The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 233. Usaha Terakhir Anastasya


Putra Mahkota Franz yang telah mengetahui semua kejahatan Anastasya dan Countess Larsca bahkan Putra Mahkota Franz yang datang pada saat tepat ketika Shiena dalam masalah tak bisa membiarkan mereka semua lolos.


Putra Mahkota Franz yang sangat mengerti dilema yang dihadapi Shiena pun ikut campur dan membantu Shiena karena Putra Mahkota Franz tak bisa diam saja melihat rencana busuk Anastasya berhasil kali ini.


"Lady Anastasya!" panggil Putra Mahkota Franz.


Semua orang yang mendengar Putra Mahkota Franz memanggil nama Anastasya serempak menoleh dan berhenti bicara. Anastasya yang tak berfikir jika Putra Mahkota Franz memanggilnya mulai waspada karena Anastasya tau jika Putra Mahkota Franz berada di pihak Shiena dan pastinya akan membantu Shiena hingga akhir.


"Hamba menghadap Yang Mulia Putra Mahkota. Semoga Yang Mulia selalu bahagia dan dilimpahi dengan kesehatan." puji Anastasya sopan.


"Hentikan semua ini!" ucap Putra Mahkota Franz sinis.


"Apa maksud Yang Mulia?" tanya Anastasya pura-pura bodoh.


"Saya rasa Lady sangat mengetahui maksud saya. Saya harap Lady menghentikan semuanya sebelum Lady sendiri yang akan malu." ucap Putra Mahkota Franz.


'Apa yang direncanakan oleh Putra Mahkota? Apa dia punya rencana dan bukti untuk membantu Shiena. Aku harus lebih hati-hati.' ucap Anastasya dalam hati.


Semua orang juga ikut bingung dan tak mengerti maksud Putra Mahkota Franz hanya bisa diam dan memperhatikan.


"Jika Lady ingin Countess Larsca dan Amy dimaafkan dan dibebaskan karena perasaan pribadi anda yang tak ingin kehilangan sosok seorang ibu. Lalu bagaimana dengan Lady Shiena dan Keluarga Carrole. Jika tuduhan palsu, bukti palsu dan saksi palsu itu ternyata membuatnya dihukum." ucap Putra Mahkota Franz.


Anastasya yang tiba-tiba bingung ketika dihadapkan pada pernyataan itu pun akhirnya berdalih jika itu adalah kekhilafan yang dilakukan ibunya karena panik melihat putrinya dalam dalam keadaan tak berdaya tapi Putra Mahkota Franz yang telah menduganya pun perlahan menggiring opini publik tentang fakta yang sebenarnya dari Insiden itu.


"Benarkah itu? Lalu bagaimana jika hasil dari kekhilafan itu dapat membuat seseorang yang tak bersalah jadi dihukum karena sesuatu hal yang tak pernah dilakukannya." ucap Putra Mahkota Franz.


"....." Anastasya terdiam.


Ketika Anastasya ingin membalasnya, Putra Mahkota menghentikannya. Putra Mahkota melanjutkan ucapannya. Putra Mahkota Franz terus membela Shiena sementara Shiena yang hanya diam melihat tak bisa mengontrol diri dan jantungnya yang berdetak sangat kencang seolah ada seseorang yang bersedia terluka dan melakukan apapun demi dirinya.


"Lady menurut anda Countess Larsca melakukan kekhilafan karena menuduh Shiena Ve Carrole mendorong anda hingga anda keguguran dan kehilangan bayi yang sedang anda kandung. Apakah itu benar?" tanya Putra Mahkota Franz.


"Be-benar Yang Mulia." ucap Anastasya waspada.


"Baiklah. Saat dipersidangan telah terbukti bahwa semua tuduhan dan bukti itu adalah salah. Lalu, apakah anda benar-benar keguguran karena didorong oleh seseorang? Jika benar siapa yang mendorong anda? Apakah Countess Larsca sendiri? karena berdasarkan penjelasan di pengadilan yang ada di dalam ruangan itu bersama anda adalah Countess Larsca. Atau jangan-jangan anda sendiri yang mendorong diri anda ke dinding hingga anda keguguran? Atau anda tidak keguguran sama sekali alias tidak lah hamil?" tanya Putra Mahkota Franz.


"A-aku..." ucap Anastasya tergagap.


Anastasya tak bisa mengatakan apapun karena semua yang dikatakan Putra Mahkota Franz adalah kebenaran. Anastasya yang berfikir semua rencananya akan berhasil tak menyangka jika dirinya tetap tak bisa menjatuhkan Shiena meskipun sebentar saja.


Sementara itu Duke Simons yang awalnya ingin membiarkan Anastasya pergi sendiri menyelesaikan masalahnya akhirnya memutuskan untuk turun dari kereta kuda dan menyusul Anastasya.


Ketika sampai disekitar Panggung Eksekusi, Duke Simons yang berbaur dengan Rakyat biasa tak bisa tersadarkan jika dirinya telah ada disana. Duke Simons melihat Anastasya yang bersujud dan memohon kepada Shiena yang merupakan seorang musuh membuat Duke Simons mengepalkan tangannya menahan amarahnya. Duke Simons ingin sekali membuat Anastasya berdiri dan membawanya pergi karena Duke Simons tak bisa melihat Anastasya merendahkan dirinya hingga seperti itu.


Lalu, ditengah-tengah Duke Simons melihat Putra Mahkota Franz turun tangan membantu Shiena. Duke Simons yang tak tahan bergegas naik ke Panggung Eksekusi tapi segera ditarik oleh Kepala Pelayannya yang ternyata telah mengikuti dari awal.


"Kau!" ucap Duke Simons jengkel.


"Maafkan saya Tuan tapi saya mohon tenanglah dulu dan coba Tuan lihat hasilnya. Saya mohon Tuan tetaplah disini." ucap Kepala Pelayan.


"Saya mengerti perasaan Tuan tapi saya mohon Tuan tetaplah disini." ucap Kepala Pelayan menundukkan kepala dan memohon.


Duke Simons pun akhirnya menyerah dan mengikuti permintaan Kepala Pelayan dan mendengarkan semua perbincangan mereka dari bawah tanpa ada yang tau ataupun curiga.


Ketika Putra Mahkota Franz mengatakan apa yang ingin dikatakannya terakhir kali membuat Duke Simons berfikir kembali semua ucapan Putra Mahkota Franz. Duke Simons akhirnya mengingat kembali semua yang terjadi dihari dimana dirinya melakukan Acara Pertunangan.


Duke Simons akhirnya curiga jika yang membuatnya kehilangan penerusnya adalah Countess Larsca, Ibu kandung Anastasya. Duke Simons berfikir jika Countess Larsca adalah penjahat sebenarnya karena rela mengorbankan cucunya demi balas dendam untuk menghancurkan Shiena.


Duke Simons tak berfikir sedikit pun kemungkinan jika Anastasya sendiri yang ingin mengugurkan kandungannya karena Duke Simons yakin jiia Anastasya sangat mencintainya dan sangat menantikan bayi itu lahir sama seperti dirinya.


Namun, siapa sangka ternyata Anastasya sendiri yang ingin menggugurkan kandungannya. Duke Simons bahkan sampai saat ini berfikir jika Anastasya adalah korban dan dirinya tak tau apapun sehingga tak layak untuk dibenci.


Semua rakyat dan Bangsawan yang awalnya berfikir mungkin ada yang salah dalam tuntutan itu bahkan ada yang mulai simpati kepada Anastasya tapi setelah mendengar pertanyaan Putra Mahkota semuanya mulai terasa terterangi bahwa di dalam kasus ini masih ada bagian yang belum terjawab.


Semuanya mulai mencurigai dan menerka-nerka kebenaran dari cerita Tuduhan palsu itu. Shiena yang tadinya bingung dengan apa yang terjadi akhirny menggiring opini rakyat dan bangsawan jika semua ini adalah kesalahan Countess Larsca dan Anastasya. Hakim yang tadinya juga bingung mulai berfikir hal yang sama seperti yang lainnya juga.


"Maafkan saya Lady Anastaaya. Saya tidak bisa melepaskan Countess Larsca dan Amy tapi Lady jangan khawatir karena saya telah memaafkan keduanya." ucap Shiena.


"Tapi Lady, saya mohon." ucap Anastasya memelas.


Lalu, Putra Mahkota Franz yang mulai muak dengan akting Anastasya akhirnya kehilangan kesabarannya.


"Hakim!" panggil Putra Mahkota Franz.


"Hamba menghadap Yang Mulia." ucap Hakim Kekaisaran.


"Selidiki masalah ini sampI tuntas dan saya rasa kau mengetahui maksudku!" perintah Putra Mahkota Franz.


"Baik, Yang Mulia." ucap Hakim Kekaisaran.


Setelah urusan dengan Hakim, Putra Mahkota Franz pun bertindak pada kelancangan Anastasya yang telah menghentikan eksekusi hukuman.


"Sebaiknya saat ini Lady menyingkir dari sana. Jika tidak, Lady akan ikut dihukum atas tuduhan membantu seorang Penghianat!" ucap Putra Mahkota Franz.


Anastasya yang tak ingin menyerah begitu saja masih mencoba untuk memohon kepada Shiena dan mencoba mengambil simpati rakyat dan Bangsawan tapi segera dihentikan oleh Countess Larsca dan Amy.


"Kami baik-kaik saja, Nona. Saya mohon Nona untuk segera menyingkir." ucap Amy.


"Turunlah putriku. Ibu baik-baik saja. Ini semua adalah kesalahan Ibu. Ibu tak ingin kau ikut hancur karena Ibu." ucap Countess Larsca.


Setelah mengatakan hal itu, Anastasya tak bisa mengatakan atau bertindak apapun dirinya pasrah dan bergegas turun dari Panggung Eksekusi yang langsung disambut dengan tatapan tajam dan hinaan dari Rakyat Kekaisaran Pearl sebagai Putri Penjahat.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..


🥰😍😘😚 Terima Kasih