
Setelah membunuh ketiga monster harimau, Lin Feng kemudian mengajak mereka berempat menuju ke gua yang telah menjadi rumahnya selama di hutan para monster, meskipun sebenarnya Lin Feng sangat enggan mengajak mereka berempat karena hanya akan menjadi beban baginya, tapi mau bagaimanapun juga, Lin Feng tetap manusia yang masih punya hati nurani.
Tidak mungkin Lin Feng membiarkan mereka berempat berada di hutan yang mengerikan tersebut tanpa pengawalan, karena kapan saja mereka bisa menjadi santapan para monster. Lagipula, kekuatan mereka berempat masih sangat lemah dan masih bukan tandingan para monster di hutan ini, bahkan monster paling lemah saja masih lebih kuat daripada mereka berempat.
"Untuk sementara waktu kalian tinggal saja di sini bersamamu, kalau tidak mau kalian boleh pulang sendiri dan jangan pernah berharap aku mau mengantar kalian" ucap Lin Feng acuh.
"Te-terimakasih tuan" ujar salah seorang perempuan.
"Tidak perlu berterimakasih, lagipula aku tidak melakukan apapun untuk kalian" jawab Lin Feng kemudian berjalan keluar gua.
"Tunggu, kau mau kemana?" tanya pemuda yang tidak terluka.
"Aku akan pergi keluar mencari hewan buruan, aku juga akan mencarikan tanaman herbal untuk menyembuhkan teman kalian itu" jawab Lin Feng kemudian menghilang begitu saja.
Mereka berempat nampak sangat senang, meskipun mereka tidak terlalu suka dengan kepribadian Lin Feng yang dingin dan acuh, tapi mereka berempat merasa sangat yakin kalau sebenarnya Lin Feng adalah orang yang baik, kalau tidak bagaimana mungkin Lin Feng mau menyelamatkan mereka begitu saja, belum lagi intri kristal jiwa milik ketiga monster harimau malah di serahkan oleh Lin Feng kepada mereka, padahal yang mengalahkannya adalah Lin Feng sendirian.
Sambil menunggu kedatangan Lin Feng, pemuda yang tidak terluka kemudian pergi keluar gua untuk mencari kayu bakar agar mereka bisa membuat api, karena di dalam gua tersebut terasa sangat dingin meskipun cuaca sedang panas, pemuda tersebut hanya mencari kayu bakar di sekitaran gua dan tidak berani mencarinya terlalu jauh, sebab kalau dia berani menjauh dari gua tersebut maka dia akan langsung menjadi buruan bagi para monster lagi.
"Kakak, akhirnya kau kembali juga, aku merasa sangat khawatir" ucap salah satu perempuan.
"Tenanglah, lagipula aku hanya mencari kayu bakar disekitar gua ini" jawab pemuda tersebut sambil meletakkan kayu bakar di lantai gua dan kemudian membuat api.
Setengah jam kemudian Lin Feng akhirnya kembali lagi ke gua dengan membawa seekor rusa yang telah mati dan beberapa buah-buahan, Lin Feng kemudian memberikan buah-buahan tersebut kepada mereka berempat dan kemudian pergi lagi untuk membersihkan rusa yang telah ia dapatkan, sebelum itu Lin Feng memberikan beberapa tanaman herbal yang bisa menyembuhkan luka kepada mereka, agar mereka bisa menyembuhkan temannya.
Lin Feng kembali pergi untuk membersihkan rusa di sungai yang berada tidak terlalu jauh dari gua tersebut, tidak membutuhkan waktu lama bagi Lin Feng untuk sampai di sungai tersebut, karena selain jaraknya yang tidak terlalu jauh kecepatan Lin Feng juga membuat waktu yang dibutuhkan menjadi semakin singkat.
"Hahh, benar-benar merepotkan, kenapa aku malah bertemu orang-orang merepotkan seperti mereka, kalau besok aku antar mereka keluar dari hutan ini, mungkin waktuku akan banyak terbuang. Tapi kalau tidak, siapa yang akan menjaga mereka" gumam Lin Feng kesal.
Setelah selesai membersihkan daging rusa tersebut, Lin Feng langsung kembali ke gua, sesampainya di sana Lin Feng melihat mereka bertiga sedang berusaha menyembuhkan temannya yang sedang terluka, awalnya Lin Feng hanya ingin menyaksikan saja, tapi setelah beberapa menit berlalu proses penyembuhan tersebut tidak kunjung selesai, jadi Lin Feng memutuskan untuk membantu.
Karena menurut Lin Feng, akan sangat merepotkan saat dia sedang terluka dia malah tidak bisa menyembuhkannya sendiri, memang benar dia bisa datang ke tabib atau siapapun yang bisa menyembuhkan luka, tapi pada saat seperti sekarang inilah teknik penyembuhan tersebut akan sangat berguna, belum lagi jika ada kemungkinan bertemu tabin yang sombong dan tidak mau membantu.
Bisa dikatakan Lin Feng adalah tipe orang yang selalu menyediakan payung sebelum hujan, meskipun saat sedang musim panas, tapi siapa yang dapat menebak kapan hujan akan turun dan seperti itulah jalan pikiran Lin Feng, yang selalu bersiap sedia sebelum melakukan apapun. Setelah beberapa saat berlalu, luka yang ada di tubuh pemuda tersebut perlahan-lahan mulai membaik, sampai akhirnya benar-benar sembuh.
"Te-terimakasih tuan" ucap pemuda tersebut kepada Lin Feng.
Lin Feng hanya diam saja sambil menganggukkan kepalanya, setelah itu Lin Feng kembali berjalan mendekati bara api dan kemudian mulai membakar daging rusa yang sebelumnya telah dia bersihkan, meskipun mereka berempat tidak mengatakan apapun kepadanya, namun Lin Feng bisa mengetahui bahwa mereka pasti sedang kelaparan, mungkin sebelumnya mereka memang membawa perbekalan, tapi hanya mereka yang tahu sudah berapa lama mereka berada di hutan para monster.
Keempat pemuda yang sedang duduk agak jauh dari Lin Feng tersebut kemudian memberanikan diri mereka untuk mendekati Lin Feng, mereka berempat kemudian duduk mengelilingi bara api agar menjadi lebih hangat, sementara Lin Feng masih sibuk dengan kegiatannya sendiri yaitu membakar daging, Lin Feng bahkan tidak menghiraukan keempat pemuda tersebut.
Suasana terasa sangat canggung bagi keempat pemuda tersebut karena tidak satupun dari mereka yang berani untuk bicara, sementara Lin Feng masih bersikap acuh dan santai seperti biasa, beberapa saat kemudian, salah seorang perempuan yang berada di sisi kanan Lin Feng memberanikan diri untuk bertanya.
"Ma-maaf tuan, su-sudah berapa lama tuan berada di hutan ini?" tanya perempuan tersebut gugup.
"Entahlah, aku sudah tidak ingat" jawab Lin Feng.
"Te-terimakasih karena tuan sudah menyelamatkan nyawa kami sewaktu di hutan, ah ya, perkenalkan namaku adalah Li Wei, dia adalah kakakku Li Zhan, lalu dia adalah temanku Huang Rong dan dia adalah Wu Xiang" ucap perempuan tersebut memperkenalkan dirinya dan teman-temannya.
"Kami berasal dari kota Jiesi yang berada di bawah kekuasaan kekaisaran Tang di benua biru bagian Utara" lanjutnya.
"Feng, namaku Lin Feng" jawab Lin Feng acuh.
"Tuan berasal darimana?" tanya Li Wei penasaran.
"Hahh, kalian lanjutkan saja membakar daging ini, kalau matang langsung saja dimakan, aku ingin beristirahat sejenak" ujar Lin Feng kemudian pergi dari tempat tersebut.