The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 261. Kudeta IV


Duke Simons tak menyangka jika Raja Michael akan datang dan membawa banyak sekali pasukan. Duke Simons fikir meskipun saat ini dirinya hanya memiliki sisa sedikit pasukan dan seluruh pengikutnya tertangkap dengan bantuan Raja Michael dan Kesatrianya yang banyak keadaan bisa saja berbalik. Membayangkan hal itu membuat Duke Simons mengeluarkan senyum mengerikan.


'Aku harus mengucapkan terima kasih terlebih dahulu dan membuat Paman senang jadi akan mudah bagiku mengendalikan semua pasukannya.' fikir Duke Simons.


"Paman! Aku senang sekali paman ada disini.' ucap Duke Simons.


"Benarkah itu?" tanya Raja Michael tak percaya.


"Tentu saja paman. Aku telah sangat menantikan kedatangan paman." ucap Duke Simons.


"Baguslah kalau begitu." ucap Raja Michael tersenyum licik.


Mendengar perkataan Duke Simons, Raja Michael melihat kearah Jenderal Besarnya lalu memberikan kode padanya. Dengan satu anggukan dari Raja Michael, Jenderal besar Kerajaan Zambrud dengan cepat mengerahkan Kesatrianya lalu menangkap semua Kesatria Duke Simons yang tersisa bahkan Jenderal Besar sendiri yang bergerak langsung menangkap dan mengikat tangan Duke Simons dengan cepat.


Duke Simons yang masih belum tersadar pun berdiri terdiam di tempatnya dengan posisi tangan terikat. Duke Simons yang perlahan menyadari apa yang telah terjadi menjadi bingung. Duke Simons mulai heran kenapa Pamannya malah menangkapnya dan Kesatriannya.


"Paman apa maksud semua ini? Bukankah Paman datang untuk membantuku mengambil Takhta Kekaisaran?" tanya Duke Simons bingung.


"Siapa bilang? Aku tak pernah mengatakan apapun." tanya Raja Michael.


"Jangan bercanda Paman! Paman jangan melupakan Perjanjian Kerjasama kita." ucap Duke Simons kesal.


"Kerjasama? Aku tak pernah membuat kerjasama dengan seorang Penghianat." ucap Raja Michael mengejek.


"Paman jangan coba-coba berbohong. Aku punya semua buktinya. Aku bisa saja menjerat Paman dan menyebarkan semua bukti itu." ancam Duke Simons marah.


"Benarkah? Lakukanlah! Aku rasa dengan keadaanmu yang seperti ini. Apa yang bisa kamu lakukan?" tanya Raja Michael tersenyum licik.


Duke Simons yang marah dan kesal karena telah dikhianati oleh Raja Michael mencoba melepaskan diri dari tali yang mengikatnya tapi tidak bisa. Bahkan dirinya tak bisa banyak bergerak karena tubuhnya dipegang dengan sangat erat oleh Jenderal besar Kerajaan Zambrud.


Duke Simons mulai menyesali perbuatannya yang percaya pada Raja Michael. Duke Simons tak percaya bahwa pamannya akan melakukan itu padanya padahal mereka masih memiliki hubungan kekeluargaan.


"Bagaimana paman bisa melakukan ini padaku? Aku adalah keponakanmu satu-satunya." ucap Duke Simons.


"Keponakan? Aku tak memiliki keponakan sepertimu. Kau dan ayahmu sama saja, tidak ada bedanya." ucap Raja Michael marah.


"Apa maksud paman?" tanya Duke Simons bingung.


"Tutup mulut paman! Dia bukanlah wanita hina seperti yang Paman katakan. Dia adalah wanita baik-baik." teriak Duke Simons marah.


Raja Michael yang mendengar hal itu tak ingin menanggapinya lagi karena bagi Raja Michael hal itu akan percuma saja. Menurut Raja Michael mata dan hati Duke Simons telah tertutupi oleh cinta yang semu dari wanita yang hina seperti tunangannya itu.


Sementara itu, Kaisar Franz yang diam saja dari tadi mulai berbicara. Kaisar Franz yang juga telah menjadi salah satu pria yang pernah digoda oleh Anastasya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Kaisar Franz kemudian memanggil Tuan Eit yang tadinya terkurung karena Sihir dari Penyihir Duke Simons akhirnya dapat lepas dengan sendirinya setelah Penyihir itu meninggal karena Sihir Angin milik Shiena. Kaisar Franz memerintahkan Tuan Eit segera mengambil Lembaran Kertas bukti kejahatan Duke Simons.


"Apakah ini bukti yang kau maksud?" tanya Kaisar Franz.


"I-itu! Bagaimana bisa?" tanya Duke Simons bingung.


"Apakah seorang Penghianat sepertimu dapat dengan mudah menggoyahkan kekuasaanku? Kau dan Semua Pengikutmu akan segera dihukum dengan sangat berat." ucap Kaisar Franz.


Duke Simons yang mendengar perkataan Kaisar Franz tak bisa menahan keseimbangan tubuhnya sehingga Duke Simons pun terduduk di tanah dengan wajah pucat dan lesu begitu pula dengan semua Pengikut dan Kesatria Duke Simons yang tak menyangka jika hidup mereka akan berakhir seperti ini.


Duke Simons tak menyangka jika Surat Perjanjian Kerjasamanya dengan Raja Michael telah berada ditangan Kaisar Franz. Di dalam surat itu bahkan tertulis jelas jika dirinya dengan sukarela menjual negaranya demi kekuasaan. Tak hanya itu, surat yang berisi tentang jumlah koin selama mereka melakukan persiapan kudeta pun ada di tangan Kaisar Franz.


Lalu, Kaisar Franz juga tak menyangka jika dirinya telah masuk ke dalam jebakan Gadis Suci yang ternyata telah bersekongkol dengan Kaisar Franz. Saat ini dirinya tak memiliki apapun lagi. Semua harta dan kekuasaannya telah hilang dan hal itu membuat Duke Simons menjadi semakin frustasi.


Ketika suasana berubah menjadi berkabung, Anastasya yang telah berdandan dengan sangat cantik menggunakan riasan yang tebal, Gaun, Sepatu dan Perhiasan terbaru, mewah dan mahal datang ke Istana dengan anggun. Anastasya datang menaiki kereta kuda dengan Lambang Keluarga Simons.


Anastasya yang telah sangat yakin jika kemenangan telah berada di pihaknya setelah salah satu pelayan memberi kabar jika Istana telah ditaklukan. Anastasya tak tau jika pelayan yang memberi kabar itu adalah mata-mata Shiena yang sengaja ingin menjebak Anastasya. Anastasya yang tak tau kenyataannya malah mengembangkan senyum bahagia karena Anastasya yakin jika sebentar lagi dirinya akan segera menjadi wanita nomor satu di Kekaisaran Pearl ini.


Selama Perjalanan menuju Istana, mata-mata Shiena tak mengizinkan Anastasya melihat keluar jendela dengan alasan banyak sekali mayat musuh di jalanan dan hal itu tak pantas dilihat oleh Anastasya yang merupakan Calon Permaisuri. Anastasya yang senang karena dipuji pun hanya diam saja padahal kenyataannya mayat yang bertebaran di jalanan adalah Kesatria Duke Simons.


Mata-mata Shiena tak ingin Anastasya mengetahui kenyataannya karena dikhawatirkan Anastasya akan kabur dan melarikan diri karena Shiena ingin jika kali ini Anastasya harus masuk ke dalam jebakan dan dihukum dengan sangat berat.


Saat Anastasya sampai di Istana dan turun dari kereta kudanya dengan anggun. Anastasya berjalan layaknya seorang Putri Kerajaan tapi tiba-tiba Anastasya melihat sesuatu yang sangat janggal. Anastasya merasa sangat heran kenapa Duke Simons, Pengikutnya dan Semua Kesatrianya malah terduduk di tanah dengan tangan terikat. Anastasya yang juga melihat Raja Michael yang sedang duduk di atas kudanya dengan gagah merasa tambah bingung lalu Anastasya juga melihat ribuan Kesatria dari Kerajaan Zambrud dengan pakaian lengkap dengan persenjataan ternyata sedang berdiri dengan tegap. Anastasya merasa heran kenapa Raja Michael dan Kesatrianya tidak melakukan apapun untuk membantu bahkan mereka seolah sedang menyudutkan Duke Simons dan semuanya.


Anastasya yang bimbang berjalan mendekati Raja Michael dengan hati-hati lalu bertanya pada Raja Michael apa yang sebenarnya terjadi. Anastasya yang merasa sikap Raja Michael berubah 180 derajat membuat Anastasya aneh tapi Anastasya memberanikan diri bertanya pada Raja Michael.


#Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote nya ya..


🥰😍😘😚 Terima Kasih