The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 162. Rencana Menjadi Kaisar yang Baru


Setelah mendapatkan perintah dari Shiena, Zee bergegas memulai tugasnya dengan langsung pergi menuju istana dan mencari keberadaan Putra Mahkota dan mulai untuk memata-matainnya.


Putra Mahkota yang merasa waktunya sudah semakin dekat pun telah berhasil memaksa Administrasi Kekaisaran untuk mencetak surat untuk dikirm kepada Duke Carrole agar keeasokan harinya Duke Carrole bisa datang ke Istana dan menemui Kaisar.


Putra Mahkota telah merencanakan pembunuhan Kaisar tepat setelah kepergian Duke Carrole sehingga Putra Mahkota dapat memiliki alasan untuk membuat Duke Carrole sebagai tersangka utama.


Putra Mahkota juga akan bersandiwara kepada penjaga pintu yang merupakan kesatria pilihan untuk menangkap basah Kaisar meninggal setelah kepergian Duke Carrole dan Putra Mahkota dapat memerintahkan Kesatria Kekaisaran untuk menangkap Duke Carrole dan memasukkannya dalam penjara.


Lalu, Putra Mahkota menggunakan kekuatannya langsung memerintahkan Bangsawan yang mendukungnya yang telah Putra Mahkota tempatkan di posisi yang sempurna untuk segera mengambil alih semua harta, wilayah dan aset milik Keluarga Duke Carrole serta ikut menahan Duchess Carrole serta seluruh Pelayan dan Kesatria Δ·e dalam penjara.


Sementara Shiena tidak akan ditahan atau ditangkap tapi hanya akan menerima surat dari Putra Mahkota yang isinya adalah jika ingin membebaskan semuanya maka Shiena harus pergi ke Istana dan menemui Putra Mahkota.


Putra Mahkota yakin Shiena tak akan punya pilihan lain karena orang-orang yang dikasihinya telah ditangkap semua oleh Putra Mahkota Brian sehingga Shiena pasti akan segera pergi ke Istana dan memohon kebebasan semua orang.


Putra Mahkota akan menggunakan kesempatan itu untuk membuat Shiena tetap berada di Istana dan menjadi wanitanya di masa depan. Putra Mahkota tak bisa menahan hasratnya untuk memiliki Shiena lebih lama lagi.


Putra Mahkota yang telah mengirim Kesatria kepercayaannya untuk memberikan Surat itu secara langsung ke Kediaman Duke Carrole untuk memastikam bahwa rencanya besok akan berhasil dan setelah selesai dengan tugasnya Kesatria itu kembali ke Istana dan melapor kepada Putra Mahkota.


Putra Mahkota yang berfikir telah melepaskan satu rencana sekarang beralih ke rencana keduanya yaitu menulis surat untuk Tuan X untuk memerintahkannya melakukan tugasnya tepat disaat yang telah ditentukan.


Putra Mahkota juga telah memberikan racun yang sangat mematikan kepada Tuan X agar bisa digunakan saat membunuh Kaisar. Tuan X yang saat itu sedang bersantai sangat kaget mendapatkan surat dari Putra Mahkota dan langsung pergi dari tempatnya menggunakan Sihir Gelap.


Tuan X segera membuka surat yang diberika Putra Mahkota Brian. Tuan X sangat terkejut karena Putra Mahkota Brian tidak main-main dengan ucapannya yang ingin membunuh Kaisar.


'Semoga semua berjalan sesuai rencana.' ucap Tuan X dalam hati.


Kesatria yang telah melakukan tugasnya pun bergegas kembali ke Istana dan melapor kepada Putra Mahkota bahwa tugasnya telah selesai. Putra Mahkota sangat senang karena sebentar lagi akan berhasil mewujudkan keinginnanya untuk menjadi Kaisar yang baru lalu memiliki Shiena dan menyiksa Duke Carrole serta Duchess Carrole.


Putra Mahkota masih tidak bisa menghilangkan rasa sakit hatinya saat diremehkan dan direndahkan didepan banyak orang karena ingin membatalkan pertunangannya dengan Shiena.


Putra Mahkota juga tidak lupa mengabari Anastasya bahwa rencana mereka akan segera dilaksanakan dan Anastasya diminta untuk ke Istana segera.


Anastasya yang mendapatkan surat itu dari Putra Mahkota bergegas pergi ke Istana dan menemui Putra Mahkota. Putra Mahkota yang mendengar kedatangan Anastasya di Istana miliknya menjadi sangat senang dan mempersilahkan Anastasya masuk.


Anastasya pun masuk dan memasuki kamar Putra Mahkota yangmana Putra Mahkota sendiri telah menunggunya. Anastasya yang melihat keberadaan Putra Mahkota pun memasang senyum terbaiknya dan saat pintu ditutup. Anastasya langsung berlari menuju Putra Mahkota.


Putra Mahkota yang melihat Anastasya berlari ke arahnya melebarkan tangannya dan menerima kedatangan Anastasya lalu memeluknya. Putra Mahkota meletakkan Anastasya di atas pahanya dan memeluknya. Putra Mahkota yang telah beberapa hari tak menghubungi Anastasya seakan merindukan aroma dan suhu tubuh Anastasya.


Putra Mahkota pun mencium Anastasya dengan lembut dan perlahan ganas karena keinginan yang telah lama dipendamnya. Anastasya sebenarnya juga merindukan belaian tangan dan aroma tubuh Putra Mahkota tapi dirinya harus menahan diri karena tujuannya.


Anastasya datang keistana bukan ingin bertemu dan melepas rindu saja kepada Putra Mahkota tapi sebenarnya ingin memberi tau tentang kehamilannya yang diakui adalah anak dan darah daging Putra Mahkota.


Anastasya perlahan melepaskan ciuman dan pelukan Putra Mahkota dan mulai menjelaskan niatnya.


"Yang Mulia, apa anda sangat merindukan saya?" tanya Anastasya lembut.


"Aku pun ingin selalu berada di dekat Yang Mulia." ucap Anastasya manja.


"Jangan panggil aku dengan Yang Mulia. Panggil saja namaku bukankah aku telah mengizinkannya." ucap Putra Mahkota.


"Ian!" ucap Anastasya di telinga Putra Mahkota.


Putra Mahkota yang mendengar panggilan Anastasya merasa dirinya semakin tak bisa menahan diri.


Putra Mahkota yang ingin hari itu menghabiskan waktu bersama Anastasya dihentikan oleh Anastasya karena ada yang ingin dibicarakannya.


Anastasya mulai mengatakan tujuannya bahwa dirinya saat ini sedang mengandung. Putra Mahkota yang mengira bahwa Anastasya sedang mengandung anaknya tentu saja merasa sangat senang karena tak hanya sebentar lagi dirinya akan menjadi Kaisar dan tak lama lagi juga dirinya akan memiliki penerus.


Putra Mahkota yang sangat senang pun memeluk Anastasya dan memberikannya satu set perhiasan yang memang telah disiapkannya untuk diberikan nanti kepada Anastasya tapi karena itu adalah momen yang pas maka Putra Mahkota memberikannya saat itu juga.


Anastasya sangat senang menerima hadiah cantik dari Putra Mahkota dan tak hanya itu. Putra Mahkota juga memerintahkan Anastasya untuk memasuki istana keesokan harinya setelah berita Kaisar diracuni oleh Keluarga Duke.


Anastasya tak bisa menahan kebahagiaannya karena mimpinya yang ingin menjadi Permaisuri akan segera terlaksana. Anastasya akan menjadi wanita nomor satu di Kekaisaran ini.


Anastasya telah bertekad setelah memasuki Istana dan melihat Shiena juga memasuki Istana. Anastasya akan memulai rencananya untuk menjebak dan memfitnah Shiena agar Shiena bisa ikut dipenjara dan disiksa bersama keluarganya. Anastasya juga berharap Putra Mahkota akan marah kepada Shiena setelah tau bahwa Putra Mahkota kehilangan penerusnya disebabkan Shiena telah membunuh calon anaknya. Sehingga Putra Mahkota akan menjatuhi hukuman mati kepada seluruh Keluarga Duke Carrole.


Anastasya yang sangat senang menerima dengan senang hati belaian dan kecupan hangat dari Putra Mahkota dan bersiap melayani Putra Mahkota dengan sangat baik.


Beberapa jam pun berlalu setelah hubungan intim itu terjadi, Anastasya yang telah selesai beristirahat memakai kembali pakaiannya dan merapikan dirinya lalu kembali pulang ke Vila Duke Simons setelah di antar Putra Mahkota keluar dari Istananya.


Putra Mahkota yang telah menyalurkan hasratnya yang dipendam selama ini menjadi semakin bersemangat dan memerintahkan kesatria pribadinya segera menempati posisi yang telah disiapkan Putra Mahkota.


Putra Mahkota pun membersihkan diri dan menyiapkan segala hal untuk besok terutama setelah Kaisar diracuni. Putra Mahkota akan langsung mengadakan Rapat Darurat yang membuatnya harus mengarahkan Bangsawan-bangsawan itu melakukan pilihan untuk mengangkat Kaisar Baru.


Putra Mahkota pun mengirimkan surat-suratnya kepada seluruh Bangsawan yang berada di pihaknya untuk segera melakukan tugasnya karena hari yang mereka tunggu sebentar lagi tiba.


#Bersambung#


**β– Noteβ– 


Besok tidak Update karena ada urusan keluarga..


πŸ™πŸ˜‡πŸ˜­


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih πŸ₯°πŸ˜β€πŸ˜˜**