.
"Hei, mau kemana kau? Dasar pengecut! Pergi saja sana! Jangan lagi ganggu aku dan Nona cantik!" ucap Zero senang.
Setelah Kaisar Franz tidak terlihat lagi, Zero pun menoleh kesamping untuk merayu Permaisuri Shiena kembali tapi tidak di sangka. Zero tidak menemukan keberadaan Permaisuri Shiena. Akhirnya Zero sadar jika sudah dari tadi dirinya ditinggal pergi oleh keduanya.
"Sial! Ternyata mereka berdua pergi meninggalkanku sendiri." ucap Zero.
"Nona cantik tunggu aku!" teriak Zero lagi.
Zero pun memutuskan untuk pergi dan mencari keberadaan Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena. Berjam-jam mencari, Zero tidak menemukan keberadaan keduanya hingga membuat Zero semakin kesal dan memutuskan untuk membali ke Menara Sihir untuk beristirahat.
Sementara itu, Kaisar Franz yang bisa melihat jejak perginya Permaisuri Shiena yang menggunakan Sihir Gelap pun mencoba menyusul. Setelah beberapa menit akhirnya Kaisar Franz melihat Permaisuri Shiena sedang duduk di sebuah balkon Restoran sambil menikmati dessert kesukaannya.
Kaisar Franz pun masuk ke dalam Restoran itu tapi sebelumnya Kaisar Franz membeli sekotak coklat berbentuk hati karena Kaisar Franz sadar jika tingkahnya mungkin saja telah membuat Permaisuri Shiena tidak senang.
"Coklat manis untuk wanita manis." ucap Kaisar Franz.
Kaisar Franz yang meletakkan kotak coklat itu di depan wajahnya mencoba membujuk dan merayu Permaisuri Shiena. Permaisuri Shiena yang tau maksud tersembunyi dari Kaisar Franz hanya mengabaikannya.
Kaisar Franz yang tidak dihiraukan oleh Permaisuri Shiena meletakkan kotak coklat itu di atas meja dan berlari pergi. Permaisuri Shiena yang berharap jika Kaisar Franz akan terus membujuknya agar dirinya tidak marah lagi menjadi kecewa sehingga kue yang ada di depannya ditusuk-tusuk dengan garpu hingga hancur tak berbentuk.
Permaisuri Shiena yang merasa perasaan telah sangat buruk memilih kembali ke Istana dan beristirahat tapi sebelum Permaisuri Shiena pergi ada seseorang dengan pakaian berbentuk kelinci dengan telinga besar. Orang itu bahkan memakai gigi depan palsu yang sangat besar dengan makeup yang tebal hingga membuat siapapun yang melihatnya akan tertawa.
Permaisuri Shiena yang sudah bisa menebak orang yang ada di balik makeup dan kostum kelinci itu tidak bisa menahan tawanya hingga Permaisuri Shiena pun tertawa terbahak-bahak.
Tingkah konyol Kaisar Franz tak sampai disana, Kaisar Franz menepuk kedua tangannya seolah memberi isyarat kepada beberapa orang dibelakangnya.
Orang-orang itu ternyata adalah pemain alat musik jalanan yang berasal dari Rakyat biasa. Kaisar Franz sengaja meminta mereka memainkan musik untuk menambah pendapatan mereka hari itu karena saat di jalan Kaisar Franz tidak melihat ada seorang pun yang memberikan uang padahal mereka telah bermain alat musik cukup lama.
Orang-orang itu pun mulai bermain musik dengan alunan gembira sementara Kaisar Franz mulai berjoget dengan riang hingga membuat semua orang yang ada di balkon itu senang.
Beberapa penonton ada yang bertepuk tangan mengiringi joget Kaisar Franz hingga satu lantai Restoran itu ikut bertepuk tangan. Permaisuri Shiena tidak kalah dari yang lainnya, dirinya juga ikut bertepuk tangan.
"Tawamu adalah tawaku. Sedihmu adalah sedihku. Tetaplah tersenyum dan tertawa, wahai Permaisuriku!" gumam Kaisar Franz.
Permaisuri Shiena yang melihat Kaisar Franz diam di tempat pun menghampirinya dan mengajak Kaisar Franz ikut menari.
Tawa, senyum dan bahagia terpancar dari wajah keduanya sehingga membuat semua orang yang melihat menjadi iri. Tak terkecuali seorang Pemuda yang melihat kejadian itu dari kejauhan di bawah balkon Restoran.
"Sial! Kenapa dia bisa membuat Nona cantik tersenyum bahagia seperti itu? Aku tidak boleh kalah. Akan aku rebut senyum bahagia itu hanya milikku nantinya!" ucap Pemuda.
Pemuda yang melihatnya adalah Zero yang merupakan murid Menara Sihir. Zero pun bergerak pergi menjauh karena tidak tahan melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena.
Setelah merasa lelah menari, Permaisuri Shiena pun kembali duduk ke tempatnya. Kaisar Franz yang sudah sangat kepanasan pun melepas kepala kelinci lalu memanggil Pemain musik. Kaisar Franz pun mengeluarkan sekantong koin emas berjumlah sepuluh koin lalu memberikan koin emas itu kepada Pemain musik.
"A-apa ini Tuan?" tanya salah satu Pemain musik.
"Ini adalah upah kalian." ucap Kaisar Franz.
"I-ini terlalu banyak Tuan." ucap Pemain musik terkejut.
"Benar Tuan. Ini terlalu banyak." ucap Pemain musik lain.
"Satu koin emas sudah lebih dari cukup untuk kami Tuan." ucap Pemain musik lainnya merasa tidak pantas.
"Jangan cemas! Ambillah! Ini hak kalian. Kebahagiaan yang kalian tularkan dari Permainan musik kalian hingga membuat istriku tertawa bahagia tidak sebanding dengan koin-koin emas ini." ucap Kaisar Franz.
"Te-terima kasih banyak Tuan." ucap Pemain musik.
"Semoga Tuan dan Nyonya selalu dilimpahkan kebahagiaan." ucap salah satu Pemain musik.
Setelah mengambil uang mereka, pemain musik itu pun pergi dengan wajah bahagia. Sementara Permaisuri Shiena menjadi malu mendengar perkataan Kaisar Franz. Permaisuri Shiena tidak menyangka jika cinta yang dimiliki Kaisar Franz untuknya sangatlah besar. Permaisuri Shiena merasa sangat beruntung.
Permaisuri Shiena dan Kaisar Franz pun memutuskan kembali ke Istana bersama. Kaisar Franz yang masih memiliki banyak pekerjaan pun kembali ke Ruang Kerjanya sementara Permaisuri Shiena kembali ke kamar.
Permaisuri Shiena yang baru saja kembali diminta Marry dan Ana untuk segera bersiap-siap karena hari ini Permaisuri Shiena harus datang ke Acara Pertemuan Bangsawan di Istana. Permaisuri Shiena yang benar-benar lupa tentang hal itu segera bersiap-siap.
Permaisuri Shiena yang telah selesai berdandan pun pergi ke Taman Istana menemui Nyonya dan Nona Bangsawan yang telah menunggunya. Permaisuri Shiena yang barus datang langsung disambut dengan pujian oleh Nyonya dan Nona Bangswan.
Permaisuri Shiena yang mengetahui isi hati semuanya hanya membalas biasa saja. Permaisuri Shiena sangat tau bahwa Nyonya Bangsawan itu sedang mencoba untuk merebut hati Permaisuri Shiena untuk memperkuat posisi Keluarga mereka yang ingin Permaisuri Shiena memilih Putri-putri mereka untuk dijadikan Ratu ataupun Selir.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
🥰😊😍😘
Terima kasih**