The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 134. Memanfaatkan Duke Simons


Duke Simons yang sedang makan malam bersama Kaisar dan Menteri lainnya tiba-tiba mendapatkan kabar dari pelayannya yang menjadi mata-mata untuk melindungi Anastasya. Pelayan tersebut memberi tau bahwa Anastasya kembali ke tendanya setelah mengalami kejadian buruk.


Duke Simons yang mendengar berita buruk tentang Anastasya yang langsung kembali ke tendanya. Dukw Simons menyusul Anastasya dan meminta izin untuk pergi terlebih dahulu.


Ketika sampai di depan tenda Anastasya, pelayan yang melihat mempersilahkan Duke Simons masuk ke dalam sementara Anastasya sedang membersihkan diri. Sehingga pelayan meminta izin untuk memberi tau kepada Tuannya, Anastasya tapi Duke Simons melarang dan mengatakan bahwa dirinya akan menunggu.


Setelah beberapa lama, Anastasya yang telah selesai membersihkan diri dan hanya mengenakan pakaian setelah mandinya terkejut melihat kedatangan Duke Simons.


'Val, kenapa dia disini? Bukankah saat ini dia ada di Acara Penyambutan.' fikir Anastasya.


"Maafkan aku datang tanpa memberi tau mu terlebih dahulu. Aku sangat mencemaskanmu. Saat aku tau ada hal buruk yang meninpamu aku langsung kemari. Maafkan aku." ucap Duke Simons menyesal.


"Aku tidak marah padamu, aku hanya terkejut. Aku kira saat ini kau masih ada di Acara itu." ucap Anastasya sedih.


"Bagaimana bisa aku terus bersenang-senang sementara dirimu sedang bersedih sekarang tasya. Hatiku sakit mendengarnya." ucap Duke Simons.


'Sepertinya aku bisa memanfaatkan Val untuk membalas Shiena. Lagipula aku tak ingin kembali ke Kediaman Count Roxable. Aku akan meminta bantuan Val untuk masalah ini juga.' fikir Anastasya.


Anastasya yang berfikir memiliki kesempatan emas untuk balas dendam memerintahkan Amy untuk menyiapkan makanan dan juga pergi meninggalkan mereka berdua.


Anastasya mengeluarkan semua trik terbaiknya untuk membuat Duke Simons bersimpati dan merasa kasihan padanya. Anastasya mengeluarkan air matanya dan menangis di dada Duke Simons.


Duke Simons yang melihat Anastasya seperti itu menjadi tak tega dan bertekad untuk membalas orang yang membuat Anastasya menangis tersedu-sedu seperti itu.


"Apa yang terjadi tasya?" tanya Duke Simons.


"A-Aku tak sengaja tersandung ketika membawa makanan tadi sehingga makanan itu terjatuh dan hampir mengenai Lady Shiena. Lady Shiena yang melihat itu marah dan melempar makanan tepat di kepalaku sehingga mengotori rambut, gaun dan tubuhku." ucap Anastasya sambil menangis.


"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Duke Simons menahan emosi.


"Semua Lady yang ada di ruangan itu menertawakanku termasuk kesatria yang berjaga dan juga pelayan." ucap Anastasya.


"Ini tidak bisa dibiarkan!" teriak Duke Simons penuh amarah.


"Aku malu sekali Val." ucap Anastasya menangis di pelukan Duke Simons.


"Jangan khawatir. Aku akan membalasnya. Aku akan membuat Lady Shiena. Ah, tidak seluruh Keluarga Duke Carrole malu seperti yang terjadi padamu." ucap Duke Simons.


"Terima kasih Val. Aku sangat beruntung mengenalmu." ucap Anastasya.


"Jangan mengucapkan terima kasih. Jika kau seperti itu berarti kau menganggapku orang lain. Aku ingin kita menjadi dekat. Katakan saja yang mengganjal di hati dan fikiranmu. Aku akan melakukan apapun untuk membantumu tasya." ucap Duke Simons mengapus sisa air mata di wajah Anastasya.


"Val!" ucap Anastasya masuk kedalam pelukan Duke Simons.


Setelah mendengar pernyataan bahwa Duke Simons akan membalaskan dendamnya. Anastasya menjadi sangat senang dan telah memikirkan semua hal buruk terjadi pada Shiena dan keluarganya.


Duke Simons yang kasihan akan kondisi Anastasya meminta Anastasya mengganti pakaiannya. Anastasya tak ada niat membantah dan meminta Amy membantunya mengganti pakaian dan Duke Simons duduk menunggu.


Setelah selesai mengganti pakaiannya Anastasya menemui Duke Simons. Duke Simons yang melihat Anastasya hanya termenung terdiam karena melihat kecantikan dan keindahan tubuh milik Anastasya.


Anastasya sedikit berdandan dan memilih pakaian yang dapat menonjolkan bagian tubuhnya yang akan disukai dan tak dapat di tolak oleh pria manapun. Hal itu terlihat dari ekspresi Duke Simons yang berusaha keras menahan dirinya agar tak terlihat seperti lelaki hidung belang.


Anastasya pun meminta Amy dan pelayan lainnya pergi dan meninggakan Anastasya dan Duke Simons berdua saja. Setelah kepergian semua pelayan, Anastasya berjalan mendekati Duke Simons. Duke Simons yang melihat lekuk tubuh Anastasya hanya bisa menelan saliva nya.


Anastasya mendekati Duke Simons dengan ekspresi wajah yang sedih yang membuat Duke Simons menjadi iba.


"Ada apa Tasya? Kenapa ekspresi wajahmu seperti ini lagi? Jangan khawatirkan tentang Keluarga Duke Carrole. Biarkan mereka menjadi urusanku." ucap Duke Simons.


"Aku tau tapi aku bingung kenapa aku akan pulang setelah Acara Perburuan Naimar ini berakhir." ucap Anastasya dengan ekpresi sedih.


"Bukankah kau akan pulang ke rumah bibi mu?" tanya Duke Simons.


"Maafkan aku. Aku tak bermaksud memata-mataimu. Aku hanya ingin mengenalmu lebih dalam lagi." ucap Duke Simons.


'Jadi dia telah mencari tau terlebih dahulu tentangku. Aku harus berhati-hati mulai sekarang.' ucap Anastasya dalam hati.


"Aku mengerti. Aku tak ingin kembali ke Kediaman bibiku." ucap Anastasya.


"Kenapa? Aku dengar bibimu adalah orang yang baik." ucap Duke simons.


'Bukan baik tapi bodoh. Bibiku bahkan tak bisa membantah perkataan suaminya.' ucap Shiena dalam hati.


"Bibiku sangat baik tapi tidak dengan paman dan anaknya. Mereka selalu membuliku. Paman bahkan memberiku kamar yang tak layak. Pelayanku pun diperlakukan dengan sangat tidak adil." ucap Anastasya dengan berlinang air mata.


"Bagaimana bisa mereka sekejam itu pada ponakan mereka sendiri? Tua bangka gendut itu sepertinya harus diberi pelajaran." ucap Duke Simons.


"Jangan! Tolong jangan sakiti paman dan anaknya. Bagaimanapun mereka tetap keluargaku Val " ucap Anastasya pura-pura menangis.


"Aku tak akan menyakiti mereka. Aku hanya ingin mengajarkan mereka bagaimana caranya memperlakukan tamu dan keluarganya. Jadi jangan khawatir." ucap Duke Simons.


"Baiklah. Aku percayakan padamu." ucap Anastasya tersenyum.


"Untuk sementara tinggallah di Vila milikku di luar ibukota dekat perbatasan. Aku akan membelikan rumah baru yang besar dan layak untukmu nanti. Setelah semua selesai kau akan pindah ke rumah itu." ucap Duke Simons.


"Benarkah? Terima kasih Val." ucap Anastasya memeluk Val.


"Tentu saja. Aku berjanji dan sudah aku bilang jangan bilang terima kasih padaku." ucap Duke Simons.


"Aku tau tapi aku tak tau harus mengatakan apa. Aku sangat berterima kasih dan senang karena kau selalu menolongku." ucap Anastasya.


"Aku melakukan semuanya tulus jadi aku mohon terima saja." ucap Duke Simons.


"Baiklah Val." ucap Anastasya.


Lalu mereka makan makanan yang telah disediakan dan tak terasa waktu telah larut. Ketika Duke Simons ingin kembali ke tendanya Anastasya menahannya.


"Bisakah kau tinggal disini malam ini?" tanya Anastasya.


"Aku tak akan bisa menahan diriku jika aku tetap berada disini lebih lama lagi." ucap Duke Simons.


"Apa yang harus kau tahan? Aku masih merasa sedih karena kejadian tadi. Aku tak ingin sendiri sekarang." ucap Anastasya.


"Aku pun ingin sekali lebih lama disini tapi jika aku terus disini aku takut aku tak akan kembali ke tendaku malam ini. Aku takut sesuatu terjadi." ucap Duke Simons.


"Sesuatu? Apa itu? Bukankah kita telah pernah melakukannya satu kali. Apa masalahnya jika terjadi lagi?" tanya Anastasya.


Setelah mendengar provokasi Anastasya, Duke Simons menarik Anastasya kedalam pelukannya lalu menciumnya. Ciuman itu awalnya lembut perlahan semakin dalam dan ganas sehingga membuat gairah yang tak tertahankan.


Duke Simons yang telah menahan dirinya dari tadi tak bisa bertahan lagi sehingga mendorong tubuh Anastasya ke atas ranjang lalu mematikan lampu dan menyisakan lilin dan sinar bulan yang menerangi kamar itu. Akhirnya Anastasya dan Duke Simons menghabiskan malam itu bersama lagi.


#Bersambung#


**Hai readers setia..


Author senang setelah membaca komen kalian yang banyak mendukung Author tapi Author sedih ketika melihat like yang sedikit dan Vote yang sangat jauh.


Author sangat berharap mendapatkan banyak readers yang rela meluangkan sedikit waktunya untuk tekan LOVE dan memberi Vote agar Author semakin semangat Updatenya. Terima Kasih


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘**