
Shiena yang tak menyangka akan bertemu Kaisar Franz merasa sangat gugup karena telah beberapa hari tidak bertemu. Kaisar Franz yang akhirnya dapat melihat Shiena menjadi sangat senang. Kaisar Franz telah sangat bosan berada seharian di dalam Ruang Kerjanya bersama tumpukan kertas yang tidak ada habisnya.
Kaisar Franz yang sedang pergi bersama bawahannya untuk melakukan pekerjaan memerintahkan bawahannya untuk pergi duluandan meninggalkannya sendiri karena Kaisar Franz ingin melepas rasa rindunya pada Shiena tapi bawahan Kaisar Franz sedikit keberatan. Kaisar Franz yang tak ingin dibantah melotot tajam ke arah bawahannya yang membuat mereka terpaksa menurut jika tak kehilangan nyawanya juga nanti.
Kaisar Franz yang merasa situasinya sangat canggung padahal mereka adalah sepasang kekasih membuat Kaisar Franz bingung ingin mengatakan apa dan begitu pula dengan Shiena yang hanya diam saja menunggu Kaisar Franz memulai pembicaraan.
Kaisar Franz yang telah menyelidiki semua tentang Shiena setelah mengakui perasaannya menjadi khawatir. Kaisar Franz tau jika ada dua laki-laki yang selalu ada di sekitar Shiena yaitu Tuan Muda Alphonso yang pernah menjadi gurunya dan Marquess Laurence yang merupakan keponakan dari sahabat Nyonya Carrole.
Kaisar Franz yang memiliki perasaan cemburu dan takut kehilangan ingin sekali meminta Shiena untuk menghindari mereka semua tapi karena Kaisar Franz melihat Shiena yang tetap memilihnya dan tak menganggap perasaan pria lain membuatnya menjadi sedikit tenang.
Kaisar Franz yang awalnya hanya diam beberapa saat di tempat akhirnya mengajak Shiena untuk berjalan-jalan sebentar di salah satu Taman Istana yang sangat indah. Shiena dengan senang hati setuju karena memang telah lama tak bertemu Kaisar Franz yang membuatnya memiliki perasaan rindu yang sama.
Kaisar Franz kemudian mengajak Shiena duduk di salah satu kursi dibawah pohon di Taman itu. Kaisar Franz yang memiliki perasaan bersalah karena tak bisa menjadi orang pertama yang melindungi Shiena dan tanpa fikir panjang Kaisar Franz kemudian meminta maaf lada Shiena dengan kepala tertunduk untuk menunjukkan ketulusannya meminta maaf.
"Maaf. Maafkan aku yang tak bisa menjadi orang yang dapat melindungimu dan keluargamu." ucap Kaisar Franz sedih.
Shiena yang telah bosan dengan kata maaf hanya mengabaikannya tapi merasa tak tega karena Kaisar Franz mengatakannya dengan ekspresi yang bisa membuat orang pilu lalu untuk menghindari tatapan itu Shiena pun membuat alasan dengan cara mengajak Kaisar Franz untuk makan siang bersama.
"Aku akan memaafkanmu tapi dengan satu syarat." ucap Shiena.
"Apa?" tanya Kaisar Franz bersemangat.
"Aku lapar sekali. Apa kita bisa makan siang bersama?" tanya Shiena.
"Tentu saja." jawab Kaisar Franz cepat.
Kaisar Franz kemudian memanggil Kepala Pelayan Istana dan segera memerintahkannya untuk menyiapkan makan siang yang lezat, mewah dan tentunya dengan bahan yang berkualitas tinggi untuk dirinya sendiri dan Shiena. Kaisar Franz ingin menghidangkan menu makanan terbaik untuk Shiena karena ini pertama kalinya Shiena makan siang di Istana bersama dengannya.
Ketika makan siang telah siap, Kaisar Franz mengajak Shiena untuk pergi. Pelayan yang melayani mereka dengan cekatan. Satu per satu makanan di ganti dan setiap menu yang dihidangkan selalu saja membuat Shiena merasa semakin lapar. Kaisar Franz yang melihat ekspresi Shiena sangat senang dan puas.
Ketika makan sianh itu hanya tersisa satu menu penutup terakhir, Kaisar Franz memberi kode kepada semua pelayan keluar dan meninggalkan mereka berdua sendirian di ruang makan itu. Kaisar Franz pun menghabiskan waktunya berdua bersama Shiena sambil tertawa dan melihat tawa Shiena sedikit beban di fikiran Kaisar Franz seperti pergi tak tau kemana.
Namun, tiba-tiba ingatan tentang Shiena yang sedang berlari menangis dan memeluk Tuan Muda Alphonso dan Marquess Laurence yang terluka saat Perang lagi-lagi membuat Kaisar Franz menjadi goyah dan rapuh. Perasaan marah, kesal, cemburu dan takut kehilangan itu muncul sehingga Kaisar Franz tak sengaja membuat Shiena marah.
'Apakah aku pantas untuknya? Aku sangat mencintainya dan tak menginginkan wanita lain bersamaku selain dirinya tapi aku sadar jika aku tak pernah berada diwaktu yang tepat untuk dapat melindunginya.' fikir Kaisar Franz.
"Bisakah kita batalkan saja rencana untuk pertunangan kita nanti?" tanya Kaisar Franz tiba-tiba.
Shiena yang membaca fikiran Kaisar Franz dan juga mendengar langsung perkataan Kaisra Franz tak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak marah. Shiena merasa kecewa karena Kaisar Franz seolah tidak yakin akan perasaannya sendiri.
Lalu, Shiena yang marah segera berdiri kemudian menggrebak meja. Tanpa aba-aba apapun Shiena langsung pergi dan keluar dari Ruang makan itu. Kaisar Franz yang bingung dengan sikap Shiena tidak tinggal diam saja. Kaisar Franz ikut berdiri dan mengejar Shiena.
Shiena yang tak ingin bicara dengan Kaisar Franz menyadari jika saat ini Kaisar Franz sedang mengejarnya. Shiena yang tak ingin melihat wajah Kaisar Franz sementara waktu menggunakan Sihir Angin untuk kabur dan melesat dengan cepat.
Tak terduga, Shiena yang tak memiliki rencana apapun tak sadar jika dirinya telah pergi sampai ke Hutan Kesepian. Shiena yanh berfikir jika Kaisar Franz telah kehilangan jejaknya menghentikan Sihirnya dan memutuskan berjalan sebentar di dalam Hutan kesepian.
Namun, tiba-tiba Kaisar Franz datang dan langsung menangkap tangan Shiena dan menariknya hingga berbalik dan memeluknya dengan sangat erat. Kaisar Franz menggunakan Sihir Gelap untuk mengejar Shiena meskipun tak terkejar jika Shiena tak memutuskan berhenti tapi akhirnya berhasil mengejar dan mendapatkan Shiena.
Shien yang berusaha ingin melepaskan diri dari Kaisar Franz terus memberontak. Kaisar Franz yang merasa dirinya telah salah dan bahkan menyakiti orang yanh dicintainya segera melepaskan Shiena dari pelukannya.
Shiena yang merasa kesal langsung menjauh setelah Kaisar Franz tak memeluknya lagi. Sebelum Shiena meluapkan amarahnya, Kaisar Franz telah terduduk dengan cara berlutut di hadapan Shiena dan membuat Shiena menjadi sangat terkejut.
Kaisar Franz yang takut kehilangan Shiena mengungkapkan semua keresahan yang ada di hatinya dan mengungkapkan perasaannya. Kaisar Franz juga meminta maaf untuk ucapannya yang membuat Shiena marah dan sakit hati.
"Maaf, maafkan aku. Aku... Aku terlalu cemburu sehingga tak memikirkan perasaanmu. Aku takut jika kau akan meninggalkanku karena aku tak bisa hidup tanpamu." ucap Kaisar Franz.
"...." Shiena diam mendengarkan.
"Harta, kekayaan dan kekuasaan yang aku miliki tak bisa dibandingkan denganmu. Percuma jika aku memiliki semuanya tapi kau tak berada di sampingku. Aku ingin kau selalu di dekatku. Aku membutuhkanmu Shiena." ucap Kaisar Franz.
"Aku tak memiliki hubungan apapun dengan mereka." ucap Shiena membela.
"Aku tau tapi apa lah dayaku yang tak bisa mengatur perasaanku." ucap Kaisar Franz.
"...." Shiena diam.
'Aku tak menyangka jika seorang Kaisar dari salah satu Kekaisaran terbesar di benua ini yang terkenal kejam dan bahkan bisa menghukum saudaranya sendiri dengan hukuman mati dapat mengatakan hal ini padaku.' ucap Shiena dalam hati.
Shiena yang mendengarnya menjadi yakin bahwa perkataan Kaisar Franz sebelumnya tidak lah serius. Perkataan itu terjadi karena dirinya yang sedang emosional.
"Aku tau. Maafkan aku. Aku melakukannya karena aku telah terlalu mencintaimu. Aku mohon jangan marah padaku." ucap Kaisar Franz.
"Aku tidak marah padamu Franz." ucap Shiena.
"Benarkah?" tanya Kaisar Franz terkejut.
"Tentu saja dan apa kau tau alasannya? Kenapa?" tanya Shiena.
"...." Kaisar Franz diam.
"Itu karena aku juga mencintaimu" ucap Shiena.
Kaisar Franz yang mendengarnya langsung memeluk Shiena. Kaisar Franz yang selama ini berfikir jika Shiena tak sepenuhnya menjadi miliknya dan bahkan Kaisar Franz berfikir jika cintanya hanya berjalan satu arah tak menyangka jika cintanya berbalas.
'Benar! Ini lah yang aku butuhkan. Hanya kamu!' ucap Kaisar Franz dalam hati.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih