The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 215. Pertunjukan dimulai I


Shiena yang telah sampai di Kediaman Duke Simons pun segera turun dari kereta kuda di sambut hangat oleh Marquess Laurence. Semua orang yang ada disana sangat terpukau dengan penampilan Shiena yang cantik dan juga anggun serta melihat Marquess Laurence sebagai pasangan Shiena pun mulai memikirkan hal buruk tentang Shiena.


Shiena yang dapat membaca fikiran semuanya merasa jijik pada mereka karena mereka dapat dengan mudah menurupi fikiran dan hati mereka yang busuk dengan senyuman manisnya seolah tak melakukan hal jahat apapun.


Shiena yang tak ingin ikut dalam arus permainan mereka pun ikut memasang topeng tak bersalah dan bertingkah layaknya Nona Bangsawan dari Bangsawan Kelas Atas sehingga tak ada yang berani membicarakan tentangnya secara langsung.


Marquess Laurence yang memiliki ketajaman telinga yang sangat baik menjadi sangat mengkhawatirkan Shiena karena takut Shiena menjadi sangat tertekan karena ucapan orang-orang tapi saat Marquess Laurence melihat Shiena yang sangat tegar dan bahkan tak terganggu sedikitpun dengan tatapan orang-orang padanya menjadi lega.


Marquess Laurence dan Shiena pun sampai dan memasuki ruangan tempat Acara Pertunangan Anastasya dan Duke Simons berada.


Marquess Laurence yang telah berencana melakukan sesuatu pun segera melaksanakan tugasnya. Marquess Laurence yang awalnya berat meninggakan Shiena akhirnya setuju setelah Shiena meyakinkan jika dirinya akan baik-baik saja sendiri.


Setelah kepergian Marquess Laurence, Shiena pergi ke meja penuh kue dan mengambil beberapa kue manis disana dengan segelas minuman lalu membawanya ke sebuah meja kosong kemudian duduk disana sendiri.


Ketika Shiena sedang sendiri banyak sekali Nona Muda dan Nyonya Bangsawan yang melihat Shiena dengan tatapan tak bersahabat dan menyenangkan dengan menutupi mulut mereka dengan kipas seolah tak melakukan apapun.


Shiena yang masih tetap bisa mengetahui apa yang difikirkan orang itu dengan hanya menatapnya membuat Shiena menjadi semakin muak karena didepannya mereka memuji Shiena dan seolah memujanya tapi dibelakangnya Shiena tau bahwa mereka semua menghina dan menjelek-jelekkkannya.


Ketika Shiena mulai tak peduli dan fokus dengan kuenya, Lady Shaha, Lady Elsha dan Lady Ambar datang menemui Shiena dan meminta izin untuk duduk bersamanya.


Shiena yang mengingat Lady yanga ada di depannya saat di Acara Perburuan Naimar pun mempersilahkannya. Shiena yang juga tau bahwa Para Lady yang ada di depannya tak menyukai dan tidak mempercayai gosip yang ada di depannya menjadi sedikit senang dan dapat tersenyum.


"Lady, saya harap anda tidak menjadi kecewa dan tak percaya diri dengan gosip yang ada." ucap Lady Salsa.


"Benar Lady. Kami bertiga yakin gosip itu pasti tidaklah benar. Keluarga kami yang merupakan Keluarga pengikut dari Keluarga Carrole dan Laurence sangat tau hubungan antara Nyonya Duchess Carrole dan Nyonya Marchioness Laurence yang seorang sahabat dan tentu saja Lady pastinya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Tuan Marquess Laurence yang sekarang." terang Lady Elsha.


Shiena yang mendengar pembelaan dari para Nona Bangsawan Muda itu dengan jujur menjadi senang. Shiena pun meminta bantuan dari ketiga Lady untuk membantunya memulihkan nama baiknya yang hancur karena gosip yang tak berdasar dan membalas pelaku sebenarnya.


Lady Salsa, Lady Elsha dan Lady Ambar sangat setuju dan siap membantu. Sesuai rencana Shiena mereka bertiga pun berpencar lalu menolak dan menjelaskan hubungan Shiena dengan Marquess Laurence lalu mengatakan jika itu hanya gosip tidak berdasar Bagaimana mungkin Seorang Rose Pearl Carrole melakukan hal itu terlebih lagi Shiena adalah Putri dari orang Keluarga Kedua terkuat di Kekaisaran Pearl. Jika Shiena mengetahui dan tidak menyukai orang yang menyebarkan gosip tentangnya tak tau apa yang akan dilakukan Duke Carrole kepada Keluarga mereka.


Mendengar perkataan Lady Salsa, Lady Elsha dan Lady Ambar perlahan gosip dan fikiran tentang Shiena mereda yang membuat Shiena senang tapi tidak puas karena pelaku sebenarnya belum dihukum. Shiena hanya tinggal berharap Marquess Laurence dapat menjalankan rencananya dengan benar.


Anastasya dan Duke Simons yang telah sampai mengambil perhatian semua orang. Anatasya yang merupakan pusat Perhatian pada saat itu sukses membuat semua orang mengagumi kecantikannya dan tak sedikit Tuan Muda dari berbagai Status mengagumi kecantikan dan kesexian yang dimiliki Anastasya.


Anastasya tak merasa risih sedikitpun dengan tatapan itu justru itu lah yang diinginkan olehnya bahwa mata semua orang tertuju akan dirinya. Anastasya yang melihat Shiena yang sedang berdiri dari tempat duduknya yang sendiri menjadi sangat puas karena berfikir bahwa semua orang pasti menjauhi Shiena saat ini.


Anastasya pun berjalan bersama Duke Simons dengan anggun. Kemudian, Duke Simons mengajak Anastasya melakukan dansa pertama dengannya yang langsung diterima dengan senang hati oleh Anastasya.


Tuan dan Nyonya Bangsawan pun tak henti-hentinya menjilat Count Larsca dan Countess Larsca dengan mengatakan jika mereka sangat lah tampan dan cantik serta sangat serasi.


Tak hanya itu, banyak Bangsawan Atas yang menawarkan kerjasama bisnis kepada Count Larsca dan menjanjikan keuntungan yang sangt besar. Countess Larsca juga mengalami hal yang sama, setelah Nyonya Bangsawan itu tau jika status Countess Larsca akan segera naik karena putrinya mencoba mendekati Countess Larsca dengan mengundangnya di Acara perjamuan teh Bangsawan kelas Atas yang tentu saja diterima dengan sangat baik oleh Countess Larsca yang sudah memimpikan menjadi bagian dari Bangsawan Atas.


Lalu, perhatian semua orang tiba-tiba berhenti tertuju pada Duke Simons dan Anastasya dan langsung memusatkan perhatian mereka pada pintu masuk ke ruangan Pertuangan itu.


"Yang Mulia Putra Mahkota Franz tiba!" teriak Kesatria penjaga.


Semua Nona Muda yang belum menikah yang melihat kedatangan Putra Mahkota Franz refleks membenahi pakaian mereka dan berdanda sangat cantik untuk mencoba mengambil hati Putra Mahkota Franz dan berharap menjadi Ratu atau Selir Calon Kaisar selanjutnya ini atau bahkan jika beruntung akan dijadikan Permaisuri tak terkecuali Anastasya.


Anastasya yang mendengar Putra Mahkota Franz datang ke Acara Pertunangannya segera memperbaiki gaunnya dan memasang senyum tercantik den memikatnya.


Anastasya tak memperdulikan Duke Simons yang berada di sampingnya. Duke Simons yang tak memperhatikan gerak-gerik Anastasya hanya fokus pada Putra Mahkota Franz.


'Saat ini kau mungkin bisa berlaga seperti orang hebat tapi setelah aku memenangkan Pertempuran nanti, kau tak akan bisa melakukan apapun dan akulah yang akan menjadi Kaisar selanjutnya.' ucap Duke Simons dalam hati.


Putra Mahkota Franz pun berjalan lurus menuju Duke Simons dan Anastasya dan memberikan ucapan selamat serta memberikan hadiah terbaik yang dimilikinya kepada Anastasya dan Duke Simons.


Anastasya yang dapat berbicara dengan Putra Mahkota Franz menjadi senang dan terlebih saat Putra Mahkota Franz memintanya menjadi Partner dansanya di Acara dansa selanjutnya membuat wajah Anastasya menjadi semakin ceria tapi tidak dengan Duke Simons.


Anastasya yang tau jika Duke Simons tak menyukainya dan akan menghancurkan kesempatan emas miliknya agar dapat berdansa dan menggoda Putra Mahkota Franz menjadi hilang segera membujuk Duke Simons.


"Val, kita tidak bisa menolak permintaan Yang Mulia. Apa kau lupa dengan kejadian beberapa bulan lalu? Aku tak ingin hal itu terjadi padamu ataupun pada Keluargaku. Lagi pula ini hanya dansa dan tak akan lama. Aku janji setelah dansa ini berakhir aku akan selalu ada di sampingmu lagi." bujuk Anastasya.


Duke Simons yang mendengar ucapan dan bujukan Anstasya akhirnya setuju meski berat hati akhirnya Anastasya pun berdansa dengan Putra Mahkota Franz.


Dansa antara Putra Mahkota Franz dan Anastasya menarik perhatian semua orang tak terkecuali Shiena, Count Larsca dan Countess Larsca di tempat mereka masing-masing.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..


🥰😍😘😚 Terima Kasih