
Perwakilan Menara Sihir yang tak bisa mengatakan apapun hanya bisa diam sementara Putra Mahkota Franz yang tidak sabaran pun mendesak Perwakilan Menara Sihir untuk bicara untunglah Dokter Kekaisaran membantu berbicara tapi karena Putra Mahkota Franz yang tidak setuju membuat Perwakilan Menara Sihir mau tidak mau harus berkata yang sejujurnya.
"Maafkan hamba Yang Mulia. Sepertinya Gadis Suci tak bisa membantu Yang Mulia Putra Mahkota untuk menyembuhkan Kaisar." ucap Perwakilan Menara Sihir.
"Apa maksudmu? Bukankah kau bilang hanya Gadis Suci yang dapat menyembuhkan Kaisar.?" tanya Putra Makota Franz sinis.
"Benar Yang Mulia. Gadis Suci memang diperkirakan dapat menyembuhkan Kaisar tapi Menara Sihir tak memiliki kemampuan memerintahkan Gadis Suci untuk datang ke Istana Lalu menyembuhkan Kaisar." ucap Perwakilan Menara Sihir." ucap Perwakilan Menara Sihir.
"Kenapa? Bukankah Gadis Suci adalah bagian dari Menara Sihri?" ucap Putra Mahkota Franz.
"Gadis Suci memang benar bagian dari Menara Sihir tapi Menara Sihir tidak bisa memaksa Gadis Suci untuk menuruti Peraturan ataupun menuruti permintaan petinggi dari Menara Sihir. Gadis Suci hanya akan melakukan sesuatu jika itu memang dirinya sendiri yang ingin melakukannya." ucap Perwakilan Menara Sihir.
Mendengar perkataan dari Perwakilan Menara Sihir. Putra Mahkota Franz pun menjadi marah dan menggrebak meja kerjanya dengan keras hingga memmbuat Dokter Kekaisaran, Perwakilan Menara Sihir dan Penasehat Kekaisaran menjadi terkejut. Putra Mahkota Franz yang takut jika kehilangan kesabarannya pun memilih untuk mengusir Dokter Kekaisaran dan Perwakilan Menara Sihir dan menyisakan Penasehat Kekaisaran sendiri.
Penasehat Kekaisaran yang menyadari jika Putra Mahkota Franz sedang marah akhirnya memerintahkan pelayan untuk membuatkan teh camomile dan setelah teh camomile datang Penasehat Kekaisaran pun mencoba menenangkan Putra Mahkota Franz dan membujuknya meminum teh camomile itu untuk membuat Putra Mahkota Franz menjadi rileks dan tenang kembali.
"Minumlah dulu teh itu Yang Mulia dan saya mohon tenangkanlah diri anda." ucap Penasehat Kekaisaran.
"Bagaimana aku bisa tenang paman? Paman lihat sendiri bagaimana keadaan ayahku saat ini yang sedang terbaring lemah di atas ranjang dengan wajah yang pucat layaknya mayat hidup." ucap Putra Mahkota Franz.
"Saya mengerti Yang Mulia tapi anda tidak akan menemukan solusinya jika terus seperti ini. Anda harus tenang dan berfikir dengan jernih sehingga anda dapat memikirkan langkah kedepannya seperti apa." ucap Penasehat Kekaisaran.
Putra Mahkota Franz yang mendengar perkataan Penasehat Kekaisaran pun akhirnya menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan beberapa kali hingga dirinya sendiri merasa lebih baik dan tenang. Putra Mahkota Franz juga meminum teh camomile yang telah disediakan untuknya.
Setela merasa sedikit tenang, Putra Mahkota Franz meminta Penasehat Kekaisaran untuk meninggalkannya sendiri. Penasehat Kekaisaran yang mengerti keinginan dan maksud Putra Mahkota Franz pun akhirnya keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Putra Mahkota Franz sendiri.
Putra Mahkota Franz yang telah sendiri memikirkan ulang semua perkataan Perwakilan Menara Sihir sambil membaca laporan kesehatan Kaisar selama ini. Putra Mahkota Franz menjadi sangat kaget setelah membaca hasil catatan kesehatan Kaisar yangg ternyata telah menderita penyakit itu cukup lama.
'Jadi selama ini ayah telah menderita penyakit ini telah sangat lama. Ayah bahkan hanya menahan sakitnya karena tak kunjung menemukan obat dari penyakitnya.' fikir Putra Mahkota Franz sedih.
Ketika Putra Mahkota Franz sedang memikirkan cara menyembuhkan Kaisar dan cara menghubungi Gadis Suci dan memintanya menolong Kaisar tiba-tiba ada yang datang dan mengetuk pintu ruang kerjanya.
Tokkk... Tokkkk... Tookkk..
(Pintu diketuk)
"Masuklah!" perintah Putra Mahkota Franz.
"Maafkan kelancangan hamba Yang Mulia. Hamba datang melaporkan hasil rapat tadi Yang Mulia." ucap Tuan Eit.
"Katakan saja Eit." ucap Putra Mahkota Franz melunak.
"Hamba ingin menyampaikan bahwa semua bangsawan telah menandatangani semua Surat Perjanjian Sihir yang telah Yang Mulia minta." ucap Tuan Eit.
Tuan Eit pun memberikan Surat-surat Perjanjian Sihir itu dan Putra Mahkota Franz pun segera mengambilnya. Putra Mahkota Franz pun membuka dan memeriksa Surat-surat Perjanjian Menara Sihir itu satu per satu.
Putra Mahkota Franz tidak pernah percaya pada siapapun termasuk Bangsawan-bangsawan dan orang-orang yang datang di Acara Rapat tersebut karena menurut Putra Mahkota Franz mereka hanyalah seorang penjilat yang menginginkan sesuatu darinya sehingga jika tidak menginginkan apapun lagi, mereka dengan mudah melupakannya dan pura-pura lupa.
Putra Mahkota yang memeriksa isi dari Surat Perjanjian itu juga menanyakan banyak hal kepada Tuan Eit.
"Hmmm, bagaiman respon mereka semua setelah diharuskan menandatangani Surat Perjanjian Sihir ini?" tanya Putra Mahkota Franz berhenti membaca sebentar dan mengangkat kepalanya ke arah Tuan Eit.
"Banyak sekali ekspresi terkejut dari wajah mereka Yang Mulia. Mereka tidak menyangka bahwa hari ini mereka harus menandatangani Perjanjian Sihir karena mereka berfikir seharusnya hari ini mereka hanya akan berbicara tentang Pengangkatan mereka menjadi Bangsawan atau Kenaikan Status Bangsawan mereka." ucap Tuan Eit.
"Sudah ku duga. Lalu?" ucap Putra Mahkota Franz tersenyum.
"Tidak hanya terkejut Yang Mulia. Mereka juga ada yang menolak tapi saya tidak tau pasti siapa yang menolak menandatangani Perjanjian Sihir, Yang Mulia." ucap Tuan Eit.
"Apa dia tidak menandatangani Perjanjian Sihir?" tanya Putra Mahkota Franz.
"Tidak Yang Mulia. Dirinya tetap menandatangani ini." ucap Tuan Eit.
"Baguslah." ucap Putra Mahkota Franz.
Putra Mahkota Franz sudah menyadari dan tau siapa yang melakukan itu. Putra Mahkota Franz yang sedang tak ingin meladeni sikap Bangsawan yang sombong itu.
Putra Mahkota Franz yang tiba-tiba ingat kondisi Kaisar yang sedang terbaring pun memerintakan Tuan Eit untuk mencari tau identitas Gadis Suci.
"Aku ingin kau melakukan satu tugas rahasia dariku." perintah Putra Mahkota Franz.
"Katakan saja Yang Mulia." ucap Tuan Eit.
"Aku ingin kau mencari tau identitas Gadis Suci. Cari tau siapa dia sebenarnya." ucap Putra Mahkota Franz.
"Baik Yang Mulia." ucap Tuan Eit.
"Segera laksankan!" ucap Putra Mahkota Franz.
Tuan Eit pun segera keluar dari ruang kerja Putra Mahkota Franz dan bergegas pergi mencari tau jejak Gadis Suci.
Sementara itu, Putra Mahkota Franz yang ditinggal sendiri menyenderkan tubuhnya di kursi dan menghela nafas seolah memiliki semua beban yang sangat besar di pundaknya
Putra Mahkota Franz yang baru saja bertemu dan merasakan kasih sayang seorang ayah menjadi tidak rela jika harus segera kehilangan Kaisar dengan cepat.
Putra Mahkota Franz pun akhirnya bertekad akan melakukan apapun untuk menyelamatkan Kaisar meskipun harus kehilangan harga dirinya dengan bersujud di kaki Gadis Suci hanya demi kesembuhan Kaisar.
'Aku harus bisa bertemu denganmu Gadis Suci. Aku akan melakukan apapun asal kau bisa menyembuhkan ayahku.' ucap Putra Mahkota Franz dalam hati.
#Bersambung#
Jangan lup LIKE, KOMEN, VOTE nya ya..
😍🥰😚Terima kasiha