
Shiena pun mengejar Tuan Muda Alex sampai ke hutan terdalam lalu tiba-tiba Tuan Muda Alex berhenti. Tak lama kemudian, Shiena pun juga berhenti.
*Disini sudah tak ada lagi orang. Jadi aku bisa menggunakannya sekarang.* fikir Alex.
Shiena yang mendengar apa yang di fikirkan Tuan Muda Alex langsung meningkatkan kewaspadaannya.
"Sihir Kegelapan : Kutukan Kematian" ucap Alex.
Shiena yang mengetahui bahwa dirinya akan menerima sihir kegelapan pun melakukan hal yang sama.
"Sihir Kegelapan : Kutukan Berdarah Abadi" ucap Shiena.
"Aaarrrggghhhh" teriak mereka berdua bersamaan.
Saat mereka berdua berteriak kencang, seketika burung-burung yang ada di hutan itu lari bertebrangan ke langit.
Tuan Muda Roan yang mendengar teriakan dan melihat kejadian itu bergegas berlari mengejar Shiena.
Ketika dia sampai, Tuan Muda Roan melihat Shiena yang kesakitan dengan muncul tanda kutukan di keningnya dan seketika itu juga kaki dan tangannya menjadi hitam seperti membusuk.
Dilain pihak, Tuan Muda Alex pun mendapatkan serangan balasan dari Shiena. Dia juga mendapatkan sihir kutukan tapi ini lebih sadis.
Seluruh bagian tubuh Tuan Muda Alex mengeluarkan garis-garis tidak beraturan seperti heksagon berwarna merah darah dan membuatnya susah bernafas.
Tuan Muda Roan yang melihat Shiena dalam keadaan kristis pun langsung berlari menangkap tubuhnya saat mulai jatuh dan memeluknya.
"Shiena!" teriak Roan.
"...." Shiena tak ada jawaban.
Shiena terdiam saat Tuan Muda Roan memanggil namanya dan dia tau bahwa saat ini dia ada dalam pelukannya.
Shiena yang tidak bisa melakukan apapun hanya bisa pasrah dalam pelukan.
Sementara waktu sudah mendekati pagi, matahari sudah mulai perlahan muncul untuk menyinari hari itu tapi tidak ada hal baik yang terjadi.
"Shiena, bertahanlah!" ucap Roan.
"....." Shiena
Disaat yang sama, Tuan Muda Alex yang mengalami penderitaan yang tak kalah menyiksa pun bertanya.
"Ka-kau! Bagaimana bisa kau menggunakan kutukan? Apa kau bisa menggunakan sihir kegelapan juga?" tanya Alex.
"Diam kau!" teriak Roan.
"Hahaha (tawa Alex) Kau ingin menutup mulutku. Jangan harap kau bisa!" teriak Alex.
"Akan ku habisi juga kau saat ini juga" teriak Roan.
*Ini semua salahku, seharusnya aku tidak menerima saran dari Kepala Pengurus Rumah Tangga. Semua hal ini tidak akan pernah terjadi. Harusnya aku langsung menghabisinya saat tau hal ini* fikir Roan.
*Aku tidak boleh kalah disini. Aku harus melarikan diri dan mencari bantuan. Lalu akan aku habisi mereka semua, baik itu keluarga Laurence maunpun Keluarga Carrole.* fikir Alex
Shiena yang merasa kesakitan tapi dia masih memiliki kesadaran jadi dia bisa mendengar semua perkataan mereka baik secara langsung maupun fikiran mereka.
Shiena yang merasa marah karna kesombongan dan keangkuhan Tuan Muda Roan.
'Laki-laki ini sudah menerima tekhnik kutukan berdarah abadi milikku tapi masih berfikir untuk kabur dan balas dendam. Sungguh laki-laki yang menyedihkan.' ucap shiena dalam hati.
Setelah berteriak ingin menghabisi Tuan Muda Alex Tuan Muda Roan pun perlahan mencoba melepaskan pelukannya dan menurunkan Shiena agar bisa menghajar Tuan Muda Alex.
Tiba-tiba Shiena menahan tangan Tuan Muda Roan lalu berkata...
"Jangan. Kau tidak boleh menyentuhnya. Jika kau menyentuhnya makan kutukan itu juga ada padamu!" ucap Shiena lemah.
"Aku tidak peduli. Dia sudah melakukan kejahatan yang tidak terampuni. Aku harus membalasnya." ucap Roan Semangat.
'Hah, apa semua pria selalu terburu-buru dan tidak memikirkan akibat yang akan dia terima kedepannya. Merepotkan!' ucap Shiena dalam hati dengan kesal.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘