
Keesokan harinya, Bangsawan dan Rakyat biasa yang telah mengetahui apa yang terjadi selama perang berlangsung dari Surat Kabar dan berita yang beredar bergegas pergi ke Istana Kekaisaran untuk melihat keadaan keluarga mereka yang terluka selama Perang.
Kaisar Franz yang mengetahui situasi ini dari Kesatria Penjaga yang melapor segera memberikan perintah untuk membiarkan Kesatria yang terluka ringan dan telah pulih dari sakitnya diizinkan pulang ke rumah mereka masing-masing tapi Kesatria itu harus didata terlebih dahulu sebelum pulang. Lalu, Kaisar Franz juga memberikan perintah bahwa Kesatria atau Bangsawan yang terluka bisa dijenguk oleh Keluarganya tapi hanya boleh dijenguk oleh dua orang saja untuk menjaga keadaan tetap kondusif.
Shiena yang menunggu Duke Carrole di Ruang Perawatan dari Perang berakhir hingga sekarang tak berhenti terus menjenguk Marquess Laurence dan Tuan Muda Alphonso di Ruangan mereka masing-masing. Sementara itu, Duchess Carrole sebagai Nyonya Keluarga Carrole tetap berada di Kediaman untuk mengambil alih tugas Duke Carrole selama tak berada di tempat.
Keesokan paginya ketika semua keadaan telah kondusif Duchess Carrole memilih untuk pergi ke Istana untuk melihat keadaan Duke Carrole dan menyerahkan sisa tugas kepada Kepala Pelayan Rumah Tangga Keluarga Carrole.
Ketika sampai di Istana ternyata Duke Carrole baru saja sadar setelah tertidur selama seharian. Meskipun luka yang ada di tubuh Duke Carrole belum pulih sepenuhnya Duchess Carrole dan Shiena sangat senang. Duchess Carrole yang telah berada pada kondisi prima menggunakan Sihir Cahaya miliknya bersamaan dengan Sihir Cahaya milik Shiena untuk menutupi luka yang ada di dada Duke Carrole.
Setelah satu jam berlalu, akhirnya luka yang ada di dada Duke Carrole perlahan sembuh. Duchess Carrole memutuskan untuk membawa pulang dan merawat Duke Carrole di Kediaman Carrold. Duke Carrole juga ternyata menyetujuinya karena Duke Carrole merasa tidak nyaman berada di Ruang Perawatan Istana.
Shiena yang diminta untuk pulang bersama terpaksa menolak karena ingin bisa merawat Tuan Muda Alphonso dan Marquess Laurence. Duchess Carrole dan Duke Carrole yang bingung apa yang dikatakan Shiena hanya bisa saling berpandangan. Shiena yang mengetahuinya setelah membaca fikiran Duke Carrole dan Duchess Carrole akhirnya menjelaskan semuanya bahwa pada saat itu Tuan Muda Alphonso dan Marquess Laurence telah mengorbankan dirinya untuk menyelamatkannya sehingga saat ini mereka dalam keadaan yang kritis.
Duke Carrole dan Duchess Carrole yang mengerti alasan Shiena pun akhirnya setuju tapi sebelum kembali Duchess Carrole pergi bersama Shiena untuk melihat keadaan Marquess Laurence dan Tuan Muda Alphonso dan setelah menjenguk Duchess Carrole membawa Duke Carrole kembali ke Kediaman Carrole dibantu Jenderal Kediaman Carrole.
Shiena yang telah selesai mengantar kepulangan Duke Carrole dan Duchess Carrole berencana melihat keadaan Tuan Muda Alphonso terlebih dahulu Lalu pergi ke Ruang Istirahat Marquess Laurence.
Sementara itu, Bersamaan dengan Duke Carrole yang telah sadar ternyata Duke Watson pun telah sadar. Duke Watson yang ingat jika di detik-detik terakhir saat dirinya diserang Tuan Muda Alphonso datang membantu. Duke Watson yang penasaran akan keadaan Tuan Muda Alphonso menanyakan hal ini pada Dokter dan Perawat yang sedang memeriksa keadaannya.
"Dimana Putraku?" tanya Duke Watson.
"Tuan Muda Alphonso sedang beristirahat di Ruang Perawatan, Tuan." ucap Dokter Kekaisaran.
"Apakah dia baik-baik saja?" tanya Duke Watson yang terdengar sedikit khawatir.
"...." Dokter Kekaisaran diam.
Perawat Kekaisaran yang ternyata memiliki perasaan pada Tuan Muda Alphonso tak bisa diam saja sehingga Perawat itu menjelaskan semua yang diketahuinya pada Duke Watson. Duke Watson yang mengetahuinya hanya diam saja tapi berbeda dengan Duchess Watson yang tiba-tiba datang dan mendengar apa yang dikatakan Perawat Kekaisaran.
"Maafkan kelancangan saya, Tuan Duke. Apakah saya boleh menjelaskannya?" tanya Perawat Kekaisaran.
"Katakanlah." perintah Duke Watson.
"Tuan Muda Alphonso saat ini belum sadarkan diri setelah terkena tebasan pedang oleh Kesatria Duke Simons saat sedang melindungi Lady Shiena Ve Carrole yang sedang menyembuhkan Duke Carrole yang terluka." ucap Perawat Kekaisaran.
"Apa?" teriak Duchess Watson dibelakang Duke Watson, Dokter Kekaisaran dan Perawat Kekaisaran.
Perawat Kekaisaran yang tekejut akan kedatangan Duchess Watson secara tiba-tiba segera bersujud dan meminta maaf. Duchess Watson yang marah pada Shiena tak ingin menyalahkan orang yang tak bersalah apalagi orang itu mengatakan kebenaran maka Duchess Watson segera memaafkan Perawat tersebut.
"Nama saya Sheira, Nyonya." ucap Perawat Kekaisaran.
Duchess Watson kemudian memberikan gelang yang ada di tangannya kepada Perawat tersebut dan memerintahkan Perawat itu untuk terus menjaga Putranya. Perawat tersebut sangat senang dan segera mengangguk tanda setuju.
Lalu Duchess Watson bersama Duke Watson pergi ke Ruang Perawatan Tuan Muda Alphonso. Duchess Watson yang melihat keadaan Tuan Muda Alphonso yang tak sadarkan diri karena terluka pun menangis. Duchess Watson hanya bisa berdoa agar Putranya segera sadar dan lekas sembuh.
Lalu, tiba-tiba Tuan Muda Alphonso pun tersadar dari tidurnya dan melihat Duke Watson, dan Duchess Watson ada didepannya. Duchess Watson yang tau segera menghampiri dan memeluk Tuan Muda Alphonso.
Setelah melepas pelukan, Duchess Watson bergegas pergi untuk menemui Shiena dan memarahinya. Duchess Watson sudah dari awal tidak mengizinkan Tuan Muda Alphonso berhubungan dengan Shiena dan setelah kejadian ini Duchess Watson semakin melarang hubungan itu.
Tuan Muda Alphonso yang tau segera melarang dan memohon kepada Duchess Watson agar tidak melakukannya. Lalu, tiba-tiba karena merasa tertekan Tuan Muda Alphonso pun merasakan sakit pada dadanya. Duchess Watson dan Duke Watson segera memanggil Dokter Kekaisaran dan Perawat Kekaisaran.
Dokter Kekaisaran dan Perawat segera datang dan segera memeriksa keadaan Tuan Muda Alphonso. Setelah beberapa menit, Dokter Kekaisaran memberikan penjelasan bahwa keadaan Tuan Muda Alphonso dalam keadaan kritis. Dokter Kekaisaran meminta kepada Keluarga Duke Watson untuk menyediakan Golongan darah yang sama dengan Tuan Muda Alphonso.
Duchess Watson yang tau jika hanya Duke Watson yang memiliki golongan darah yang sama dengan Tuan Muda Alphonso menjadi semakin bingung karena saat ini Duke Watson sedang terluka dan tak bisa mendonorkan darah sementara Tuan Muda Alphonso membutuhkannya saat ini juga.
Dokter Kekaisaran yang tak mampu mendapat bantuan dari Murid Menara Sihir untuk mempertahankan detak jantung yang tak beraturan karena kekurangan aliran darah ke jantung.
Shiena yang tau jika Tuan Muda Alphonso sedang kritis dan membutuhkan bantuan bergegas menemui Tuan Muda Alphonso tapi ketika sampai di Ruang Perawatan Duchess Watson melarang Shiena untuk menemui Tuan Muda Alphonso.
Shiena yang merasa jika semua ini salahnya memohon kepada Duchess Watson untuk mengizinkannya tapi Duchess Watson bersikeras menolak. Lalu, tiba-tiba Dokter Kekaisaran datang dan mengatakan jika Tuan Muda Alphonso membutuhkan darah itu sekarang. Shiena yang penasaran segera bertanya dan setelah Shiena tau jika golongan darahnya dan Tuan Muda Alphonso sama. Shiena mengajukan diri untuk mendonorkan. Duchess Watson yang tak ingin Shiena membantu tak memiliki pilihan lain kecuali menerimanya
Proses pendonoran darah berlangsung lama, Shiena yang masih lemas tetap berbaring di ranjangnya sementara Duke Watson dan Duchess Watson tetap berada di Ruang Perawatan menunggu Tuan Muda Alphonso sadar.
Setelah beberapa menit berlalu, Tuan Muda Alphonso pun sadar. Tuan Muda Alphonso yang melihat ada kantong darah yang mengalir ke dalam tubuhnya menyadari jika ada seseorang yang telah mendonorkan darahnya. Tuan Muda Alphonso yang penasaran segera bertanya kepada kepada Duchess Watson dan Duke Watson tapi tak ada yang menjawab.
Tuan Muda Alphonso pun bertanya pada Dokter yang merawat saat keduanya keluar. Dokter pun menjelaskan bahwa Shiena yang telah melakukan itu untuknya. Tuan Muda Alphons menjadi senang karena ternyata saat ini meskipun hati dan tubuh mereka tidak bisa bersatu tapi darah mereka telah bersatu dan bercampur di dalam tubuh Tuan Muda Alphonso.
Shiena yang telah merasa baikan segera pergi menemui Tuan Muda Alphonso. Shiena yang melihat Tuan Muda Alphonso telah sadar tak sadar mengeluarkan air mata. Shiena sangat senang melihat Tuan Muda Alphonso dapat melewati masa kritisnya.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih