The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 121. Ronde Ketiga Part 1


Shiena yang telah bersiap untuk datang ke Pertandingan Ujian Menara Sihir dipanggil oleh Duke Carrole di ruang kerjanya. Shiena pun bergegas pergi menemui Duke Carrole yang ternyata telah ada Duchess Carrole juga disana.


"Kapan kau akan menyembuhkan temannu itu?" tanya Duke Carrole.


"Ntahlah ayah. Aku tak tau. Aku tak ingin terburu-buru apalagi jika itu tidak terlalu mendesak dan nyawanya tidak sedang terancam jika tidak dibantu segera." jawab Shiena santai.


"Baguslah. Jangan gegabah mengambil keputusan. Ayah tak ingin ada orang yang tau jika kau menyembuhkannya." ucap Duke Carrole.


"Baik ayah." ucap Shiena.


"Apa kau akan pergi?" tanya Duke Carrole.


"Iya ayah. Aku akan melihat pertandingan Kak Roan." jawab Shiena.


"Begitu rupanya. Baiklah. Kau boleh pergi sekarang." ucap Duke Carrole.


"Terima Kasih ayah." ucap Shiena.


Shiena pun pergi ke Gedung Pertandingan langsung bersama Zee dan Marry. Shiena tidak pergi ke Kediaman Laurence untuk pergi bersama karena mereka telah sepakat untuk bertemu di Gedung Pertandingan.


Ketika sampai Shiena melihat lambang Keluarga Laurence dan langsung pergi kesana untuk bertemu Tuan Muda Roan dan Nyonya Maria. Shiena pun dari kereta kudanya lalu memberi salam kepada Nyonya Maria dan Tuan Muda Roan.


Mereka pun masuk ke dalam Gedung Pertandingan dimana tempat Ujian Menara Sihir dilaksanakan namun ketika sampai terdapat banyak sekali perubahan Gedung itu. Awalnya Gedung itu terlihat seperti bangunan Gedung biasa tapi sekarang terlihat seperti sebuah stadion yang besar.


Tuan Muda Roan pun berpisah dengan Nyonya Maria dan Shiena dan berlalu menuju Ruang Peserta. Nyonya Maria dan Shiena berjalan menuju tempat duduk yang tersedia. Didepan tempat duduk itu terdapat penghalang yang tak kasat mata jika tidak diperhatikan dengan jelas mungkin fungsinya untuk melindungi serangan nyasar dari peserta pertandingan.


Arena pertandingan berubah menjadi sangat besar bahkan dua kali lipat lebih besar dari arena pertandingan kemarin, serta tempat duduk penonton menjadi semakin besar dan dalam waktu singkat telah penuh dengan penonton. Penonton terdiri dari empatkelas yaitu Kelas VVIP untuk Penatua Menara Sihir, Guru Menara Sihir dan Pemimpin Negara, Kelas VIP untuk Keluarga Peserta Ujian Menara Sihir, Kelas Premium untuk Murid Menara Sihir dan Kelas Biasa untuk orang diluar itu semua.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya pertandingan dimulai. Pertandingan Ronde ketiga dimulai dengan Pertandingan antara Wax melawan Carl. Carl yang telah menunggu lama untuk hal ini menjadi semakin bersemangat. Carl sangat ingin membalaskan dendam Catherine. Carl ingin sekali mengalahkan Wax dalam pertandingan ini dan menjadi Juara. Tuan Muda Roan dan James memperingatkan Carl untuk lebih berhati-hati dan jangan sampai terkena sambaran petir milik Wax karena itu akan sangat berbahaya.


Carl adalah pemilik Sihir Api sedangkan Wax adalah pemilik Sihir Air dan Angin serta dapat menggabungkan Sihir menjadi Sihir Petir. Wax yang tak ingin menyia-nyiakan waktu langsung menggunakan Sihir Petir dan membuat area stadion menjadi gelap dan di atas arena telah terkumpul awan hitam yang sangat besar. Awan itu menyambarkan petir berkali-kali ke Carl tapi semua dapat dihindari.


Wax yang tenang sejak awal menjadi kesal karena petirnya tak dapat mengenai tubuh Carl, akhirnya Wax mengeluarkan lima petir secara bersamaan dan menyambar Carl. Carl masih bisa menghindari empat petir lainnya tapi di petir terakhir Carl ceroboh dan terjatuh dan petir kelima hampir menyambarnya jika Carl tidak mengeluarkan Sihir Api nya dan menembakkannya ke lantai Arena untuk membuatnya bergerak.


"Itu hampir saja. Untunglah aku masih bisa menghindar. Aku tidak boleh terkena petir itu." ucap Carl merasa lega.


"Kau hanya beruntung." ucap Wax dengan senyum mengejek.


Lalu Wax mengeluarkan Tekhnik Sihir Airnya dan membasahi seluruh arena pertandingan dan mengeluarkan Tekhnik Anginnya untuk membuat dirinya terbang dan tidak terkena Air. Setelah itu Wax mengeluarkan Sihir Petirnya sebanyak sepuluh buah kali ini dan menyambar ke Air. Air adalah media rambatan aliran listrik terbaik, karena petir juga merupakan bagian dari listrik sehingga itu bisa dilakukan.


Carl merasa sangat kebingungan. Carl mencoba mengeluarkan Tekhnik Sihir Api terbaiknya dan mencoba menguapkan air itu tapi ternyata air itu tak menguap semuanya dan masih menyisakan air yang sangat sedikit. Ketika Carl akan mengeluarkan Sihir Apinya dan menguapkan air itu sekali lagi, semua sudah terlambar. Kesepuluh petir telah menyambar air di arena terlebih dahulu dan menjadi aliran listrik dan mengenai kaki Carl yang telah basah karena air.


Semua penontn bersorak gembira dengan kemenangan Wax sementara James dan Tuan Muda Roan menjadi panik dan cemas takut terjadi sesuatu pada sahabatnya. Tuan Muda Roan dan James pun menaiki arena pertandingan dan mengguncangkan tubuh Carl tapi tak ada jawaban. Petugas medis telah datang dan membawa Carl.


"Jangan khawatir. Kami akan menangani ini sekarang." ucap perawat.


"Terima kasih. Tolong kabari kami jika terjadi sesuatu." ucap Tuan Muda Roan.


"Baiklah.


Petugas medis itu pun pergi berlalu membawa Carl dan Pertandingan kedua pun segera dimulai setelah semua peserta turun dari arena.


Nyonya Maria sudah menjadi sangat cemas dan takut terjadi sesuatu. Shiena yang mencoba membaca fikiran perawat itu menjadi semakin khawatir karena perawat itu berfikir bahwa Carl akan bernasib sama dengan Catherine.


Pertandingan kedua pun dimulai yaitu pertandingan antara James melawan Brooker. Brooker adalah teman satu tim Tuan Muda Roan saat pertandingan Ronde kedua serta orang yang berhasil selamat dari petir Wax. Brooker adalah pemilik Sihir Tanah.


Pertandingan antara James dan Brooker terlihat seimbang menurut sebagian penonton tapi tidak penonton lainnya. Brooker sadar terdapat jarak pemisah yang sangat besar antara dirinya dan James. Selama pertandinga, James hanya menggunakan satu Sihir yaitu Sihir Angin sehingga Brooker masih bisa mengimbangi karena Sihir Angin dan Sihir Tanah adalah Sihir yang saling bertentangan.


Namu, James yang merasa telah terlalu lama menahan diri mengubah pola serangannya. James menggunakan Sihir Angin dan Sihir Air secara bersamaan menggunakan tangan kanan dan tangan kirinya. Brooker yang selama ini bisa mengimbangi sekarang terlihat kewalahan.


"Ayo segera selesaikan!" ucap penonton.


James yang mendengar permintaan penonton hanya bisa menghela nafas dan menyetujuinya karena sebenarnya James telah bosan dengan pertandingan ini. Menurutnya, Pertandingan ini sangat mudah dan seperti melawan semut saja.


James pun mengeluarkan Tenhnik Penggabungannya Sihir Es. James mengubah kondensi Es menjadi jarum-jarum kristal es yang turun dari atas dengan jumalah ribuan. brooker yang coba melindungi dirinya menggunakan Sihir Tanah lalu membuat pertahanan berbentuk bola raksasa yang terbuat dari tanah yang telah dipadatkan yang mengelilingi dirinya.


Jarum Es itu tak dapat menembus pelindung tanah itu tapi ribuan jarum kristal es itu telah membuat tanah menjadi beku. Brooker yang berada di dalam bola raksasa telah merakan bahwa suhu udara di dalam bola raksasa menjadi turun derastis.


James pun mengubah jarum kristal es menjadi panah es yang berjumlah ratusan dengan target bola raksasa. Perlahan bola raksasa itu retak dan hancur lalu mengeluarkan asap tebal. Brooker yang berada di dalam bola raksasa ternyata telah terkena panah es milik James dan membekukan tubuhnya. Akhirnya pertandingan kedua pun berakhir. Pasukan medis menaiki arena dan memeriksa Brooker lalu James menarik panah es itu dari tubuh Brooker dan seketika tubuh Brooker yang membeku menjadi mencair kembali meskipun suhu tubuhnya sangat dingin tapi itu tidak membahayakan nyawanya.


"Te-terima kasih. Kau hebat!" ucap Brooker sambil memberikan jempol.


Semua penonton bersorak gembira merasa sangat senang dan puas dengan pertandingan yang telah disuguhkan.


Lalu, setelah semua peserta turun maka pertandingan terakhir di ronde ketiga segera dimulai antara Tuan Muda Roan dan Sam.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘