The Empress Of Mind Reader

The Empress Of Mind Reader
BAB 66. Tekad Yang Kuat Part 2


Shiena yang terjebak di alam bawah sadarnya merasa sangat ketakutan. Dia berada di sebuah tempat yang sangat luas dan gelap tanpa cahays. Diselilingnya selalu ada gambar kejadian di masa lalu.


Akhirnya Shiena teringat semua hal buruk yang terjadi padanya di masa lalu. Shiena selalu diabaikan, dihina, dibentak dan diperlakukan tidak adil oleh Putra Mahkota. Sedangkan permaisurinya selalu membuli Shiena dan dia selalu menjebak Shiena dan membuat Shiena semakin dibenci oleh Putra Mahkota.


Sementara itu, Duke dan Duchess telah sampai di kamar Shiena dan setelah melihat keadaan Shiena Duchess langsung menangis dan raut wajah Duke menjadi merah dan sangat marah.


Tuan Muda Alphonso dan Tuan Muda Roan sudah menyadari situasi yang terjadi dan mencoba menyapa Duke dan Duchess terlebih dahulu.


"Hormat kami kepada Duke dan Duchess Carrole. Maafkan kelancangan kami yang tidak memberi salam lebih awal." ucap Tuan Muda Alphonso dan Tuan Muda Roan bersamaan dengan sopan.


"Tak ada yang perlu di maafkan. Tuan Muda Roan terima kasih karna telah menangkap putriku saat dia hampir terjatuh." ucap Duke Carrole.


"Anda tidak perlu berterima kasih Tuan Duke dan saya mohon Tuan Duke jangan panggil saja nama saya." ucap Tuan Muda Roan sopan.


"Baiklah kalau begitu jangan sungkan panggil saja aku paman dan untuk Tuan Muda Alphonso terima kasih telah datang dan menjenguk Shiena." ucap Duke Carrole.


"Saya merasa khawatir pada Shiena karna saya mendengar dia terluka tapi semalam saya baru mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Oleh karna itu, saya langsung kemari setelah menerima surat balasan. Tolong Tuan Duke memanggil saya dengan nama juga." ucap Tuan Muda Alphonso.


"Baiklah. Kalau begitu kau silahkan panggil aku paman juga." ucap Duke Carrole.


"Baik paman." ucap Tuan Muda Alphonso dan Tuan Muda Roan.


Tuam Muda Alphonso dan Tuan Muda Roan sudah tau batasan dan juga tindakan apa yang harus dilakukan saat. Sehingga mereka memutuskan untuk pulang dan menyerahkan hadiah yang telah mereka bawah kepada Duke Carrole dan menyampaikannya pada Shiena ketika dia sadar nanti.


"Maafkan lah kelancanganku paman tapi hari sudah menjelang sore sepertinya saya harus pulang sekarang." ucap Tuan Muda Alphonso.


"Begitu juga denganku paman. Saya harus segera pulang, saya khawatir bibi akan cemas padaku." ucap Tuan Muda Roan.


"Baiklah. Zee tolong antarkan kedua Tuan Muda ini ke depan." ucap Duke Carrole.


"Baik Tuan." ucap Zee.


Tuan Muda Alphonso dan Tuan Muda Roan pun pulang dengan menaiki kereta kuda mereka masing-masing.


Duchess yang menangis tiada henti membuat matanya menjadi bengkak. Dia terus menerus memanggil nama putrinya.


Duke yang saat ini melihat keaadan putri dan istrinya menjadi sangat tidak berdaya.


Duchess yang menyadari bahwa tinggal mereka bertiga di ruangan itu akhirnya mengungkapkan semua yang ada di fikirannya.


"Suamiku, aku tidak terima putriku mengalami hal ini. Meskipun dia adalah Putra Mahkota tapi tidak seharusnya dia bertindak kasar pada putri kita terlebih lagi putri kita adalah tunangannya." ucap Duchess sambil memeluk Duke dengan berderai air mata.


"Aku tau akan hal itu. Aku ingin sekali membalasnya tapi akan sulit jika seperti itu. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah membuat rencana agar Yang Mulia Kaisar setuju untuk membatalkan pertungan ini." ucap Duke Carrole.


"Aku setuju suamiku. Kita sebagai orang tua harus melepaskan putri kita dari takdir kejam yang akan dia terima jika bersama Putra Mahkota." ucap Duchess Carrole.


"Tenanglah. Kita pasti bisa menyelesaikan masalah ini." ucap Duke Carrole.


Setelah berbincang cukup lama. Duke dan Duchess kembali ke kamar mereka dan Marry beserta dayang yang lain kembali masuk dan menjaga Shiena.


Marry adalah seorang pelayan tapi dia memiliki kesetiaan yang tidak diragukan lagi. Marry yang melihat keadaan nonanya seperti ini menjadi sangat marah tapi tidak bisa melakukan apapun.


"Nona, maafkan saya yang sungguh tidak berguna. Saya tidak bisa melindungi nona tapi nona jangan khawatir, saya akan selalu ada di sisi nona. Nona tidak sendiri karna banyak sekali orang yang menyayangi anda." ucap Marry.


"...." Shiena


Marry adalah seorang wanita dan tentu saja juga memiliki perasaan sensitif sehingga dia menangis sambil mengatakan hal - hal baik dan berharap nona nya segera sadar.


#Bersambung#


Jangan Lupa Tekan Like, Komen, Vote dan Favorite nya ya.. 😁


Terima kasih.. 🥰😍❤😘