
Shiena yang telah sampai di kamarnya setelah pulang dari Istana langsung membuka Cincin Ruang dan masuk ke dalamnya.
Di dalam Cincin Ruang, Shiena mengganti pakaiannya menjadi Putri seorang Duke. Shiena kemudian melihat kembali Lencana Penyelidikan dan Hukuman yang baru diterimanya. Shiena juga membaca kembali kertas yang telah di Stempel dengan Stempel Kekaisaran.
Di kertas itu tertulis bahwa Lencana Penyelidikan dan Hukuman ini dapat digunakan dua kali sampai kapan pun bahkan jika Kaisar saat ini telah wafat. Lencana Penyelidikan dan Hukuman juga berfungsi
Countess Larsca yang telah menghubungi temannya membuat janji bertemu dua hari lagi karena Countess Larsca harus mencari alasan agar bisa keluar dengan aman agar tidak ketahuan sedang membawa racun. Countess Larsca menggunakan alasan memilih apa yang akan digunakan Anastasya untuk dipakai saat Acara Pertunangannya nanti
Sementara itu, Kediaman Duke Carrole yang mendapatakan undangan Pertunangan dari Duke Simons sedikit terkejut setelah melihat nama dari calon pengantin wanita yang merupakan mantan kekasih Mantan Putra Mahkota Brian yang telah dipenggal beberapa minggu lalu. Duke Carrole yang tidak bisa datang karena pada saat itu harus pergi meninjau wilayahnya yang saat ini sedang mengalami musibah pun mengirim surat permintaan maaf dan mengirimkan sejumlah hadiah untuk permintaan maaf sekaligus hadiah untuk pertunangan mereka.
Tak hanya Duke Simons dan Duchess Carrole yang terkejut, Shiena juga sangat terkejut saat Ana datang ke kamarnya dan mengedor pintu lalu membawakan sebuah surat undangan. Shiena yang membaca surat itu tak bisa menahan rasa penasarannya karena Anastasya sangat mudah berpaling dan dengan mudahnya melupakan mimpinya menjadi seorang Permaisuri.
Shiena yang penasaran pun memanggil Pengawal Pribadinya yang diidapatnya saat membantu di Wilayah Khansa. Pengawal Pribadi ini di kehidupan terdahulu adalah Pengawal Pribadi milik Anastasya tapi dikehidupan sekarang Shiena mengambil orang tersebut lebih dahulu untuk menjadi Pengawal Pribadinya karena Shiena tau akan kesetiaan dan keloyalitasan dari Pengawal tersebut.
Pengawal tersebut bernama Alex. Shiena yang membantu Alex dalam menyembuhkan adik semata wayang dari Alex membuat Alex menjadi berhutang budi dan berhutang nyawa karena pada saat yang sama Shiena juga membebaskan Alex dan adiknya dari jual beli budak. Shiena juga menjadikan adik Alex sebagai bawahannya yang saat ini sedang dididik oleh Tuan Muda Alphonso karena di kehidupan terdahulu, adik Alex akan menjadi seorang Ilmuan hebat. Shiena yang mengetahui bibit itu tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
Alex sangat menghormati Shiena yang menurutnya seorang malaikat. Shiena pernah merasa bersalah karena telah memanfaatkan Alex dan berencana menjadi adiknya juga sebagai alat nantinya tapi Shiena merasa akan lebih baik jika kakak beradik itu bersamanya daripada Anastasya yang nantinya akan menjadi orang jahat.
Alex yang melihat ada sinyal panggilan dari Shiena pun bergegas menemui Shiena dan melakukan tugas yang diberikan Shiena dengan sangat baik.
"Saya menghadap, Nona." ucap Alex sopan.
"Jangan terlalu sopan Alex. Aku ingin kau menganggapku temanmu." ucap Shiena lembut.
"Maafkan saya Nona tapi saya tidak bisa. Saya harap nona akan mengerti karena saya ingin menjaga profesionalitas saya dalam menjalankan tugas nantinya." ucap Alex tegas dan tanpa ekspresi.
"Hah, baiklah." ucap Shiena menghela nafas.
"...." Alex diam.
"Aku memiliki tugas untukmu. Aku ingin kau pergi ke kediaman Lady Anastasya Shera Larsca yang nantinya akan menjadi tunangan Duke Simons. Aku ingin kau mencari tau alasan mereka berdua bertuangan dengan sangat cepat." perintah Shiena.
"Baik, Nona. Saya akan melakukan tugas ini dengan baik." ucap Alex.
"Tentu saja. Aku percaya padmu." ucap Shiena sambil tersenyum.
Alex pun pergi meninggalkan Shiena sendiri dan tak lama kemudian Zee datang menemui Shiena dan melaporkan hasil mata-matanya. Shiena yang bingung pun meminta ditinggal sendiri bahkan Marry dan Ana ditolak Shiena.
"Saya menghadap Nona. Maafkan kelancangan hamba, Nona. Saya ingin melaporkan hasil mata-mata saya." ucap Zee bangga.
"Duke Simons saat ini sedang melakukan pembelian besar-besaran pada Gula dan Garam danΒ menjadikan Viscount Albarham sebagai pionnya." ucap Zee.
"Apa kau mendapatkan informasi lain mengenai ini?" tanya Shiena.
"Ya, Nona. Kabarnya Duke Simons akan menimbun barang-barang itu hingga banyak dan membuat stock di pasaran menjadi sedikit dan kabarnya juga pedagang yang di minta oleh Kaisar untuk mengimpor gula dan garam menjadi terhambat karena saat ini cuaca sedang tidak bersahabat." ucap Zee.
"....." Shiena diam.
'Itu artinya Duke Simons berencana mendapatkan keuntungan yang sangat banyak dari masalah ini. Duke Simons berencana melakukan cara yang sama dengan yang aku lakukan kemarin.' fikir Shiena dengan senyum licik.
"Baiklah kau boleh pergi." ucap Shiena.
Setelah mendengar perintah dari Shiena, Zee pun pergi dari kamar Shina. Shiena pun mulai menyusun rencana untuk menggagalkan rencana Duke Simons dan menjadikannya bangkrut.
Sementara itu, Alex yang telah melakukan tugasnya telah sampai di Kediaman Anastasya. Zee menggunakan keahlian terbaiknya untuk menyelinap dan memata-matai Anastasya dan melakukan tugasnya dengan baik.
Ketika malam tiba, Alex melihat ada sebuah kereta kuda dengan lambang Keluarga Duke Simons datang. Semua pelayan menyambut kedatangan seorang pria dengan pakaian yang sangat menawan dan juga gagah. Alex yang tak tau siapa orangnya pun bergegas mendekat dan mencari tau dan ternyata pria itu adalah Kepala Keluargga Simons yaitu Duke Simons itu sendiri.
Duke Simons datang dan disambut oleh Anastasya dengan senyum cantik meskipun begitu Alex yang telah terbiasa dengan kepura-puraan menyadari bahwa saat ini Anastasya sedang pura-pura bahagia. Alex yang penasaran dibalik topeng Anastasya akhirnya mengetahui alasannya bahwa saat ini Anastasya tak benar-benar ingin bersama Duke Simons dan Anastasya setuju menikah karena Duke Simons adalah ayah dari anak yang dikandungnya. Lalu ternyata Duke Simons juga menjanjikan Takhta sebagai seorang Permaisuri kepada Anastasya karena Duke Simons sedang berencana melakukan kudeka pada kekuasaan Kekaisaran saat ini.
Alex yang merasa informasi yang didapatnya telah cukup pun segera pergi dan menemui Shiena padahal waktu sedang tengah malam. Alex yang merasa ragu untuk menghadap dikejutkan dengan kedatangan Shiena. Shiena yang ternyata telah menyadari kedatangan Alex pun datang menemuinya secara langsung karena menurut Shiena Alex pasti takut mengganggu karena sekarang sudah waktunya tidur tapi Alex sepertinya ingin segera menyampaikan berita itu segera.
Shiena yang merasa penasaran dan menyadari jika informasi itu sangat lah penting pun memutuskan menemui Alex. Alex yang terkejut langsung dibawa Shiena pergi kedalam Cincin Ruangnya dengan syarat Alex harus menutup matanya. Alex yang menurut pun melakukan semua yang dikatakan Shiena hingga Alex menjadi terkejut kembali dengan perubahan tempatnya berada. Shiena yang tau apa yang ada di fikiran Alex tak berencana menjelaskan karena ini adalah rahasianya
"Katakanlah apa yang ingin kau sampaikan?" ucap Shiena.
"Saya mendapatkan kabar bahwa Lady Anastasya sedang hamil dan mengandung anak dari Duke Simons." ucap Alex.
"Apa?" teriak Shiena terkejut.
'Bagaimana bisa dia hamil? Dikehidupanku terdahulu memang Anastasya pernah hamil tapi anak itu milik Mantan Putra Mahkota Brian. Bagaimana bisa anak itu milik Duke Simons? Apa sebenarnya anak itu baik dikehidupan yang lalu dan sekarang memang milik Duke Simons?' tanya Shiena dalam hati.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Votenya ya..
π₯°πππ Terima Kasih