The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 51. Guru Sihir


Shiena dan Tuan Muda Roan pun akhirnya berjalan kembali ke Kediaman Laurence.


'Hmmm, di kehidupan yang lalu, kak roan tidak selamat dan aku telah mengubah masa depannya. Semoga saja kedepannya perubahan ini akan menjadi baik.' ucap Shiena dalam hati.


Shiena yang terlalu fokus dan hanya melihat jalan di depannya tidak memperhatikan Tuan Muda Roan yang selalu mencuri pandang padanya.


*Ternyata jika dilihat dari dekat dan seksama. Kau sangat cantik Shiena tapi sayang kau telah bertunangan dengan Putra Mahkota.* fikir Tuan Muda Roan Sedih.


Saat Shiena melihat ke samping, dia mendapati bahwa raut wajah Tuan Muda Roan menjadi sedih dan Shiena pun menyemangati Tuan Muda Roan.


"Kak, ada apa?" tanya Shiena.


"Ah, tidak. Aku tidak apa-apa Shiena." ucap Tuan Muda Roan.


"Benarkah? Wajah kakak sedih sekali. Jangan merasa sedih, kak alex yang bersalah jadi sudah sepantasnya dia mendapatkan hukuman." ucap Shiena sambil melihat ke depan.


"Ah iya kau benar." jawab Tuan Muda Roan.


Shiena yang berbicara sambil melihat ke depan pun tidak bisa membaca fikiran Tuan Muda Roan.


*Untunglah dia berfikir bahwa aku sedih karna alex jika tidak aku bingung harus jawab aku. Aku tau bahwa aku tidak boleh punya perasaan padamu tapi apa yang bisa ku lakukan, hati lah yang memilih dan tidak bisa di cegah.* fikir Tuan Muda Roan.


Shiena yang terus berjalan sambil memikirkan tekhnik sihir gabungan yang di lakukan oleh Tuan Muda Roan.


Shiena ingin sekali bertanya atau mungkin lebih baik belajar bagaimana menggunakannya.


"Kak, punya dua elemen sihir ya? Maaf tadi aku melihat kakak menggunakan sihir magma. Sebenarnya aku sedikit bigung. Bagaimana ya?" ucap Shiena bingung menjelaskannya.


"Ah, kakak punya sihir api dan juga tanah. Sihir yang kamu lihat itu adalah sihi gabungan antara sihir api dan tanah." jawab Tuan Muda Roan.


"Benarkah? Apa bisa di gabungkan seperti itu?" tanya shiena semangat.


"Tentu saja bisa. Kau sudah lihat barusan kan. Itu sihir magma, gabungan antara sihir api dan tanah." jawab Tuan Muda Roan.


Shiena yang baru mengetahui bahwa sihir dapat di gabungkan merasa sangat antusias dan ingin sekali mempelajarinya.


"Apa semua elemen sihir bisa di gabungkan kak?" tanya Shiena.


"Semuanya bisa kecuali sihir cahaya dan gelap." jawab Tuan Muda Roan.


"Kenapa?" tanya Shiena.


"Maaf, kakak juga tidak tau kenapa tapi selain sihir itu, semuanya bisa digabungkan." ucap Tuan Muda Roan.


"Benarkah? Aku juga bisa menggabungkannya berarti kak?" tanya shiena senang.


"Tentu saja." jawab Tuan Muda Roan.


Shiena berjalan keluar hutan sambil bercerita tentang sihir dan gabungan sihir dan tak terasa sebentar lagi mereka keluar dari hutan dan menuju Mansion Keluarga Laurence.


Shiena yang merasa bingung harus menjawab apa karna sejujurnya rahasianya sudah hampir terbongkar semua saat menyelamatkan Keluarga Laurence.


"Jangan takut. Aku bisa kau percaya. Aku tidak akan mengatakannya pada siapapun. Aku berencana mengajarkanmu tekhnik penggabungan sihir." ucap Tuan Muda Roan.


"Serius kak?" tanya Shiena


Shiena yang kurang percaya pun mencoba membaca fikiran Tuan Muda Roan baru setelah itu dia akan memutuskannya.


*Aku akan mengajarkanmu tekhnik penggabungan sihir, agar kau bisa menjaga dan melindungi dirimu sendiri. Aku ingin berterima kasih karna telah menyelamatkan keluargaku satu-satunya.* fikir Roan sambil berjalan.


Shiena yang mengetahui alasannya pun akhirnya mengerti dan bersedia untuk jujur.


"Sebenarnya aku penguasai semua elemen sihir kak." ucap Shiena.


"Apa?" jawab Roan terkejut.


"Benar, tapi kak, bisa kau rahasiakan ini. Karna kata ayah, aku tidak boleh mengatakannya atau menunjukkan kekuatanku karna di balik kekuatan yang besar akan selalu ada banyak musuh yang mengincar. Aku ingin hidup damai kak." ucap Shiena sedih.


Tuan Muda Roan yang mengetahui alasan dan melihat raut wajah Shiena yang menjadi sedih pun akhirnya tak tega dan berjanji tidak akan membocorkan apapun dan akan selalu melindungi Shiena.


"Kakak berjanji dan kakak bersumpah atas nama Keluarga Laurence bahwa kakak tidak akan pernah membocorkan rahasia mu ini kepada siapapun. Apa kau sudah baikan sekarang?" tanya Tuan Muda Roan.


"ehm, (mengangguk) Tentu, terima kasih." ucap Shiena senyum.


"Aku akan mengajarimu bagaimana caranya menggunakan sihir gabungan." ucap Tuan Muda Roan.


"Terima kasih guru." jawab Shiena.


"Panggil aku seperti biasa kakak. Sepertinya itu lebih enak di dengar." jawab Tuan Muda Roan.


"Baik kak." ucap Shiena.


"Hmmm, Shiena, kakak hanya bisa menggabungkan sihir api dan tanah. Sedangkan yang lain kakak tidak tau." jawab Tuan Muda Roan.


"Tidak masalah kak. Itu sudah lebih dari cukup. Terima Kasih." jawab Shiena sambil memeluk Roan.


Roan yang di peluk pun sangat terkejut dan tiba-tiba wajahnya menjadi merah karna malu dan jantungnya menjadi tidak karuan.


*Gawat. Aku tidak bisa mengendalikan akal sehatku jika dia terus seperti ini.* fikir Roan frustasi.


Shiena yang merasa sangat senang pun melepaskan pelukan dan berlari kecil sampai ke Kediaman Laurence tanpa mengetahui bahwa akibat perbuatannya ada seorang pria yang sedang galau.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘