Night King : My Life Journey

Night King : My Life Journey
Ch-49. Pergi Menemui Zhao Feng


Lin Jianheeng langsung terdiam setelah mendengar Liu Changhai menyebutkan nama anaknya, raut wajah Lin Jianheeng juga langsung berubah setelah mendengar nama anaknya di sebutkan.


"Darimana kau mengenal putriku?" tanya Lin Jianheeng.


"Apa!, jadi dia adalah putrimu, kenapa aku tidak mengetahui sama sekali?, dan setahuku kau tidak punya seorang anak perempuan" jawab Liu Changhai kaget.


"Sebenarnya aku punya tiga orang anak, dua laki-laki dan satu perempuan, kau tidak mengetahuinya karena anakku sudah lama pergi meninggalkan keluarga ini" ucap Lin Jianheeng.


"Jadi dimana kau bertemu dengan putriku itu?, lalu bagaimana keadaannya?, apa dia baik-baik saja?" tanya Lin Jianheeng.


"Aku pernah bertemu dengannya sekali dan sepertinya dia baik-baik saja, bahkan putrimu itu mempunyai seorang putra yang sangat luar biasa" jawab Liu Changhai.


"Apa!, jadi kau juga bertemu dengan cucuku?, ceritakan padaku pemuda seperti apa cucuku itu?" tanya Lin Jianheeng bersemangat.


"Tidak hanya bertemu, bahkan dia sudah menjadi muridku" jawab Liu Changhai.


"Hahahaha ini adalah kabar yang sangat bagus, aku sudah sangat lama ingin bertemu dengan mereka berdua dan tidak di sangka-sangka, cucuku sudah menjadi murid dari temanku sendiri" ucap Lin Jianheeng tertawa lantang.


Liu Changhai kemduian menceritakan kepada Lin Jianheeng tentang pertemuannya dengan Lin Hua di kota awan, Liu Changhai juga menceritakan kepada Lin Jianheeng bahwa cucunya sudah di perlakukan dengan tidak baik di keluarganya.


Tidak lupa Liu Changhai juga menceritakan kehebatan Zhao Feng selama mengikuti turnamen di keluarganya, Liu Changhai juga mengatakan bahwa Zhao Feng adalah seorang pemuda yang sangat jenius dan berbakat, bahkan kehebatannya mungkin akan membawa perubahan besar di masa depan nanti.


"Tapi bukan itu masalah yang ingin aku bicarakan denganmu, karena dia adalah cucumu jadi aku langsung saja, sepertinya ada orang yang ingin cucumu mati" ucap Liu Changhai.


"Apa maksudmu?" tanya Lin Jianheeng sinis.


Liu Changhai kemudian menceritakan kepada Lin Jianheeng, saat pertama kali berada di sekte Phoenix Emas Zhao Feng sudah berhasil mengejutkan pemimpin dan para tetua sekte, dan baru saja dia menjadi murid sekte dia sudah menarik perhatian pemimpin sekte, namun tentunya tidak semua tetua menyukai hal tersebut.


Setelah itu Liu Changhai langsung menceritakan masalahnya dengan tetua Zhang Kaibo, untuk menyelesaikan masalah antara dirinya dan tetua Zhang Kaibo, pemimpin sekte kemudian mengadakan pertandingan antara muridnya dan murid tetua Zhang.


"Karena tetua Zhang sangat licik dan hampir membunuh saudara cucumu, akhirnya cucumu marah dan mematahkan tangan murid dan keponakan tetua Zhang" ucap Liu Changhai mengakhiri ceritanya.


"Tidak perlu kau lanjutkan lagi, aku sudah mengerti situasinya saat ini, berarti dengan kata lain orang yang patut di curigai adalah keluarga Zhang, apa aku benar?" tanya Lin Jianheeng.


"Kau benar, aku mengatakan masalah ini kepadamu hanya untuk melindungi cucumu, sebenarnya dia tidak ingin melibatkan keluarganya, tapi aku benar-benar tidak bisa menerima jika muridku dalam bahaya, bukan berarti aku tidak bisa melindunginya, tapi keamanan muridku adalah hal yang paling utama bagiku" jawab Liu Changhai.


"Bisakah kau mempertemukan aku dengan cucuku?" tanya Lin Jianheeng.


"Tentu saja teman, lagi pula dia adalah cucumu" jawab Liu Changhai.


Mereka berdua kemudian mengakhiri pembicaraannya karena Lin Jianheeng sudah tidak sabar ingin menemui cucunya, sebelum pergi Lin Jianheeng memberitahukan kepada kedua anaknya dan mengajak mereka untuk menemui keponakannya di sekte Phoenix Emas.


Lin Duan dan Lin Dian terlihat sangat senang setelah mendengar kabar bahwa keponakan mereka telah di temukan, bahkan keponakan mereka telah menjadi murid sekte ternama di kekaisaran Feng. lalu setelah itu mereka berempat langsung pergi ke sekte Phoenix Emas menggunakan elang es milik Liu Changhai.


Di halaman kediaman tetua Liu Changhai, Zhao Feng dan Zhao Tian yang sedang berlatih bersama sangat kaget ketika melihat elang es mendarat di hadapan mereka, mereka berdua benar-benar kebingungan sebab sebelumnya Liu Changhai mengatakan akan pergi ke kota selama beberapa hari.


"Selamat datang kembali guru, kenapa kau kembali secepat ini?" tanya Zhao Tian.


"Guru sudah mendapatkan apa yang guru inginkan, jadi guru segera kembali" jawab Liu Changhai.


"Lalu siapa mereka ini guru?" tanya Zhao Feng.


"Feng'er, perkenalkan dia adalah patriark keluarga Lin, dan mereka berdua adalah putranya" jawab Liu Changhai memperkenalkan mereka pada muridnya.


"Cucuku, setelah sekian lama, akhirnya aku berhasil menemukanmu" ucap Lin Jianheeng langsung memeluk Zhao Feng.


"Tunggu dulu, apa maksudmu?" tanya Zhao Feng kebingungan.


Lin Jianheeng kemudian memperkenalkan dirinya dan kedua putranya kepada Zhao Feng, setelah itu Lin Jianheeng mengatakan kepada Zhao Feng bahwa dia adalah ayah dari Lin Hua yang merupakan ibunya, dan kedua anaknya itu adalah saudara kandung ibu Zhao Feng.


Awalnya Zhao Feng sama sekali tidak bisa mempercayai apa yang di katakan oleh Lin Jianheeng, namun Lin Jianheeng meyakinkan Zhao Feng dengan mengatakan semua tentang Lin Hua, serta alasan kenapa Lin Hua bisa sampai berada di kota awan.


"Ja-jadi kau sudah membunuh ayahku, bahkan karena kalian aku dan ibu harus mengalami kehidupan yang sangat sulit, aku bahkan sampai harus menanggung rasa sakit karena di hina dan di rendahkan oleh semua orang dan semua itu adalah ulah kalian, lalu sekarang kau berani-beraninya datang dan mengatakan bahwa kau adalah kakekku, aku benar-benar tidak menyangka bahwa aku punya kakek yang sangat buruk!" ujar Zhao Feng kemudian menghilang dari hadapan mereka semua.


"Teman aku mohon jangan masukkan ke hati" ucap Liu Changhai.


"Tidak temanku ini semua adalah kesalanku, jadi aku sudah siap menerima apapun resikonya" jawab Lin Jianheeng.


"Kakek, kau tenang saja, aku mengenal baik bagaimana sifat kak Feng, jadi biarkan aku yang bicara padanya" ucap Zhao Tian.


"Terimakasih nak" jawab Lin Jianheeng.


Setelah itu Zhao Tian langsung pergi mencari Zhao Feng, meskipun tidak mengetahui pasti dimana Zhao Feng berada, namun Zhao Tian sangat yakin bahwa saat ini Zhao Feng sedang berada di atas bukit yang menjadi tujuan mereka berlatih.


Setelah sampai di puncak bukit, Zhao Tian akhirnya menghela nafas lega karena perkiraannya benar dan Zhao Feng benar-benar berada di sana.


"Kak Feng apa kau baik-baik saja?" tanya Zhao Tian kemudian duduk di samping Zhao Feng.


"Zhao Tian, kenapa kau berada di sini?" tanya Zhao Feng.


"Kak Feng, kau boleh marah dengan kakek dan kedua pamanmu karena kesalahan yang mereka lakukan, tapi cobalah lihat wajah mereka dan sepertinya mereka benar-benar menyesali perbuatannya di masa lalu, meskipun kau membenci mereka tapi cobalah untuk memberikan mereka kesempatan" ucap Zhao Tian.


"Kau tidak mengerti apa-apa Zhao Tian" ujar Zhao Feng.


"Aku memang tidak mengerti kakak, tapi setidaknya kau masih punya keluarga" jawab Zhao Tian.