The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 217. Pertunjukan Di Mulai III


Lady Fransice dan Lady Priyana yang sedang mengikuti kepergian Marquess Laurence yang pergi ke lorong tak menemukan keberadaan Marquess Laurence tapi mereka berdua tidak berhenti dan tetap mencari.


Namun, tiba-tiba Lady Francise yang merupakan Putri seorang Count dan memiliki bisnis dibidang surat kabar tiba-tiba mendengar suara wanita yang sedang bermesraan dengan seorang pria dan karena rasa penasaran yanh besar Lady Francise mencari sumber suara itu bersama Lady Priyana.


Ketika suara itu semakin terdengar jelas, Lady Priyana melihat ada sebuah ruangan yang terbuka dan kemudian sadar jika suara itu berasal dari sana. Lady Priyana dan Lady Francise pun mencoba mengintip dan betapa terkejutnya mereka melihat Anastasya yang merupakan bintang di Acara Pertunangannya sedang bermain dengan pria lain.


Karena sangat terkejut, Lady Priyana pun berteriak keras hingga terdengar ke Ruang Acara dan membuat semua Bangsawan berlarian menuju sumber suara. Setelah berteriak, Lady Priyana pun pingsan dan Lady Francise yang ada di sampingnya pun panik dan berteriak minta tolong.


Penjaga serta Kesatria yang berjaga pun bergegas ke arah sumber suara begitu pula Bangsawan Pria lainnya. Betapa terkejutnya mereka melihat Lady Anastasya yang sedang tak sadarkan diri dengan tubuh bagian atas yang terbuka bersama seorang pria lain.


Duke Simons yang melihat kejadian itu tak tinggal diam dan langsung menghajar pria itu dan ternyata adalah Baron Mishall lalu menutup tubuh bagian atas Anastasya yang tak sadarkan diri dengan toxedonya.


Countess Larsca yang melihat kondisi Anastasya pun berteriak histeris dan kemudian menangis. Count Larsca yang melihatnya pun tak tega hingga meminta para Tuan, Nyonya dan Nona Bangsawan untuk meninggalkan ruangan itu dan kembali ke Ruang Acara.


Duke Simons yang tak bisa menahan amarahnya memerintahkan Kesatrianya untuk membawa Baron Mishal keruang bawah tanahnya dan mengurungnya. Duke Simons juga memanggil pelayan untuk membantu Anastasya mengganti pakaiannya.


Duke Simons kemudian memanggil Kepala Pelayan Rumah Tangga dan memerintahkan untuk mengantar semua tamu untuk pulang dan membuat semua tamu untuk tidak menyebarkan gosip ini sampai keluar tapi semua sudah terlambat, Lady Francise segera memberi tau Count apa yang terjadi dan Count yang tau akan membuat berita utama yang besar.


Count pun memerintahkan bawahannya segera membuat berita itu dan dalam waktu hitungan jam semua orang telah mengetahui berita tentang Anastasya yang tidur bersama pria lain di Acara Pertunangannya.


Semua orang yang berfikir bahwa Shiena adalah pemain wanita dari gosip yang beredar segera meredup dan malah berfikir bahwa itu hanya lah gosip yang dibuat-buat sengaja menjatuhkan nama baik Shiena.


Semua orang sekarang lebih percaya jika Anastasya lah wanita yang sangat tidak tau malu dan bahkan semua orang mengingat kembali tentang hubungannya dengan Mantan Putra Mahkota Brian yang baru saja dihukum penggal sementara hanya dalam hitungan satu bulan telah bertunangan dengan Duke Simons.


Marquess Laurence dan Shiena yang berada di dalam Cincin ruang melihat semua yang terjadi. Shiena yang takut jika Marquess Laurence berfikir buruk tentangnya pun melihat Marquess Laurence dengan hati-hati.


"Apakah kakak berfikir aku melakukan hal yang salah dan terlalu kejam?" tanya Shiena.


"Kenapa kau berfikir begitu?" tanya Marquess Laurence.


"Aku hanya..." ucap Shiena terbata-bata.


"Kakak tidak berfikir begitu Shiena. Kakak merasa semua orang yang jahat memang harus mendapatkan balasan yang setimpal." ucap Marquess Laurence.


"Terima kasih kak." ucap Shiena.


Shiena yang senang mendengar perkataan Marquess Laurence pun menjadi lega kemudian mereka pun keluar dari dalam Cincin Ruang. Shiena yang ingin melihat keadaan Anastasya mendapatkan pertentangan dari Marquess Laurence tapi Shiena yang bersikeras pun akhirnya mendapatkan persetujuan Marquess Laurence.


Marquess Laurence pun pergi dari lorong itu menuju Ruang Acara untuk melihat keadaan yang terjadi. Sementara Shiena yang melihat hanya ada Anastasya yang sedang tertidur pun masuk ke dalam ruangan menggunakan Sihir Gelapnya.


Sedangkan, Anastasya sebenarnya sudah terbangun ketika Duke Simons pergi dan meninggalkan Countess Larsca dan Amy. Anastasya yang tak mengerti mendapatkan penjelasan dari Countess Larsca apa yang telah terjadi. Anastasya yang tak terima dengan pernyataan Countess Larsca menjadi shock kemudian pingsan kembali.


Countess Larsca yang melihat Anastasya pingsan kembali menjadi khawatir kemudian memanggil dokter. Setelah memeriksa dokter pun menyarankan kepada Countess Larsca untuk meninggalkan Anastasya karena saat ini Anastasya membutuhkan waktu istirahat.


Setelah beberapa menit, Anastasya pun sadar tapu tak mengerti apa yang telah terjadi padanya dan ketika melihat ke sekeliling, Anastasya melihat Shiena yang sedang berdiri beberapa langka dari tempat tidurnya. Anastasya yang melihat Shiena kemudian perlahan mengingat hal buruk yang telah terjadi padanya.


Anastasya yang tak bisa mengontrol dirinya pun berteriak-teriak dan mengusi Shiena dari ruang kamarnya namun Shiena hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


"Kau! Kenapa kau tertawa? Kau pasti sangat senang melihatku hancur bukan?" tanya Anastasya kesal.


"Hmmm, tentu saja aku senang. Bohong jika aku merasa sedih dan prihatin padamu!" ucap Shiena dengan nada menyindir.


"...." Shiena diam kemudian duduk.


"Kau tak mendapatkan izin disini. Keluar!" teriak Anastasya marah.


"Keluar? Kenapa aku harus keluar? Aku senang berada disini. Aku ingin melihat wajah orang yang telah menyebarkan gosip tentangku." ucap Shiena.


Anastasya yang mendengar perkataan Shiena menjadi terkejut. Anastasya menyangka jika Shiena telah mengetahui apa yang telah dilakukannya. Anastasya pun akhirnya berfikir bahwa Shiena adalah orang yang telah menjebaknya dan menyebabkan reputasinya hancur saat ini.


"Ja-jangan semua ini adalah perbuatanmu." ucap Anastasya.


"Tentu saja." ucap Shiena.


Anastasya yang mendengar pengakuan Shiena mulai gerah dan marah kemudian berdiri dan mencoba menggapai Shiena tapi tak berhasil. Anastasya pun terjatuh di atas meja yang menyebabkan gelas di meja itu terjatuh.


Countess Larsca dan Amy yang mendengar ada suara gelas pecah segera berlari ke dalam kamar dan menemui Anastasya. Di dalam kamar, Countess Larsca sangat terkejut melihar Anastasya yang terduduk di lantai. Countess Larsca juga tak kalah terkejut karena melihat keberadaan Shiena di dalam kamar itu.


"Kau! Apa yang kau lakukan pada putriku?" teriak Countess Larsca marah.


"I-ibu... Hancur! Semua telah hancur, bu." ucap Anastasya menangis.


"Tenanglah sayang. Ibu ada disini. Ibu akan melindungimu." ucap Countess Larsca menenangkan Anastasya.


"Dia! Dia lah pelakunya, bu! Dia yang telah menjebakku dan menghancurkan reputasiku!" ucap Anastasya.


"Apa?" teriak Countess Larsca.


Countess Larsca yang mendengar perkataan Anastasya menjadi murka dan memaki-maki Shiena. Shiena yang mendengar ucapan Countess Larsca pun tertawa.


"Kalian ibu dan anak sangat lucu! Kalian yang lebih dulu menggangguku tapi tak ingin diganggu. Kalian melakukan kejahatan tapi tak ingin dibalas!" ucap Shiena menyindir.


"Kau! Kau harus mendapatkan balasannya!" ucap Countess Larsca.


Shiena yang tak peduli dengan perkataan Countess Larsca pun memalingkan tubuhnya dan beranjak pergi. Namun tiba-tiba Countess Larsca menarik tangan Shiena dengan kuat hingga gelang mutiara yang diberikan Putra Mahkota Franz tertarik dan terlepas hingga jatuh kelantai.


Shiena yang merasakan sakit ditangannya pun mengaduh kesakitan dan refleks memegang pergelangan tangannya.


Anastasya yang sudah ingin sekali membalas Shiena dan tak memikirkan apapun bekerja sama dengan Countess Larsca dan hanya dengan sebuah anggukan Countess Larsca melakukan seperti yang diiginkan Anastasya.


Countess Larsca pun mendorong Anastasya ke arah dinding hingga terjatuh. Anastasya yang terjatuh berteriak kesakitan dengan sangat keras. Anastasya pun semakin berteriak keras karena perutnya terasa sangat sakit dan mengeluarkan darah dari balik gaunnya dan kemudian pingsan.


Countess Larsca pun tak kalah histerisnya kemudian Countess Larsca pun berteriak dan meminta tolong. Segera Amy dan beberapa Kesatria berlari dan masuk ke ruangan itu yang membuat Shiena menjadi sangat panik dan berencana kabur tapi tangannya dipegang dengan kuat oleh Countess Larsca. Shiena pun dalam keadaan yang sangat terdesak.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..


🥰😍😘😚 Terima Kasih