
Hanya dalam hitungan detik, Lin Feng telah berhasil menghabisi nyawa para pembunuh bayaran dan hanya menyisakan satu pembunuh topeng emas, alasan Lin Feng tidak langsung membunuh semuanya adalah, untuk menggali sedikit informasi mengenai Asosiasi pembunuh bayaran, tapi tentunya, menggali informasi dari seorang pembunuh bayaran tidaklah mudah.
Melihat semua temannya telah mati dengan kepala terpenggal, membuat pembunuh topeng emas tersebut benar-benar merasa frustasi, misi yang dijalankan tidak hanya gagal, bahkan mereka semua telah mati sebelum melakukan misi tersebut, yang lebih menyedihkan lagi adalah, mereka tidak mengetahui ditangan siapa mereka mati.
"Se-sebenarnya siapa kau ini?" tanya pembunuh topeng emas dengan tubuh yang gemetaran.
"Aku adalah target yang kalian cari" jawab Lin Feng kemudian menunjukkan dirinya.
"Tidak mungkin, menurut informasi yang kami dapatkan, kau tidak sehebat ini" ujar pembunuh topeng emas tidak percaya.
"Kalau begitu, informasi yang kau terima adalah kebohongan belaka, seharusnya mereka menambahkan bahwa misi kalian kali ini adalah membunuh seorang raja pembunuh" ucap Lin Feng sinis.
Pembunuh bayaran topeng emas, benar-benar ketakutan saat mendengarkan perkataan Lin Feng, tidak hanya itu saja, bahkan pembunuh topeng emas sampai tidak bisa berbicara apapun lagi, saat aura membunuh yang sangat kuat menerpa tubuhnya.
"A-aura membunuh miliknya bahkan lebih hebat dari pemimpin Asosiasi" batin pembunuh topeng emas.
"Jawab pertanyaan ku, kenapa kalian masih mengejar ku padahal keluarga Zhang sudah tidak ada lagi?" tanya Lin Feng.
"Itu bukan urusanmu!" jawab pembunuh topeng emas tegas.
"Itu bukan jawaban yang aku inginkan" ucap Lin Feng santai.
Beberapa saat kemudian, Lin Feng menghilang dari tempatnya dan muncul lagi di belakang pembunuh topeng emas, bersamaan dengan munculnya Lin Feng, tangan kanan pembunuh topeng emas tiba-tiba saja terputus.
"Aarrkhhhh!" pembunuh topeng emas berteriak kesakitan.
Beberapa saat kemudian, Lin Feng mengayunkan pedangnya dan menebas tangan kiri pembunuh topeng emas hingga membuatnya terputus, rasa sakit karena tangan kanannya yang putus bahkan belum mereka sedikitpun, tapi sekarang, malah ditambah dengan rasa sakit di tangan kirinya.
Tidak hanya sampai disitu saja, Lin Feng kemudian memukul perut bagian bawah pembunuh topeng emas, sampai membuatnya terlempar dan menabrak pohon di belakangnya, pukulan yang Lin Feng berikan memang nampak seperti pukulan biasa saja, namun pukulan tersebut adalah pukulan yang langsung menghancurkan kultivasi pembunuh topeng emas.
Pembunuh topeng emas memuntahkan darah dari mulutnya, meskipun seluruh bagian wajahnya tertutupi topeng, tapi darah yang ia muntahkan mengalir keluar dari balik topeng yang ia kenakan, sekarang ada rasa penyesalan dan amarah yang sangat besar di dalam hatinya.
Bagaimana tidak, bagi seorang kultivator, memiliki tingkat kultivasi yang tinggi adalah sebuah kebanggan yang besar, terlebih lagi dengan usaha keras yang di lakukan untuk mendapatkan tingkatan yang tinggi, maka dari itu, tidak jarang para kultivator menganggap bahwa kultivasi mereka sebagai nyawa kedua.
Begitu juga yang dirasakan oleh pembunuh topeng emas saat ini, kekuatan yang telah dia dapatkan dengan berbagai pengorbanan dan usaha yang sangat keras selama bertahun-tahun, malah hilang dalam sekejap mata, kultivasinya hilang dengan sangat mudah seperti merenggut mainan dari anak balita.
"Ka-kau benar-benar kejam!" ujar pembunuh topeng emas.
"Aku sudah sering mendengar kata itu, hampir semua korban yang pernah aku bunuh, mengatakan hal yang sama seperti yang kau katakan sekarang sebelum mereka benar-benar mati" jawab Lin Feng santai.
"Aku bukan dewa kematian ataupun reinkarnasi dewa kematian, aku adalah manusia biasa yang mampu membunuh dewa kematian" jawab Lin Feng.
"Sudah cukup basa-basi nya, katakan padaku apa rencana Asosiasi pembunuh bayaran yang sebenarnya?" tanya Lin Feng.
Pembunuh topeng emas benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain mengatakan yang sejujurnya, karena dia menyadari bahwa Lin Feng bukanlah orang yang bisa diajak bernegosiasi, jika dia memilih untuk tetap bungkam, maka keadaannya akan benar-benar parah daripada kematian.
Setelah itu, pembunuh topeng emas langsung menceritakan informasi apa saja yang dia ketahui, salah satunya adalah mengenai keberadaan markas mereka, tidak hanya itu saja, pembunuh topeng emas juga mengatakan bahwa sebenarnya mereka masih memiliki dendam kepada Lin Feng.
Mendengar kata dendam yang keluar dari mulut pembunuh topeng emas, membuat Lin Feng langsung mengerti seperti apa situasinya saat ini, meskipun Lin Feng belum mendengar semua informasinya, tapi Lin Feng sudah bisa menebak garis besar dari rencana Asosiasi pembunuh bayaran.
"Kau sudah tidak dibutuhkan lagi" ucap Lin Feng kemudian memenggal kepala pembunuh topeng emas.
Setelah menghabisi pembunuh bayaran yang terakhir, Lin Feng langsung berjalan menghampiri kelima prajurit elit yang sedang terluka.
Meskipun mereka berlima mengetahui bahwa Lin Feng berada di pihak mereka, namun dari raut wajah mereka, bisa terlihat dengan jelas adanya rasa takut terhadap Lin Feng, karena mereka berlima juga bisa merasakan aura kematian yang luar biasa dari tubuh Lin Feng sebelumnya.
"Bagaimana keadaan kalian?" tanya Lin Feng.
"A-apa ini, setelah melakukan perbuatan yang begitu kejam, kenapa dia masih bisa bersikap seperti biasa" batin salah seorang prajurit elit.
"Ka-kami baik-baik saja" jawab mereka serempak.
"Baguslah, kalau begitu aku kembali ke sekte" ujar Lin Feng kemudian menghilang dari hadapan mereka.
Tidak lama setelah Lin Feng menghilang, para tetua sekte akhirnya sampai di hutan tersebut, melihat kelima prajurit elit yang terluka, para tetua langsung bergegas membantu dan menyembuhkan mereka semua.
Mereka juga sangat kaget mihat ada beberapa mayat yang mati dengan keadaan kepala yang telah terpenggal, namun tetua Liu Changhai yang sudah mengetahui itu perbuatan siapa, langsung menjelaskannya kepada para tetua sekte yang lainnya.
"Tetua Liu, murid anda benar-benar sangat luar biasa" ucap salah seorang tetua.
"Aku hanya berharap semoga dia selalu berjalan di jalan kebenaran" ujar tetua Liu Changhai.
"Meskipun aku tidak mengenal Lin Feng dengan baik, tapi aku mengetahui kalau dia adalah pemuda yang baik hati, meskipun sikapnya sangat dingin dan acuh" ucap tetua lainnya.
"Sudahlah, sekarang fokus menyembuhkan mereka, setelah iyu mari kita kembali ke sekte, karena aku yakin kalau Lin Feng sudah mendapatkan informasi penting dari musuh yang menyerang" ujar Xiao Jian Zheng.
Setelah selesai menyembuhkan para prajurit elit yang terluka, para tetua kemudian langsung bergegas kembali ke sekte Phoenix Emas, sementara para prajurit langsung kembali ke gerbang sekte untuk melanjutkan tugas mereka.