
Lin Feng mengerutkan alisnya saat mendengar perkataan Luo Yuan, dia benar-benar tidak menyangka bahwa Luo Yuan akan mengajaknya ke istana lagi, meskipun agak jengkel dan kesal karena terus-terusan di ganggu oleh Luo Yuan, namun Lin Feng mencoba untuk tetap tenang dan mencoba untuk tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Luo Yuan.
"Jadi bagaimana? Apa kau mau ikut aku ke istana?" tanya Luo Yuan lagi.
"Memangnya kenapa kau bersikeras mengajakku ke istana? Lalu apa untungnya bagiku datang ke istana?" tanya Lin Feng.
"Hahahaha! Kau sungguh kejam saudaraku, tapi itu tidak masalah sama sekali, karena aku sangat menyukai sikapmu itu. Jadi begini, sebenarnya ayahku sangat ingin bertemu denganmu, jadi dia memerintahkan aku untuk mengajakmu datang ke istana" ucap Luo Yuan.
"Kenapa kaisar bisa ingin bertemu denganku? Padahal aku bukan siapa-siapa dan bukan orang penting, lalu darimana kaisar bisa mengetahui namaku?" tanya Lin Feng.
"Hehehe! Sebenarnya aku yang menceritakan tentang dirimu kepada ayah, jadi dia sangat penasaran denganmu dan sangat ingin bertemu denganmu" jawab Luo Yuan.
Lin Feng menghela nafas panjang dan kemudian berkata. "Kalau begitu aku akan datang ke istana, karena aku tidak ingin mendapatkan masalah karena tidak mematuhi perintah kaisar."
"Bagus! Kalau begitu, mari kita berangkat ke istana sekarang" ajak Luo Yuan.
Setelah itu, Luo Yuan dan Lin Feng langsung kembali ke istana, sementara para kultivator lainnya langsung kembali ke tempat mereka masing-masing, bagitu juga dengan Xie Wang Jun dan semua murid sekte pedang suci yang tersisa, meskipun mendapatkan banyak harta berharga, namun mereka juga nampak bingung, karena salah satu dari mereka ada yang tidak kembali.
"Tuan muda, apa yang akan kita katakan kepada tetua nanti?" tanya salah seorang murid.
"Mau bagaimana lagi, kita akan tetap menceritakan apa yang terjadi kepada para tetua, kita juga harus bersiap menerima resikonya" jawab Xie Wang Jun.
"Tuan muda, kalau kita menceritakan yang sebenarnya kepada tetua sekte, mungkin kita akan mendapatkan hukuman yang berat, karena sebelumnya kita telah berjanji untuk saling menjaga" ucap murid lainnya.
"Aku juga mengerti hal itu, tapi mau bagaimana lagi, semuanya sangat jauh dari perkiraan kita" ujar Xie Wang Jun.
"Tuan muda, bagaimana kalau kita menggunakan orang itu?" tanya murid sebelumnya.
"Orang itu? Siapa maksud... Ya, apa yang kau katakan memang sangat benar, dengan begitu kita semua akan terbebas dari hukuman dan pemuda itu akan menjadi incaran para tetua" jawab Xie Wang Jun kemudian tersenyum sinis.
Xie Wang Jun dan teman-temannya berniat untuk mengunakan nama Lin Feng sebagai perisai untuk menghindari hukuman dari para tetua, dengan cara mengatakan kepada para tetua sekte, bahwa salah satu teman mereka telah dibunuh oleh Lin Feng saat berada didalam dunia kuno.
Meskipun sebelumnya Luo Yuan telah mengatakan bahwa Lin Feng adalah saudaranya, namun mereka tidak takut sedikitpun, karena mereka semua mengetahui bahwa Luo Yuan dan Lin Feng sama sekali tidak ada hubungan keluarga, selain itu, mereka juga akan mendapat pembelaan dari sekte Pedang Suci yang sangat disegani.
***
Sementara itu, di istana kekaisaran Luo, Luo Yuan dan Lin Feng yang telah sampai di istana kekaisaran langsung menuju ke ruangan tahta untuk bertemu dengan kaisar, kedatangan mereka berdua disambut dengan sangat hormat oleh semua petinggi istana, namun mereka terlihat penasaran dengan pemuda yang datang bersama pangeran.
"Ayah, aku telah kembali" ucap Luo Yuan sambil memberikan hormat.
"Perjalananku sangat lancar ayah dan semuanya baik-baik saja, aku juga mendapatkan banyak sumberdaya dan harta berharga lainnya. Lalu, pemuda ini adalah Lin Feng, pemuda yang selalu aku ceritakan kepada ayah" jawab Luo Yuan.
"Jadi ini, pemuda yang pernah kau ceritakan kepada ayah, selamat datang di istana kekaisaran Lin Feng, sejak putraku menceritakan tentang dirimu, aku benar-benar sangat penasaran denganmu dan ingin berbicara denganmu" ucap Luo Ming An.
"Suatu kehormatan bagiku, karena bisa bertemu dengan seorang kaisar sepertimu. Tapi, apa yang membuatmu sangat penasaran dan ingin bertemu denganku?" tanya Lin Feng.
"Sungguh lancang! Apakah kau tidak pernah belajar sopan santun? Atau, kau memang tidak menghormati yang mulia kaisar?!" tanya salah seorang petinggi istana kesal.
"Memangnya ada yang salah dengan ucapan ku?" tanya Lin Feng acuh.
Para petinggi istana nampak sangat kaget mendengar ucapan Lin Feng, raut wajah mereka langsung berubah kesal seketika itu juga, karena mereka semua benar-benar tidak menyangka bahwa Lin Feng, sama sekali tidak menaruh rasa hormat kepada kaisar, bahkan sejak kedatangannya, Lin Feng belum pernah memberikan hormat kepada kaisar.
Sementara sang kaisar sendiri, hanya tersenyum kecil melihat tingkah Lin Feng, karena sejak awal, Luo Ming An sudah mengetahui sifat dan perilaku Lin Feng dari cerita anaknya, Luo Yuan. Meskipun begitu, Luo Ming An benar-benar tidak menyangka bahwa sifat Lin Feng akan benar-benar sangat acuh dan tidak peduli dengan apapun.
"Sudahlah, jangan dipikirkan lagi, aku juga tidak terlalu mempermasalahkan sikapnya" ucap Luo Ming An.
"Tapi yang mulia, dia bukan hanya tidak memberikan hormat kepada yang mulia, bahkan cara bicaranya pun sama sekali tidak sopan kepada yang mulia" ujar salah seorang petinggi istana.
"Hahaha! Sudahlah, lagipula aku menyukai anak ini, selama ini aku hanya bertemu dengan orang-orang yang selalu bersikap formal padaku, jadi khusu untuknya adalah pengecualian" jawab Luo Ming An.
"Baik yang mulia!" jawab semua orang serempak.
Tidak lama kemudian, saat semua orang sedang berbincang-bincang, seorang perempuan cantik tiba-tiba saja memasuki ruangan tahta, para petinggi istana yang melihat kedatangan perempuan tersebut langsung memberikan hormat kepadanya, karena perempuan tersebut adalah adik Luo Yuan dan putri kekaisaran Luo, putri Luo Ning.
"Kakak, kapan kau kembali?" tanya Luo Ning.
"Baru saja, maaf karena kakak belum menemuimu" jawab Luo Yuan.
"Kau memang selalu begitu padaku, sebagai hukumannya, kau harus..." perkataan Luo Ning tiba-tiba saja terpotong saat matanya menatap seorang pemuda tempan yang berdiri di sebelah kakaknya.
Luo Ning terdiam dan tidak bisa mengatakan apa-apa karena terpana dengan ketampanan Lin Feng, selama ini telah banyak pangeran ataupun tuan muda yang mencoba untuk mendekatinya, mereka semua juga sangat tampan, namun di mata Luo Ning, ketampanan Lin Feng benar-benar sangat berbeda, bahkan hanya dengan menatap wajahnya saja, sudah bisa membuat jantung Luo Ning berdetak kencang.
"Ning'er?!... Ning'er, kenapa kau malah diam? Apa kau tidak jadi memberikan hukuman pada kakakmu ini?" tanya Luo Yuan.
"Eh... Bu-bukan begitu, aku tetap akan memberikan hukuman pada kakak nanti" jawab Luo Ning.