The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 278. Hukuman


Shiena yan tak ingin diantar oleh siapapun memerintahkan semuanya pergi seperti Kepala Penjaga Tahanan dan Penjaga Tahanan. Dengan berat hati Kepala Penjaga Tahanan dan Penjaga Tahanan pun pergi meninggalkan Shiena sendiri. Shiena yang merasa ada yang aneh karena tak melihat Penjaga Tahanan di sekitar lorong Tahanan Pemberontak segera mencari tau.


Akhirnya Shiena menemukan kedua Penjaga Tahanan itu. Shiena melihat kedua Penjaga Tahanan itu berada di dalam Ruang Tahanan Anastasya dan sedang melakukan pelecehan padanya. Shiena yang tak perduli pada nasib Anastasya pun membuka Cincin Ruang dan masuk ke dalamnya. Shiena kemudian menuggu hingga semua yang dilakukan Penjaga Tahanan itu selesai.


'Ini adalah karma atas semua perbuatanmu sendiri Anastasya. Kau yang menabur, kau juga lah yang harus menuai hasilnya.' ucap Shiena dalam hati.


Setelah beberapa lama, Shiena yang tau bahwa Penjaga Tahanan itu keluar dari Ruangan Anastasya segera keluar dari dalam Cincin Ruangnya. Shiena melihat Anastasya dalam keadaan yang sangat memperihatinkan seperti dirinya dulu saat di siksa atas perbuatan yang tak pernah dilakukannya tak memiliki perasaan iba ataupun simpati. Shiena hanya merasa jika Anastasya memang pantas mendapatkannya karena itu adalah hasil perbuatannya sendiri.


Shiena yang melihat Anastasya berniat bunuh diri dengan menggunakan pecahan piring yang hancur karena dilemparnya ke dinding dengan cepat menggunakan Sihir Gelap dan mencoba menghentikan Anastasya. Dengan cepat, Anastasya berdiri di depan Ruang Tahanan Anastasya lalu menyapa Anastasya dengan senyum cantiknya.


Anastasya yang melihat Shiena sangat terkejut sehingga pecahan piring yang ada ditangannya terlepas. Anastasya yang tak menyangka melihat Shiena berada didepannya mulai berfikir jika Shiena mungkin saja dapat membantunya menghukum pria hidung belang yang tak memiliki adab yang dengan sengaja melakukan tindakan yang tidak pantas.


'Bukankah itu Shiena? Aku dan dia sama-sama wanita. Aku yakin Shiena pasti akan merasa simpati padaku yang diperlakukan tidak pantas dan Shiena pasti akan memberikan hukuman yang berat pada kedua Penjaga Tahanan itu.' fikir Anastasya.


"Apa kabar Lady? Uppss... Sepertinya aku telah salah. Bukankah kau telah menjadi Rakyat biasa karena Gelar Bangsawanmu telah dicopot oleh Yang Mulia Kaisar. Baiklah mari kita ulangi lagi. Apa kabarmu Anastasya?" ucap Shiena mengejek.


"Ka-kau! Kenapa kau kemari?" teriak Anastasya marah.


Kedua Penjaga Tahanan yang telah melecehkan Anastasya itu pun datang lagi ke Ruang Tahanan Anastasya setelah mendengar Anastasya berteriak. Kedua Penjaga Tahanan yang melihat Shiena berdiri di samping Ruang Tahanan Anastasya menjadi takut jika Anastasya memberi tau perbuatannya.


Anastasya yang melihat orang yang telah melakukan hal yang tidak pantas padanya berada di depan matanya tak bisa mengontrol tubuhnya dan seketika itu juga ingatan tentang kejadian buruk yang dialamninya beberapa menit yang lalu teringat kembali. Anastasya pun mengeluarkan keringat di keningnya dan wajahnya berubah menjadi pucat.


Shiena yang melihat tubuh Anastasya bergetar dan menggigil hebat seolah seperti orang yang trauma. Shiena yang mengetahui itu setelah membaca fikiran keduanya segera mengusir kedua Penjaga Tahanan agar meninggalkannya berdua bersama Anastasya. Penjaga Tahanan itu pun mengangguk tanda mengerti dan langsung pergi.


"Kenapa wajahmu tiba-tiba berubah menjadi sangat pucat?" tanya Shiena pura-pura tidak tau.


"A-aku..." ucap Anastasya terbata-bata.


Shiena yang tau niat buruk Anastasya mencoba mengikuti alur permainan Anastasya terlebih dahulu lalu menyerangnya.


"A-aku diperlakukan dengan tidak pantas oleh kedua Penjaga Tahanan itu. Aku sangat takut. Bukankah kita ini sesama perempuan, kau pasti mengerti apa yang aku rasakan sekarang bukan?" tanya Anastasya sambil menangis.


"Kita memang sesama perempuan tapi jika orang yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan itu kau. Aku rasa, kau memang pantas mendapatkan perlakuan tidak pantas seperti itu. Bukankah dulu kau dengan sengaja menunjukkan tubuhmu pada Pria Bangsawan agar mereka tertarik padamu? Jadi aku rasa bukan hal yang mustahil jika hal buruk ini terjadi. Aku rasa kau yang duluan yang menyulut emosi mereka sehingga mereka melakukan itu padamu." sindir Shiena.


Anastasya yang awalnya tak mengerti apa yang dikatakan Shiena akhirnya tau jika Shiena memang melihat kejadian itu tapi tidak membantunya dan hanya diam saja.


"Ka-Kau melihatnya?" tanya Anastasya.


"Melihat sepenuhnya tentu saja tidak tapi aku mengetahuinya." ucap Shiena.


"Seharusnya kau tanyakan itu pada dirimu sendiri. Apakah seorang ibu hamil pantas mengorbankan anak yang ada di dalam kandungannya sendiri demi kepentingan pribadinya? Lalu, apakah seorang anak yang telah membuat kedua orang tua kandung dan ibu asuhnya meninggal pantas mengatakan itu padaku? Lalu, apakah wanita yang telah menjebak dua pria yang tulus mencintainya jatuh kegerbang kematian pantas mengatakan hal itu padaku?"ย tanya Shiena.


"Kau!" teriak Anastasya marah.


"Kenapa? Bukankah ini adalah hasil perbuatanmu sendiri maka terima lah." ucap Shiena.


"....." Anastasya menangis.


Anastasya yang mengingat semua perbuatannya tak bisa menahan air matanya. Anastasya mengingat semua yang telah jadi dan banyak sekali nyawa yang hilang karena keserakahannya. Namun, tiba-tiba Anastasya mendengar suara Countess Larsca yang telah meninggal agar Anastasya dapat menjadi Permaisuri dan mengembalikan nama baik Keluarga Larsca dan agar semua pengorbanannya tidak sia-sia.


Shiena yang membaca fikiran Anastasya hanya menggelengkan kepala dan merasa jika Anastasya tak akan pernah berubah meskipun kematian telah berada di depan mata. Shiena kemudian masuk ke dalam Cincin Ruang untuk menyebunyikan hawa keberadaannya.


Setelah melihat keadaan telah tenang, Shiena keluar dari dalam Cincin Ruang dan dengan cepat menggunakan Sihir Debu dan menyebarkannya kepada semua penjahat yang terlibat dalam Pemberontakan itu. Shiena ingin menyiksa mereka hingga tak bisa berfikir untuk melakukan kejahatan lagi. Sihir debu pun masuk ke dalam tenggorokan semua orang lalu mengikatnya hingga menyebabkam orang itu tidak dapat berfikir lagi untuk melakukan kejahatan.


Setelah selesai mengeluarkan Energi Sihir yang banyak, Shiena menjadi kelelahan sehingga Shiena memutuskan untuk segera kembali ke Kediaman Carrole. Marry dan Ana yang melihat kedatangan Shiena segera memberi hormat dan membantunya masuk kedalam kereta kuda.


Tak butuh waktu lama, Shiena pun sampai di Kediaman Carrole. Shiena bergegas masuk ke kamarnya dan memerintahkan Marry dan Ana untuk tidak membangunkannya. Shiena jug meminta pada dua pelayannya untuk tidak boleh seorang pun masuk mengganggu tidurnya.


Di tempat lain, Kaisar Franz yang telah memerintahkan Tuan Eit untuk melakukan tugas mengumpulkan Jenderal Istana dan Kesatria Istana di satu tempat bergegas menemui Kaisar Franz dan melaporkan bahwa semuanya telah ada di Lapangan Istana.


Kaisar Franz pun bergegas ke tempat yang dikatakan oelh Tuan Eit. Kaisar Franz kemudian memerintahkan kepada semua Jenderal Istana dan Kesatria Istana yang tidak bertugas untuk membawa semua Pemberontak yang ada di dalam Penjara ke Ibukota.


Kaisar Franz berencana membuat Pemberontak itu melakukan kerja sosial karena setelah Acara Pengangkatan status Bangsawan, Kedewasaan Kaisar dan Pengumumnan Resmi Pertunangan antara Shiena dan Kaisar Franz semua tempat masih dalam keadaan kotor dan berantakan.


Jenderal Istana dan Kesatria Istana yang telah sampai di dalam Penjara Kekaisaran bergegas menangkap dan membawa semua pemberontak baik laki-laki atau perempuan untuk masuk ke dalam kereta tahanan secara paksa.


Selama perjalanan, penjagaan untuk Pemberontak sangat ketat. Semua Kesatria Istana menggunakan pakaian dan senjata lengkap seolah bersiap untuk berperang. Tak hanya itu, Kaisar Franz juga menggunakan Murid Menara Sihir untuk memantau semua Pemberontak agar tak ada yang kabur atau mencoba melawan.


Rakyat dan Bangsawan yang melihat banyaknya Pemberontak di hadapan mereka menjadi marah. Mereka pun tak kuasa menahan diri untuk melempari Pemberontak itu dengan tomat dan telur busuk. Rakyat pun tak malu mengucapkan kata-kata hina kepada semua orang yang telah melakukan pemberontakan.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜


Terima kasih