
Shiena dan Duchess Carrole berbincang tentang barang-barang mewah seperti gaun, tas, sepatu serta perhiasan yang sedang tren saat ini dan memutuskan untuk pergi bejalan-jalan keluar bersama saat kondisi tubuh Shiena telah benar-benar sembuh.
Di karena hari sudah menjelang gelap, Shiena dan Duchess Carrole kembali ke dalam Mansin Utama. Duchess Carrole pamit untuk pergi dahulu dan meminta Shiena untuk ikut makan malam bersama.
Ketika malam tiba, Shiena pergi ke Ruang Makan bersama Marry. Marry berdiri di tempat banyak pelayan. Sementara Shiena langsung di sambut pelukan dari Duchess Carrole.
Duchess Carrole mengajak Shiena untuk duduk bersama untuk makan malam bersama Duke Watson dan RajanTerdahulu Kai.
Mereka makan dengan santai dan setelah selesai mereka pergi bersantai untuk sekedar meminum secangkir kopi ataupun teh dan memakan cemilan ringan sambil mengobrol bersama.
Raja Terdahulu Kai tidak memperlihatkan wajah bimbangnya dan begitu pula dengan Duke Carrole meski di dalam hati mereka sangat gelisah. Raja Terdahulu Kai dan Duke Carrole berfikir mereka dapat membohongi Shiena tentang situasi sebenarnya tapi kenyataannya tak ada yang bisa di sembunyikan karna Shiena dapat membaca fikiran siapapun yang di kehendakinya.
Shiena mencoba bertanya kepada Duke Carrole dan Raja Terdahulu Kai bagaimana mereka bisa membatalkan pertunangan itu karna Sheina tau bahwa yang meminta pertunangan ini di batalkan adalah ayah dan kakeknya.
Shiena terus bertanya dan memancing dan mendapatkan kenyataan yang menggemparkan dan membuat Shiena harus lebih waspada lagi.
"Ayah dan kakekmu hanya meminta kompensasi atas tindakan Putra mahkota yaitu minta pertunanganmu dan Putra Mahkota di batalkan dan Kaisar pun menyetujuinya." ucap Duke Carrole.
"Bagaimana dengan Putra Mahkota? Apa dia menerima keputusan ini?" tanya Shiena.
"Tentu saja dia menolak tapi tak ada yang bisa dia lakukan karna itu sudah keputusan Kaisar." ucap Raja Terdahulu Kai.
"Sudahlah. Hal ini jangan di bahas lagi. Yang terpenting sekarang adalah Shiena tersayang sudah kembali dan tidak ada hubungan apapun lagi pada Putra Mahkota." ucap Duchess Carrole menengahi.
Shiena yang tidak puas dengan penjelasan itu mencari tau sendiri dengan membaca fikiran Raja Terdahulu Kai, Duke Carrole dan Duchess Carrole.
'Shiena tidak boleh tau bahwa pamannya sampai mengirim pasukan elit ke perbatasan untuk menekan Kaisar agar mau memberi kompensasi sesuai yang diinginkan' fikir Raja Terdahulu Kai.
Shiena yang mengetahui itu langsung tersedak yang membuat semua perhatian tertuju pada Shiena lagi padahal saat ini mereka sedang fokua pada hewan kecil manis peliharaan Duchess Carrole yang bernama Lexie yang seekor kelinci berbulu putih bersih.
'Kaisar pasti tidak senang karna kelancanganku. Aku harus mengukuhkan kekuatan keluargaku agar Kaisar tidak bisa melakukan apapun.' fikir Duke Carrole.
Ketika Shiena sedang mencerna semua informasi yang di dapatkan. Duchess Carrole berkata bahwa besoak Nyonya Marchioness Maria, Tuan Muda Roan dan Tuan Muda Alphonso akan datang berkunjung.
'Saat Roan datang, aku akan membawa Maria pergi dan meninggalkan Shiena dan Roan berduaan. Aku harap mereka menjadi dekat dan bila perlu sampai menikah' fikir Duchess Carrole.
Setelah membaca fikiran Duchess Carrole, Shiena terbatuk kembali untuk kedua kalinya. Shiena pun memanfaatkan itu untuk kembali ke kamarnya dan beristirahat.
Dalam perjalanan kembali ke kamarnya, Shiena terus berfikir dan mengingat semua informasi yang ia ketahui.
Setelah sampai di kamar, Shiena meminta semua pelayan keluar dan meninggalkannya sendiri dengan alasan ingin beristirahat total dan semua pelayan pun menuruti dan meninggalkan kamar Shiena.
"Bagaimana ini terjadi? Kakek dan paman bahkan sampai ingin memulai perang hanya karna ingin pertunanganku batal. Lalu, ayah yang telah membuat Kaisar marah karna lancang memintanya menarik kembali perkataannya. Aku yakin ini pasti akan jadi masalah." ucao Shiena pelan.
Shiena yang frustasi hanya bisa terdiam dan terduduk di atas tempat tidurnya.
"Hah, belum lagi ibu. Kenapa ibu ingin menjodohkan aku dengan kak Roan? Kak Roan adalah pria yang baik tapi aku tak.ingin menyakirtinya karna aku tak memiliki perasaan apapun saat ini" ucap Shiena.
Shiena yang semakin pusing dan bingung memikirkan semua yang telah terjadi lebih memilih untuk tidur dan mengistirahatkan fisik dan fikirannya.
#Besambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘