The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 283. Eksekusi I


Kaisar Franz, Shiena dan Bangsawan lain yang hadir ikut tertawa mendengar pernyataan Anastasya. Tak terkecuali Perwakilan dari Menara Sihir dan Balai Penelitian Kekaisaran yang duduk di dekat Kaisar Franz ikut tertawa. Shiena tak menyangka jika Anastasya adalah wanita bodoh yang sangat ceroboh padahal dulu dirinya pernah terjerat dalam permainan Anastasya hingga mati di tangannya.


Lalu, Kaisar Franz pun memberi perintah untuk membawa semua penjahat utama dan keluarganya dibawa ke atas panggung kecuali Pelayan dan Kesatria tetap berada di dalam Kereta Tahanan dengan penjagaan yang ketat agar tidak ada celah untuk kabur.


Kemudian, setelah semua Penjahat itu naik ke atas panggung. Rakyat yang telah bersiap langsung melakukan aksinya dengan melemparkan telur busuk dan tomat busuk ke arah Para Penghianat dan Keluarganya. Kaisar Franz yang melihat tidak menghentikan rakyat karena menurutnya hal itu pantas bagi mereka bahkan mungkin itu tidak lah cukup.


Setelah amarah Rakyat mulai meredah, Kaisar Franz memerintahkan untuk segera memulai Acara Hukuman Eksekusi Para Pemberontak. Penasehat Kekaisaran yang biasanya membaca tuntutan ketika eksekusi terjadi berganti dengan Hakim Kekaisaran. Penasehat Kekaisaran duduk bersantai di kursinya sebagai salah satu Bangsawan Atas Kekaisaran. Sementara Gong kekaisaran dipegang oleh Tuan Eit.


"Gooooonnnngggg......." suara Gong berbunyi.


Setelah suara gong pertama berbunyi semua Rakyat yang awalnya masih mencoba melempar telur dan tomat busuk seketika berhenti lalu Rakyat yang dari tadi terus saja menghina dan mengejek Penghianat segera berhenti.


Tak hanya Rakyat biasa bahkan Bangsawan dan Perwakilan dari Organisasi besar yang dari tadi mengobrol langsung berhenti bicara ketika suara Gong pertama berbunyi dan fokus melihat jalannya hukuman.


"Semua Bangsawan yang menjadi pengikut Duke Simons dan Keluarganya yang telah membantu Duke Simons melakukan Pemberontak yang mengakibatkan banyaknya Kesatria Kekaisaran yang terluka dan beberapa barang yang hancur maka telah diputuskan akan mendapatkan hukuman bahwa semua harta dan aset yang dimiliki akan diambil dan menjadi milik Kekaisaran, Status Kebangsawanannya mulai saat ini telah dicabut dan menjadi Rakyat biasa, seluruh orang akan dipukul cambuk dengan pukulan 20 kali untuk pria dan 10 kali untuk perempuan lalu semuanya akan diasingkan ke beberapa wilayah terpencil di Kekaisaran dan dilarang memasuki Ibukota Kekaisaran." perintah Hakim Kekaisaran.


Setelah hukuman untuk Pengikut Duke Simons dan Keluarganya dibacakan. Ada beberapa Rakyat yang protes karena merasa hukuman itu tidak lah cukup dan sebanding dengan apa yang telah dilakukan. Pengikut Duke Simons serta Keluarganya yang harusnya bersyukur karena tidak dihukum mati malah memohon untuk mendapatkan keringanan hukuman kembali hingga membuat Kaisar Franz marah.


"Tidak! Yang Mulia mohon ampuni kami. Kami tidak bersalah Yang Mulia." ucap salah satu Pengikut.


"Benar Yang Mulia kami hanya lah korban." ucap Keluarga Pengikut." ucap beberapa Pengikut.


"Prakkkk...." suara gembrakan kursi Kaisar.


"Diam! Laksanakan hukuman cambuknya!" perintah Kaisar kepada Algojo.


Setelah mendapatkan perintah langsung dari Kaisar Franz. Algojo segera mengambil cambuk yang ada di dekatnya. Kemudian Kesatria Istana menarik paksa setiap orang yang menjadi Pengikut Duke Simons. Teriakan setiap teriakan terdengar sampai ke seluruh penjuru bahkan air mata kesakitan tak bisa dibendung lagi. Semua Rakyat yang awalnya tidak setuju dengan hukuman itu hanya bisa diam melihat setiap penyiksaan.


"Aaargghhh" teriak Pengikut Duke Simons setiap cambukan mengenai tubuh mereka.


Nyonya dan Nona Muda dari Keluarga Pengikut Duke Simons hanya bisa menangis membayangkan hukuman yang akan segera mereka rasakan. Teriakan permohonan ampun pun terdengar semakin keras dan jelas tapi Kaisar Franz beserta Bangsawan lain yang melihat tak melakukan apapun. Mereka hanya diam di tempat dan memalingkan wajah ketika merasa tidak tahan melihat penyiksaan yang dialami semua Pengikut Duke Simons.


Pelayan dan Kesatria yang berada di Kereta Tahanan yang melihat hukuman itu dari jauh merasakan seluruh tubuhnya bergetar dan tak bisa membayangkan jika hukuman penyiksaan itu mereka alami. Seketika itu juga fikiran bunuh diri jauh lebih baik daripada seperti itu.


Duke Simons yang melihat hukuman penyiksaan itu hanya bisa memalingkan wajahnya karena merasa tidak tega melihatnya lebih lama tapi suara teriakan kesakitan semuanya membuat Duke Simons dapat membayangkan ekspresi semuanya.


Anastasya yang tak jauh dari tempat algojo menghukum Keluarga Bangsawan merasakan mati rasa. Seluruh tubuhnya tak bisa digerakkan lagi bahkan saat ini dirinya tak bisa merasakan apapun dan seluruh tubuhnya bergetar ketakutan. Ekspresi wajah Anastasya berubah pucat dan bahkan mungkin kehilangan selera makannya.


Kaisar Franz yang tersenyum seolah polos dan tak mengerti apapun berbisik di telinga Shiena yang membuat Shiena terkejut. Semua Bangsawan yang melihat tingkah Kaisar Franz hanya bisa geleng kepala dan tak berani protes karena takut mendapatakan hukuman penderitaan seperti yang dirasakan Pengikut Duke Simons.


"Aku telah menuruti permintaanmu untuk tidak membunuh mereka semua kecuali Anastasya nantinya tapi aku tidak bisa membiarkan Pengikut Duke Simons ini hanya diasingkan. Mereka harus mendapatkan hukuman lain untuk mengingatkan akan kesalahan yang telah mereka perbuat." bisik Kaisar Franz.


"....." Shiena terdiam.


Shiena yang merasa Kaisar Franz telah terlalu baik padanya tak berani membantah karena Shiena mengetahui bahwa Kaisar Franz yang sebenarnya tak ingin semuanya hidup merasa hukuman itu adalah bentuk belas kasih Kaisar Franz yang mungkin dapat terlihat sebagai Hukuman yang kejam.


Setelah semua Pengkut Duke Simons dan keluarganya mendapatkan hukuman dari Kaisar Franz. Semuanya tak bisa berdiri atau bangun dengan benar sehingga hanya bisa berbaring sambil menahan rasa sakit.


Kaisar Frans yang tidak ingin melihat drama dari Para Penghianat apalagi melihat Para Penghianat mendapatkan belas kasihan dari Rakyat ataupun Bangsawan. Sehingga Kaisar Franz memberi perintah untuk segera mengasingkan semuanya.


"Bawa dan asingkan mereka segera!" perintah Kaisar Franz.


"Baik Yang Mulia." ucap Kesatria Istana.


Setelah mendengar perintah dari Kaisar Franz, Kesatria Istana segera melakukan tugasnya. Satu Kesatria bertugas untuk membawa satu atau dua orang Penghianat ke tempat yang telah disediakan. Kaisar Franz tidak memberikan Penghianat itu Dokter, Perawat ataupun Murid Menara Sihir yang memilki Sihir Cahaya. Kaisar Franz hanya memberikan mereka salep untuk mengobati luka mereka.


Lalu setelah semua Pengikut Duke Simons tak ada lagi di atas Panggung Eksekusi, Gong pun berbunyi untuk kedua kalinya dengan tujuan agar Rakyat dan Bangsawan berhenti mencari tau apa yanh terjadi selanjutnya dari para Pengikut Duke Simons.


"Lanjutkan hukumannya!" perintah Kaisar Franz.


Setelah Kaisar Franz memberikan perintah itu, Hakim Kekaisaran segera melanjutkan tugsnya. Hakim Kekaisaran memanggil Duke Simons mendekat lalu membacakan vonis hukumannya.


"Duke Simons yang merupakan Pemimpin Pemberontakan terhadap Kekaisaran membuat banyak orang terluka baik itu Kesatria ataupun Kepala Keluarga Bangsawan. Duke Simons juga telah menghancurkan beberapa fasilitas umum dan Kekaisaran selama melakukan Pemberontakan. Namun, setelah dilakukan penyelidikan mendalam. Duke Simons melakukan itu semua bukan karena keinginannya sendiri melainkan karena hasutan dan bujuk rayuan dari seseorang. Oleh sebab itu, Duke Simons dijatuhi beberapa hukuman. Semua harta kekayaan dan aset milik Keluarga Simons akan disita dan dikembalikan ke Kekaisaran, Status Bangsawan Keluarganya dicabut dan langsung menjadi Rakyat biasa. Kemudian kau akan dihukum cambuk sebanyak 30 kali untuk merasakan sakit yang dirasakan oleh orang yang telah kau lukai. Untuk menebus perbuatannya yang telah menyengsarakan Rakyat dan Bangsawan. Kau akan dikirim ke Wilayah yang mengalami Kekeringan selama 5 tahun untuk menjadi tenaga kerja tambahan tanpa upah. Lalu kau akan melanjutkan hukuman di Wilayah Kekaisaran yang mengalami Kebanjiran selama 5 tahun untuk menjadi tenaga kerja tambahan tanpa upah. Setelah selesai menjalani hukuman itu, kau akan diusir dari Kekaisaran dan statusmu sebagai warga Kekaisaran akan dicabut dan dilarang untuk memasuki Kekaisaran Pearl seumur hidup." ucap Hakim Kekaisaran.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


🥰😊😍😘


Terima kasih