The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 287. Eksekusi V


Anastasya pun diseret masuk ke dalam Kereta Tahanan oleh Kesatria Istana dan dibawa kembali ke Panggung Eksekusi untuk melanjutkan hukumannya. Panggung Eksekusi yang masih berdiri kokoh dan tidak dibongkar seolah menunggu kedatangan Anastasya


Semua Bangsawan dan Rakyat yang telah ingin sekali melihat Anastasya dihukum penggal pun ternyata telah berkumpul di tempatnya masing-masing dan tanpa ada kericuhan.


Kaisar Franz yang telah bersiap segera pergi ke Panggung Eksekusi sementara Shiena yang sedang dalam perjalanan merasa sangat tidak sabar karena merasa jika dendamnya pada kehidupan yang lalu dan kehidupan sekarang telah terhapus.


Anastasya yang telah sampai segera dibawa naik dan diikat dengan tali sihir. Semua orang yang melihat Anastasya tak menyangka jika Anastasya telah berubah sangat jauh. Wajah cantik, kulit putih dan tubuh yanh indah sekarang tidak terlihat lagi.


Kaisar Franz yang tak ingin melihat Anastasya segera memberikan perintah untuk melanjutkan eksekusinya sekarang.


"Lanjutkan eksekusinya sekarang!" ucap Kaisar Franz.


Kesatria Istana pun menarik Anastasya dan membawanya mendekati Algojo lalu kepala Anastasya diletakkan di tengah-tengah tiang hukuman penggal dan dengan satu kali tebasan kepala Anastasya telah berpisah dari tubuhnya.


Darah segar telah mengalir ke semua tempat mengakibatkan Panggung Eksekusi berubah menjadi merah darah. Lalu Kesatria itu mengambil kepala Anastasya dan segera menggantungnya di alun-alun Ibukota dengan mata yang terbuk lebar seolah melotot dan dengan ekspresi wajah ketakutan.


Tanpa menunggu perintah dari Kaisar Franz Kesatria itu seger menarik tubuh Anastasya dari tiang eksekusi hingga ke depan algojo satunya. Dalam satu tarikan nafas seluruh tubuh Anastasya telah terbelah menjdi bebedapa bagian lalu Kesatria itu membawa tubuh Anastasya ke dalam Hutan Kesepian.


Seluruh tubuh dan organ tubuh Anastasya hanya dilempar ke tengah Hutan Kesepian. Monster dan Hewan Liar yang mencium bau daging manusia dan bau darah yang masih segar tidak tahan ingin seger memakannya.


Dalam waktu 10 menit, Hewan Liar yang berkumpul mengerubungi Anastasya merasa sangat kenyang dan hanya menyisakan pakaiannya.


Hukuman untuk para pemberontak pun semuanya telah berjalan dengan mulus hingga memberikan pola fikir yang berbeda pada semua Bangsawan bahwa untuk tidak menyinggung Kaisar Franz.


Panggung Eksekusi pun dilepaskan dan semuanya kembali ke bentuk semula. Semua tamu yang datang pun kembali ke Kediman masing-masing.


Shiena yang merasa sangat senang tanpa fikir


panjang segera kembali ke Kediamannya dan memulai rencananya bersama marry dan Ana untuk berlibur.


Keesokan harinya, Shiena yang sangat bersemangat untuk pergi liburan telah bangun sangat pagi dan begitu pula dengan Marry dan Ana. Kesatria Kekaisaran pun dengan cepat mengangkat semua barang bawakan bahkan memerlukan dua kereta kuda untuk mengantarnya.


Shiena yang telah melewati banyak hal akhirnya dapat merasakan liburan yang sebenarnya. Selama perjalanan Shiena terus melihat ke arah luar jendela begitu pula dengan Marry dan Ana.


Tak butuh waktu lama, Shiena, Marry dan Ana sampai di Istana Kristal. Shiena yang melihat pasir dan pantai segera melepas sepatunya dan bermain di pasir. Shiena berlarian di pantai dan bermain air bersama Marry dan Ana.


Mereka bahkan membuat alasan istana dari pasir dan memberikan hukuman kepada yang kalah. Shiena yang tak menyangka dapat melakukan ini menjadi sangat senang meskipun merasakan sedikit kecewa karena ketidakhadirannya Kaisar Franz.


Mereka pun bermain air, menyelam, berselancar dan membuat gambar atau istana dari pasir dengan sangat puas selama 3 hari. Hingga akhirnya waktu liburan pun selesai. Shiena pun memutuskan untuk kembali ke Ibukota Kekaisaran dan melanjutkan rencana pernikahannya.


Namun tak disangka, Kaisar Franz pun telah membuat kejutan yang sangat romantis untuk Shiena. Kaisar Franz telah membuat semua Kesatria dan Tuan Eit bekerja untuk merangkai bunga mawar di sepanjang jalanan ibukota dari gerbang masuk menuju Istana dimana Kaisar Franz telah menunggu Shiena disana.


Shiena yang telah melewati hari yang panjang di kereta kuda dan ketika hari telah sore ketika memasuki gerbang Ibukota. Keret kuda Shiena dihentikan oleh seseorang.


Marry dan Ana yang penasaran pun keluar mengecek apa yang terjadi tapi setelah beberapa menit berlalu tak ada yang kembali membuat Shiena khawatir.


"Ada apa ini?" tanya Shiena.


"Saya juga tidak tau Nona." ucap Marry.


"Sepertinya ada seseorang yang mencoba menghentikan kereta kuda ini, Nona." ucap Ana


"Tidak Nona! Biarkan saja saya yang pergi. Nona harus tetap di dalam." ucap Ana.


"Baiklah." ucap shiena.


"Nona, Ana telah pergi melihat selama 5 menit tapi belum kembali juga. Aku akan memeriksanya. Saya mohon Nona tetaplah di dalam." pinta Marry.


"Baiklah.


'Kemana merek semua? Kenapa tak ada suara apapun? Ini sangat aneh.' fikir Shiena.


Shiena yang tak tahan pun akhirnya keluar dari kereta kudanya dan mendapati tak ada seorang pun diluar. Shiena menjadi sangat waspada takut telah terjadi hal buruk tapi tak ada tanda luka atau pun bekas pertarungan.


Shiena pun memutuskan untuk berjalan ke depan. Shiena merasa sangat aneh karena di depan gerbang Ibukota terdapat banyak sekali bunga mawar merah terukir dengan cantik dan mewah. Tak hanya itu, setiap rumah yang dilewati Shiena sangat sepi seolah tak ada seorang pun di dalamnya tapi setiap sudut dari rumah itu tertanam tanaman bunga mawar yang sangat indah.


Lalu, waktu berjalan sangat cepat dan waktu hampir malam dan tiba-tiba ada seorang anak kecil datang memberikan sekumtum bunga mawar merah. Shiena yang tak mengerti memutuskan untuk menolak tapi saat melihat anak itu hampir menangis Shiena pun terpaksa menerimanya.


Setiap 3 langkah kaki berjalan, akan selalu ada anak yang memberikan Shiena bunga mawar dan membuat Shiena semakin bingung tapi juga senang diberikan bunga kesukaannya.


Ketika bunga ke 10 diberikan Kaisar Franz berdiri di hadapan shiena. Shiena yang bingung pun menanyakan apa yang telah terjadi pada Kekaisaran Pearl tapi Kaisar Franz tak mengatakan apapun dan hanya menunjuk ke langit malam.


Shiena pun melihat kearah yang ditunjukkan oleh Kaisar Franz dan tiba-tiba kembang api berwarna-warni menghiasi langit malam dan tiba-tiba muncul lah tulisan yang membuat setiap wanita terkejut bahagia.


Maukah kau menikah denganku?


Saat kata-kata itu keluar, ternyata Kaisar Franz telah berlutut di hadapan Shiena dengan membawa seikat bunga mawar merah lagi dan sekotak cincin berlian sebagai tansa keseriusannya.


"Aku mencintaimu. Hidupku tak akan pernah lengkap tanpamu. Maukah kau menikah denganku Shiena Ve Carrole?" tanya Kaisar Franz.


Shiena yang sangat terharu pun mengeluarkan air matanya dan mengangguk setuju.


"Aku mau." ucap Shiena.


Semua orang yang bersembunyi pun tersenyum bahagia dan keluar dari tempatnya. Suara nyanyian dan alat musik pun berbunyi dengan riang. Semuanya menari dan berdansa bersama di Jalanan Ibukota. Bangsawan dan Rakyat biasa berbaur menjadi satu.


Kaisar Franz kemudian memasukkan cincin itu ke jari manis Shiena lalu memberikan bunga yang ada ditangannya. Shiena yang bahagia pun segera memeluk Kaisar Franz.


Dibawah Sinar bulan dan kembang api yang masih menyala Kaisar Franz pun mencium Shiena di depan semua orang. Semua orang yang melihatnya menjadi sangat terkejut dan bersorak gembira untuk pasangan baru di Kekaisaran Pearl.


"Hidup Calon Permaisuri!" teriak Rakyat berkali-kali.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


🥰😊😍😘


Terima kasih