
Waktu bergulir dengan cepat, tidak terasa sudah beberapa jam berlalu sejak Lin Feng menelan salah satu pil misterius yang diberikan oleh dewa kehidupan, selama itu juga Lin Feng terus berjuang menahan hawa panas yang sangat menyiksa tubuhnya, bahkan hawa panas tersebut terus bertambah setiap saat dan tidak ada tanda-tanda akan menghilang.
Namun tanpa di sadari, energi spiritual di dalam tubuh Lin Feng juga semakin bertambah besar seiring meningkatnya hawa panas tersebut, Lin Feng tidak sadar jika kultivasinya telah meningkat sebanyak dua bintang dan kekuatan darah Phoenix semakin meningkat, bahkan tato burung Phoenix di punggung Lin Feng juga merespon hawa panas tersebut dan nampak menguarkan cahaya.
Tiga puluh menit kembali berlalu, Lin Feng benar-benar sudah kehabisan tenaga, nafasnya terdengar memburu dan jantungnya berdetak kencang, ia benar-benar sudah sangat lelah dan tidak sanggup lagi menahan siksaan tersebut, bahkan kesadarannya mulai menghilang secara perlahan-lahan dan akhirnya, ia pingsan.
Di alam bawah sadar Lin Feng.
Lin Feng sangat kaget ketika ia membuka mata dan menyadari jika ia sudah berada di tempat yang berbeda, namun yang lebih membuatnya kaget adalah tempat ia berada sekarang adalah sebuah tempat yang hanya ada api, bahkan sejauh matanya bisa memandang hanya terlihat kobaran api dan tidak ada apapun lagi, bisa dikatakan jika Lin Feng sekarang berada di tengah-tengah lautan api, tapi anehnya, api tersebut sama sekali tidak membakar dirinya.
Dengan perasaan bingung dan penasaran, Lin Feng mencoba melangkahkan kakinya ke arah depan, ia sendiri juga tidak tahu arah mana yang ia tuju, tapi yang jelas ia hanya melangkah lurus ke depan, seraya berharap agar dia bisa menemukan pintu keluar dari tempat yang sangat aneh tersebut, namun setelah berjalan sangat lama, Lin Feng masih tidak menemukan jalan keluar, bahkan ia merasa seperti sedang jalan ditempat, padahal ia merasa sudah berjalan sangat jauh.
Tidak lama kemudian, Lin Feng sampai di sebuah tempat yang menurutnya jauh lebih aneh, meski ditempat tersebut juga terdapat api sama seperti sebelumnya, tapi yang aneh adalah, api di tempat tersebut memiliki berbagai macam warna, diantaranya adalah, api merah, api biru, api putih, api hitam, api hijau, api ungu dan api emas.
Masing-masing kobaran api tersebut tidak hanya memiliki warna yang berbeda-beda, tapi juga memiliki aura yang benar-benar berbeda, ada yang panas, ada yang dingin, bahkan ada yang tidak panas sama sekali, tapi yang menarik perhatian Lin Feng adalah api emas, karena api tersebut tidak panas dan tidak memiliki aura sama sekali.
"Tempat apa ini sebenarnya?" tanya Lin Feng dalam hatinya.
Tidak lama kemudian, Lin Feng tiba-tiba saja merasakan aura keberadaan seseorang selain dirinya ditempat tersebut, ia kemudian meningkatkan kewaspadaannya dan langsung membalikkan badannya. Dan benar saja, ketika Lin Feng mengalihkan badannya kebelakang, ia menemukan sosok misterius yang mengenakan jubah berwarna merah, lengkap dengan penutup kepalanya.
"Siapa kau?!" Lin Feng bertanya sinis.
"Aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu sekarang, tapi aku ucapkan selamat datang ke tempatku, maafkan aku karena tidak bisa menyambut mu dengan kayak" jawab sosok misterius tersebut.
Lin Feng sedikit kesal mendengar perkataan sosok misterius tersebut, tapi mau bagaimanapun juga, Lin Feng tetap sangat penasaran dengannya, karena wajah sosok misterius tersebut ditutupi oleh penutup kepalanya. "Jadi, apa tujuanmu membawaku ke sini?" tanya Lin Feng.
"Aku hanya ingin bertemu denganmu, karena memang sudah sangat lama aku ingin bertemu denganmu" jawab sosok misterius.
"Apa maksudmu?" tanya Lin Feng semakin kebingungan.
"Sudahlah, sebenarnya tujuanku membawamu ke sini karena aku ingin memberikan hadiah kepadamu, apa kau lihat tujuh api di depanmu itu? Kau bisa memilih satu sebagai hadiah dariku" jawab sosok misterius.
"Apa kau yakin?" tanya Lin Feng, ia sepertinya meragukan perkataan sosok misterius tersebut.
Karena sudah disuruh untuk memilih, Lin Feng kemudian berbalik dan mendekati tujuh jenis api tersebut, sebelum memilih salah satunya, Lin Feng memeriksa ke tujuh jenis api tersebut, agar dia bisa mendapatkan api dengan kekuatan yang paling hebat, karena ia sangat yakin jika ke tujuh api di depannya itu bukanlah api biasa. Setelah memilih cukup lama, Lin Feng akhirnya memutuskan untuk memilih api ungu, karena api tersebut memiliki dua aura, yaitu panas dan dingin.
Ketika Lin Feng hendak mengambil api ungu, sebuah ingatan aneh muncul di kepalanya, ingatan tersebut memperlihatkan enam sosok misterius yang masing-masing memiliki kekuatan dari enam api, namun tidak ada satupun diantara mereka yang memiliki kekuatan api emas. Tidak lama kemudian, ingatan lainnya muncul lagi di kepala Lin Feng, ingatan tersebut menunjukkan sebuah ruang hampa yang mirip seperti ruang angkasa, tapi dipenuhi oleh api berwarna emas.
Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah, di tengah-tengah lautan api berwarna emas tersebut, terdapat enam titik cahaya dengan warna yang berbeda, ke-enam titik cahaya tersebut tidak lain adalah enam jenis api yang lainnya. "Api emas, sejak tadi kau sudah membuatku penasaran dan sekarang kau malah muncul diingatan ku dengan bentuk yang luar biasa, padahal sebelumnya aku tidak merasakan apapun saat melihatmu" Lin Feng bergumam pelan, kemudian berjalan mendekati api emas.
"Aku ingin api ini" ucap Lin Feng.
"Apa kau yakin? Api itu tidak memiliki pemilik selama ribuan tahun, karena tidak ada yang tertarik dengannya dan jika aku jadi kau, maka aku akan memilih api hitam karena..."
"Tidak, aku ingin memiliki api ini" ujar Lin Feng memotong perkataan sosok misterius.
"Baiklah, kalau begitu api emas itu akan menjadi milikmu" jawab sosok misterius.
Setelah itu, kobaran api emas di hadapan Lin Feng berangsur-angsur mengecil, hingga akhirnya hanya menyisakan bola api kecil sebesar kepalan tangan bayi yang baru lahir. "Ambillah" ucap sosok misterius.
Lin Feng kemudian meraih bola api kecil tersebut dengan tangan kanannya, namun ketika tangannya hampir menyentuh bola api tersebut, bola api kecil berwarna emas yang semua diam, tiba-tiba saja bergerak dan melesat masuk kedalam tubuh Lin Feng, bersamaan dengan masuknya bola api kecil tersebut, tato burung Phoenix di punggung Lin Feng juga berubah menjadi warna emas.
Di istana dunia bawah.
Boom!
Wushh!
Ledakan yang cukup besar terdengar dari dalam kamar Lin Feng, sehingga membuat Huise dan yang lainnya terkejut, namun saat mereka hendak membuka pintu, ledakan aura yang sangat besar langsung menerpa tubuh mereka, sehingga membuat mereka gemetaran dan kesulitan bergerak, bahkan seluruh kerajaan dunia bawah ikut bergetar karena aura tersebut.
"Aura ini..."
(Halo Genk, jangan lupa follow IG author ya 😁
IG \= @zhie_n15)