
Tiga hari pun berlalu dengan sangat cepat, dua kusir yang bertugas menjemput Permaisuri Shiena dan Kaisar Franz setelah berbulan madu pun telah tiba bersama dua kereta kuda yang menjadi tumpangan keduanya.
Kedua kusir itu pun memasukkan kembali barang-barang yang dibawa sebelumnya ke dalam kereta kuda yang khusus mengangkut barang. Setelah selesai, Permaisuri Shiena pun memasukkan kereta kuda itu ke dalam Cincin Ruang. Kedua kusir itu yang telah dua kali melihat hal aneh yang terjadi saat bersama Permaisuri Shiena tidak merasa terkejut lagi karena telah menganggap itu adalah keistimewaan yang dimiliki oleh Bangsawan Carrole.
Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena pun kembali ke Istana dan menjalani aktifitas mereka seperti biasa. Meskipun bulan madu itu sangat lah singkat tapi sangat berkesan untuk keduanya karena mereka akhirnya dapat menghabiskan waku bersama tanpa ada yang mengganggu.
Permaisuri Shiena pun akhirnya mengetahui bahwa Kaisar Franz adalah orang yang amat sangat romantis dan juga mesum. Permaisuri Shiena juga mengetahui bakat lain yang dimiliki oleh Kaisar Franz yang ternyata adalah seorang koki yang sangat hebat. Selama bulan madu, Kaisar Franz selalu memasakkan makanan yang sangat enak untuk Permaisuri Shiena sehingga membuat Permaisuri Shiena khawatir dengan berat badannya yang akan naik jika hal ini terjadi terus menerus.
Mereka juga berjalan-jalan dan melakukan aktivitas layaknya sepasang kekasih biasa dengan berjalan-jalan di desa di sekitar Istana dan makan makanan lokal yang ternyata memiliki rasa yang sangat enak dan unik.
Permaisuri Shiena yang sangat kelelahan pun tertidur di dalam kereta kuda hingga malam hari mereka sampai di Istana. Kepala Pelayan yang membuka pintu kereta kuda sangat terkejut melihat pemandangan itu karena meskipun sedang tidur, kecantikan yang dimiliki Permaisuri Shiena tidak lah luntur.
Kaisar Franz kemudian menggendong Permaisuri Shiena yang tertidur di dalam kereta kuda keluar dan masuk ke dalam Istana Kekaisaran dan berjalan menuju kamar mereka berdua. Semua Pelayan Istana dan Kesatria Istana yang melihat pemandangan itu berdecak kagum dengan sikap Kaisar Franz yang dinilai sangat lah berkarisma.
Keesokan paginya, Permaisuri Shiena yang sangat kelelahan pun terbangun saat matahari hampir berada di atas kepala. Marry dan Ana yang menyadari jika Permaisuri Shiena telah bangun pun segera memberikan air cuci muka Permaisuri Shiena yang merasa sangat lapar mencicipi segelas susu dan juga sepotong roti untuk mengganjal rasa laparnya. Lalu Marry dan Ana pun membantu Permaisuri Shiena membersihkan diri dan memakai pakaiannya.
Ketika makan siang tiba, Permaisuri Shiena yang sangat lapar pun pergi ke ruang makan bersama Marry dan Ana Permaisuri Shiena yang yakin jika dirinya akan makan siang sendiri disebabkan Kaisar Franz yang sedang sibuk dengan urusan Kekaisaran tidak menyangka jika Kaisar Franz datang menemuinya dengan pakaian yang sangat rapi sambil membawa sebuah piring yang berisikan makanan.
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu sangat terkejut, mereka tidak pernah tau jika Kaisar Franz sangat pandai memasak dan bahkan dengan senang hati memasak untuk istri tercintanya.
Permaisuri Shiena yang mendapatkan perlakuan manis lagi dari Kaisar Franz semakin jatuh hati dan cinta padanya. Permaisuri Shiena pun memakan makanan itu dengan sangat antusias karena yakin makanan itu pasti sangat lah enak dan ternyata benar saat tudung makanan dibuka wangi masakan itu pun menyebar ke seluruh ruang makan hingga membuat semua pelayan merasa lapar.
Ketika satu gigitan itu masuk ke dalam mulut, Permaisuri Shiena yang berniat untuk diet pun akhirnya goyah dengan makanan leza yang telah dimasak dengan cinta oleh Kaisar Franz.
Setelah selesai makan siang, Permaisuri Shiena pun kembali ke kamarnya sementara Kaisar Franz pergi ke ruang rapat membicarakan Pesta Ulang Tahun Permaisuri Shiena yang akan terjadi pada bulan ini. Kaisar Franz yang telah berencana mengundang banyak tamu penting dari beberapa Kerajaan tetangga guna mengeratkan hubungan sekutu mereka. Kaisar Franz pun memerintahkan Tuan Eit dan Kepala Pelayan untuk mengurus undangan resmi untuk beberapa tamu penting dan tak hanya itu Kaiasr Franz juga meminta agar Istana dapat menyiapkan kamar terbaik jika ada beberapa Bangsawan dari Keajaan lain yang ingin menginap.
Permaisuri Shiena juga baru menyadari jika Pembanguan Sekolah Gratis untuk Rakyat mendapatkan bantuan dari Menara Sihir yang dipimpin oleh Duke Laurence. Permaisuri Shiena yakin jika Duke Laurence mengetahui bahwa dirinya yang menjadi pelopor Pembanguan Sekolah Gratis itu pun mengajukan diri untuk membantu dengan memberikan bantuan berupa tenaga Murid Menara Sihir yang khusus memiliki Sihir Tanah, Sihir Angin dan Sihir Air. Tak hanya itu ternyata Duke Laurence juga mengajukan diri sebagai salah satu Donatur tetap yang akan memberikan bantuan kepada Rakyat berbakat yang sekolah disana untuk menjadi bagian dari Kediaman Laurence.
Permaisuri Shiena tidak menyangka jika Duke Laurence akan melakukan hal itu, tak hanya Duke Laurence tapi juga Kediaman Duke Carrole dan Duke Watson mengajukan diri untuk ikut membantu Pembangunan Sekolah Gratis untuk Rakyat biasa yang mana setiap Rakyat yang berbakat berhak masuk menjadi bagian dari salah satu Kelaurga Bangsawan Atas.
Hal ini membuat banyak sekali Bangsawan-bangsawan yang awalnya menolak dan memandang sebelah mata Sekolah itu perlahan ikut mengajukan diri untuk bergabung tapi Permaisuri Shiena yang sangat tau jika yang dilakukan oleh Bangsawan itu hanya ikut-ikutan dan ingin memiliki hubungan baik dengan Gadis Suci atau salah satu dari ketiga Bangsawan Atas di Kekaisaran Pearl ini menolak permintaan mereka sehingga menimbulkan gosip yang disebarkan langsung oleh Kelaurga Bangsawan yang mendapatkan penolakan dari Gadis Suci jika Gadis Suci haus akan kekuasaan sehingga hanya menerima Bangsawan atas saja.
Permaisuri Shiena yang menganggap gosip itu sebagai angin lalu pun memutuskan untuk mengabaikannya dan terus maju dengan jalan apa yang telah dipilihnya.
Permaisuri Shiena pun memerintahkan Marry dan Ana mengambil beberapa kertas serta sebuah pena untuknya menulis surat. Permaisuri Shiena pun menuliskan surat ucapan terima kasih dan permintaan bantuan kerjasama untuk Duke Laurence dan Duke Watson.
Permaisuri Shiena juga menuliskan dua buah surat untuk Duke Carrole yang isinya adalah ucapan terima kasih dan permintaan bantuan kerjasama dalam Pembangunan dan Kemajuan Sekolah gratis untuk Rakyat biasa dan juga ungkapan rindu akan kehadiran keduanya karena setelah menikah dengan Kaisar Franz. Permaisuri Shiena hanya bisa bertemu dengan Duke Carrole da Duchess Carrole dua kali.
Setelah selesai menulis surat, Permaisuri Shiena memerintahkan kepada Marry dan Ana untuk mengirimkan suratnya kepada Duke Carrole langsung ke Kediaman Carrole sementara surat untuk Duke Laurence dan Duke Watson diserahkan pada Baron Valkrim atau Baron Grogolia untuk memberikan surat itu ke Kediaman Laurence dan Kediaman Watson agar tidak ada yang tau siapa Gadis Suci sebenarnya.
'Sepertinya waktu bagiku untuk semua Rakyat dan Bangsawan mengetahui bahwa aku adalah Gadis Suci yang selama ini mereka pertanyakan identitasnya. Aku jadi penasaran bagaimana reaksi mereka ya?' fikir Permaisuri Shiena.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
🥰😊😍😘
Terima kasih**