The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 203. Belanja


Shiena yang tak ingin memikirkan masalah yang akan terjadi di masa depan terlalu berlebihan memutuskan untuk keluar mencari udara segar dan berbelanja Gaun untuk dipakai saat Acara Pertunangan Anastasya dan Duke Simons serta mencari kado yang sesuai untuk pertunangan mereka.


Shiena pun meminta Ana menyiapkan kereta kuda untuk mereka pergi sementara Marry membantu Shiena bersiap-siap mengganti pakaiannya. Tak butuh waktu lama, hanya dalam setengah jam semua telah selesai. Shiena, Marry dan Ana pergi ke pasar menggunakan kereta kuda dengan lambang Keluarga Carrole.


Shiena sebenarnya tak ingin pergi keluar menggunakan kereta kuda dengan Lambang Keluarganya karena dapat menjadi pusat perhatian banyak orang tapi karena tak memiliki kereta kuda lainnya maka Shiena terpaksa menggunakannya.


Shiena yang telah sampai di salah satu butik yang menjual Gaun-gaun mewah untuk Bangsawan Atas mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa semenjak kedatangannya bukan karena dirinya adalah Bangsawan tapi karena Lambang Keluarga yang tertera di kereta kudanya yang menandakan bahwa dirinya adalah salah satu anggota Keluarga Bangsawan terkuat setelah Keluarga Kekaisaran.


Semua orang memberika layanan terbaiknya dan menunjukkan rancangan gaun-gaun dengan edisi terbatas dengan berbagai macam aksesoris yang membuat setiap wanita menjadi sangat senang dan bersemangat tak terkecuali Shiena yang menjadi sangat senang. Shiena yang tak sadar hingga membeli lebih dari lima gaun untuk dirinya sendiri.


Shiena yang tak lupa dengan kedua pelayannya yang sudah dari tadi Shiena baca fikirannya sangat ingin memiliki satu dari semua koleksi itu pun akhirnya meminta Pelayan Toko menunjukkan beberapa rancangan gaun yang indah lainnya untuk Marry dan Ana.


"Aku telah membeli cukup banyak gaun. Kalian berdua akan ikut pergi denganku. Jadi aku mau kalian pilihlah masing-masing satu gaun." perintah Shiena.


Marry yang merasa tidak enak hati dengan kebaikan Shiena menjadi ragu memilih dan berbanding terbalik dengan Ana yang langsung memilih satu gaun yang cantik untuk dirinya sendiri. Ana mengabaikan tatapan tajam dari Pelayan Toko yang tak suka seorang rakyat jelata berbelanja di butik mereka tapi karena mereka bukanlah pelayan biasa dari Keluarga Besar akhirnya pelayan toko itu hanya bisa diam dan melihat.


Shiena yang mengerti maksud Marry memberikan senyum terbaiknya dan meminta kembali kepada Marry untuk memilih dan tentu saja dengan sedikit ancaman karena jika Marry tidak menurut maka Shiena akan memecatnya. Marry yang takut dipecat oleh Shiena pun memilih satu gaun yang sama dengan Ana.


Setelah selesai memilih gaun, Shiena menggunakan uang pribadi miliknya untuk membayar. Semua orang yang melihat Shiena berbelanja hanya bisa menelan ludahnya karena Shiena tak hanya memborong gaun-gaun yang mahal dan eksklusif tapi juga beberapa aksesoris pendukung lainnya seperti sepatu, topi dan tas yang membuat semua orang semakin terkejut jika mengetahui berapa banyak jumlah koin emas yang dikeluarkan Shiena.


Semua pelayan toko yang tadinya sedikit kesal karena harus melayani rakyat jelata menjadi senang karena mereka akan dapat bonus yang besar dan banyak karena dapat menjual banyak barang dari butik itu. Shiena yang juga mengerti keinginan dari Pelayan Toko juga memberikan tips yang cukup besar yang membuat pelayan itu menjadi senyum bahagia.


Shiena yang telah selesai memilih Gaun untuk dipakai ketika Acara Pertunangan Anasatasya dan Duke Simons. Shiena pun akhirnya berkeliling ke beberapa toko untuk mencari kado yang bagus. Shiena tak ingin memberikan kado yang biasa-biasa saja dan juga tak ingin memberikan kado yang istimewa dan mewah untuk Pertunangan itu karena bagi Shiena Anastasya adalah musuh yang harus diwaspadai. Shiena yang bingung memilih kado pun bertanya kepada Marry dan Ana.


"Apa kalian punya saran kado apa yang bisa aku berikan saat Pertunangan Lady Anastasya dan Tuan Duke?" tanya Shiena


"Bagaimana dengan perhiasan Nona?" ucap Marry.


"Itu terlalu mewah dan lagi pula Lady Anastasya pasti memiliki banyak sekali perhiasan yang diberikan oleh Tuan Duke untuknya." ucap Shiena.


"Hmmm, Lalu apa yang harus diberi Nona?" tanya Marry bingung.


"Aku tidak tau." ucap Shiena spontan.


"Bagaimana dengan parfume pasangan Nona?" ucap Ana.


"Parfume?" tanya Shiena bingung.


"Benar Nona. Orang-orang sering memberikan parfume untuk orang lain sebagai kado jadi bagaimana jika Nona juga memberikan kado parfume bukankah Nona bilang memberi kado yang tidak terlihat terlalu mewah tapi juga tidak sederhana." ucap Ana.


"Kau benar. Itu ide yang bagus. Ayo kita ke toko Parfume." ajak Shiena.


Shiena, Marry dan Ana pun pergi ke Toko Parfume yang ada di pasar itu. Ketika berada di depan Toko Shiena telah mencium bau yang sangat wangi yang berasal dari dalam toko yang bisa diketahui itu adalah bau parfume dan ketika masuk Shiena dimanjakan dengan warna-warni dan bentuk botol-botol parfume yang sangat cantik, elegan dan berkelas. Tak hanya itu, di dalam ruangan tercium bau wewangian yang sangat enak yang membuat semua orang semakin senang dan ingin berlama-lama di dalam toko tersebut.


"Selamat datang di toko kami, Lady." ucap Manager Toko Sopan.


"Terima kasih. Saya kemari ingin mencari Parfume yang cocok untuk kado." ucap Shiena.


"Apakah Lady ingin memberikan Parfume itu untuk laki-laki yang Lady sukai?" tanya Manager Toko.


Shiena yang mendengar perkataan Manager Toko tiba-tiba teringat bayangan wajah tampan Putra Mahkota Franz yang membuat wajah Shiena tiba-tiba memerah. Shiena yang merasa ada perubahan pada wajahnya buru-buru mengalihkan fikirannya.


'Apa yang aku fikirkan? Aku tidak benar-benar jatuh cinta padanya kan?' ucap Shiena dalam hati.


Shiena yang melihat wajah kebingungan dari Manager Toko, Marry dan Ana mencoba mengendalikan dirinya kembali dan mulai mengontrol nada bicaranya seperti semula.


"Tidak. Aku ingin memberika kado kepada temanku yang akan bertunangan nantinya." ucap Shiena mengelak.


"Ah jika begitu mari silahkan ikuti saya. Saya akan menunjukkan beberapa koleksi terbaik kami untuk Lady." ucap Manager Toko.


Shiena, Marry dan Ana pun mengikuti Manager Toko itu dari belakang. Manager Toko itu membawa Shiena


ke sudut ruangan dengan etalase Parfume yang berjejer rapi. Manager Toko tersebut mengambil beberapa botol minyak wangi dan menyemprotkannya ke selembar kertas yang telah di potong kecil-kecil dan memberikannya kepada Shiena.


Shiena yang mencium wangi-wangi dari botol parfume itu menjadi ceria sehingg Shiena tak hanya membeli Parfume untuk Kado Anastasya dan Duke Simons. Shiena juga membelikan Parfume untuk Duke Carrole dan Duchess Carrole. Shiena pun meminta manager itu membungkus kedua Parfume itu ke dalam wadah yang cantik yang berwarna biru laut untuk Duke Carrole dan Duchess Carrole sementara yang berwarna merah untuk kado Pertunangan Anastasya dan Duke Simons.


Setelah selesai dengan urusannya, Shiena pun keluar dari Toko Parfume dan mencari Restoran yang enak dan lezat. Setelah menacari beberapa menit, Shiena melihat ada Restoran yang cukup ramai dan menjual bebek goreng. Shiena yang teringat dengan makanan yang pernah dimakannya di masa modern pun memilih masuk dan makan di Restoran itu bersama Marry dan Ana.


Kedatangan Shiena menarik perhatian para lelaki bukan karena statusnya yang merupakan Putri Tunggal seorang Duke dan menjadi Keluarga kedua terhebat setelah Keluarga Kekaisaran tapi karena penampilan dan pembawaan Shiena yang cantik dan elegan layaknya seorang Lady dari Bangsawan Kalangan Atas.


Shiena yang sampai di dalam Restoran segera memilih tempat duduk yang menghadap jendela karena Shiena senang makan sambil melihat pemandangan dari luar. Shiena juga memesan beberapa menu dan begitu pula dengan Marry dan Ana.


Ketika Shiena, Marry dan Ana sedang menikmati makanan mereka dari jauh ada seseorang yang memperhatikan mereka dengan tatapan tidak suka. Shiena yang telah sangat lapar pun tak menyadari tatapan mata yang tajam yang tertuju padanya.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..


🥰😍😘😚 Terima Kasih