
Setelah memberikan eksekusi kepada semua Pemberontak. Kaisar Franz pun mengajak Shiena pergi dari Panggung Eksekusi itu. Satu persatu Bangsawan yang hadir pun kembali ke Kediamannya masing-masing. Perwakilan dari Menara Sihir dan Perwakilan dari Balai Penelitian Kekaisaran pun ikut pergi meninggalkan Panggung Eksekusi.
Rakyat yang menonton pun perlahan meninggalkan Panggung Eksekusi dan meninggalkan Kesatria Istana dan Kesatria Elit membersihkan sisa dari pemberian hukuman kepada Pemberontak.
Kaisar Franz yang merasa telah menepati janjinya pada Shiena merasa sangat senang. Begitu pula dengan Shiena. Kaisar Franz yang mengantar Shiena kembali segera disambut oleh seluruh Pelayan Kediaman Carrole.
Shiena yang menawarkan pada Kaisar Franz untuk tinggal beberapa jam dan minum teh bersama terpaksa harus ditolak karena Kaisar Franz merasa masih memiliki banyak pekerjaan yang menunggunya.
Kaisar Franz pun kembali ke Istana dan pergi menuju ke Ruang kerjanya membagi wilayah yang harus didatangi oleh Penghianat yang diasingkan.
Keesokan harinya, Kereta Tahanan telah disiapkan untuk membawa semua Pengikut Duke Simons menuju pengasingan. Kaisar Franz yang tak mengabaikan Pemberontak begitu saja segera mengirim semua Kesatria Elit untuk menjaga kereta tahanan itu agar semua Pemberontak dapat melakukan hukumannya.
Setelah keluar dari ibukota, sesuai perkataan Kaisar Franz ternyata telah ada sekelompok orang yang mencoba membebaskan para Pemberontak itu tapi karena Kaisar Franz telah bersiap sehingga kelompok yang mencoba membebaskan pemberontak semuanya meninggal.
Sementara itu di Kediaman Carrole, setelah sampai di Kediamannya Shiena yang merasa sangat puas dan senang segera meminta pena dan kertas kepada Marry dan Ana karena dirimya harus mengirim surat kepada Raja Michael bahwa dirinya telah melakukan tugasnya dengan sangat baik.
Dalam waktu satu hari, surat itu pun sampai di Kerajaan Zambrud. Raja Michael menjadi sangat senang karena Duke Simons tidak jadi dihukum penggal meskipun begitu Raja Michael merasa sedih karena Kaisar Franz menjatuhkan hukuman yang berat pada Duke Simons.
Raja Michael yang mengetahui bahwa 10 tahun lagi Duke Simons tak memiliki tempat kembali telah memulai mempersiapkan banyak hal untuk membuat Duke Simons menjadi warga negara Kerajaan Zambrud meskipun harus mendapatkan pertentangan dari banyak pihak.
Sementara itu, Shiena yang telah merasa sangat lelah karena emosinya dibuat tidak menentu saat eksekusi berlangsung memerintahkan Marry dan Ana tidak mengganggunya beristirahat.
Keluarga Strolana yang memegang kendali atas Surat Kabar Kekaisaran dengan cepat membuat Surat Kabar khusus tentang hukuman untuk para pemberontak.
Keluarga Strolana memberikan harga lebih tinggi dari biasanya untuk Surat Kabar khusus ini tapi meskipun begitu masih banyak orang yang ingin membelinya. Suray Kabar itu pun terjual dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang singkat hingga memberikan keuntungan yang tidak sedikit pada Keluarga Strolana dan tabungan Shiena.
Duke Watson dan Duke Laurence yang menyaksikan hukuman yang diberikan oleh Kaisar Franz untuk Pemberontak merasa hukuman itu sudah tepat karena jika dirinya ada di posisi itu mungkin saat ini tak ada yang dibiarkan hidup setelah disiksa.
Shiena yang merasa sangat segar setelah tidur semalaman hanya bersantai di dalam kamarnya sambil membaca buku karena menurut Shiena semua yang buruk telah berakhir dan hari yang cerah akan segera datang.
Marry dan Ana yang merasa Shiena membutuhkan waktu untuk berlibur mengusulkan rencana itu pada Shiena. Shiena yang mendengarnya tak terduga merasa senang dan setuju dengan ide itu.
"Nona, bukankah semua penjahat telah dihukum?" tanya Marry.
"Benar. Ada apa Marry?" tanya Shiena bingung.
"Bagaimana kalau Nona pergi liburan?" tanya Ana memberikan saran.
"Benar. Nona kan selama ini tidak pernah liburan." ucap Marry senang.
'Apa yang dikatakan Marry dan Ana ada benarnya? Selama ini aku fokus mencari uang dan mengembangkan bisnis untuk keluargaku agar bisa bertahan tapi setelah semua ini. Sepertinya aku memang membutuhkan waktu liburan untuk diriku sendiri sebelum aku menikah dengan Franz." ucap Shiena dalam hati.
"Baiklah. Aku setuju. Apa kalian punya rencana yang bagus? Kemana kita harusnya pergi?" tanya Shiena.
"Pantai!" teriak Ana.
"Pedesaan, Nona." ucap Marry.
"Keduanya bagus tapi apa kalian tidak punya pemikiran yang sama." ucap Shiena.
"Bagaiman kalau Nona liburan di Istana Kristal yang diberikan oleh Kaisar terdahulu. Bukankah disana ada pantai dan juga dekat dengan pedesaan dan gunung." ucap Marry memberi saran.
"Itu ide yang bagus. Kita akan berlibur kesana setelah eksekusi mati Lady Anastasya. Bagaimana?" tanya Shiena.
Marry dan Ana yang sangat senang segera bergerak menyiapkan barang-barang dan pakaian yang berkemungkinan akan dibutuhkan Shiena selama berlibur dan tak lupa merek menyiapkan barang untuk diri mereka sendiri.
Shiena yang berencana untuk berlibur seger mengirim surat ke Istana. Kaisar Franz yang membaca surat Shiena bergegaz memanggil Kepala Pelayan Istana menyiapkan kereta kuda.
Kaisar Franz pun pergi ke Kediaman Carrole dengan c
kereta kuda. Shiena yang terkejut dengan kedatangan Kaisar Franz segera turun dan menemuinya. Mereka pun berjalan-jalan di Taman Kediaman Carrole karena Shiena yang masih merasa lelah dan membutuhkan istirahat yang cukup.
"Apakah Para Pemberontak itu telah dikirim ke tempat pengasingan Franz?" tanya Shiena.
"Sudah. Kereta Tahanan merek telah pergi tadi pagi sekali. Jadi saat ini tak ada lagi yang akan mengganggumu dan Keluargamu Shiena." ucap Kaisar Franz.
"Aku sangat senang mendengarnya Yang Mulia." ucap Shiena.
"Apakah kau benar akan pergi berlibur?" tanya Kaisar Franz.
"Benar Franz. Apa Franz akan ikut?" tanya Shiena polos.
Kaisar Franz yang tau bahwa Shiena berharap dirinya dapat ikut tapi Kaisar Franz harus menahan dirinya karena tanggungnawabnya sebagai Kaisar yang menahannya.
"Maafkan aku." ucap Kaisar Franz sedih.
"Baiklah. Aku fikir aku dapat pergi bersama kedua pelayanku." ucap Shiena sambil tersenyum.
Kaisar Franz yang mengerti jika Shiena merasa sedikit kecewa tapi tak bisa melakukan apapun hingga Kaisar Franz terfikirkan remcana untuk memberikan lamaran pernikahan yang begitu romantis saat Shiena kembali dari Liburannya.
Kaisar Franz pun bergegas kembali ke Istana dan memanggil Tuan Eit dan Penasehat Kekaisaran untul membantunya memikirkan ide lamaran yang terbaik.
"Hamba mengahadap Yang Mulia Kaisar. Semoga Yang Mulia selalu sehat." ucap Tuan Eit.
"Hamba menghadap Yang Mulia. Semoga Yang Mulia selalu dilimpahkan kebahagiaan." ucap Penasehat Kekaisaran.
Kaisar Franz yang dilema karena memikirkan lamaran yang spektakuler merasa Tuan Eit dan Penasehat Kekaisaran tak membantu sama sekali sehingga Kaisar Franz mengusir keduanya keluar dari Ruang Kerjanya.
'Aku harus memikirkan sendiri konsep lamaran yang pastinya akan disukai oleh Shiena. Aku tidak bisa mengandalkan orang-orang ini.' fikir Kaisar Franz.
Setelah beberapa jam berfikir, Kaisar Franz tetap tak mendapatkan ide apapun akhirnya Kaisar Franz pergi ke luar dan saat duduk di Taman Kekaisaran sendiri. Kaisar Franz melihat bunga mawar merah yang sangat canti yang sedang mekar hingg terlintaslah cara melmar yang sangat romantis dan pastinya akan disukai oleh Shiena.
Kaisar Franz pun kembali ke Ruang Kerjanya dan memanggil kembali Tuan Eit dan memerintahkannya membeli semua bunga mawar merah di ssluruh toko bunga di kekaisaran Pearl ini dan jangan sampai ada orang lain yang membeli bunga itu.
Setelah tiga hari berlalu, hukuman penyiksaan Anastasya telah berlalu. Anastasya yang dalam keadaan kurus seperti seorang zombie tak bisa melakukan apapun untuk melawan karena rasa sakit yang dirasakan telah sampai membuat tubuhnya terbiasa.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
🥰😊😍😘
Terima kasih