The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 255. Rencana Kehancuran III


Penyusup tersebut telah beraksi dengan sangat lihai, dia menggunakan keahliannya menyamar dan mengganti pakaiannya menjadi pelayan Duke Simons dan menanyakan kepada beberapa pelayan senior tentang keberadaan ruang kerja Duke Simons.


Setelah mendapatakn letak dan posisi yang akurat keberadaan ruang kerja Duke Simons. Cell mulai mengumpulkan informasi tentang keberadaan Duke Simons. Cell yang mengetahui bahwa saat ini Duke Simons tak berada di Kediamannya pun memulai rencananya untuk mengambil kertas yang diinginkan oleh Shiena.


Cell yang telah menyamar menjadi pelayan mencoba masuk ke ruang kerja Duke Simons dengan membawa alat-alat kebersihan sehingga tak akan ada yang curiga padanya. Di dalam ruang kerja Duke Simons, Cell mencari di semua tempat hingga akhirnya menemukan apa yang dicarinya. Kemudian Cell menyimpan kertas itu dan membawanya ke tempat yang sepi. Cell menduplikasi kertas itu menggunakan alat sihir hingga menyerupai aslinya. Setelah selesai, Cell kembali masuk ke ruang kerja Duke Simons dan meletakkan kembali kertas yang telah dipalsukan ke tempat semula.


Setelah selesai dengan tugasnya, Cell mengganti kembali pakaiannya menjadi pelayan dari Baron Fromboo. Cell kemudian mencari celah untuk berbicara dengan Baron Fromboo hingga akhirnya Cell berhasil memberi tau bahwa misi telah berhasil dikerjakan.


Baron Fromboo yang memang sudah tak tahan berada di Kediaman Duke Simons sambil melayani Anastasya pun mencari alasan agar bisa pergi dengan cepat. Baron Fromboo sangat tidak menyukai Anastasya karena Anastasya sama sekali tak mengerti tentang Perhiasan yang mewah, mahal dan elegan. Anastasya hanya tau jika perhiasan itu memiliki batu yang besar sudah pasti mahal dan bagus sehingga membuat Baron Fromboo frustasi.


Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya Anastasya berhasil dibujuk oleh Baron Fromboo untuk memilih perhiasan yang disarankannya. Anastasya kemudian membayar semua tagihannya lalu Baron Fromboo pun memerintahkan kepada semua pelayannya untuk membereskan semua perhiasan yang dibawa untuk dibawa kembali ke Toko.


Ketika sampai di Toko, Baron Fromboo segera memerintahkan asistennya untuk membawa pena dan kertas. Dengan cepat Baron Fromboo menuliskan surat kepada Shiena bahwa semuanya telah berhasil dilaksanakan.


Baron Fromboo memerintahkan pelayan yang biasa menjadi kurir surat untuk segera menyampaikan suratnya kepada Shiena. Baron Fromboo kemudian memanggil Cell untuk meminta berkas yang didapatkannya. Lalu, Baron Fromboo segera pergi ke Restoran yang menjadi tempat pertemuan mereka.


Shiena yang mendapatkan surat dari Baron Fromboo pun tersenyum puaa karena semua telah berjalan sesuai rencana. Shiena kemudian mengajak kedua pelayannya, Marry dan Ana untuk ikut bersamanya pergi menemui Baron Fromboo. Marry yang terlihat sangat senang dan bersemangat karena akhirnya dapat bertemu kembali dengan pujaan hatinya setelah sekian lama.


Baron Fromboo yang telah dengan sengaja memesan ruangan pribadi di Restoran tersebut hanya tinggal menunggu kedatangan Shiena. Tak lama kemudian, Shiena pun datang bersama Marry dan Ana. Baron Fromboo yang telah lama tak bertemu Marry selalu mencuri pandang dan berharap dapat berbicara dan menghabiskan waktu bersama. Shiena ingin membiarkan mereka tapi saat ini dirinya sedang membutuhkan bantuan Baron Fromboo dan untuk membuat Baron Fromboo kembali fokus, Shiena memerintahkan Marry dan Ana menunggu di luar kemudian memesan tempat yang lain.


Setelah semua selesai dibereskan, Shiena memulai semuanya dengan langsung ke intinya. Shiena yang terburu-buru tak ingin membuang waktu untuk hal yang tak penting. Baron Fromboo kemudian segera mengeluarkan lembaran-lembaran kertas yang dan memberikannya pada Shiena. Dengan cepat Shiena mengambil dan membaca isinya. Shiena sangat senang karena isi lembaran kertas itu adalah semua yang diinginkannya.


Kertas itu berisi tentang kerjasama antara Gadis Suci dan Duke Simons mengenai investasi bisnis lalu kertas yang lain berisi tentang kerjasama antara Raja Michael dan Duke Simons yang asli. Shiena juga meminta Baron Fromboo mengambil kertas yang berisi tentang catatan pengeluaran pengikut-pengikut Duke Simons saat berencana melakukan kudeta.


Shiena ingin menggunakan semua itu sebagai bukti untuk menjerat Duke Simons lalu memancing Anastasya menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya kepada semua orang terutama dihadapan Duke Simons. Shiena ingin jika Duke Simons bisa sadar jika selama ini telah dimanfaatkan oleh Anastasya lalu dirinya akan menyesal seumur hidup tapi semua telah terlambat.


Setelah selesai dengan urursannya dengan Baron Fromboo, Shiena yang mengerti jika Marry dan Baron Fromboo membutuhkan waktu untuk melepas rasa kangen mereka pun membuat alasan agar Marry bisa ikut dengan Baron Fromboo.


"Marry, bisa kau bantu aku?" tanya Shiena.


"Tenti saja, Nona." jawab Marry.


"Aku ingin kau pergi ke Toko Perhiasan bersama Baron Fromboo. Bawakan aku beberapa sample perhiasan dan juga design terbaik yang ada disana. Aku ingin memakainya untuk Acara Kedewasaan Kaksar Franz. Apa kau bisa melakukannya? " perintah Shiena.


"Ya Nona. Saya akan melakukannya." ucap Marry bersemangat.


"Baik, Nona." ucap Ana.


Shiena dan Ana pun kembali ke Kediaman Carrole. Ana tak banyak bicara. Dia hanya diam dan melihat keluar jendela. Sementara Shiena fokus dengan lembaran-lembaran kertas yang ada di tangannya dengan sesekali melihat Ana dan membaca fikirannya. Shiena tau jika Ana merasa iri pada Marry yang dapat berkencan dengan Baron Fromboo tapi Shiena tak ingin ambil pusing masalah itu karena baginya ada hal lain yang lebih membutuhkan perhatian khususnya.


Ketika sampai di Kediaman Carrole, Shiena bergegas kembali ke kamarnya. Shiena meminta Ana untuk tidak mengganggunya. Shiena juga memberikan jatah libur pada Ana pada sisa hari itu. Ana yang tak tau harus merespon apa hanya diam termenung. Shiena pun memberikan kode yang akhirnya dapat dimengerti oleh Ana yang mana Ana diizinkan keluar Kediaman Duke pada hari itu yang artinya dirinya diizinkan untuk berkencan juga.


Shiena yang merasa tidak terbebani lagi pun mulai fokus dengan rencananya. Shiena kemudian memakai pakaian Gadis Suci dan pergi ke Istana Kekaisaran menemui Kaisar Franz. Shiena sengaja memberikan lembaran surat itu pada Kaisar Franz agar dirinya dapat melakukan sesuatu yang tepat.


Shiena tak ingin turun tangan sendiri karena dirinya tak ingin menarik perhatian banyak orang. Bagi Shiena pengumuman dirinya sebagai Gadis Suci tidak diperlukan sekarang. Dirinya akan mengumumkan hal ini jika dirasa tak memiliki jalan lain selain menggunakan kekuatan pribadi dan dukungan dari Rakyat serta dua organisasi besar yang menjadi pendukung utamanya.


Shiena yang telah sampai di Istana tiba-tiba masuk ke ruang kerja Kaisar Franz tanpa permisi. Kaisar Franz yang kaget karena tak menyangka jika Shiena dapat masuk dan datang tanpa terdeteksi. Kaisar Franz mulai merasa takut dengan kekuatan yang dimiliki Shiena sehingga tak ingin melakukan hal bodoh dengan memprovokasi Shiena.


"Apa ada sesuatu yang penting hingga Lady datang kemari tanpa pemberitahuan terlebih dahulu." ucap Kaisar Franz sopan.


"Aku ingin menyampaikan dan memberikan ini padamu tapi sebelumnya aku minta maaf untuk kelancanganku." ucap Shiena sopan.


Kaisar Franz pun berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah Shiena. Lalu mengambil kertas yang ada ditangan Shiena kemudian membacanya. Kaisar Franz sangat terkejut dengan semuanya.


"I-ini!" ucap Kaisar Franz tak percaya.


"Itu semua adalah bukti jika Duke Simons melakukan pemberontakan. Yang Mulia bisa menggunkan itu untuk menghukum mereka." ucap Shiena percaya diri.


"Terima kasih. Saya janji akan menyelesaikan semuanya dengan cepat dan rapi." janji Kaisar Franz.


"Bagus." ucap Shiena.


Shiena yang merasa tak memiliki urusan lagi pun berencana ingin pergi secepatnya karena takut akan ketahuan. Shiena yang telah mengakui perasaannya menjadi sulit mengendalikan dirinya jika berdua dengan Kaisar Franz karena detak jantungnya terus berdetak semakin kencang apalagi saat jarak antara dirinya dan Kaisar Franz kurang dari satu meter.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..


🥰😍😘😚 Terima Kasih