
Sesuai arahan, Pengikut Duke Simons pun berpencar menjadi dua bagian. Setengahnya mengikuti Duke Simons pergi menuju Istana dan setengahnya lagi bergerak menghancurkan setiap Mansion Bangsawan yang setia pada Kaisar Franz.
Ketika di perjalanan, Semua Kesatria Kerajaan Zambrud tiba-tiba berhenti bergerak. Pengikut Duke Simons pun kebingungan lalu tiba-tiba Kesatria itu berbalik arah dan pergi meninggalkan barisannya. Kesatria Kerajaan Zambrud tak menghiraukan panggilan dari Pengikut Duke Simons. Mereka terus berlari kemudian menghilang. Kesatria itu pergi ke tempat yang telah diperintahkan oleh Raja Michael pada mereka dan menunggu kedatangan Sang Raja disana.
Semua Kepala Bangsawan Pengikut Duke Simons sangat marah dengan sikap dari Kesatria Kerajaan Zambrud. Mereka ingin sekali mengejar dan menghabisi Kesatria itu tapi saat ini kondisinya sedang tidak memungkinkan jadi mereka terpaksa harus melepaskan Kesatria Kerajaan Zambrud dan akan melakukan perhitungan nanti setelah semua selesai. Akhirnya setiap Kepala Bangsawan dari Pengikut Duke Simons melakukan penyerangan dengan Kesatria dari Kediaman mereka masing-masing tanpa bantuan siapapun.
Pengikut Duke Simons pun menyerang Bangsawan Kelas Menengah dan Bawah yang setia pada Kaisar Franz ternyata berhasil menang telak tapi saat mereka menjelajahi Mansion itu untuk menemukan Nyonya atau Nona di Mansion itu mereka tak menemukan apapun. Tak ada seorang pun di dalam Mansion bahkan pelayan pun tak ada. Padahal mereka telah mencari d berbagai tempat sampai ke ruang bawah tanah tapi tak menemukan apapun.
Kemudian Pengikut Duke Simons meneruskan pekerjaannya dengan menyerang Mansion Kediaman Keluarga Laurence juga tapi mereka tak mendapatkan perlawanan yang berarti bahkan tak banyak Kesatria yang berjaga dan tak ada seorang pun ada di dalam Mansion itu seolah semuanya telah pergi mengungsi. Hal ini membuat Pengikut Duke Simons merasa bingung dan curiga hingga mereka membuat keputusan untuk mengirim mata-mata untuk mencari tau apa yang telah terjadi dan mencari tau keberadaan semua orang.
Dalam waktu beberapa menit, mata-mata itu pun kembali dan membawa berita yang sangat mengejutkan. Ternyata rencana Kudeta yang telah disusun dengan sangat rapi ini telah diketahui Bangsawan yang setia pada Kaisar Franz bahkan Kaisar Franz lah yang mengetahuinya lebih dulu dan merencanakan semua ini agar tak banyak korban yang berjatuhan.
Pengikut Duke Simons akhirnya tau jika Nyonya dan Nona Bangsawan, Pelayan serta Rakyat Kekaisaran Pearl telah pergi meninggalkan Kediaman mereka dan bersembunyi di suatu tempat dengan Penjagaan yang sangat ketat. Setelah mendapatkan informasi itu Pengikut Duke Simons pun pergi menuju tempat yang dikatakan dengan kecepatan penuh.
Namun karena mereka belum menyerang Mansion Kediaman Duke Carrole dan Duke Simons. Pengikut Duke Simons menyisakan dua Bangsawan yang bertugas meratakan Kediaman Duke Carrole dan Duke Watson sementara sisanya pergi ke tempat pengungsian dan jika urusan keduanya telah selesai Pengikut Duke Simons meminta mereka untuk segera menyusul.
Ketika dua Bansgawan itu menyerang mencoba menyerang mereka menurunkan kewaspadaan karena berfikir jika Mansion Duke Carrole dan Duke Watson sama seperti Mansion Bnagsawan lain tapi tak disangka semuanya meleset. Mansion Duke Carrole dan Duke Watson dijaga dengan sangat ketat karena Nyonya Bangsawan berada di dalam dan karena kelalaian mereka sendiri semua Kesatria Pengikut Duke Simons terbunuh dan Kepala Bangsawannya ditangkap lalu diikat dengan tali Sihir. Kemenangan ini tak meninggalkan banyak korban dari pihak Duke Carrole dan Duke Watson justru korban berasal dari pihak musuh.
Setelah membereskan musuh, Jenderal dari dua Mansion Duke itu melapor kepada Nyonya Duchess. Mereka diperintahkan untuk terus berjaga dan jangan menurunkan kewaspadaan sedikit pun dan tak lupa membereskan mayat-mayat Kesatria itu lalu membawa Pengikut Duke Simons ke Istana.
Sementara itu, Pengikut Duke Simona yang pergi menuju tempat pengungsian langsung menyerang Kesatria Kediaman Laurence. Pertempuran pun tak terelakkan lagi, Marquess Laurence yang sendirian pergi menyerang beberapa Bangsawan dari Pengikut Duke Simons dan Kesatria Keluarga Laurence juga ikut bertarung melawan Kesatria musuh.
Marquess Laurence yang terdesak karena kalah jumlah tak memiliki banyak Energi Sihir setelah menggunakannya untuk membuat Sihir Magma pelindung berlapis. Marquess Laurence yang telah menggunakan setengah daru Energi Sihirnya tak mampu memberikan perlawanan berarti.
Ketika Pengikut Duke Simons berfikir mereka akan menang tiba-tiba Pasukan Kesatria yang bertugas membantu pun menyerang Kesatria dan Pengikut Duke Simons lalu menyelamatkn Marquess Laurence. Betapa terkejutnya Marquess Laurencs bahwa Duke Carrole dan Duke Watson datang membantu dan memberikan pertolongan.
Duke Carrole dan Duke Watson bergegas ke tempat Marquess Laurence berjaga bersama Kesatria mereka. Duke Carrole dan Duke Watson tidak membawa semua Kesatria. Mereka meninggalkan beberapa pleton untuk berjaga di pos sementara Duke Watson meminta Putranya, Tuan Muda Alphonso untuk tetap berada di Pos.
Dalam pertarungan membantu Marquess Laurence, mereka akhirnya bisa menang dan mengalahkan musuh. Kesatria-kesatria musuh yang melawan semuanya telah dibunuh dan yang menyerah langsung diikat dengan tali sihir. Lalu Pemimpin mereka yang merupakan Pengikut Duke Simons ditangkap kemudian dibawa ke Istana untuk diadili.
Duke Carrole dan Duke Watson memutuskan membawa Kepala Bangsawan dan Kesatria ke Istana sedangkan Marquess Laurence tetap di tempatnya melihat keadaan Kesatrianya yang terluka sekaligus menenangkan Rakyat dan Bangsawan yang bersembunyi. Rakyat dan Bangsawan itu mulai panik saat mendengar suara teriakan dan benturan pedang. Mereka yang bersembunyi merasa cemas akan keselamatan mereka dan untuk itu lah Marquess Laurence pergi ke tempat persembunyian kemudian mengatakan bahwa semua telah aman.
Sementara Shiena yang awalnya berada tidak jauh dari Pos kanan tempat Duke Carrole berjaga mulai bergerak mengikuti arah perginya Duke Carrole menggunakan Sihir Gelap. Shiena berfikir akan lebih baik menyamar menjadi Gadis Suci saat menolong Duie Carrole tapi saat Shiena sadar jika Gadis Suci tak memiliki hubungan apapun dengan Duke Carrole maka Shiena memutuskan untuk mengganti pakaiannya kembali.
Shiena ingin menolong Duke Carrole dengan statusnya sebagai Shiena Ve Carrole dan shiena juga ingin melihat kehancuran Duke Simons serta Anastasya sebagai dirinya sendiri. Shiena ingin Anastasya hancur karena telah mencoba menjadi rubah dan menghasut semua orang untuk menghancurkan Keluarganya.
Sementara itu, Duke Simons beserta Pengikut dan Kesatria-kesatrianya pergi ke Istana untuk mengambil alih dan menguasai Istana. Duke Simons sengaja menyerang secara terang-terangan sebelum matahari terbit dan bergerak menggunakan jalan utama karena ingin menunjukkan kekuatan yang dimilikinya.
Duke Carrole memerintahkan Kesatrianya untuk tidak segan-segan menghabisi Kesatria kekaisaran yang mereka temui dan jangan menyisakan satu pun hingga mereka ada di depan gerbang Istana. Kesatria yang bertugas menjadi Penjaga Gerbang Istana tak luput dari kekejaman mereka.
Duke Simons memaksa masuk Istana melalui Pintu Utama dengan menggunakan balok kayu yang sangat besar. Balok Kayu itu di angkat oleh puluhan Kesatria dan dengan kerjasama yang baik setelah tiga kali hentakan Gerbang Utama Istana hancur dan terbuka.
"Semunya dengarkan aku! Serang!" teriak Duke Simons.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..
🥰😍😘😚 Terima Kasih