
Berita tentang Kaisar yang diracuni oleh Duke Carrole telah menyebar ke seluruh Kekaisaran dan membuat semua orang tidak percaya tapi karena Duke Carrole telah ditahan di penjara oleh Putra Mahkota Brian maka semua orang mau tidak mau percaya.
Bahkan berita itu telah terdengar oleh Anastasya. Anastasya merasa sangat senang karena Putra Mahkota Brian sebentar lagi akan menjadi Kaisar dan dirinya juga sebentar lagi pasti akan bisa menjadi Permaisuri.
Namun, Anastasya tidak bisa terima jika Putra Mahkota Brian memanfaatkan semua kejadian ini untuk menekan Shiena agar mau menjadi Ratunya kembali. Anastasya tidak ingin Putra Mahkota Brian memiliki wanita lain di sisinya meskipun itu seorang Kaisar sekali pun.
Anastasya yang sedang bersantai di taman dan sedang berkhayal tentang masa depan yang indah yang akan menghampirinya tiba-tiba kedatangan pelayan yang mengatakan bahwa ada surat dari Putra Mahkota yang datang untuk Anastasya.
Anastasya yang senang pun menerima surat itu dengan senang hati lalu memerintahkan pelayan itu pergi dan Anastasya membuka surat itu sendiri lalu membacanya. Anastasya sangat senang karena waktunya bagi dirinya memasuk Istana telah tiba. Anastasya pun memanggil Countess Larsca dan memberitau kabar gembira ini.
Countess Larsca sangat senang mendengar bahwa Putri kesayangannya akan memasuki Istana dan sebentar lagi akan menjadi Calon Permaisuri di masa depan. Countess Larsca menjadi sangat sibuk. Dia menyiapkan semua keperluan Anastasya dan memilihkan gaun dan semua barang-barang yang akan dipakai Anastasya nanti selama berada di Istana.
Malam harinya Anastasya yang sedang tertidur tiba-tiba terbangun karena ingin ke kamar mandi. Anastasya yang tidak berhati-hati akhirnya terpleset di kamar mandi dan berteriak dengan sangat keras sehingga membuat semua orang terbangun.
Amy yang kamarnya tidak jauh dari Anastasya langsung berlari menuju tempat Anastasya berada dan begitu pula dengan Countess Larsca yang langsung terbangun dan berlari ke tempat Shiena.
Semua orang panik karena mendengar jeritan Anastasya. Countess Larsca dan Amy yang baru datang sangat terkejut melihat Anastasya sedang terduduk di lantai.
Countess Larsca dan Amy langsung bergerak membantu Anastasya berdiri dan kembali ke tempat tidurnya. Countess Larsca memerintahkan pelayan untuk memanggil dokter segera.
Tak lama kemudia pelayan tersebut datang bersama seorang dokter. Countess Larsca meminta dokter memeriksa keadaan Anastasya dan bayinya.
Dokter yang memeriksa awalnya memasang wajah sedih lalu tiba-tiba cerah yang membuat Countess Larsca tidak tenang. Setelah itu, dokter memberi tau Countess Larsca bahwa kandungan Anastasya baik-baik saja tapi Anastasya tidak boleh kemana-mana dan hanya boleh berbaring di ranjang paling tidak tiga sampai empat hari.
Countess Larsca yang mendengar itu merasa senang sekaligus sedih. Countess Larsca senang karena bayi dalam kandungan Anastasya baik-baik saja tapi Countess Larsca jug sedih karena Anastasya tak bisa segera memasuk Istana karena kondisinya yang tidak memungkinkan.
Dokter juga memberi tau bahwa Anastasya harus berhati-hati dalam melangkah dan jangan sampai terjatuh kembali karena saat kesehatan janin yang ada dalam kandungan Anastasya masih sangat lah lemah jadi jika terjatuh sekali lagi bisa menyebabkan Anastasya keguguran.
Countess Larsca mengerti maksud kata-kata sang dokter dan hanya mengiyakan apa yang dikatakannya. Countess Larsca pun memanggil Kepala Pelayan dan memerintahkannya untuk mengantar dokter tersebut.
Berita tentang Anastasya yang terjatuh sudah sampai di Kediaman Duke Simons dengan cepat. Kepala Pelayan di Kediaman tersebut mengetuk pintu kamar Duke Simons yang sedang tertidur.
Duke Simons yang merasa terganggu menjadi marah tapi tetap membiarkan Kepala Pelayan masuk. Kepala Pelayan yang telah mendapatkan izin masuk segera masuk dan langsung meminta maaf dan mengatakan alasannya terpaksa bersikap tidak sopan.
Kepala Pelayan mengatakan bahwa dirinya baru saja mendapatkan kabar dari Vila Lady Anastasya bahwa Lady Anastasya terjatuh dari kamar mandi sendiri kwtika tengah malam.
Setelah mendengar hal itu Duke Simons yang awalnya masih menutup mata langsung terduduk dan membuka matanya lebar-lebar. Duke Simons sangat terkejut dengan berita yang dikatakan oleh Kepala Pelayannya.
Tak ada yang hal lain yang membuat Duke Simons sampai sangat cemas selain kondisi anak yang ada di dalam kandungan Anastasya.
Duke Simons yang telah berganti pakaian menjadi pakaian tidur meminta Kepala Pelayan membantunya mengganti pakaian dan menyiapkan kereta kuda saat itu juga.
Kepala Pelayan menerti maksud Duke Simons bergerak dengan cekatan menyelesaikan tugas yang diberikan bahkan memerintahkan pelayan lain menyiapkan teh hangat untuk menghangatkan tubuh Duke Simons terlebih dahulu.
Duke Simons bersiap dengan cepat dan masuk ke dalam kereta kuda menuju Vila miliknya yang dipakai oleh Anastasya.
Kepala Pelayan Vila membuka pintu dan menemukan Duke Simons telah datang dan mengantarnya menuju kamar Anastasya. Countess Larsca yang sedang duduk di samping ranjang Anastasya sangat terkejut dengan kedatangan Duke Simons. Bukan hanya Countess Larsca tapi juga pelayan dan kesatria yang berjaga dan mengurus Vila itu terkejut dengan kedatangan Duke Simons.
Countess Larsca yang melihat Duke Simons memberi salam dan hormatnya. Duke Simons hanya mengangguk seadanya bergegas menuju Anastasya. Countess Larsca pun menyingkir dengan refleks membiarkan Duke Simons melihat keadaan Anastasya.
Raut wajah Duke Simons berubah dengan sangat cepat yang awalnya cemas dan takut berubah menjadi sedih lalu berubah menjadi garang dengan tatapan wajah yang tajam membuat semua orang yang dilihatnya menjadi merinding.
Duke Simons memerintahkan semua orang keluar dari kamar Anastasya termasuk Countess Larsca. Countess Larsca ingin menolak tapi tak berani karena melihat ekspresi marah di wajah Duke Simons dan akhirnya Countess Larsca mengalah dan keluar dari kamar itu dan meninggalkan Anastasya bersama Duke Simons.
Merasa sangat sedih melihat kondisi Anastasya yang sangat memperihatinkan terlebih setelah mengetahui bahwa Anastasya tak boleh banyak bergerak apa lagi sampai terjatug karena bisa membuat Anastasya kehilangan bayinya.
Duke Simons menyayangi bayi yang ada di dalam kandungan Anastasya meskipun dirinya belum pernah bertemu dengannya tapi Duke Simona merasakan ada ikatan batin di antara mereka.
Duke Simons tak ingin sesuatu terjadi pada Anastasya dan Duke Simons sebenarnya juga tak rela Anastasya menjadi Permaisuri karena Duke Simons ingin Anastasya menjadi istrinya dan membuat keluarga harmonis bersama bayi mereka seperti dirinya sewaktu kecil.
Duke Simons sangat memimpikan memiliki sebuah keluarga kecil yang harmonis meskipun Duke Simons tau itu sulit tapi itu lah yang diharapkannya.
Duke Simons pun menemani Anastasya semalaman dan tertidur di sampingnya sambil memegang tangan Anastasya.
Ketika pagi, Anastasya pun terbangun karena silau sinar matahari masuk melalui sela-sela tirai di kamar itu. Anastasya merasa tangannya sangat berat akhirnya menoleh ke bagian tangan itu dan ternyata Duke Simons tertidur di sebelahnya.
Anastasya yang melihat wajah Duke simons pun tersenyum dan membelai wajahnya yang membuat Duke Simons akhirnya terbangun.
"Selamat pagi." ucap Anastasya sambil tersenyum.
" Pagi. Apa kau merasa ada yang sakit?'" tanya Duke Simons.
"....." Anastasya menggeleng.
"Syukurlah. Aku sangat mengkhawatirkanmu." ucap Duke Simons.
"Apa Val disini dari semalam?" tanya Anastasya bingung.
"Tentu saja." ucap Duke Simons.
Anastasya yang mendengarnya menjadi terharu. Anastasya pun bersiap-siap di bantu oleh Amy sementara Duke Simons keluar dan membersihkan dirinya di kamar lain.
Anastasya yang telah selesai bersiap-siap sarapan di dalam kamarnya bersama Duke Simons. Anastasya ingin ke Istana dan menemui Putra Mahkota tapi tertahan di Vila karena kondisinya serta dengan adanya Duke Simons membuat Anastasya tak bisa kemana-mana. Anastasya pun terpaksa melupakan impiannya untuk pergi ke Istana.
#Bersambung#
Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁
Baca Juga Novel Terbaru Author "Terpaksa Menikah Karena Wasiat" Terima Kasih 🥰😍❤😘