
Countess Larsca sangat senang karena Anastasya yang merupakan Putri mereka yang tersayang akan segera menjadi Permaisuri karena telah menaklukan hati Putra Mahkota dan bahkan mendapatkan dukungan dari seorang Duke tanpa bantuan siapapun.
Countess Larsca sangat penasaran dan ingin tau bagaimana caranya Anstasya bisa mendapatkan Putra Mahkota dan Duke Simons tapi tiba-tiba Anastasya merasa sangat mual dan ingin muntah.
Countess Larsca merasa curiga terhadap Putrinya tapi Countess Larsca tidak marah karena jika kecurigaannya benar maka jalan menuju Takhta Permaisuri akan semakin dekat sehingga Countess Larsca menanyakan beberapa hal kepada Anastasya.
"Tasya, Apa kau sudah datang bulan untuk bulan ini?" tanya Countess Larsca.
"Aku tidak tau, Ibu. Sebentar aku fikir dahulu. Memangnya ada apa, Bu?" ucap Anastasya bingung.
"Ibu curiga jika kamu hamil, Tasya?" ucap Countess Larsca.
"A-Apa? Ha-hamil?" ucap Anastasya yang langsung mengubah nada suaranya yang tadinya tinggi menjadi rendah.
"Ya, karena jika melihat kau mual-mual dan ingin muntah seperti ini. Lagipula, wajahmu sangat pucat dan tubuhmu terlihat lebih sedikit berisi." ucap Countess Larsca.
"I-ibu sepertinya yang ibu fikirkan benar, karena sudah lewat hari dari biasanya aku datang bulan. Ibu bagaimana ini? Aku tidak ingin hamil?" tanya Anastasya khawatir.
"Tenanglah. Ada ibu disini. Sekarang ibu tanya dalam satu bulan ini, kau berhubungan dengan siapa?" tanya Countess Larsca.
"Dengan Putra Mahkota dan Tuan Duke Simons, Ibu." ucap Anastasya bingung.
"Lalu, setelah kau selesai datang bulan. Siapa yang tidur bersamamu pertama kali?" tanya Countess Larsca hati-hati.
"I-itu? Tidak mungkin! Ibu aku mau menjadi Permaisuri bukan seorang Duchess." ucap Anastasya menangis.
"Tenanglah. Pelayan akan curiga dan melihat kita jika kau menangis. Jadi, kau tidur bersama Duke Simons?" tanya Countess Larsca memastikan.
"....." Anastasya mengangguk.
Countess Larsca yang telah berharap akan menjadi Menantu seorang Kaisar tak ingin kehilangan kesempatan yang ada di depan matanya dengan sia-sia sehingga Countess Larsca memikirkan beberapa cara untuk masalah ini.
"Jangan khawatir. Ibu punya solusinya. Putra Mahkota dan Duke Simons tak ada yang tau tentang kehamilanmu bukan?" tanya Countess Larsca.
"Ya, Bu." jawab Anastasya.
"Jadi katakan saja pada Putra Mahkota bahwa kau sedang mengandung anaknya dan juga katakan pada Duke Simons bahwa kau sedang mengandung anaknya. Bukankah Duke Simons berencana akan menjadikanmu Permaisuri dan katakan jika dirimu menjadi Permaisuri maka anaknya akan menjadi Kaisar. Ibu yakin Duke Simons akan setuju." ucap Countess Larsca.
"Bagaimana dengan Putra Mahkota, Ibu? Dia pasti curiga jika bayi ini lahir dan tidak memiliki kemiripan apapun padanya." tanya Anastasya.
"Bukankah di surat kau pernah cerita bahwa Duke Simons akan melakukan kudeta jadi tidak masalah jika itu bukan Anak Putra Mahkota karena sebelum kelahiran anak itu. Duke Simons telah berhasil menjadu Kaisar baru." ucap Countess Larsca.
"Bagaimana jika terjadi kesalahan saat ingin melakukan kudeta itu, Ibu?" tanya Anastasya.
"Putriku yang cantik jangan khawatir kau bisa menggugurkan anak itu dan membuat musuhmu menjadi pelakunya jadi sekali tepuk dua lalat yang mati." ucap Countess Larsca.
"Ibu sangat cerdas." ucap Anastasya.
Anastasya menceritakan rencana Putra Mahkota yang diketahuinya dan meminta saran Countess Larsca tentang hal itu.
Anastasya menceritakan kepada Countess Larsca bahwa Putra Mahkota akan membunuh Kaisar untuk menyelamatkan Takhtanya sebelum diberikan kepada Tuan Muda Alphonso. Putra Mahkota akan mencari seorang pembunuh bayaran yang hebat untuk menghilangkan nyawa Kaisar dan menjadikan Duke Carrole sebagai kambing hitam.
Putra Mahkota sangat membenci Duke Carrole karena Duke Carrole adalah penyebab pertunangan Putra Mahkota dan Lady Shiena Ve Carrole yang merupakan Putri Tunggal dari Duke Carrole dibatalkan.
Putra Mahkota ingin menikahi Shiena dan menjadikannya Ratu lalu membuat alasan untuk tetap mengeksekusi Duke Carrole. Anastasya yang tak ingin Putra Mahkota menikahi Shiena tak tau caranya menghentikan itu.
Countess Larsca memiliki cara tapi Anastasya harus mengorbankan bayinya untuk membuat Shiena tak jadi menikahi Putra Mahkota bahkan Shiena akan dipenggal karena dituduh melakukan percobaan pembunuhan kepada Anggota Keluarga Kekaisaran.
Anastasya yang memang tak ingin mengandung anak Duke Simona dengan mudahnya menyetujui rencana Countess Larsca untuk menggugurkan kandungannya.
Countess Larsca meminta Anastasya bersabar sampai Shiena dan dirinya memasuki Istana sebagai Calon Permaisuri dan Ratu Kekaisaran Pearl dan saat itu lah kesempatan untuk membuat Shiena bersalah karena mencoba meracuni dan membunuh Calon Anggota Keluarga Kekaisaran sementara untuk Duke Simons. Anastasya harus mengatakan bahwa Shiena telah mencoba membunuh anaknya sehingga baik Putra Mahkota maupun Duke Carrole akan membenci Shiena.
Shiena pun akan menjadi sasaran kemarahan Duke Simons dan kebencian Putra Mahkota. Countess berkata bahwa Anastasya tak perlu melakukan apapun karena akan ada orang yang akan melakukan semua untuknya.
Anastasya yang mendengar perkataan Countess Larsca menjadi sangat senang dan semua bebannya seakan menghilanhm Countess Larsca pun ikut senang karena mimpinya terlepas dari status Bangsawan Miskin akan hilang dan akan segera menjadi Mertua dari Kaisar dan nenek dari Calon Kaisar.
Anastasya pun mengajak Countess Larsca untuk berjalan-jalan dan belanja. Countess Larsca sangat senang mendengarnya sehingga meminta pelayan menyiapkan kereta kuda dan membantu Ibu dan anak itu untuk mengganti pakaiannya.
Anastasya dan Countess Larsca pergi ke berbagai macam butik dan membeli gaun, sepatu, tas dan aksesoris yang mahal dan juga bagus. Countess Larsca sangat senang karena akhirnya bisa merasakan menjadi Nyonya Bangsawan Atas yang Kaya Raya.
Setelah lelah berbelanja, Anastasya mengajak Countess Larsca bersantai sambil menikmati dessert terenak di Kekaisaran Pearl yang sangat terkenal di ibukota. Countess Larsca tentu saja mengiyakan dan mereka pun bersantai cukup lama.
Anastasya dan Countess Larsca memesan beraneka macam dessert manis dan juga minuman hangat. Countess Larsca sangat senang karena dapat pergi bersama Anastasya karena semenjak Anastasya remaja, mereka sangat jarang dapat pergi bersama.
Waktu berjalan sangat cepat dan tak terasa waktu sudah mulai sore. Anastasya dan Countess Larsca pun menaiki kereta kuda mereka dengan barang belanjaannya kembali ke Vila untuk beristirahat sebenatar sebelum kedatangan Duke Simons.
Anastasya yang baru sampai di Vila memerintahkan kepada pelayan untuk membawa semua barang belanjaan ke kamar sementara Countess Larsca telah naik ke kamarnya terlebih dahulu. Lalu, Anastasya meminta koki untuk memasak makanan untuk Duke Simons.
Koki mulai mengeluh kepada Anastasya bahwa persediaan rempah-rempah telah menipis karena langkanya barang di pasar. Pedagang tidak bisa menjual rempah-rempah dalam jumlah banyak dan murah karena tidak adanya pengiriman rempah-rempah dari petani di desa. Hal itu disebabkan lebatnya salju yang turun mengakibatkan putusnya jalur perdagangan.
Anastasya pun memerintahkan untuk membeli rempah-rempah itu dimana saja dan dengan harga berapa pun karena rempah-rempah itu sangat diperlukan untuk memasak makanan yang dapat menghangatkan tubuh apalagi di musim dingin seperti ini.
Anastasya pun kembali ke kamarnya bersama Amy setelah memberi instruksi. Anastasya bergegas membersihkan diri dan bersiap untuk kedatangan Duke Simons.
Anastasya sangat senang sebenarnya karena mengandung anak dari pria yang telah merebut hatinya tapi anak itu juga lah yang akan menjadi penghalang untuk masa depan Anastasya jika Duke Simons tidak menjadi Kaisar sehingga Anastasya telah memutuskan untuk menggugurkan bayinya dan membuat Shiena dihukum dengan tuduhan Percobaan Pembunuhan Keluarga Kekaisaran.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Terima kasih.. 🥰😍❤😘