
Setelah selesai bersiap-siap, Shiena memerintahkan Marry pergi karena Shiena mengetahui keberadaan orang yang menyusup semalam.
"Keluarlah. Aku tau kau ada disini!" ucap Shiena.
"Nona hebat sekali. Nona bisa tau bahwa saya bersembunyi disini." ucap Penyusup.
'Aku penasaran bagaimana bisa Nona Muda ini bisa tau aku ada disini? Aku harus mencari tau dan waspada.' fikir penyusup.
"Apakah itu penting? Jika benar, aku juga ingin tau bagaimana kau bisa masuk ke dalam tendaku tanpa diketahui oleh penjaga dan kesatria?" tanya Shiena santai.
Ha..ha..ha..
(tawa penyusup)
"Baiklah. Aku telah melakukan tugasku dan sepertinya Nona Muda juga sudah mengetahuinya." ucap penyusup.
"Ya benar. Aku senang sekali." ucap Shiena dengan tersenyum ramah.
Shiena bangkit dari tempat duduknya dan pergi ke tempat perhiasannya dan memberikan sekantong koin emas dan sebuah batu permata berwarna merah. Bagi Shiena dan bangsawan lain batu permata berwarna merah itu tidak terlalu mahal tapi bagi rakyat biasa itu cukup berharga.
"Terima kasih. Senang berbisnis denganmu Nona." ucap Penyusup.
"Sama-sama. Begitu juga denganku. Aku harap kita dapat sering bekerjasama." ucap Shiena.
"Karena kita akan menjadi partner nantinya. Ambillah ini Nona." ucap penyusup.
"Apa ini?" tanya Shiena.
"Itu adalah alat komunikasi kita. Jika anda membutuhkan bantuanku cukup tekan tombol itu maka aku akan segera datang dan tolong panggil saya Tuan X." ucap Tuan X.
"Baiklah Tuan X." ucap Shiena.
Setelah itu, Tuan X menghilang dari pandangan Shiena seolah tak pernah datang dan Marry datang membawa cemilan serta teh.
"Nona, maafkan kelancanganku. Aku seperti mendengar anda bicara dengan seseorang." ucap Marry.
"Mungkin kau salah dengar Marry. Tak ada orang disini dan kau bisa lihat sendiri." ucap Shiena.
"Anda benar nona. Sepertinya saya salah dengar kalau begitu saya permisi dulu." ucap Marry.
Shiena menikmati cemilan serta tehnya sambil memikirkan tentang Tuan X.
'Siapa Tuan X sebenarnya? Aku tak pernah mendengarnya di masa lalu. Sepertinya masa sekarang telah berubah banyak sekali.' fikir Shiena.
Shiena pun memanggil Marry dan mereka pun pergi ke taman menemui Nona-Nona Muda Bangsawan lain.
"Ah, Lady Shiena. Anda terlihat cantik sekali hari ini." ucap Nona Salsa.
"Terima kasih. Anda juga terlihat cantik hari ini." ucap Shiena.
"Hmmm, apakah anda mendengar berita bahwa hadiah pemberian Kaisar telah hilang dicuri semalam?" ucap Nona Abigail.
"Ah iya. Aku dengar itu. Bagaimana bisa hilang? Apakah wanita itu tidak menyimpannya dengan benar." ucap Nona Salsa.
"Ceroboh sekali!" ejek Nona Elsha.
Shiena yang mendengar hal itu hanya diam sambil tersenyum. Namun tiba-tiba Anastasya lewat di depan mereka dan bukannya berhenti Nona Salsa, Elsha dan Abigail semakin menjadi mengejek Anastasya. Anastasya yang kesal pergi meninggalkan taman itu.
Anastasya berjalan kembali menuju kamarnya tapi dihentikan oleh seorang kesatria. Kesatria itu memberitahukan bahwa Duke Simons ingin bertemu dengan Anastasya. Anastasya yang mendengar hal itu menganggukkan kepalanya dan mengikuti kesatria itu.
Anastasya sampai di tenda milik Duke Simons. Didalam tenda tersebut telah terdapat banyak sekali kue dengan berbagai macam rasa. Anastasya yang melihat menjadi terkejut sekaligus senang karena Anastasya sangat menyukai kue yang manis.
Tak lama kemudian Duke Simons datang dan Anastasya memberikan salam hormatnya. Duke Simons yang tak menyukai itu langsung meminta Anastasya kembali ke tempat duduknya.
Duke Simons mempersilahkan Anastasya mencicipi kue dan minuman yang di siapkan. Anastasya yang sangat senang mencoba kue itu dan ketika kue itu masuk ke dalam mulut. Anastasya menjadi semakin senang dan terlihat semyum indah di wajahnya yang membuat Duke Simons cerah.
"Kue ini sangat enak dan aku sangat menyukainya. Terima kasih Val." ucap Anastasya sambil tersenyum.
"Aku deng hadiah pemberian Kaisar hilang. Aku akan membantumu menemukan hadiah itu dan menghukum orang yang telah mencuri hadiah itu." Duke Simons.
"Terima kasih." ucap Anastasya.
Duke Simons sangat menyukai Anastasya dan berencana menjadikannya sebagai wanitanya tapi tak tau apakah Anastasya juga memiliki perasaan yang sama atau tidak.
Duke Simons memanggil Kepala Pelayannya dan memerintahkannya membawakan hadiah yang telah disiapkan
Duke Simons telah menyiapkan satu set perhiasan terdiri dari kalung, cincin, gelang dan anting. Perhiasan itu terbuat dari berlian biru yang sangat langka dan jika ditaksirkan maka harganya sangat mahal
"Ambillah. Aku ingin kau menerimanya." ucap Duke Simons.
"A-apa ini Val?" tanya Anastasya bingung.
"Itu hanya hadiah kecil dariku. Aku ingin kau menjadi wanitaku." ucap Duke Simons.
Anastasya yang bingung tak tau mau menjawab apa Anastasya masih memiliki harapan dapat bersanding bersama Putra Mahkota dan menjadi Permaisuri nantinya tapi Anastasya juga tak ingin melepaskan Duke Simons. Meskipun tak menjadi Permaisuri atau Ratu Anastasya tak keberatan menjadi Duchess karena hanya satu atau dua tingkat lebih rendah dari keluarga Kekaisaran.
Jadi Anastasya hanya diam dan tak memberikan jawaban apapun sehingga Duke Simons hanya tersenyum.
"Jangan khawatir. Aku akan menunggu jawabanmu. Aku tau ini pasti sangat mengagetkanmu." ucap Duke Simons.
"Maaf!" ucap Anastasya.
"Jangan minta maaf dan tersenyumlah. Terima lah hadiahku karena itu memang untukmu." ucap Duke Simons.
"Tapi!" ucap Anastasya.
"Aku mohon jangan menolak tasya." ucap Duke Simons memelas.
"Baiklah. Terima kasih." ucap Anastasya.
Duke Simons dan Anastasya menghabiskan waktu berdua selama beberapa jam dengan memakan kue, meminum teh dan mengobrol. Duke Simons sangat senang karena berfikir telah semakin dekat dengan wanita yang dia sukai padahal Duke Simons tak tau bahwa dirinya sedang masuk perangkap Anastasya.
Di sisi lain, Putra Mahkota yang sedang berburu mendapatkan seekor harimau merah bertanduk dua dan seekor badak bersayap elang. Hewan-hewan itu terkenal ganas dan susah untuk didapatkan. Putra Mahkota berfikir untuk memberikan hasil buruannya pada Shiena dan Anastasya.
Tak butuh waktu lama hanya setengah jam, rombongan Putra Mahkota telah terlihat. Semua orang yang ingin melihat telah bersiap di tempat yang telah di tentukan dan bersiap melihat hasil buruan dari semua Peserta.
Putra Mahkota menjadi yang pertama memamerkan hasil buruannya. Semua orang sangat terkejut dan memuji kehebatan Putra Mahkota dan begitu pula dengan Kaisar yang mengatakan bahwa Putra Mahkota melakukan hal yang bagus.
Putra Mahkota memberikan hasil buruannya kepada Shiena yang membuat Anastasya kesal meskipun Putra Mahkota juga memberikan hasil buruannya juga pada Anastasya karena Putra Mahkota memberikan hasil buruan terbaiknya pada Shiena.
Setelah Putra Mahkota beberapa peserta lain juga memamerkan hasil buruan mereka dan tiba lah waktunya Tuan Muda Alphonso. Tuan Muda Alphonso tidak berbakat dalam hal kekuatan karena dia melakukan semua waktunya untuk ilmu pengetahuan tapi Tuan Muda Alphonso berhasil mendapatkan tiga ekor kijang bertandung emas lalu memberikannya pada Shiena. Shiena yang mendapatkan hadiah itu menjadi senang dan tersenyum lalu berterima kasih.
Putra Mahkota bahkan berfikir bahwa dia telah menang di Acara Perburuan Naimar ini tapi ternyata ketika waktu Tuan Muda Roan tiba Putra Mahkota menjadi khawatir. Tuan Muda Roan adalah Pemenang Babak Final di Ujian Menara Sihir dan membuat semua orang menjadi kagum padanya terutama Nona Muda Bangsawan bagi mereka Tuan Muda Roan adalah calon suami yang ideal.
Tuan Muda Roan mendapatkan buruan yang terkenal dari legenda yaitu beruang Amorza yaitu beruang yang memiliki ketinggi sebersar lima kaki dan memiliki cakar kuku dan kaki yang sangat tajam. Diceritakan bahwa Gorila Amorza pernah memporak-porandakan Kekaisaran.
Tuan Muda Roan juga memberikan hasil perburuannya pada Shiena. Shiena yang mendapatkannya menjadi senang. Shiena mendapatkan hasil buruan terbanyak karena banyak Tuan Muda yang memberikannya pada Shiena.
Anastasya yang melihatnya semakin iri dan ingin sekali mempermalukan Shiena sehingga Anastasya menyebarkan gosip bahwa Shiena adalah pemain pria. Anastasya berencana menghancurkan reputasi Shiena. Shiena yang mendengarnya menjadi marah.
'Akan aku rusak reputasimu Shiena sehingga semua perhatian hanya tertuju padaku.' fikir Anastasya sambil tertawa dalam hati.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘