The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 150. Tuan X Sebenarnya


Tuan X yang telah kembali ke pondoknya melihat Eit yang sedang memasak di dapur langsung saja masuk ke dalam kamarnya. Tak lupa Tuan X mengabarkan untuk tidak mengganggunya. Eit yang tak tau apa yang terjadi pada Tuan X hanya bisa diam dan menunggu sampai Tuan X bersedia bicara dengan sendirinya.


Tuan X yang duduk sendiri di dalam kamarnya membuka kamar rahasia miliknya dan melihat sebuah kotak yang berisi jubah dan lambang Kekaisaran.


"Sudah hampir lima belas tahun aku melepaskan semua hal yang seharusnya menjadi milikku. Apa aku harus mengambilnya kembali?" ucap Tuan X sendiri.


Tuan X ingat ketika dirinya kecil. Tuan X yang merupakan Putra Mahkota Kekaisaran Pearl bernama Franz Yanza Le Pearl, harus berjuang bertahan hidup dari kejaran Pembunuh bayaran yang dikirim oleh Ratu Monica untuk melenyapkannya agar Putranya bisa menjadi Putra Mahkota.


Putra Mahkota Franz yang tertangkap pun akhirnya bisa selamat setelah berada diambang kematian yang mana membuatnya berhasil menggunakan Sihir Kegelapan dan tak hanya itu karena Kegelapan dalam hatinya terlalu kuat membuat Dewa Kematian datang karena melihat dirinya telah meninggal.


Dewa Kematian yang datang telah salah mengira bahwa Putra Mahkota Franz meninggal yang membuatnya hampir melakukan kesalahan saat mencabut nyawa seorang manusia. Dewa kematian membantu mengabulkan satu keinginan Putra Mahkota Franz yaitu kekuatan.


Putra Mahkota Franz ingin memiliki kekuatan untuk melindungi dirinya dan orang disekitarnya sehingga Dewa Kematian memberikan sebuah pil yang ternyata memiliki kemampuan menghentikan waktu seperti yang dilakukan Putra Mahkota Franz saat berbicara dengan Putra Mahkota Brian.


Dalam pelarian dari kejaran anak buah Ratu, Penasehat Kekaisaran yang merupakan Kakak kandung sang Permaisuri yang artinya adalah Paman Putra Mahkota Franz menemukan keponakannya dan membawanya ke tempat persembunyiannya.


Penasehat Kekaisaran membantu menyembuhkan luka Putra Mahkota Franz, membeserkannya, merawatnya dan mengajarkannya segala kemampuan untuk bertahan hidup.


Putra Mahkota Franz sangat berhutang budi kepada Pamannya sehingga Putra Mahkota Franz berjanji pada dirinya sendiri jika dirinya mampu nanti akan melakukan apapun untuk membalaskan semua kebaikan Pamannya.


Ketika berumur sepuluh tahun, Putra Mahkota Franz bertemu dengan Eit yang saat itu selalu di siksa. Putra Mahkota Franz membantu Eit melepaskan diri dan sejak saat itu Eit selalu bersama Putra Mahkota Franz dalam suka maupun duka.


Sekarang Putra Mahkota Franz merasa dilema antara menyelamatkan sang ayah atau membunuhnya karena sejujurnya Putra Mahkota Franz merasa kecewa dengan sikap ayahnya yang seolah tak melakukan apapun saat dirinya sedang dalam masalah bahkan mengangkat anak dari pembunuh Permaisuri dan dirinya menjadi Putra Mahkota dan mencabut gelar miliknya.


'Apa yang harus aku lakukan ibu? Jika aku membantu Brian maka Kekaisaran ini pasti akan hancur karena orang seperti Brian tak pantas menjadi seorang Kaisar. Namun, jika aku menolak membantu Kaisar itu artinya aku harus memberi tau semua ini kepada Lady Shiena dan aku yakin Lady Shiena akan melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Kaisar.' ucap Putra Mahkota Franz.


Putra Mahkota Franz merasa sangat dilema sehingga diriny tertidur di ruang rahasianya. Di dalam mimpi, Putra Mahkota Franz mengingat kembali kejadian yang pernah di alaminya dan saat ingin terbunuh Putra Mahkota Franz terbangun.


'Kenapa aku memimpikan kejadian itu? padahal selama ini aku telah melupakannya dan bahkan tak pernah memimpikannya lagi. Aku harus menemui Paman dan menceritakan semuanya." ucap Putra Mahkota Franz.


Putra Mahkota Franz keluar dari ruang rahasiannya dan pergi ke Kediaman Penasehat Kekaisaran menggunakan Sihir Gelap. Penasehat Kekaisaran yang tidak terbiasa dengan kedatangan Putra Mahkota Franz meski keponakannya itu telah sering melakukannya.


"Yang Mulia, kenapa kau selalu datang seperti? Apa kau ingin aku segera meninggal?"ucap Penasehat Kekaisaran.


"Jangan berkata seperti itu paman. Aku tak memiliki keluarga lain selain dirimu. Jika terjadi sesuatu padamu siapa yang akan menjaga bibi dan dua keponakan cantikku." ucap Putra Mahkota Franz.


"Makanya kau jangan datang seperti hantu." ucap Penasehat Kekaisaran.


"Maaf maaf maaf kan aku paman tapi paman panggil aku Franz saja aku bukan siapa-siapa sekarang." ucap Putra Mahkota Franz.


"Jangan bercanda, meskipun kau berkata begitu. Di dalam darahmu mengalir darah Keluarga Kaisar." ucap Penasehat Kekaisaran.


"Ya ya ya. Terserah paman saja." ucap Putra Mahkota Franz.


Putra Mahkota Franz yang ingin segera memberitaukan berita penting langsung saja menjentikkan jarinya dan waktu pun berhenti kecuali Putra Mahkota Franz dan Penasehat Kekaisaran yang masih bebas bergerak.


"Kenapa kau menghentikan waktu? Apa ada sesuatu yang buruk yang terjadi?" tanya Penasehat Kekaisaran panik.


"Benar paman. Sangat buruk." ucap Putra Mahkota Franz.


"Cepat katakan!" ucap Penasehat Kekaisaran.


"Apa paman ingat dengan Putra Mahkota Brian?" tanya Putra Mahkota Franz.


"Tentu saja. Anak yang menjadi aib Kekaisaran. Ada apa dengannya? Paman tak perlu merasa hormat kepada anak pembunuh." ucap Penasehat Kekaisaran.


"Bukan hanya menjadi anak pembunuh tapi sebentar lagi akan menjadi pembunuh." ucap Putra Mahkota Franz.


"Apa maksudmu? katakan yang sebenarnya." ucap Penasehat Kekaisaran bingung.


"Brian berencana membunuh Kaisar!" ucap Putra Mahkota Franz.


"Jangan bercanda dan jangan berbohong Franz. Kau tau bukan bahwa paman tidak suka dengan lelucon ini!" tegas Penasehat Kekaisaran.


Putra Mahkota Franz yang tau bahwa Penasehat Kekaisaran tidak akan percaya pun menggabungkan Sihir Gelap dengan Kekuatan Penghenti Waktu sehingga Putra Mahkota dapat menampilkan Kejadian yang terjadi di masa lalu selama sepuluh menit dengan resiko Putra Mahkota Franz akan kelelahan dan tak bertenaga selama sehari penuh.


Penasehat Kekaisaran yang terkejut pun menjatuhkan gelas tapi gelas tersebut tidak pecah karena masih dalam jangka penghentian waktu. Penasehat Kekaisaran buru-buru mengambil gelas itu dan meletakkannya ke tempat semula.


"Dasar anak kurang ajar! Ternyata benar darah seorang pembunuh memang akan selalu menjadi pembunuh. Hal ini tidak boleh terjadi. Kau harus memberitau Kaisar hal ini!" ucap Penasehat Kekaisaran.


"Aku? Tidak tidak tidak." ucap Putrw Mahkota Franz.


"Tentu saja kau, memangnya siapa lagi yang harus melakukannya. Kita harus bekerja sama untuk menjebak Brian. Kita harus membuatnya mati sama seperti ibunya." ucap Penasehat Kekaisaran.


"Paman benar soal itu. Aku ingin dia ikut mati bersama ibunya yang kejam itu. Mata dibalas mata, tangan dibalas tangan dan nyawa dibalas nyawa!" ucap Putra Mahkota Franz.


"Kalau begitu kita buat rencana untuk menjebaknya." ucap Penasehat Kekaisaran.


"Tentu saja paman." ucap Putra Mahkota Franz.


'Pada akhirnya aku harus memberitau identitasku yang sebenarnya dan sekarang aku harus mencari tau apa yang di rencanakan Brian setelah aku berhasil membunuh Kaisar.' fikir Putra Mahkota Franz.


Putra Mahkota Franz mengembalikan waktu seperti semha dan kembali ke dalam Hutan Kesepian untuk beristirahat total tapi ketika ingin keluar pelayan datang membawakan teh dan tak sengaja menjatuhkan teh itu ke pakaian Putra Mahkota Franz.


Penasehat Kekiasaran yang melihat langsung memerintahkan pelayan itu menyiapkan air mandian dan baju ganti lalu membersihkan lantai yang kotor. Putra Mahkota Franz tak punya pilihan lain karena baju itu sudah basah dan terasa lengket di tubuhnya.


Putra Mahkota Franz memakai pakaian yang bagus layaknya seorang bangsawan besar. Putra Mahkota Franz yang keluar dari kamar menuju ruang makan menemui Paman dan Bibinya pun membuat ricuh kediaman itu karena ketampanan Putra Mahkota Franz.


Putra Mahkota Franz yang tak ingin menjadi bahan perhatian orang memilih langsung pergi saja dan meninggalkan sepucuk surat permintaan maaf pergi duluan.


Ketika dalam perjalanan kembali ke Hutan Kesepian, Putra Mahkota Franz melihat Shiena yang sedang dalam masalah dengan sekelompok orang yang membuat masalah di pasar.


"Tolong atau tidak ya?" gumam Putra Mahkota Franz.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘