The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 216. Pertunjukan Dimulai II


Anastasya yang sedang berdansa dengan Putra Mahkota Franz tak bisa menjaga keseimbangannya yang mengakibatkan dirinya hampir terjatuh dan untungnya Putra Mahkota Franz sangat sigap sehingga menangkap Anastasya dan menghentikan dansanya dengan sangat anggun dengan satu tangan di pinggang Anastasya dan yang lainnya lurus ke atas.


Anastasya yang terkejut hanya terkesima dengan wajah tampan Putra Mahkota Franz. Lalu, Anastasya mengucapkan terima kasih dan Putra Mahkota hanya tersenyum dan memberi salam tanda permisi.


Anastasya yang belum sadar dari ketampanan Putra Mahkota dan hanya berdiri diam melihat Putra Mahkota pergi dan meninggalkan ruangan pesta.


Duke Simons yang melihat Anastasya hanya diam berdiri kemudian menyentuh pundak Anastasya dan akhirnya Anastasya sadar dari lamunannya. Anastasya pun berencana mengejar Putra Mahkota Franz dan mengajaknya berbicara dan berharap Putra Mahkota Franz akan tertarik padanya.


Anastasya tak peduli jika semua orang tau jika dirinya telah bertunangan dengan Duke Simons selagi Putra Mahkota Franz menyukainya, Anastasya tak masalah meninggalkan pertunangannya dan bahkan menggugurkan kandungannya.


Sebelum Anastasya meminta izin untuk pergi, Duke Simons telah lebih dulu menarik tangan Anastasya dan pergi menuju kerumunan Bangsawan Muda. Duke Simons memperkenalkan Anastasya kepada semua Bangsawan yang berada dibawah keluarganya salah satunya adalah Count Harmine, Viscount Crostaria, dan Baron Mashall yang dipromosikan untuk naik status Bangsawan lewat Fraksi Oposisi.


Semua orang yang melihat Anastasya tak bisa menahan dirinya karena begitu memuja kecantikan dan keindahan tubuh Anastasya. Anastasya yang menjadi pusat perhatian tentu saja menyukainya.


Setelah beberapa saat akhirnya Duke Simons mengizinkan Anastasya untuk kembali sebentar dengan alasan kesehatan kandungannya. Duke Simons yang tak ingin terjadi apapun pada penerusnya pun mengizinkan.


Anastasya yang mendapat izin segera bergegas menyusul Putra Mahkota Franz dan berharap Putra Mahkota Franz masih ada disana menunggunya tapi tiba-tiba Countess Larsca menarik tangan Anastasya dan mencegahnya.


"Apa yang kau lakukan, Tasya? Mau kemana kamu?" tanya Countess Larsca.


"Lepaskan aku, bu! Aku mau mengejar Putra Mahkota Franz. Apa ibu sudah lupa jika tadi aku baru saja berdansa dengannya? Aku tak bisa melepaskan kesempatan emas ini." ucap Anastasya.


"Bagaimana dengan Duke Simons dan tamu yang lain?" tanya Countess Larsca khawatir.


"Tenanglah, bu. Aku sudah mendapat izin dari Tuan Duke dan masalah tamu lain bisa katakan jika aku sedang kurang sehat badan. Aku tidak bisa melepaskan kesempatan ini." ucap Anastasya.


"Baiklah. Ibu berharap kau berhasil mendapatkan hati Putra Mahkota Franz kemudian bisa menjadi Permaisuri." ucap Countess Larsca senang.


"Tentu saja, bu." ucap Anastasya bangga.


Anastasya pun pergi meninggalkan Countess Larsca dan berjalan ke lorong menemui Putra Mahkota Franz dan setelah berjalan beberapa menit Anastasya yang sedang berbadan dua mulai merasa lelah dan tak bisa menemukan keberadaan Putra Mahkota Franz.


"Kemana Yang Mulia Putra Mahkota pergi? Aku yakin sekali melihatnya pergi ke arah sini." gumam Anastasya kelelahan.


Sementara itu di sisi lain, Marquess Laurence yang telah memisahkan diri dari Shiena melakukan tugasnya dengan berbicara dengan beberapa Nona Bangsawan yang memiliki pengaruh di bidang surat kabar dan tempat-tempat pengumpul informasi terbaik.


Marquess Laurence mencoba menarik perhatian mereka dan seolah memberikan sebuah harapan palsu dengan tujuan Nona Bangsawan itu akan ikut dirinya kemanapun dirinya pergi hanya dengan isyarat mata.


Tak hanya itu, banyak Bangsawan yang mencoba menjalim hubungan baik dengan Marquess Laurence mengingat statusnya sebagai Bangsawan Atas dan juga Tetua Menara Sihir yang akan menguntungkan bagi mereka bila mendapatkan dukungan darinya.


Marquess Laurence menuntun beberapa Bangsawan yang memiliki hubungan dengan Fraksi Oposisi atau Bangsawan yang tak menyukai Putra Mahkota Franz untuk minum wine karena Acara Pertunangan Duke Simons dan Anastasya tak menyediakan Wine yang terlalu memabukkan sehingga Marquess Laurence mengeluarkan sendiri wine yang bisa membuat orang dapat sangat mabuk hingga hilang kendali hanya dalam satu tegukan.


Setelah Bangsawan yang menjadi target Marquess Laurence mulai mabuk, Marquess Laurence yang melihat Anastasya pergi ke suatu tempat mulai mengggiring Bangsawan tersebut pergi ke arah Anastasya.


Kemudian dengan satu isyarat mata darinya Nona-nona Bangsawan yang berharap dapat dekat dengannya atau berharap bisa menjadi Marchioness Laurence selanjutnya segera mengikuti Marquess Laurence pergi.


"Ah, Lady!" ucap Marquess Laurence tersenyum lembut.


"Tuan. Perkenalkan nama saya Anastasya Shera Larsca, Putri dari Count Larsca." ucap Anastasya sopan.


"Senang bertemu denganmu Lady Larsca." ucap Marquess Laurence.


"Apa yang sedang Tuan lakukan disini?" tanya Anastasya lembut.


"Ah, saya hanya sedang mencari angin segar. Di dalam ruangan itu terlalu berisik sehingga saya membutuhkan ketenangan sedikit. Lalu, bagaimana dengan Nona? Apa yang dilakukan bintang acara disini?" tanya Marquess Laurence.


"Hmmm... Saya juga sedang mencari udara segar." ucap Anastasya.


Kemudian ketika sedang berbincang ada seorang pelayan yang datang. Marquess Laurence pun memanggil pelayan itu dan mengambil dua gelas minuman yang ada di nampannya lalu memberikannya pada Anastasya.


Anastasya yang tak curiga sedikitpun langsung mengambil minuman itu dan meminumnya dan tiba-tiba Anastasya menjadi pusing dan kemudian terjatuh bersamaan dengan cangkir minumannya.


Marquess Laurence segera menangkap tubuh Anastasya dan meletakkannya disebuah ruangan yang kosong di lorong itu sementara pelayan yang membawa minuman menangkap cangkir itu dengan sigap hingga tak membuat cangkir dan airnya terjatuh kelantai dan segera menghilangkan semua barang bukti.


Marquess Laurence yang telah selesai dengan tugasnya menemukan Baron Mishall yang berjalan dalam keadaan terhuyung-huyung karena mabuk. Marquess Laurence pun keluar dari ruangan itu dan tidak menutup pintunya dengan rapat.


Lalu, Marquess Laurence pun berjalan ke arah pelayan yang membawa nampan yang ternyata adalah Shiena yang sedang menyamar sebagai pelayan dan dengan sengaja telah memberikan minuman berisi bubuk tudur kepada Anastasya.


Shiena kemudian menarik Marquess Laurence didekatnya dan membuka Cincin Ruang lalu masuk ke dalamnya. Marquess Laurence awalnya bingung tapi menuruti saja apa yang dilakukan Shiena dan Marquess Laurence tak menyangka jika dirinya berada di dimensi lain tapi tetap terhubung dengan tempatnya pergi tadi bahkan bisa mengetahui apa yang terjadi di luar.


Shiena yang tau jila waktu berjalan lambat di dalam Cincin Ruang menyempatkan diri untuk membersihkan dirinya kemudian mengganti pakaiannya lalu menyiapkan cemilan serta teh untuk mereka melihat pertunjukan yang akan terjadi sebentar lagi.


Kemudian, yang dikatakan Shiena benar adanya pertunjukan seru segera dimulai meski dengan adegan yang lambat tapi tak menghilangkan perasaan tegang akan keberhasilan rencana mereka.


Baron Mishall yang sedang dalam keadaan mabuk melihat sebuah ruangan yang terbuka lalu mengintipnya dan ternyata ada Anastasya. Baron Mishall ternyata begitu mengagumi kecantikan dan keindahan tubuh Anastasya dan tak disangka wanita yang begitu di impikannya berada di depannya dan sedang terbaring di atas ranjang dengan posisi yang begitu menggoda.


Baron Mishall yang sedang dalam pengaruh minuman dan sedang mabuk berat tak bisa menahan dirinya hingga dirinya mendekati Anastasya dan membelai wajah dan rambut Anastasya. Baron Mishall kemudian mencium lembut rambut Anastasya dan turun melihat gundukan lembut yang ada di tubuh bagian Anastasya.


Baron Mishall yang tak tahan lagi karena telah dikuasi oleh iblis nafsu pun menyentuh bagian itu dan memainkannya yang membuat Anastasya mengeluarkan suara yang sangat menggoda hingga terdengar ke luar ruangan yang tidak tertutup itu.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..


πŸ₯°πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜š Terima Kasih


β– **Noteβ– 


Malam ini akan ada 2 Bab lagi yg Update.. 😍😘 Author harapkan Vote, Like dan Komenan mendukungnya supaya besok bisa Update lebih.. 😊πŸ₯Ί**