The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 285. Eksekusi III


"Ini semua salahmu! Kenapa? Kenapa kau memiliki semuanya sementara aku tidak? Padahal dulu Putra Mahkota Brian telah memilikiku sebagai wanitanya tapi mengapa dia terus melihat ke arahmu? Perhatian, kasih sayang, harta, takhta dan reputasi, kenapa semuanya kau miliki?" teriak Anastasya yang tak tahan lagi.


Setelah mendengar perkataan Anastasya, Kaisar Franz menjadi marah. Shiena menjadi sangat terkejut saat Anastasya berani mengatakan semua itu di depan banyak orang.


"Pukul wanita ini hingga dia tidak bisa bicara lagi tapi jangan buat dia pingsan atau pun mati." perintah Kaisar.


Kesatria Istana pun memukul Anastasya sebanyak satu kali dan Anastasya langsung terjatuh dan susah berdiri. Shiena yang melihatnya hanya tersenyum puas.


'Orang yang jahat pastinya akan mendapatkan balasannya cepat atau lambat.' ucap Shiena dalam hati.


Anastasya yang telah dipukul oleh Kesatria tidak bisa melakukan apapun lagi bahkan untuk bicara pun sulit. Tuan Eit pun membunyikan kembali Gong itu dan semua fokus Rakyat dan Bangsawan pada Hakim Kekaisaran.


"Atas semua kejahatan yang dilakukannya. Anastasya Sheira Larsca dihukum dengan hukuman cambuk sebanyak 10 kali dan karena Anastasya telah mencoba melakukan percobaan pembunuhan kepada Bangsawan maka dihukum dengan meminum racun dalam dosis rendah dan dibiarkan menderita selam 3 hari 3 malam agar dirinya bisa merasakan bagaimana sakitnya terkena racun..." ucap Hakim Kekaisaran.


Anastasya yang merasa dua hukuman itu akan sangat menyiksanya, Anastasya pun memohon belas kasihan Kaisar Franz.


"Tidak Yang Mulia. Saya mohon ampuni saya Yang Mulia. Tolong hukum mati saja saya Yang Mulia." teriak Anastasya.


Kaisar Franz yang mendengar perminntaan Anastasya hamya tertawa dan menjawab dengan dingin.


"Ha..ha..ha.. (tawa Kaisar Franz) Hukuman mati itu terlalu mudah untuk seorang wanita sepertimu. Kau harus mendapatkan penyiksaan yang berat hingga kau merasa mati adalah yang terbaik." ucap Kaisar Franz.


Rakyat dan Bangsawan yang mendengar perkataan Kaisar Franz menjadi merinding dan merasakan sesuatu yang sangat kejam pada diri Kaisar Franz dan sejak saat itu semua orang memiliki pola fikir untuk tidak akan pernah menyinggung Kaisar Franz di masa depan.


Anastasya yang tak memiliki kesempatan apapun untuk membalas merasa seluruh tubuhnya menjadi berat dan lemas seketika.


"Lanjutkan vonisnya!" perintah Kaisar Franz.


Hakim Kekaisaran yang mendengar perkataan Kaisar Franz hanya bisa menelan ludahnya dan menarik nafas dalam agar dapat membacakan vonis dengan tenang.


"Anastasya akan dibawa ke Penjara dan merasakan penderitaan itu di dalam Penjara dengan penjagaan yang sangat ketat. Lalu, setelah 3 hari berlalu, Anastasya akan dibawa kembali ke Panggung Eksekusi dan dihukum Penggal. Kepalanya akan digantung di alun-alun ibukota selama 1 minggu, bagian tubuhnya dipotong-potong menjadi berbagai bagian lalu organ dan tubuhnya akan dibuang ke dalam Hutan Kesepian dan menjadi makanan Hewan Buas dan Monster. Kemudian namanya akan tercatat di sejarah sebagai wanita terkejam dan paling bebahaya karena telah melakukan banyak kejahatan." ucap Hakim Kekaisaran.


Semua rakyat yang mendengar vonis untuk Anastasya menjadi sangat senang lalu bersorak sorai gembira karena puas dengan hukuman yang diberikan.


Meskipun ada juga beberapa Bangsawan yang keberatan dengan vonis yang diberikan karena merasa hukuman itu tidak manusiawi tapi setelah mengingat semua kejahatan yang dilakukan Anastasya membuat Bangsawan itu tutup mulut dan hanya diam saja.


Setelah vonis dibacakan, Kesatria Istana dengan cepat mengangkat tubuh Anastasya mendekat ke algojo. Algojo pun mengambil cambuknya dan mencambuk tubuh Anastasya sampai 10 kali dengan sangat keras.


Teriakan mesakitan saat cambuk menyentuh kulit Anastasya menyebabkan kulitnya merah dan kelamaan mengeluarkan darah. Anastasya pun merasakan rasa perih yang sangat banyak di seluruh tubuhnya hingga Anastasya ingin pingsan.


Saat mata Anastasya mulai menutup karena kehilangan kesadarah akibat sakit dan perih yang dirasakan membuat Kaisar Franz memberika perintah menyadarkan Anastasya karena hukuman yang harus dijalaninya masih banyak.


"Siram kepalanya dengan air dingin agar dia sadar kembali." perintah Kaisar Franz


Setelah air dingin itu mengenai kepala Anastasya. seketika itu jug Anastasya langsung sadar dan merasakan kembali sakit da perih di tubuhnya.


Namun bukan algojo yang akan memberikannya racun itu tapi Kepala Dokter Kekaisaran karena hanya dirinya yang dapat membuat dosis racun untuk menyiksa dan bukan untuk membunuh.


Tak butuh waktu lama, dalam hitungan detik Anastasya pun mulai merasakan sakit pada seluruh tubuhnya. Racun itu telah menyebar ke seluruh tubuhnya dengan cepat dan menyebabkan Anastasya mejerit kesakitan dan memohon ampun dan maaf tapi tak ada yang mendengarnya.


'Sakit! Sakit sekali! Apakah ini hukuman yang harus aku terima? Tidak! Tolong selamatkan aku!' ucap Anastasya dalam hati.


"Tolong! Tolong selamatkan aku! Aku mohon maafkan aku." ucap Anastasya.


"...."Bangsawan dam Rakyat diam.


"Shiena aku mohon maafkan aku. Aku mohon selamatkan aku. Ini sakit sekali." pinta Anastasya.


"Aku telah memaafkanmu tali untuk membebaskanmu dari hukumam maafkan aku." ucap Shiena tenang.


Anastasya yang tak memiliki harapan lagi hanya bisa pasrah dan tak berdaya kemudian Anastasya pun di seret menuju kereta tahanan dan dibawa kembali masuk ke dalam Penjara untuk merasakan sakitnya sendiri.


Setelah hukuman untuk Anastasya, Duke Simons dan Pengikutnya diberikan. Pelayan dan Kesatria dari Keluarga Bangsawan yang berkhianat dikeluarkan dari dalam kereta Tahanan dan diseret dengan paksa menuju Panggung Eksekusi.


Perasaan takut, was-was dan khawatir bercampur menjadi satu hingga membuat semuany mencoba melarikan diri. Kaisar Franz yang melihatnya memerintahkan Kesatria Elit membantu Kesatria Istana dan akhirnya semua Pelayan dan Kesatria diikat dengan Sihir membuat semuanya pasrah.


"seger berikam vonis hukumannya!" perintah Kaisar Franz.


Semua rakyat yang berfikir bahwa hukuman eksekusi telah berakhir tak menyangka akan ada orang lain lagi yang dihukum.


"Pelayan dan Kesatria Bangsawan yang merupakan bawahan dan tak memiliki kekuasaan untuk membantah akan dihukum dengan hukuman pengasingan ke Wilayah Perbatasan dan dilarang memasuki Ibukota Kekaisaran Pearl." ucap Hakim Kekaisaran.


Setelah vonis hukuman diberikan Pelayan dam Kesatria Bangsawan diseret meninggalkan panggung eksekusi dan langsung dibawa pergi dan tau kemana.


Setelah hukuman ekesekusi telah diberikan, semua penghianat yang harus menjalani pengasingan dengan cepat dibawa masuk kembali ke dalam kereta tahanan dan langsung dibawa menuju tempat pengasingam


Sementara Duke Simons, Anastasya dan Pengikut Duke Simons dikumpulkan dalam satu ruangan dan mendapatkan salep untuk menghilagkan nyeri.


Ketika Shiena masuk ke ruangan itu, tatapan kebencian pun tanpa basa-basi segera ditujukkan pada Anastasya. Anastasya pun akhirnya merasakan tatapan tajam dan tetap diam mendengar hinaan dan makian dari Pengikut Duke Simons karena merasa semua yang dialami mereka.adalah ulah Anastasya.


"Dasar wanita ular! Tidak punya hati." ucap Bangsawan.


"Aku tidak menyangka ternyata wajah cantik dan polosmu seperti hanya sebuah kedok untuk memdapafkan ambisi yang sangat kau inginkan." teriak salah satu Nyonya Bangsawan yang marah.


"Benar padahal aku selama ini telah percaya padamu." ucap Nona Bangsawan.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


🥰😊😍😘


Terima kasih