The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 85. Kesadaran Shiena


Shiena yang telah tersadar pun kembali ke dunia nyata bersama kedua orang tuanya.


Tatapan mata Shiena yang seolah kosong itu perlahan memiliki cahaya kembali. Raut wajah Shiena yang awalnya sangat pucat menjadi cerah kembali.


Duke Carrole, Duchess Carrole dan Raja Terdahulu Kai yang melihat perubahan yang terjadi pada Shiena menjadi semakin senang.


Duke Carrole yanh mengetahui bahwa Shiena telah kembali sadar langsung memanggil Zee masuk ke dalam dan memerintahkannya memanggil dokter.


Zee yang telah bersiap pun langsung segera menjalankan semua perintah Duke Carrole.


Semua kesatria, dayang dan pelayan yang telah mengetahui bahwa Nona Shiena telah sadar kembali menjadi sangat senang dan bersemangat kembali.


Pelayan dapur langsung bergegas ke dapur dan memasakkan semua makanan enak yang bergizi dan makanan kesukaan Shiena.


Semua pelayan yang bertugas melakukan pemberisahan di Manor utama langsung bergegas membersihkan semua tempat agar tampak bersih dan indah agar ketika Nona Shiena bisa keluar dari kamarnya dana melihat semua ruangan menjadi bersih dan akan menjadi sangat senang dan benar-benar bisa sehat kembali.


Pelayan taman pun tidak mau kalah, mereka merias taman menjadi sangat indah. Mereka menanam berbagai bunga yang indah dan wangis sehingga ketika Nona Shiena berjalan di taman, perasaannya menjadi sangat senang.


Tak butuh waktu lama, Dokter pun sampai di manor utama dan masuk ke kamar Shiena. Dokter memeriksa Shiena dan menyatakan bahwa Shiena telah sadar kembali dan saat ini tubuhnya sangat lemah dan membutuhkan waktu istirahat yang cukup dan makanan yang bergizi dan sehat.


Setelah memeriksa Shiena, Dokter pun pergi di antar oleh Zee. Raja Terdahulu Kai dan Duke Carrole pun pergi dari kamar Shiena dan membiarkannya beristirahat.


Duchess Carrole yang tak kuasa menahan bahagianya tak ingin pergi dari sisi Shiena sehingga dia memilih tetap berada di kamar Shiena dan membantunya.


Shiena pun di antar pelayan untuk mandi lalu Duchess pun menemani Shiena dengan membantunya bersiap. Setelah semua selesai, pelayan datang membawa makanan. Duchess pun membantu menyuapi Shiena.


Hubungan antara ibu dan anak itu terlihat jelas sangat dekat dan akrab. Semua pelayan yang melihat menjadi sangat iri karna kasih sayang yang begitu besar dari Duchess Carrole untuk Nona Shiena.


"Ibu sangat senang melihatmu bisa kembali seperti semula lagi." ucap Duchess Carrole.


"Aku juga sangat senang bisa melihat ibu dan ayah. Hmmm, kenapa kakek ada disini ibu?" tanya Shiena.


"Ah, iya ibu belum menceritakan semua padamu ya." ucap Duchess Carrole lupa.


"...." Shiena


"Sebenarnya, dua hari yang lalu. Ibu pergi ke Kerajaan Emerald bersama Roan." ucap Duchess Carrole.


"A-Apa? Kerajaan Emerald? Itu kan jauh ibu." ucap Shiena terkejut.


"Ya, lumayan. Ibu pergi bersama Roan dengan teleportasi sehingg tidak memakan banyak waktu." ucap Duchess Carrole menjelaskan.


"Oh!" ucap Shiena mengerti.


Lalu Shiena dan Duchess Carrole berbincang lagi di balkon dengan memakan baju hangat yang cukup tebal agar tidak kedinginan.


"Ibu, jelaskan lagi bagaiman bisa kakek ada disini?" tanya Shiena mendesak.


"Baiklah. Ibu datang ke Kerajaan Emerald dan bertemu paman dan juga kakekmu. Ibu menceritakan semua yang telah terjadi. Kakek dan pamanmu sangat marah sehingga mengirim perajurit terbaiknya ke perbatasan untuk membatalkan pertunanganmu dan kakekmu ikut bersama ibu kembali ke Kekaisaran Pearl untuk menyembuhkanmu." ucap Duchess Carrole.


"Paman mengirim pasukan? Apa paman ingin terjadi perang?" tanya Shiena.


"Sebenarnya iya." ucap Duchess Carrole cuek.


"Lalu bagaimana sekarang ibu?" tanya Shiena.


"Semua sudah baik-baik saja. Pamanmu sudah menarik kembali pasukannya. Kerajaan Emerald dan Kekaisaran Pearl melakukan perjanjian damai." ucap Duchess Carrole.


"Hmmm, bagaimana dengan pertunanganku ibu?" tanya Shiena.


"Hmmm, bagaimana menurutmu? Apa kau masih ingin bersama Putra Mahkota setelah semua yang telah terjadi?" tanya Duchess Carrole.


Shiena terdiam setelah mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh Duchess Carrole karna dia tidak menyangka bahwa Duchess Carrole akan menanyakan hal itu sangat cepat.


"hahaha... Tentu saja dibatalkan." ucap Duchess Carrole.


Shiena yang mendengar hal itu, awalnya terdiam lalu tiba-tiba terkejut dan tidak percaya sekaligus senang. Di dalam lubuk hati yang paling terdalam, Shiena tidak ingin bersama Putra Mahkota apalagi jika nanti akan datang Anastasya ke dalam kehidupan Putra Mahkota.


"Be-benarkah ibu?" tanya Shiena terkejut.


"Tentu saja." ucap Duchess Carrole percaya diri.


"Terima kasih ibu." Shiena pun tersenyum lepas lalu memeluk Duchess Carrole.


"Berterima kasihlah juga pada ayah dan kakekmu. Semua ini juga karna mereka." ucap Duchess Carrole.


"Hmm, ya." ucap Shiena bersemangat.


Shiena dan Duchess Carrole melanjutkan obrolan mereka tentang semua hal yang berhubungan dengan wanita.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘