The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 37. Kepulangan Shiena


Duke Carrole pergi membawa putrinya pulang ke kediaman Duke Carrole karna telah berjanji pada sang istri.


"Shiena!" teriak Duchess.


"Tenanglah Nyonya. Nona pasti akan baik-baik saja" ucap pelayan pribadi Duchess.


Duchess langsung menemui putri dan anaknya yanh sedang dalam perjalanan ke kamar Shiena.


"Shiena, putriku... Huuuhhh Huuuhhh Huuhh" tangis Duchess


"Tenanglah istriku. Shiena pasti baik-baik saja. Dia adalah gadis yanh kuat. Percayalah." ucap Duke meyakinkan.


"Suamiku, bagaimana putri kita bisa seperti ini?" tanya Duchess yang masih menangis.


"Maafkan aku. Ini semua salahku. Aku terlalu mempercayakan keselamatan putri kita kepada Putra Mahkota dan pengawalnya tapi untunglah aku sempat memberinya Batu Emerald itu." jelas Duke dengan raut wajah marah bercampur sedih.


"Huuhh... Huuhh.... huuuh " tangis Duchess


Duke yang lebih mementingkan keselamatan Shiena langsung memanggil dokter untuk memastikan keadaan putrinya.


"William, panggilkan dokter!" perintah Duke.


"Baik, Yang Mulia." jawabnya hormat.


William adalah Kepala Rumah Tangga di kediaman Duke Carrole. Dia adalah orang yang sangat kompeten dan royal.


"Bagaimana keadaan putri kita?" tanya Duchess cemas.


"Jangan khawatir, dokter akan segera sampai dan akan memeriksa bagaimana keadaan Shiena." ucap duke menenangkan.


Tak lama kemudian, dokter pun datang dan memeriksa Shiena.


"Bagaimana keadaan putri kami, dok?" tanya Duchess cemas.


"Yang Mulia, tidak usah khawatir. Nona Shiena hanya kelelahan dan setelah istirahat beberapa hari keadaannya akan segera membaik." ucap dokter.


"Syukurlah." ucap Duchess lega.


"Jangan lupa berikan vitamin ini agar Nona Shiena dapat pulih lebih cepat." ucap dokter.


"Baik, dokter. Terima kasih." ucap Duke.


"Tidak masalah Yang Mulia. Itu adalah tugas saya sebagai dokter." ucap dokter.


"...." Duke dan Duchess.


Setelah mendengar bahwa Shiena membutuhkan istirahat agar kembali sehat. Tuan dan Nyonya Carrole pergi ke ruang kerja Duke Carrole sementara Marry yang merupakan pelayan pribadi Shiena menunggu di kamar sampai Shiena sadar.


Ketika sampai di ruang kerja Duke, Duchess menanyakan detail yang terjadi pada putrinya.


"Suamiku, apa yang sebenarnya terjadi pada putri kita? Bagaimana mungkin ada sayatan pedang di bajunya tapi tidak ada luka apapun bahkan bekas pun tidak.ada?" tanya Duchess.


"Benarkah? Jadi putri kita bisa menggunakan sihir?" tanya Duchess.


"Benar. Tidak hanya sihir cahaya, Shiena juga bisa menggunakan sihir api karna terdapat luka bakar pada anggota Wolf Wild...." ucap Duke.


Sebelum Duke menyelesaikan ucapannya Duchess telah lebih dahulu menyelahnya.


"Tu-tunggu Wolf Wild. Apa kelompok Wolf Wild yang mengincar putri kita?" tanya Duchess.


"Benar. Kelompok Wolf Wild lah yang megejar Shiena dan kelompok itu juga lah yang mencoba membunuh Nyonya Marchioness Maria Von Laurence." terang Duke.


"Tidak. Jadi benar nyawa Nyonya Maria sedang dalam bahaya saat ini?" tanya Duchess.


"Berdasarkan dugaan Shiena dan laporan pengintaian yang dilakukan oleh Zee, semua itu adalah fakta." ucap Duke.


"Suamiku, kau harus menyelamatkan Nyonya Maria." pinta Duchess.


"Kau jangan khawatir, aku sudah mengirim beberapa kesatria terbaik kita untuk menjaganya tanpa sepengetahuan siapapun." ucap Duke.


Duchess yang merasa sedih karna putrinya yang sakit sekarang menjadi khawatir karna saat ini nyawa sahabatnya dalam bahaya.


"Suamiku, apakah Shiena bisa menggunakan sihir lebih dari dua elemen?" tanya Duchess.


"Sepertinya begitu. Karna bukan hanya sihir cahaya dan api sepertinya Shiena juga bisa menggunakan sihir tanah tapi aku tidak tau berapa banyak sihir yang bisa dia gunakan." ucap Duke.


"Kita akan menanyakannya perlahan ketika dia sadar nanti." ucap Duchess.


"Kita harus menyembunyikan juga kenyataan ini karna jika orang lain tau itu bisa membahayakan nyawanya apalagi sebelum dia menjadi kuat dan bsia melindungi dirinya sendiri." ucap Duke.


"Kau benar suamiku dan kau harus segera mencarikan guru sihir yang dapat dipercaya untuk putri kita." ucap Duchess.


"Tentu saja, istriku." ucap Duke senyum.


Setelah beberapa jam istirahat, akhirnya Shiena sadar kembali. Marry yang mengetahui itu langsung pergi menemui Tuan Duke dan Nyonya Duchess Carrole.


"Yang Mulia, Nona Shiena telah sadar." ucap Marry.


"Baiklah. Kami akan segera kesana." ucap Duke.


"Ayo suamiku, kita harus melihat keadaan putri kita.


Duke dan Duchess yang mengetahui itu langsung menemui putrinya.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite.


Terima Kasih.


❤🥰😘