The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 309. Bulan Madu III


Permaisuri Shiena yang telah memasukkan semua barang bawaannya ke dalam kereta kuda sangat terkejut saat Kaisar Franz menggendongnya dan masuk ke dalam sebuah Istana yang sangat indah dan juga mewah.


Permaisuri Shiena yang tidak terbiasa diperlakukan seperti itu meminta Kaisar Franz untuk menurunkannya tepat di depan pintu masuk yang masih tertutup. Kaisar Franz yang mengerti segera menurut.


Lalu, Kaisra Franz membuka pintu Istana itu dan membiarkan Permaisuri Shiena melihat keindahan di dalam Istana itu.


"Apakah kita akan berbulan madu di Istana ini?" tanya Permaisuri Shiena terkejut.


"Tentu saja. Apa kau menyukainya?" tanya Kaisar Franz.


"Sangat! Aku sangat menyukainya. Istana ini sangat indah dan menawan. Setiap interiornya menunjukkan keindahan dan kemewahannya. Lalu, bunga-bunga ini.." ucap Permaisuri Shiena terputus melihat ke arah Kaisar Franz.


"Kau suka? Aku sendiri yang memilihnya." ucap Kaisar Franz.


Permaisuri Shiena yang melihat ke sekeliling menjadi sangat senang dan gembira. Perasaannya menjadi tidak terkendali dan tanpa sadar Permaisuri Shiena pergi berkeliling Istana itu diikuti Kaisar Franz di belakangnya.


Semua tempat dihiasi dengan berbagai macam bunga hingga tercium bau yang sangat wangi dan alami tapi tetap saja bunga-bunga itu di dominasi dengan bunga kesukaan Permaisuri Shiena yaitu Bunga Mawar Merah.


Kaisar Franz yang melihat Permaisuri Shiena yang sangat ingin pergi mengelilingi Istana itu pun segera menuntunnya.


"Kau ingin makan dulu atau mandi dulu.?" tanya Kaisar Franz.


"Tidak! Jika kau ingin makan maka kita bisa ke ruang makan tapi jika kau ingin mandi aku bisa mengantarmu ke kamar?" tanya Kaisar Franz polos.


"Hmmm, sepertinya aku sangat lapar. Makan siang terlebih dahulu mungkin lebih baik." ucap Permaisuri Shiena


Kaisar Franz pun mengajak Permaisuri Shiena ke ruang makan. Kaisar Franz menunutun Permaisuri Shiena layaknya seorang Kepala pelayan. Permaisuri Shiena yang baru masuk ke dalam ruang makan sangat terkejut karena di ruang makan itu telah tertata rapi dua hidangan yang sangat enak disertai lilin-lilin cantik.


Permaisuri Shiena yang tidak menyangka diberi kejutan yang sangat indah pun melihat ke arah Kaisar Franz. Kaisar Franz yang menyadari apa yang ada di fikiran Permaisuri Shiena pun tersenyum lalu mengulurkan tangan kanannya.


Permaisuri Shiena pun menyambut tangan Kaisar Franz lalu mereka berjalan beriringan menuju ke meja makan. Kaisar Franz lalu menarik kursi dan mempersilahkan Permaisuri Shiena untuk duduk. Permaisuri Shiena yang merasa sangat dimanja menjadi sangat senang. Mereka pun menghabiskan makan siang itu bersama.


Waktu berjalan dengan cepat, Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena mengobrol banyak hal sambil makan dan setelah selesai Kaisar Franz mengajak Permaisuri Shiena pergi ke kamar mereka untuk beristirahat.


Permaisuri Shiena yang sangat dimanjakan oleh Kaisar Franz tidak menyangka jika Kaisar Franz masih memiliki kejutan lain yang menunggunya.


Ketika Permaisuri Shiena memasuki kamar wangi bunga langsung tercium di indera sehingga membuat Permaisuri Shiena mencari dimana asal wangi itu dan ternyata Permaisuri Shiena baru menyadari bahwa semua lantai yang ada di kamar itu dipenuhi dengan bunga mawar merah. Tidak hanya itu, setiap sudut yang ada di kamar itu juga terdapat bunga mawar merah yang segar.


Permaisuri Shiena sangat terkejut sekaligus terharus dengan semua yang telah disiapkan Kaisar Franz. Kaisar Franz yang merasa Permaisuri Shiena belum melihat semuanya segera mengajak Permaisuri Shiena melihat ranjang mereka yang telah dipenuhi kelopak mawar merah berbentuk hati dengan sepasang angsa yang dibentuk dari sepasang selimut.


Kaisar Franz juga mengajak permaisuri Shiena melihat keluar balkon kamar dan ternyata pemandangannya sangat lah indah dan segar. Permaisuri Shiena tidak menyangka jika turun ke bawah balkon sedikit akan ada sebuah goa tersenbunyi.


Permaisuri Shiena yang penasaran akan Goa itu pun mengajak Kaisar Franz untuk kesana. Kaisar Franz yang mengerti pun menuntun Permaisuri masuk ke dalam.


Jalanan menuju ke dalam goa yang difikir akan sangat gelap ternyata sangatlah terang karena diterangi oleh kristal-kristal berwarna-warni sehingga membuat siapapun yang melihatnya semakin takjub.


Goa itu diterangi oleh cahaya matahari jika siang hari dan diterangi cahaya bulan jika malam hari. Sehingga membuatnya menjadi sangat indah. Ditambah tanaman-tanaman yang ada di sekitarnya membuat kolam itu terlihat semakin indah.


"Ini adalah Kolam Suci." ucap Kaisar Franz.


"Jadi, ini yang dinamakan kolam suci?" tanya Permaisuri Shiena mengulang.


"Benar sekali. Malam ini kita akan memulai ritualnya dan aku akan ikut membantu dan menemanimu." ucap Kaisar Franz.


Malam hari pun tiba, Permaisuri Shiena yang telah bertekad akan menyelesaikan ritual itu pun telah mengganti pakaiannya dengan sehelai gaun putih yang hanya dililitkan ke tubuhnya.


Sebelum Permaisuri Shiena masuk ke dalam kolam suci ternyata Kaisar Franz telah berada di dalam kolam lebih dulu. Kaisar Franz pun menyambut Permaisuri Shiena dan mereka pun berjalan perlahan masuk ke dalam kolam.


Permaisuri Shiena kemudian berjalan ke tengah kolam dan berada di bawah sinar bulan. Permaisuri Shiena yang tidak mengerti apapun yang terjadi mengikuti nalurinya dengan memejamkan matanya. Lalu, sinar kebiruan pun keluar dari dalam tubuh Permaisuri Shiena.


Permaisuri Shiena berada dalam posisi itu sekitar lima menit dan cahaya itu perlahan memudar sehingga Kaisar Franz dapat melihat Permaisuri Shiena kembali.


Permaisuri Shiena yang merasa ada hal yang berbeda pada dirinya akhirnya menyadari jika kulitnya terlihat semakin putih dan halus. Tak hanya itu, kekuatan sihirnya pun menjadi semakin besar.


Kaisar Franz yang melihat Permaisuri Shiena telah membuka matanya segera menyusulnya. Kaisar Franz kemudian melihat perubahan pada tubuh dan kulit Permaisuri Shiena yang semakin cantik.


Kaisar Franz kemudian mengajak Permaisuri Shiena untuk naik dari dalam kolam karena Kaisar Franz berfikir Permaisuri Shiena mungkin telah merasa kedinginan setelah berada di dalam kolam selama berjam-jam padahal kenyataannya Permaisuri Shiena merasa dirinya hanya berada di dalam kolam itu selama lima menit saja.


Kaisar Franz yang melihat Permaisuri Shiena keluar dari dalam kolam tidak bisa menahan dirinya. Kaisar Franz merasa Permaisuri Shiena menjadi sangat cantik. Kaisar Franz pun tanpa sadar langsung memeluk dan mencium Permaisuri Shiena hingga mereka berdua tercebur kembali ke dalam kolam.


Kaisar Franz yang sadar telah masuk kembali ke dalam kolam segera mengambil keseimbangannya dan membawa Permaisuri Shiena ke sisi dinding kolam dengan tetap memeluk dan menciumnya.


Permaisuri Shiena yang terkejut dengan tindakan Kaisar Franz tidak berniat untuk menolak pelukan dan ciuman itu karena Permaisuri Shiena yakin jika Kaisar Franz telah menunggu hal ini cukup lama.


Ciuman itu semakin lama semakin dalam dan intens hingga Permaisuri Shiena tidak bisa bernafas. Permaisuri Shiena pun menepuk-nepuk pundak Kaisar Franz untuk memberi isyarat untuk melepaskan ciuman itu sebentar.


Kaisar Franz yang mengerti pun menurut lalu melepaskan ciumannya dan membiarkan Permaisuri Shiena menarik nafas. Kemudian Kaisar Franz mengangkat Permaisuri Shiena yang masih basah keluar dari dalam kolam itu lalu membawanya keluar dari goa dengan cepat menggunakan Sihir Gelap.


Dalam sekejap, Kaisar Franz dan Permaisuri Shiena telah berada di balkon kamar mereka. Kaisar Franz kemudian menurunkan Permaisuri Shiena dari pelukannya lalu membuka pintu balkon sambil mengulurkan tangannya ke arah Permaisuri Shiena.


#**Bersambung#


Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..


🥰😊😍😘


Terima kasih**