
Setelah mendapatkan izin, Lin Feng dan Luo Ning langsung pergi meninggalkan kota Zuanshi, selama diperjalanan pulang, keduanya tidak banyak bicara dan entah mengapa, mereka berdua merasa sedang berada dalam situasi yang benar-benar canggung.
Lin Feng sangat mengetahui asalan kenapa mereka berdua bisa berada dalam situasi canggung seperti sekarang, yang tidak lain adalah karena pembicaraan mengenai pernikahan saat berada di keluarga Lin. Karena hal itu juga, Lin Feng merasa sedikit bersalah kepada Luo Ning.
"Luo Ning, apa aku boleh mengatakan sesuatu?" tanya Lin Feng, mencoba untuk memulai obrolan.
"Silahkan!" jawab Luo Ning singkat.
"Aku harap kau tidak marah atau sakit hati karena ucapan ku tadi" ucap Lin Feng.
"Perkataan yang mana?" tanya Luo Ning.
"Kau pasti tahu perkataan mana yang aku maksud, tapi kau juga harus tahu, aku mengatakan itu semua bukan berarti aku tidak suka padamu, atau aku tidak mau menikah denganmu. Tapi, untuk saat ini aku memang belum siap untuk menjalin hubungan pernikahan" jawab Lin Feng.
"Aku tahu itu" ucap Luo Ning acuh.
Lin Feng menghela nafas panjang, ia benar-benar tidak menyangka akan merasakan yang namanya berada dalam situasi yang benar-benar sulit dan tidak bisa dimengerti, hingga akhirnya, Lin Feng memutuskan untuk tidak melanjutkan obrolan tersebut.
Untuk menghilangkan rasa bosannya, Lin Feng mencoba untuk mengobrol bersama Huise. "Huise, apa kau bisa mengerti perasaan perempuan?" tanya Lin Feng.
"Maaf tuan, pertanyaan itu sangat sulit bagiku, karena aku sama sekali tidak mengerti maksud dari pertanyaan tuan" jawab Huise.
"Ternyata kau tidak paham ya? Ini benar-benar membuatku bingung" ucap Lin Feng.
"Tuan, maaf jika aku lancang, tapi sebaiknya tuan fokus pada tujuan utama tuan untuk kembali ke benua tengah" ujar Huise.
"Ya, kau memang benar! Setelah semuanya selesai, barulah aku akan memikirkan masalah ini" ucap Lin Feng.
***
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, Lin Feng dan Luo Ning akhirnya sampai di benua tengah. Tapi mereka berdua tidak kembali ke ibukota kekaisaran Luo, melainkan langsung pergi ke gunung Yunshan, karena bencana petir surga akan segera datang.
Setelah mereka berdua sampai di kaki gunung Yunshan, Lin Feng langsung menceritakan rencananya kepada Luo Ning, agar tidak terjadi kesalahan saat mereka menghadapi bencana petir surga, Lin Feng juga mengatakan tentang resiko yang akan mereka dapatkan jika sampai terjadi kesalahan, meskipun hanya sedikit.
"Baiklah, sekarang aku mengerti!" ucap Luo Ning.
"Bagus! Kalau begitu kita akan naik ke puncak gunung sekarang!" ujar Lin Feng.
Lin Feng kemudian mengeluarkan sepasang sayap Phoenix di punggungnya. Setelah itu, Lin Feng langsung menggenggam tangan Luo Ning dengan erat dan kemudian melesat terbang ke puncak gunung dengan kecepatan tinggi.
Ketika mereka hampir sampai di puncak gunung Yunshan, awan yang menutupi puncak gunung kembali bereaksi dan menembakkan kekuatan petir pada mereka, seperti saat pertama kali Lin Feng naik ke puncak gunung tersebut.
Tapi kali ini, Lin Feng bisa mengatasi kekuatan petir tersebut dengan mudah, sehingga mereka berdua bisa sampai ke puncak gunung Yunshan tanpa halangan yang berarti. Meskipun begitu, Luo Ning nampak masih kaget, karena tidak menyangka bahwa Lin Feng mampu menetralkan kekuatan petir yang cukup kuat tersebut.
Tepat disaat mereka berdua sampai di puncak gunung Yunshan, langit tiba-tiba saja bergemuruh, langit yang semula cerah dan berwarna biru, langsung di tutupi oleh awan hitam yang sangat tebal, angin tiba-tiba saja bertiup dengan kencang dan tanah tiba-tiba saja bergetar.
"Aku selalu siap!" jawab Luo Ning.
***
Sementara itu, diberbagai tempat di benua biru, Setiap kekaisaran, kerajaan, desa bahkan setiap sekte yang ada di benua biru, bisa merasakan dan melihat fenomena aneh tersebut, para kaisar langsung memerintahkan semua rakyatnya untuk berlindung dan tidak meninggalkan rumah mereka, begitu juga dengan raja dan pemimpin setiap desa.
Setiap sekte yang ada di benua biru juga melakukan hal yang sama, mereka bahkan memasang mantra formasi berlapis untuk melindungi sekte mereka, karena jika tidak, maka sekte mereka bisa saja akan terkena dampak dari fenomena aneh tersebut.
Semua orang yang ada di benua biru, benar-benar dilanda ketakutan, bahkan Yama yang sekarang berada di ibukota kekaisaran Qian, juga merasakan hal yang sama, meskipun dia tidak mengetahui dimana bencana tersebut akan muncul. Tapi rasa takut yang ia rasakan sekarang, membuatnya merasa seolah-olah bencana tersebut akan terjadi di kekaisaran Qian.
"Sial! Kenapa aku harus bangkit disaat seperti ini" gumam Yama kesal.
Karena rasa takutnya semakin menjadi-jadi, Yama kemudian memutuskan untuk pergi ke ruangan khusus miliknya, setelah berada di dalam ruangan tersebut, Yama langsung memasang mantra formasi berlapis.
"Semoga saja dengan ini aku bisa aman" ucap Yama.
***
Dipuncak gunung Yunshan, Lin Feng dan Luo Ning nampak telah siap untuk menerima hantaman pertama dari bencana petir surga. Seperti yang telah mereka rencanakan sebelumnya, Lin Feng akan menerima dan menahan Sambaran tersebut secara langsung, sementara Luo Ning akan menyerap kekuatan yang ada di tubuh Lin Feng.
"Lin Feng, apa kau yakin ini tidak apa-apa?" tanya Luo Ning.
"Tenanglah, aku yakin semuanya akan baik-baik saja, asalkan kita menjalankan semuanya sesuai dengan yang telah kita rencanakan, kalaupun gagal, maka kau bisa langsung pergi meninggalkan tempat ini dan biarkan aku yang menahan semua kekuatan itu" jawab Lin Feng.
Meskipun Lin Feng mengucapkan semua itu dengan senyuman, seolah-olah semuanya akan baik-baik saja. Tapi hati Luo Ning malah berkata lain dan entah kenapa, Luo Ning merasa akan berpisah dengan Lin Feng saat itu juga.
"Tidak! Apapun yang akan terjadi aku akan tetap berada di sampingmu" ujar Luo Ning.
Tidak lama kemudian, langit tiba-tiba saja terdengar bergemuruh, lalu dari awan hitam yang menutupi langit nampak kilatan cahayanya berwarna merah yang sangat terang.
"Dia datang!" ujar Lin Feng.
DHUUAAARRRR!!!
Petir raksasa berwarna merah dan memiliki kekuatan yang sangat luar biasa menyambar ke puncak gunung Yunshan. Lin Feng kemudian bergegas mengangkat tangannya ke atas, sehingga petir merah tersebut langsung menghantam dirinya.
BBOOOMMMMM!!!
"AARRKHHHH!!!"
Ledakan yang sangat dahsyat langsung terjadi saat itu juga, bersamaan dengan suara teriakan Lin Feng yang sangat keras, karena merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
Tanda petir merah yang ada di tangan Lin Feng langsung bercahaya, kemudian menyerap kekuatan petir merah yang masih menyelimuti dan menyiksa tubuh Lin Feng. Begitu juga dengan Luo Ning, yang langsung mengaktifkan tubuh petir surga, kemudian mulai menyerap kekuatan petir tersebut.